COIGA BARU

Menu

Menu1

Sabtu, 13 Februari 2016

Asian Games 2018 > Satlak Prima Nilai Cricket Tidak Bisa Dimainkan Karena Indonesia Tidak Punya Tim

>
--> Sumber Asli -- C0I - Cabang olahraga cricket terancam tidak dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Indonesia. Pasalnya, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengharapkan Komite Olimpiade Indonesia dan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) melobi OCA (Dewan Olimpiade Asia) soal cabang olahraga yang tidak bisa dimainkan di Indonesia nanti. Salah satunya disebutkan cricket.
            Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto menjelaskan, KOI/Inasgoc harus memikirkan masalah kriket ini. Dia menyebutkan, dalam melobi tentang kriket, KOI/Inasgoc sebaiknya menjelaskan, pasca Asian Games, arena kriket bisa jadi tidak akan dipakai karena kriket tidak populer di Indonesia dan Indonesia tidak memiliki tim.
            Selain meminta KOI/Inasgoc soal kriket itu, Satlak Prima ternyata sudah  memutuskan dua cabang olahraga tambahan yang akan diusulkan untuk dipertandingkan pada Asian Games 2018. Dari lima cabor yang menjadi hak Indonesia sebagai tuan rumah itu Prima memilih jet ski dan paralayang dan mencoret bridge, ski air dan sepatu roda.
            Pilihan Prima itu sudah diusulkan ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Namun pilihan Prima itu tidak otomatis disetujui oleh KOI. Pasalnya KOI masih akan mempertanyakan alasan dan dasar hitungan Prima memilih cabor tersebut. Selain itu KOI juga masih akan membicarakannya dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Soetjipto menjelaskan, cabang tambahan di Asian Games 2018, yang merupakan cabang usulan Indonesia selaku tuan rumah, sudah selesai dibahas. Dari lima cabang yang diusulkan, Inasgoc mesti memilih satu. Lima cabang itu adalah jet ski, paralayang, ski air, bridge, dan sepatu roda.
            "Kita harus memilih yang mana? Kemarin, kita sudah berkirim surat kepada KOI. Kita mengusulkan dua cabang kepada KOI. Dua cabang itu ialah paralayang dan jet ski," ujar Soetjipto.
            Usulan itu, kata Soetjipto, bukan asal mengusulkan. Satlak Prima telah mengevaluasi dan menghitung peluang mendapat medali berdasarkan rekam jejak prestasi dan keunggulan Indonesia pada dua cabang tersebut di antara negara-negara Asia.
            Ketua Umum KOI, Erick Thohir di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (12/2) menyatakan, KOI masih akan berdiskusi dengan Satlak Prima soal cabang- cabang tambahan yang akan dipertandingkan/dilombakan.
            "Yang penting, kita jangan mengajukan cabang tanpa tahu tempat pertandingannya di mana. Kemarin dibahas lapangan rugbi di mana? Karena, kita kan tidak punya lapangan rugbi. Itu yang perlu kita bahas lagi dengan Satgas," ungkap Erick.
            Erick membenarkan sudah menerima surat dari Satlak Prima tentang usulan dua cabang terakhir pilihan tuan rumah. "Kami harus bertemu dengan Satlak Prima, mana dasar hitungannya, dan kami juga akan menanyakan ke KONI," ujarnya.

***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA