COIGA BARU

Menu

Menu1

Jumat, 15 Januari 2016

PROF DR HARI SETIONO MPd: Indonesia Tidak Tertinggal Dalam Sport Science

Sumber Asli -- C0I - Setelah mengalami kemerosotan prestasi pada ajang multievent Olimpiade, Asian Games dan SEA Games maka olahraga Indonesia berbenah dengan melakukan perombakan dalam pelaksanaan Program Indonesia Emas (Prima). Pemilihan Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Prima dilakukan melalui tahap uji kelayakan. Kemudian Prima menyiapkan program baru yaitu High Performance Program (HPP).


            Ketua Satlak Prima yang baru, Achmad Soetjipto langsung bergerak cepat melaksanakan program untuk mengangkat prestasi olahraga Indonesia. Semua demi tercapainya target mengembalikan tradisi medali emas pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, mendongkrak peringkat dari posisi lima ke urutan tiga pada SEA Games 2017 di Malaysia dan sukses menembus posisi 10 besar pada Asian Games 2018 saat dilaksanakan di Indonesia.
            Bagaimana pelaksanaan HPP yang mulai digulirkan awal Januari ini dengan serangkaian tes pada para atlet, kami mewawancarai Direktur Eksekutif Iptek Olahraga Satlak Prima, Prof DR Hari Setiono MPd. Berikut petikan wawancara yang dilakukan di Kator Prima, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1).

Satlak Prima sudah mulai menjalankan High Performace Programme (HPP). Bisa dijelaskan pelaksanaan Program Kepelatihan Performa Tinggi ini?

            Sejak November lalu Satlak Prima aktif melakukan sosialisasi soal High Performace Programme (HPP). Program Kepelatihan Performa Tinggi ini merupakan metode kepelatihan yang didasarkan kepada data-data yang benar. Data itu bisa dikumpulkan dari konsistensi si atlet, kemudian dari hasil pengamatan pelatih, dan hasil dari tes laboratorium. Dari sini akan diketahui profil atlet yang akan dijadikan dasar untuk menyusun rencana dan program latihan disusun. Untuk itulah Prima melakukan tes medis, tes fisik laboratorium dan tes psikolgi untuk para atlet elite Indonesia. Untuk atlet Olimpiade diharapkan selesai Januari ini dan kemudian Maret nanti akan dilakukan tes untuk atlet SEA Games 2017  dan Asian Games 2018.

Bagaimana hasil tes yang sudah dilakukan?

Hasil tes yang telah dilakukan baik dan menggembirakan. Tidak ada hal yang mengkhawtirkan. Kalau ada cedera itu ringan dan bisa pulih dalam waktu singkat. Memang para atlet olimpiade yang menjalani tes baru 7 dari dari 10 cabang olahraga yang dijadwalkan. Namun dari tes yang sudah dilakukan tergambar kondisi atlet Indonesia sesuai dengan standar yang diharapkan Prima. Saya  yakin 10 cabang itu tidak ada masalah yang serius.
            Cabang yang sudah melakukan tes adalah bulutangkis, angkat besi, panahan, atletik, renang, voli pantai dan taekwondo. Sedangkan balap sepeda, rowing dan judo menyusul. Balap sepeda di Surabaya (20/1), judo juga di Surabaya (20/1) dan rowing di Bandung (18/1).
           
Setelah tes apa yang akan dilakukan Prima?

Dari hasil tes ini Prima sudah memiliki profil atlet yang akan dipakai sebagai landasan untuk penyusunan program kepada masing-masing atlet. Hasil tes itu akan disampaikan kepada para pelatih masing-masing cabang sehingga nantinya ada kesamaan dalam penerapan program penanganan. Harus diingat, Prima hanya mendampingi pelatih tiap-tiap cabang. Kita tidak intervensi program yang sudah disusun masing-masing pelatih. Pendampingan yang dilakukan Satlak Prima ada yang menyangkut soal biomekanik untuk teknik, pengaturan nutrisi dan memanatu gizi dan makanan para atlet. Prima akan terus mendampingi dan memandu.
           
Dari waktu yang tersisa apakah atlet Indonesia siap tempur untuk Olimpiade Rio?

            Semua dilakukan agar para atlet nanti siap tempur di Rio de Janeiro. Waktu enam setengah bulan yang ada menurut saya cukup untuk olimpiade. Prima menargetkan bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke Olimpiade. Setelah itu tercapai maka mulai mengarah pada target memperbaiki peringkat Indonesia di ajang olimpiade. Target kita memperbaiki peringkat. Ini memang harus ada medali emas yang bisa direbut. Soal berapa emas yang ditargetkan itu kebijakan dari Ketua Satlak Prima.

Dibandingkan negara lain apakah Indonesia tertinggal jauh dalam menerapkan sport science?

            Untuk sport science, Indonesia sebenarnya tidak tertinggal dari negara-negara yang olahraganya maju di Asia. Kita hanya kekurangan tenaga untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan keolahragaan itu. Disinilah Prima akan aktif menambah tenaga sport science ini ke induk organisasi cabang olahraga. Ini bisa dilakukan sambil berjalan seiring dengan penanganan atlet di Pelatnas. Apalagi pengurus induk cabang olahraga bisa  menerima dengan baik penerapan program kepelatihan performa tinggi dari Satlak Prima. Ini sangat membantu tugas Satlak Prima dalam tugas meningkatkan kemampuan para atlet Indonesia.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA