COIGA BARU

Menu

Menu1

Jumat, 16 September 2016

Catatan PON XIX/2016 Jawa Barat: Boleh Saja Jalan Juanda Dago Macet

Oleh: Gungde Ariwangsa 
 
Sumber Asli -- C0I - Jalan Juanda, Dago, Bandung, Jawa Barat sudah tidak asing lagi dengan masalah kemacetan. Penyakit ini juga tetap belum mampu disembuhkan saat Bandung khususnya dan Jabar umumnya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang berlangsung dari 17 – 29 September 2016. Bahkan beberapa hari ini kemacetan itu bertambah setelah adanya pekerjaan galian dan perbaikan trotoar di sepanjang jalan itu.


            Tentu itu menjadi pemandangan yang kurang sedap. Bandung seperti tampak semrawut di mata para tamunya dari 33 provinsi yang datang untuk bertanding di PON 2016. Termasuk para atlet, pelatih, pembina dan pengurus Kontingen Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang dalam beberapa hari ini sibuk lalu lalang di Jalan Juanda.
            Jangan heran. Para anggota Kontingen Ibukota bukan untuk jalan-jalan di Dago. Namun mereka berada di sana karena kebetulan Posko Utama Kontingen PON DKI berada di kawasan Dago. Tepatnya di Hotel Patra Jasa. Jadi kemacetan dan keruwetan di depan hotel sudah menjadi pemandangan yang harus dinikmati tiap hari.
            Namun boleh saja Jalan Juanda, Dago macet. Tetapi perolehan medali Kontingen Jakarta tidak pernah macet. Sejak perenang Gagarin Nathaniel Yus membuka medali emas pertama maka perolehan emas Jakarta tidak pernah macet. Terus lancar mengalir dari berbagai cabang olehraga yang sudah dipertandingkan sebelum PON XIX secara resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (17/9/2016), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.
Emas demi emas itu mengangkat posisi Kontingen Jakarta yang semula sempat terseok ke posisi keempat daftar perolehan medali langsung melejit ke posisi kedua. Posisi ini terus dipertahankan hingga Jumat malam. Dalam persaingan berikutnya tambahan emas diharapkan bukan saja terus berlanjut namun bertambah jumlah yang diraih sehingga tekad untuk mempertahankan juara umum bisa terwujud di Tanah Legenda.
Namun tuan rumah Jawa Barat  mengancam perjuangan Jakarta untuk mempertahankan gelar juara umum. Jabar sejak awal perburuan emas terus memimpin klasemen perolehan medali. Sudah ditekan Jabar, posisi Jakarta juga terancam oleh Jawa Timur. Persaingan tiga daerah itu akan terus meluncur ke depan. Bahkan bertambah sengit.
Maka tidak ada kata macet buat memburu prestasi. Meskipun Jalan Juanda,
Dago macet, semua harus maju terus. Meraih yang tercepat, tertinggi dan terkuat demi kejayaan olahraga Indonesia. PON untuk Indonesia. ***

 Penulis adalah Wartawan HU Suara Karya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat. E-mail: aagwaa@yahoo.com
***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA