COIGA BARU

Menu

Menu1

Jumat, 15 Mei 2015

PWI Turun Tangan Tengahi Kisruh PSSI dan Kemenpora

Sumber Asli -- C0I - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) angkat bicara menyusul kemelut Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora). PWI akan memediasi kisruh kedua lembaga yang bermarkas di Senayan itu.


Sejumlah tokoh pers senior yang hadir juga memberikan pandangan terkait permasalahan sepak bola di Indonesia. Ari Wangsa misalnya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat itu mengritik langkah Menpora Imam Nahrawi yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan sepak bola di Indonesia.

"Masih ada tugas besar yang harus dilakukan Menpora, misalnya mengurus kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018," kata Ari dalam acara diskusi PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta (15/5/2015).

Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane mengungkapkan hal senada dengan Ari. Dia hanya menambahkan, sikap media harus menjadi penengah dalam kemelut PSSI kontra Kemenpora, bukan memperkeruh suasana.

"Kalau sampai sepak bola Indonesia dibekukan, dampaknya ke Asian Games. Sebagai tuan rumah, jika tidak mainkan cabor sepak bola, akan ada utusan dari OCA untuk meminta ulang kepada Presiden, komitmen Indonesia jadi tuan rumah Asian Games," katanya.

Melihat kondisi tersebut, Ketua PWI Pusat, Margiono akan membuat kesimpulan dari hasil diskusi hari ini ke Presiden Joko Widodo. Harapannya, dua kubu yang bertikai, Ketum PSSI, La Nyalla Mattalitti dan Menpora Imam Nahrawi mau duduk bersama membahas jalan tengah. "PWI tidak berharap masalah ini sampai ke presiden, kita berharap ini selesai di tingkatan kementrian," kata Margiono.

Dua poin yang disimpulkan dari hasil diskusi adalah, pertama Menpora mau mencabut SK Pembekuan PSSI sementara di sisi lain, PSSI bersedia menarik gugatannya ke PTUN Jakarta Timur. Kedua, PSSI dan Kemenpora bisa bersinergi membangun sepak bola Indonesia yang kredibel di tengah pergaulan internasional. "Dalam hal ini PWI akan mengambil peran menjadi penengah," tutup Margiono.

Seperti diketahui, atas kemelut yang melibatkan PSSI dan Kemenpora, sepak bola nasional menjadi korban. Kompetisi dihentikan oleh PSSI setelah hanya bergulir kurang dari sebulan menyusul intervensi pemerintah. Kemenpora sendiri tengah menyiapkan Tim Transisi yang diragukan mampu menyelesaikan permasalahan sepak bola di Indonesia.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) angkat bicara menyusul kemelut Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan Kementrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora). PWI akan memediasi kisruh kedua lembaga yang bermarkas di Senayan itu.

Sejumlah tokoh pers senior yang hadir juga memberikan pandangan terkait permasalahan sepak bola di Indonesia. Ari Wangsa misalnya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat itu mengritik langkah Menpora Imam Nahrawi yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan sepak bola di Indonesia.

"Masih ada tugas besar yang harus dilakukan Menpora, misalnya mengurus kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018," kata Ari dalam acara diskusi PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta (15/5/2015).

Ketua Umum SIWO PWI Pusat, Raja Parlindungan Pane mengungkapkan hal senada dengan Ari. Dia hanya menambahkan, sikap media harus menjadi penengah dalam kemelut PSSI kontra Kemenpora, bukan memperkeruh suasana.

"Kalau sampai sepak bola Indonesia dibekukan, dampaknya ke Asian Games. Sebagai tuan rumah, jika tidak mainkan cabor sepak bola, akan ada utusan dari OCA untuk meminta ulang kepada Presiden, komitmen Indonesia jadi tuan rumah Asian Games," katanya.

Melihat kondisi tersebut, Ketua PWI Pusat, Margiono akan membuat kesimpulan dari hasil diskusi hari ini ke Presiden Joko Widodo. Harapannya, dua kubu yang bertikai, Ketum PSSI, La Nyalla Mattalitti dan Menpora Imam Nahrawi mau duduk bersama membahas jalan tengah. "PWI tidak berharap masalah ini sampai ke presiden, kita berharap ini selesai di tingkatan kementrian," kata Margiono.

Dua poin yang disimpulkan dari hasil diskusi adalah, pertama Menpora mau mencabut SK Pembekuan PSSI sementara di sisi lain, PSSI bersedia menarik gugatannya ke PTUN Jakarta Timur. Kedua, PSSI dan Kemenpora bisa bersinergi membangun sepak bola Indonesia yang kredibel di tengah pergaulan internasional. "Dalam hal ini PWI akan mengambil peran menjadi penengah," tutup Margiono.

Seperti diketahui, atas kemelut yang melibatkan PSSI dan Kemenpora, sepak bola nasional menjadi korban. Kompetisi dihentikan oleh PSSI setelah hanya bergulir kurang dari sebulan menyusul intervensi pemerintah. Kemenpora sendiri tengah menyiapkan Tim Transisi yang diragukan mampu menyelesaikan permasalahan sepak bola di Indonesia.


source: http://soccer.sindonews.com/read/1001558/58/pwi-turun-tangan-tengahi-kisruh-pssi-dan-kemenpora-1431682365

- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA