COIGA BARU

Menu

Menu1

Senin, 18 Juli 2016

Persiapan Indonesia Menuju Olimpiade Amburadul dan Diskriminatif

* Tommy Sugiarto Dikucilkan, Menpora, KOI Dan Satlak Prima Tak Peduli


Sumber Asli -- C0I - Persiapan Indonesia menuju Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, benar-benar amburadul. Setelah sempat mencuat tentang tidak lancarnya uang saku dan peralatan atlet maka kini ada diskriminasi dalam persiapan Kontingen Merah Putih. Hal itu terjadi di cabang andalan medali emas bulutangkis yang menimpa anak bangsa Tommy Sugiarto.

            Tommy sangat dikucilkan dari persiapan menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Dia harus menjalani latihan di Malaysia atas biaya sendiri. Sementara atlet lain dikirim dan difasilitasi khusus oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menjalani karantina di Kudus, Jawa Tengah.
Sebagai atlet non-pelatnas PBSI Cipayung yang masuk daftar Olimpiade dengan peringkat 8 dunia di nomor tunggal putra, Tommy memang harus bekerja sendirian mempersiapkan diri. Sejak ditetapkan sebagai atlet Olimpiade, putra dari juara dunia bulutangkis 1983 Icuk Sugiarto ini belum pernah menerima perlengkapan atau peralatan latihan baik dari Satlak Prima maupun dari PP PBSI.
“Memang ada yang janggal perlakuan terhadap Tommy. Dimana sembilan atlet lain dikarantina di Kudus, Jawa Tengah, sementara Tommy tidak dilibatkan. Tidak ada pemberitahuan sepucuk surat pun dari Satlak Prima maupun dari PP PBSI yang mengajak Tommy untuk ikut karantina,” kata Icuk Sugiarto, ayahanda Tommy yang sekaligus menjadi pelatih khusus Tommy dalam persiapan ke Olimpiade Rio de Janeiro.
Icuk menyebutkan, dana untuk persiapan olimpiade sudah turun dari Kemempora sebesar Rp35 miliar. Bila memang dana tersebut diperuntukkan bagi atlet Pelatnas Olimpiade, tentu ada hak-hak Tommy di dalamnya.
“Kalau memang anggarannya tersedia tanpa diminta pun harusnya disalurkan kepada atlet yang bersangkutan. Apakah itu dalam bentuk peralatan, perlengkapan atau lainnya. Tidak perlu atletnya yang menyampaikan apa yang mereka butuhkan. Toh semua orang mengerti kalau kebutuhan atlet bulutangkis itu adalah raket, suttelcock, dan lain sebagainya,” kata Icuk menambahkan.
Icuk menegaskan, selama persiapan olimpiade Tommy masih menggunakan dana sendiri termasuk untuk berlatih ke Malaysia selama beberapa hari belakangan ini.
“Ini bukan keluhan. Tapi saya mengharapkan pemerintah memberikan perhatian kepada anak bangsa yang akan membela negara di ajang pesta olahraga tertinggi dunia, Olimpiade. Jangan tebang pilih,” kata Ketua Bidang Olahraga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Sebelumnya, Chief de Mission (CdM) Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa dirinya sudah berbicara langsung dengan Tommy dan siap membantu Tommy. Dalam pembicaraan tersebut, kata  Okto, Tommy mengaku baik-baik saja dan tidak ada keluhan mengenai  fasilitas latihan.
“Saya kenal baik dengan Icuk Sugiarto ayah Tommy. Jadi, kalau ada keluhan pasti langsung disampaikan ke kami,” papar Okto.
Menyinggung pernyataan Okto tersebut, Tommy dengan tegas membantah. Tommy merasa belum pernah berbicara langsung dengan Okto. Kecuali hanya bertegur sapa sekali sehabis Shalat Jumat di KOI beberapa waktu lalu.
“Bagaimana saya berkomunikasi, Pak Okto saja tidak tahu nomor handphone saya,” kata Tommy. 
***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA