COIGA BARU

Menu

Menu1

Sabtu, 21 Februari 2015

AGUM GUMELAR: Kondisi Sepak Bola Indonesia Jauh Lebih Baik

Sumber Asli -- C0I -Soal pengabdian di dunia sepakbola,  Agum Gumelar tak perlu diragukan. Meski sudah tidak menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, mantan Komandan Kopassus ini tetap saja peduli. Ketika terjadi dualisme organisasi dan kompetisi, Agum tampil sebagai penyelamat Indonesia dari ancaman sanksi dari Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

    Ditugaskan FIFA sebagai Ketua Komite Normalisasi (KN), dia mampu menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang menghasilkan Djohar Arifin Husen sebagai Ketua Umum PSSI menggantikan posisi Nurdin Halid. Di tengah kondisi sepak bola yang kondusif setelah terlepas dari dualisme kompetisi (ISL dan LPI), kini muncul lagi masalah adanya Tim Sembilan bentukan Menpora Imam Nahrawi.
    Masalah semakin panjang tatkala Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memberikan rekomendasi agar kick off ISL yang dijadwalkan 20 Februari 2015 ditunda selama dua pekan. Apa pandangan mantan Ketua Umum KONI Pusat terhadap kondisi tidak kondusif sepak bola
Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Kehormatan PSSI yang dihimpun wartawan Suara Karya Azhari Nasution.

Apa komentar anda dengan keputusan Menpora Imam Nahrawi yang menunda kick off ISL yang sudah dijadwalkan 20 Februari 2015?

    Kompetisi ISL harusnya digelar sesuai jadwal yang telah ditetapkan PSSI.
Pemerintah mestinya mendukung pergelaran kompetisi ISL yang sudah memberikan banyak kontribusi.
Kompetisi itu kan jantung pembinaan. Kalau kompetisi saja dihambat, bagaimana kita bisa maju ke depannya? 
       
Pandangan anda terhada kondisi sepak bola Indonesia?

    Kondisi sepak bola sekarang ini jauh lebih tertib. Begitu juga dengan pengelolaan organisasi PSSI, termasuk sistem kompetisinya, semakin baik dan bahkan jauh lebih baik. Jauh lebih positif dibanding saat saya menjadi ketua umum.

Khusus aturan kompetisi?

    PSSI itu lebih tegas terkait kompetisi. Klub-klub yang tidak siap dan dianggap tak memenuhi lima aspek yang ditentukan oleh PT Liga Indonesia selaku regulator kompetisi tidak ikut kompetisi.

Tanggapan anda terhadap polemik antara PSSI dan Menpora yang membentuk Tim Sembilan?

    Harusnya ini tidak perlu terjadi apalagi PSSI telah menjalankan program pembinaan dengan berjalannya kompetisi. Saat ini terdapat empat strata persepakbolaan Indonesia. Indonesia Super League (ISL) merupakan kasta tertinggi, disusul Divisi Utama, Divisi I, dan Liga Nusantara. KaLau sampai terganggu terus, saya khawatir sepak bola kita setback lagi.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA