COIGA BARU

Menu

Menu1

Minggu, 22 Maret 2015

DJOHAR ARIFIN HUSIN: Sepak Bola Jangan Lagi Dipinggirkan

Sumber Asli -- C0I -Indonesia dipercaya oleh AFC menjadi tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-23 grup H pada 27-31 Maret 2015.  Dalam Grup H tersebut, Indonesia akan melawan Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

    Sayangnya rencana untuk menggelar laga kualifikasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bakal terganggu oleh adanya konser Boyband One Direction pada 25 Maret 2015. Padahal sehari setelah itu tim yang akan menjadi lawan Timnas U-23 harus sudah bisa menjajal lapangan. Kekhawatiran rusaknya rumput lapangan yang akan mengakibatkan tidak terpenuhinya standar AFC kini menjadi perhatian PSSI.
    Pihak pengelola Gelora Bung Karno sendiri mengaku tidak bisa membatalkan konser One Direction karena mereka sudah membookingnya sejak 2 tahun lalu, sementara PSSI baru pada bulan Januari 2015 lalu meminta tempat. Apalagi tiket konser boyband yang tengah jadi idola ini dikabarkan sudah 80 persen terjual.
    Sementara itu meski pihak SUGBK menjamin rumput lapangan tidak akan rusak karena ditutup papan dengan menggunakan teknologi berstandar internasional dan akan siap digunakan pada 26 Maret, PSSI tetap menyiapkan beberapa alternatif pengganti veneu.
    Lantas seperti apa persiapan PSSI menjadi tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-23 dan apa saja alternatif yang akan ditempuh, berikut wawancara dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin yang dihubungi Syamsudin wartawan  Suara Karya, Kamis (19/3).

Laga Pra Piala Asia U-23 pada 27 Maret,  yang rencananya digelar di SUGBK bakal terganggu oleh konser boyband One Direction, bagaimana tanggapan anda?

    Ya, kami menyayangkan saja. Karena menjadi tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-23 itu membawa nama baik bangsa dan negara. Nama baik kita dipertaruhkan di event ini, jadi kalau sampai terganggu, tentunya kami kecewa.

Sebenarnya apa yang membuat ini terganggu, karena kan konser tanggal 25 Maret sedangkan laga dimulai tanggal 27?

    Kita khawatir rumput lapangan akan rusak. Karena tanggal 26 Maret tim lawan harus sudah bisa menggunakannya untuk latihan dan uji lapangan. Jadi semua harus sudah sesuai standar yang ditetapkan AFC pada hari itu. Apalagi AFC akan meninjau lapangan beberapa hari sebelum laga dimulai. Siapa yang berani menjamin lapangan akan memenuhi standar AFC kalau sebelumnya digunakan konser.

Pihak pengelola GBK kan sudah menjamin rumput tidak akan rusak karena ditutup papan dengan menggunakan standar internasional dan akan siap digunakan tgl 26 sore setelah penyelenggara konser membongkar semuanya, apakah jaminan ini tidak cukup?

    Kami tetap saja khawatir dan harus menyiapkan alternatif lain jika lapangan tidak bisa digunakan. Karena waktunya kan mepet sekali. Jadi harus ada kepastian, tidak mungkin kita menunggu sambil berharap-harap cemas dengan kondisi seperti ini.

Selama ini komplek GBK sudah mengarah ke bisnis dan tampak sudah melenceng dari tujuan semula yang dicanangkan oleh presiden Soekarno sebagai pendorong kemajuan olahraga Indonesia, saran anda untuk pengelola GBK?

    Sebenarnya mengarah ke bisnis sah-sah saja asal tetap memprioritaskan olahraga. Dalam arti pengelola harus memanfaatkan teknologi canggih seperti di negara-negara maju, yang menggunakan semacam penutup lapangan hidrolik. Penutup lapangan ini sangat kuat bahkan dilewati truk-truk super besar sekalipun rumput di bawahnya tidak akan rusak. Stadion-stadion di Eropa umumnya sudah menggunakan teknologi ini. Di sana biarpun konser musik digelar sehari sebelum lapangan digunakan untuk sepak bola, itu tak akan jadi masalah. Rumput dan lapangan  tetap terjaga dengan baik. Jadi tujuan stadion sebagai sarana olahraga tidak melenceng.
    Kalau sekarang kesan yang timbul terhadap SUGBK, stadion yang harusnya untuk sepakbola justru dikalahkan oleh kepentingan diluar olahraga seperti konser musik dan partai. Kepentingan komersil mengalahkan kepentingan nasional. Itu kesan yang timbul.  Jadi untuk menghilangkan kesan ini, pengelola GBK harus mulai bisa memanfaatkan teknologi canggih agar kepentingan sepak bola nasional terjamin dan  tidak tergusur oleh kepentingan bisnis.

Di Eropa stadion juga sering digunakan konser musik itu tak masalah?

    Iya itu tadi. FIFA sendiri telah menetapkan standarisasi stadion yang multifungsi. Jadi sebenarnya tidak masalah stadion digunakan untuk kegiatan komersil, asal ada jaminan rumput lapangan dan fasilitas lain stadion tidak rusak. Karena di negara maju teknologinya mendukung, menggunakan penutup lapangan hidrolik, maka tak masalah konser digelar sehari sebelum stadion digunakan untuk sepak bola. ***
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA