COIGA BARU

Menu

Menu1

Kamis, 22 September 2016

Catatan PON XIX/2016 Jawa Barat: Oh, Teganya, Teganya …….

Oleh: Gungde Ariwangsa
 
Sumber Asli -- C0I - Resiko juara akan selalu menjadi incaran lawan. Semua ingin menaklukkan sang juara. Berbagai cara dilakukan untuk menumbangkan pemegang gelar juara. Ada yang menempuhnya sesuai dengan aturan yang digariskan. Namun ada juga yang melenceng dari aturan. Bahkan bila ambisi untuk menaklukkan itu begitu besar maka bisa memunculkan berbagai cara. Tegasnya, menghalalkan segala cara.
 

            Karena itu pemegang gelar juara perlu selalu waspada. Dalam arti terus meningkatkan kemampuan agar tidak mampu dikejar dan ditaklukkan. Kemudian mengamati kekuatan dan taktik yang akan diterapkan lawan.
            Dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang berlangsung di Jawa Barat dari 17 – 29 September 2016 maka Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menjadi incaran semua lawan. Maklum, Jakarta datang ke Jabar dengan predikat sebagai juara umum bertahan. Predikat membanggakan yang diraih empat tahun di daerah netral, Riau.
            Bidikan lawan untuk Jakarta datang dari berbagai daerah. Terutama Jabar dan Jawa Timur yang merupakan saingan berat Jakarta dalam perebutan gelar juara di setiap pelaksanaan PON. Sedangkan daerah yang tidak memiliki kekuatan untuk merebutan juara umum juga bersemangat untuk menalukkan Jakarta. Ada kebanggaan bila bisa mengalahkan Jakarta.
            Pada PON kali ini Jakarta mendapat tantangan paling besar dari Jabar. Sebagai tuan rumah, Jabar ingin menumbangkan Jakarta demi merealisasikan target merebut juara umum. Menjadikan Jabar Kahiji.
            Untuk itu Jabar sudah melakukan persiapan dengan keras. Termasuk memilih nomor-npomor pertandingan yang memberikan keuntungan sebagai tuan rumah. Suatu yang boleh dibilang wajar namun tidak terlalu wajar.
            Setelah PON berlangsung ada hal-hal yang kurang sedap diterapkan untuk menggulingkan Jakarta dari tahta juara umum. Berbagai aturan dibelokan. Wasit dipengaruhi sehingga tidak lagi bisa memberikan penilaian wajar. Kemudian intimidasi dilakukan terhadap atlet dan suporter Jakarta.
            Jakarta benar-benar teraniaya. Terakhir terjadi kasus yang begitu kuat untuk menghadang Jakarta di cabang renang indah. Aturan dibolak-balikkan sehingga Jakarta tidak bisa menampilkan atlet andalannya. Teraniayanya Jakarta juga terjadi di judo, karate, dansa, sepatu roda dan beberapa cabang olahraga lainnya.
            Berbagai permainan itu sampai semalam memang mampu membuat Jakarta tersendat untuk meraih posisi teratas klasemen perolehan medali. Memang dalam olahraga kalah menang itu soal biasa. Yang tidak biasa itu tentu cara untuk meraih kemenangan itu bila penuh dengan rekayasa. Teganya….teganya……. oh……. ***


  • Penulis adalah Wartawan HU Suara Karya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat. E-mail: aagwaa@yahoo.com
 


***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA