COIGA BARU

Menu

Menu1

Selasa, 10 Februari 2015

Logo Lima Ring > Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Memihak KOI

Sumber Asli -- C0I - Konflik antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) meruncing. Pasalnya, KONI tidak mau dikatakan sebagai penghambat status Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, kendati yang dipermasalahkan adalah penggunaan logo lima ring yang menjadi hak interlektual IOC, oleh mereka. Mereka justru menilai jika masalah ini menjadi besar karena ada pihak yang ingin menjadikannya polemik.

Wakil Ketua Umum KONI Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Hukum, Immanuel Robert Inkiriwang dalam jumpa pers di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (10/2/2015), bahkan menuturkan jika sebenarnya dari aspek hukum, pihaknya sudah mendapatkan pengakuan dari IOC penggunaan logo lima ring oleh mereka.
Karena menurutnya, National Olympic Committee of Indonesia adalah KONI. Hal itu mengacu pada dokumen directory anggota IOC 2004, 2009, dan 2010, dimana menurutnya, di dalamnya jelas menyebutkan jika NOC Indonesia adalah KONI.
"Dalam dokumen tersebut jelas, ada logo dan alamat jelas NOC Indonesia adalah KONI. Logonya sendiri sudah menggunakan lima ring. Terlebih KONI juga telah menjalankan fungsi sebagai NOC Indonesia sejak 1978 sampai dengan 2010, makanya kami berhak menggunakan lima ring itu," katanya.
Dasar hukum lainnya adalah pada 17 Juli 2006 lalu pengurus terlebih dahulu telah mendaftarkan logo KONI yang menggunakan lima ring tersebut ke Dirjen HAKI dan pada 28 Juli-nya pihak Depkumham menerbitkan surat yang menyatakan sudah terdaftar di daftar ciptaan umum, sehingga KONI mendapatkan status sebagai pemegang hak cipta logo tersebut dengan jangka waktu 50 tahun.
Seperti yang diketahui, polemik penggunaan logo lima ring oleh KONI ini sudah cukup lama, sejak 2013 lalu. Pihak Internasional Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA) bahkan sudah melayangkan teguran, hingga puncaknya terbitnya surat yang ditandatangani Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah tertanggal 27 Januari lalu yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo, yang isinya mengingatkan Indonesia terkait dengan penggunaan loga lima ring tersebut.
Dalam surat tersebut, tertulis apabila pemerintah Indonesia tidak bisa mengatasi hal tersebut, maka mereka akan mempertimbangkan partisipasi Indonesia di multieven di bawah IOC seperti Asian Games.
Wakil Ketua Umum KONI Bidang Media, Humas, Umum, Kesejahteraan, dan Pelaku Olahraga, Inugroho mengatakan kendati tetap akan mempertahankan penggunaan logo lima ring tersebut, namun menurutnya, KONI pada dasarnya memiliki spirit untuk memajukan olah raga nasional. Karena itu, pihaknya pun mengaku tidak ada keinginan untuk memecah belah, tapi sebaliknya yakni menyatukan.
"Kami mematuhi hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, meskipun tanpa mengenyampingkan hukum luar negeri. Kita paham itu, tapi jangan sampai ada tekanan-tekanan asing ke kita," ungkapnya.
Jika pun nantinya, pemerintah meminta untuk menanggalkan logo lima ring tersebut, pihaknya mengaku semua tergantung kepada keputusan anggota. Karena penggunaan logo itu merupakan kehendak anggota KONI.
"Kami kembali ke kesepakatan munaslub bahwa logo KONI memakai five ring. Kami agak sulit menanggalkan logo (lima ring) begitu saja, karena itu kesepakatan anggota. Tapi jika anggota menghendaki, maka sesuai AD/ART kami harus melalui Munaslub terlebih dahulu untuk melakukan perubahan," tuturnya.
Tapi, yang terpenting, menurutnya, semua pihak terkait harus duduk bersama. Karena pihaknya pun mengaku juga tidak menghendaki jika adanya sanksi apapun di bidang internasional.
Sementara itu, kemarin secara mendadak Kemenpora memanggil KONI dan KOI untuk membahas masalah liga ring tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kemenpora, Sekretaris Menpora Alfitra Salamm yang didampingi Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto, dan staf ahli Kemenpora bertemu dengan perwakilan KOI yakni Ketua Komisi Sport for All, Ade Lukman, serta ‎tiga orang staf yang lain, dan pewakilan KONI yaitu Sekjen KONI E.F. Hamidy.
Usai pertemuan Gatot mengatakan jika pihaknya secara lisan telah meminta agar KONI berbesar hati untuk bisa merubah logo mereka terkait penggunaan lima ring dan respon KONI pun dinilainya positif.
"Respon KONI Positif. Tapi tadi, mereka ingin meyakinkan kami jika yang awalnya mendaftarkan logo tersebut ke HAKI adalah Bu Rita Subowo (Ketua KOI -Red.) sendiri. Kita tidak bisa menghindari fakta tersebut, tapi masalah di depan mata lebih urgen. Jangan sampai karena ego masing-masing, permasalahan ini semakin tak terpecahkan dan memberikan dampak yang tidak bagus bagi olah raga Indonesia," ucap Gatot.
Pemerintah menurutnya memberikan perhatian serius. Pasalnya pihaknya tidak mau ambil resiko gara-gara masalah lima ring ini, Indonesia di "suspend". Pihaknya pun meminta KOI untuk mengirimkan surat terlebih dahulu kepada IOC untuk menerangkan jika masalah tersebut akan diselesaikan secara internal.
"Kami sudah siapkan draftnya. Surat itu yang akan menjelaskan permasalahan dari pemerintah indonesia dilampiri dengan bentuk kebijakan policy, apakah harus dengan bentuk peraturan, atau kesepakatan bersama," katanya.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA