COIGA BARU

Menu

Menu1

Rabu, 16 Maret 2016

La Nyalla Tersangka, Massa Pemuda Pancasila Masih Bertahan di Kejati Jatim

>
--> Sumber Asli -- C0I - Massa dari organisasi Pemuda Pancasila (PP) yang menolak penersangkaan Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Matalitti, memilih tetap bertahan di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.


"Kami tidak demo. Hanya duduk-duduk," kata Baso Juherman, peserta aksi yang mengenakan seragam PP, di depan kantor Kejati Jatim, Rabu petang (16/3/2016).
Massa PP se-Jatim itu memilih bertahan di halaman kantor Kejati Jatim walaupun Polrestabes Surabaya meminta mereka membubarkan diri.

Mengantisipasi kejadian tak diinginkan, Kepala Bagian Operasi Polrestabes Surabaya, AKBP Raydian Kokrosono, telah menyiapkan ratusan personel dari Sabhara, Satlantas, dan Satreskrim. Jika tak kunjung bubar, maka polisi akan secara paksa membubarkan pendemo.

Para personel polisi berseragam lengkap dan dibekali tameng dan pentungan. Dua mobil water canon dan dua anjing pelacak juga disiagakan. "Kami akan bubarkan paksa mereka jika tak segera membubarkan diri," kata Raydian.

Ratusan anggota PP mendatangi kantor Kejati Jatim, di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Surabaya, Rabu, 16 Maret. Mereka kecewa dengan Kejati Jatim yang menetapkan La Nyalla sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah periode 2011-2014 dari Pemprov Jawa Timur. La Nyalla diduga membeli saham initial public offering (IPO) Bank Jatim menggunakan dana hibah itu sebesar Rp5 miliar pada 2012.
***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA