COIGA BARU

Menu

Menu1

Rabu, 11 Februari 2015

KONI Klaim Lebih Dulu Pakai Lima Ring

Sumber Asli -- C0I - Persoalan logo lima ring pada lambang KONI Pusat sepertinya tak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Sebab, baik KONI maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sama-sama mengklaim paling sah memakai lambang tersebut.

Apalagi, Kemenpora selaku instansi pemerintah yang mengurusi olahraga belum juga bersikap. Bahkan, Menpora Imam Nahrawi memilih tak berkomentar terlebih dulu terkait masalah itu. ”No comment,” ujar Imam Nahrawi, kemarin.
Untuk diketahui, lima ring merupakan simbol Olimpiade yang mewakili hubungan antara lima benua dan semua atlet selama pertandingan. Lingkaran-lingkaran ditempatkan berkaitan satu sama lain dengan warna biru, hitam, merah, kuning dan hijau. Simbol itu disahkan pada Kongres Olimpiade tahun 1914 di Paris. KONI Pusat bahkan tak memedulikan surat ancaman dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Surat yang ditanda tangani Presiden IOC Thomas Bach itu ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo agar ikut menyelesaikan masalah lambang Olimpiade yang ditempel di logo KONI.
Jika KONI tak menanggalkannya, maka status Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bakal dicabut. Lebih dari itu, Indonesia akan dibekukan dan dilarang mengikuti semua kegiatan olahraga internasional.
”Soal surat dari Presiden IOC itu, saya tak tahu, tapi saya sudah mendengar. Kami menduga surat itu dikeluarkan IOC karena ada permintaan dari KOI. Ini namanya intrik, padahal kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik,” kata Wakil Ketua Umum KONI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Hukum, Robert Inkiriwang.
Pihaknya juga menyesalkan surat itu ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo. Padahal, semestinya surat cukup ditujukan kepada Menpora RI sebagai mitra kerja.
”Artinya, Presiden kita dibebani masalah. Setahu saya ini cara yang tidak benar. Kalau Sekjen PBB itu baru bisa, tetapi dengan catatan apabila sudah membahayakan keamanan dan perdamaian internasional. Lalu, masalah logo ini apakah cukup membahayakan? Apa ada negara lain yang protes?” ungkap Inkiriwang, bertanya-tanya.
Paling Sah
Terkait logo lima lingkaran, pihaknya mengklaim KONI yang paling sah untuk memakainya. Bahkan, penggunaan lima ring sudah ditetapkan melalui Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) 2003 dengan Sekretaris Sidang Pleno saat itu, Rita Subowo.
Selain itu, juga disepakati saat penyempurnaan AD/ARTpada Musornaslub tahun 2005, namun 2007 dihilangkan. Setelah itu, tahun 2014 ditambah lima ring lagi. Bahkan, merek logo KONI sudah didaftarkan kepada Dirjen HKI Kemenkumham pada 2005.
”Sementara KOI baru mendaftarkan logonya sebagai merek ke Kemenkumham pada 28 November 2011. Dengan demikian, KONI yang berhak lebih dulu memakai logo lima lingkaran. Kalau kita konflik begini terus, bagaimana kita berprestasi.
KONI sebenarnya tak pernah meributkan adanya KOI, justru KONI akan disingkirkan dengan disuruh menghilangkan lima lingkaran. Coba kalau KOI hanya pakai logo bendera merah putih saja, tidak usah pakai lima ring, bagaimana?” tandasnya.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA