COIGA BARU

Menu

Menu1

Minggu, 08 Februari 2015

NBL 2015/V > Pelita Jaya Bikin Garuda Kukar Ke Zona Kritis Playoff.

Sumber Asli -- C0I - Pelita Jaya Energi Mega Persada sukses menutup Seri V Batam NBL dengan kemenangan atas Garuda Kukar Bandung di Hi-Test Arena, Batam, Minggu 8 Februari 2015. Pelita Jaya mengunci kemenangan dengan skor 70-49.


Ini menjadi kemenangan kedua Pelita Jaya di Batam. Kemenangan kali ini tak lepas dari aksi gemilang Ponsianus Nyoman Indrawan yang mengemas 13 poin dan empat rebound, disusul Adhi Pratama Prasetyo Putra dengan 10 poin dan empat rebound.

”Saya memang meminta kepada anak-anak untuk finish strong, tidak menganggap remeh Garuda sedikitpun walau tren mereka sedang turun,” kata pelatih kepala Pelita Jaya, Antonius Ferry Rinaldo.

Sedangkan bagi Garuda Kukar adalah kekalahan ketiga dari tiga laga yang mereka lakoni di seri ini. Sebelumnya Garuda dipaksa kalah dari, JNE BSC Bandung Utama (42-48) dan NSH GMC GSBC Jakarta (56-53).

Kekalahan itu kian menambah panjang rekor kekalahan Garuda, di mana skuad Tjetjep Firmansyah itu tak pernah menang di tujuh laga terakhirnya. Alhasil, Garuda terpuruk ke zona kritis playoff dan membukukan 22 poin hasil dari enam kemenangan dan 10 kali kalah.

Hasil lengkap pertandingan terakhir Seri V Batam:
Bimasakti Nikko Steel Malang 72-56 Satya Wacana ACA LBC Salatiga
JNE BSC Bandung Uta,a 59-43 NSH GMC GSBC Jakarta
Pacific Caesar Surabaya 56-88 CLS Knights Surabaya
M88 Aspac Jakarta 65-70 Stadium Jakarta
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA