COIGA BARU

Menu

Menu1

Jumat, 11 Januari 2013

Menpora Baru: Roy Suryo, Apa yang Kau Cari?


Oleh: Gungde Ariwangsa *
 
Sumber Asli -- C0I - Secara tidak dinyana, Roy Suryo yang mempunyai nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo menjadi pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Nama pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968 itu mencuat sebagai calon jadi pengganti Andi Alifian Mallarangeng, Kamis (10/1-2012), setelah dia dipanggil SBY ke Istana. Memang, Roy Suryo sendiri masih memberikan jawaban klise soal penunjukan dirinya sebagai Menpora namun dapat dipastikan namanyalah yang akan diumumkan Presiden, Jumat (11/1) untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Andi Mallarangeng.


            Terjawab sudah teka-teki yang berkembang lebih dari satu bulan ini sejak Andi Mallarangeng mundur setelah terseret kasus Proyek Hambalang. Roy Suryo mematahkan belasan nama yang sempat muncul sebagai calon Manpora baru. Dia menyisihkan kader-kader Partai Demokrat lainnya seperti Achsanul Qosasi, Agus Hermanto, Anas Urbaningrum, Fauzi Bowo, Felix Wanggai, Gede Pasek Suardika, Hayono Isman, Khotibul Umam Wiranu, Max Sopacua, Ramdhan Pohan, Saan Mustopa dan Hans Silalahi.
            Roy Suryo yang pengurus Partai Demokrat di bidang Komunikasi dan Informatika bukanlah nama asing. Bahkan dia amat popular seperti selebritis. Pria berkumis dan selalu necis serta murah senyum ini terkenal sebagai pakar informatika, multimedia,  dan telematika.Almamater Universitas Gajah Mada ini kerap menghiasi layar kaca dan media massa serta pernah menjadi pembawa acara di salah satu stasiun televisi.
            Namun untuk urusan olahraga Roy Suryo belum banyak bersentuhan. Dapat dikatakan nyaris tak pernah terdengar. Hal ini memunculkan suara sumbang yang menyatakan, apa yang bisa dilakukan lulusan Ilmu Komunikasi UGM itu untuk membenahi olahraga Indonesia? Padahal olahraga Indonesia saat ini tengah berada dalam titik nadir untuk prestasi dan tercabik oleh skandal korupsi dan berbagai kisruh yang melenceng dari nilai sportivitas.  
            Belum lagi urusan soal kepemudaan yang tidak kalah rumitnya. Belum satu dan solidnya organisasi kader pemimpin bangsa Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Minimnya tokoh-tokoh pemuda yang layak dan mumpuni untuk pemimpin masa depan bangsa ini. Revitalisasi Pramuka yang jalan di tempat. Makin derasnya ancaman narkoba pada kaum muda.
            Memang tugas Menpora ke depan tidaklah ringan. Justru makin berat seiring dengan berkembangnya tantangan zaman. Roy Suryo sendiri mengakui hal ini. " Siapa pun yang jadi, tugas Menpora itu berat, mulai dari PSSI, persiapan Sea Games di Myanmar, kasus Hambalang," kata anggota Komisi I DPR itu.

Bersih Berwibawa

            Lalu apa yang dicari dan akan dilakukan Roy Suryo dengan menerima tugas berat itu? Karena belum diumumkan dan dilantik maka tentu belum bisa mengetahui apa program kerja Roy Suryo sebagai Menpora. Semua, terutama masyarakat olahraga, kini menanti gebrakan yang akan dilakukan pemilik garis tangan yang lurus itu.
            Dari sisi olahraga banyak yang menyatakan tugas utama Menpora nanti adalah menyelesaikan konflik di tubuh persebakbolaan Indonesia. Tidak salah namun tidak benar juga karena yang terpenting sebenarnya terletak pada bagaimana Roy Suryo mampu memperbaiki citra Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga yang porak poranda oleh kasus korupsi dan juga sikap tidak tegas dalam menangani permasalahan dalam dunia olahraga di Tanah Air. Selain itu Kemenpora juga terjerat oleh langkahnya yang terlalu dalam turut campur dalam pembinaan olahraga nasional. Sebagai pemegang penentu kebijakan dan pengawas, Kemenpora malah ikut menjadi pelaksana sehingga menimbulkan kerancuan dalam dunia olahraga Indonesia.
            Sebelum melangkah lebih jauh, Roy Suryo sebagai Menpora sebaiknya melakukan gebrakan untuk membenahi citra Kemenpora yang merosot dan hancur oleh kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang 2011 dan Hambalang. Roy Suryo yang naik karena munculnya kasus korupsi itu perlu membuktikan dan menjadikan Kemenpora bersih dari korupsi dalam kepemimpinannya. Untuk itu Roy Suryo pertama-tama akan bijaksana bila mau mengumumkan secara terbuka harta kekayaan yang dimiliknya saat masuk ke Kemenpora dan kemudian mengumumkan lagi harta miliknya setelah ke luar dari Kemenpora.
            Setelah itu Roy Suryo harus melakukan pengawasan yang ketat tentang penggunaan uang negara di Kemenpora. Wajib hukumnya dia mengetahui segala aliran dan penggunaan dana itu baik oleh Kemenpora maupun yang disalurkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI) maupun ke induk-induk organisasi cabang olahraga. Jangan sampai nanti bila timbul kasus penyimpangan, Menpora mengelak dengan alasan tidak mengetahui kejadian itu karena tidak memberikan persetujuan tertulis.
            Dan bila dalam pengawasan yang ketat masih terjadi juga penyimpangan atau korupsi maka Roy Suryo harus berani menyatakan mengundurkan diri. Baik dirinya terlibat atau pun tidak. Inilah resiko besar demi menegakan citra dan tugas yang bersih dan sehat di Kemenpora serta menghentikan menjalarnya korupsi di olahraga Indonesia.
            Tugas berat lainnya dari Roy Suryo tentu meningkatkan lagi kewibaan Kemenpora. Sikap dan langkah untuk menyenangkan semua pihak yang diterapkan selama ini telah membuat Kemenpora selaku wakil pemerintah di olahraga terbelenggu oleh sikap gamang dan mendua dalam menyelesaikan suatu kasus. Ini justru menambah subur tumbuhnya sikap yang melenceng dari sportivitas dengan dampak makin menjamur dan meluasnya kisruh di kancah olahraga Indonesia.
            Kekuatan Menpora yang diberikan Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 bukan untuk menyenangkan semua orang namun amanat untuk melaksanakan ketegasan dalam mengambil sikap. Tanpa ketegasan sikap ini Menpora akan terus diombang-ambingkan oleh pihak-pihak yang bermain di ladang olahraga Indonesia. Bahkan tanpa ketegasan, nama bangsa dan negara Indonesia juga bisa jatuh di forum internasional. Bangsa ini akan terus meminta dan mengemis pengampunan karena kesalahan yang dibuat sendiri dan ketidak mampuan bersikap.
            Keberhasilan Roy Suryo menjadikan Kemenpora bersih dan berwibawa akan membuat lembaga negara ini berwibawa dan berpengaruh. Dari sinilah baru pembenahan dalam olahraga Indonesia bisa dilaksanakan dengan jalur yang baik dan benar. Mulailah konsentrasi membenahi sepakbola, mempersiapkan diri menghadapi SEA Games Myanmar dan menuntaskan Hambalang serta kasus lainnya.
           Dengan jiwa dan tubuh yang bersih dan berwibawa bukan saja masalah kisruh sepakbola Indonesia yang mampu diatasi tetapi juga permasalahan lainnya yang merusak olahraga Indonesia. Bahkan impian untuk membangun kembali prestasi olahraga di tingkat regional, Asia dan dunia bisa tidak lagi menjadi impian di siang bolong. ***
           
* Penulis adalah Kepala Bidang Olahraga Harian Umum Suara Karya. Kritik dan saran kirimkan ke e-mail: akumemangcoi@yahoo.com  atau SMS ke HP: 088210452863


- ***

4 komentar:

  1. Selamat bertugas Bung Roy Suryo. Semoga sukses dan olahraga Indonesia kembali berjaya.

    BalasHapus
  2. Untuk Menpora baru jangan menghabiskan waktu hanya untuk kisruh sepakbola. Urus juga cabang olahraga yang berprestasi olimpiade seperti bulutangkis, angkat besi, panahan.

    BalasHapus
  3. MAU latihan tenis tanpa pelatih? miliki segera bolanya di sini https://www.tokopedia.com/herbas/bola-tenis-bertali-dunlop

    BalasHapus

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA