COIGA BARU

Menu

Menu1

Rabu, 21 September 2016

Catatan PON XIX/2016 Jawa Barat: Keprihatinan Di Tengah Pesta

Oleh: Gungde Ariwangsa  
 
Sumber Asli -- C0I - Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat telah memasuki hari keenam setelah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (17/9) lalu. Pesta di Tanah Legenda berlangsung penuh dengan dinamika. Ada yang positif namun ada pula yang negatif. Penilaian yang masih bisa diperdebatkan karena tergantung dari pihak mana yang menilai dan bagaimana menyikapi kejadian yang terjadi.


            Sampai Rabu (21/9), perburuan medali berlangsung dengan sengit. Hasil dari beberapa cabang olahraga yang telah memperebutkan medali mengantar Jawa Barat berada di peringkat atas klasemen perolehan medali. Setelah itu menyusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.
            Tentu posisi Jabar itu menjadi kabar gembira bagi masyarakat di Bumi Parahyangan. Masyarakat daerah ini melihat Jabar tidak sia-sia menjadi tuan rumah pesta olahraga akbar nasional itu. Jabar mulai menunjukkan diri sebagai kekuatan baru dalam kancah olahraga di Tanah Air.
            Namun di tengah pesta dan kegembiraan itu ada beberapa catatan yang memprihatinkan. Ada kerusuhan di berbagai arena. Ada protes dalam berbagai arena pertandingan. Ada pula keluhan tentang ketidaksiapan panitia dalam memberikan pelayanan.
            Keprihatinan ini menjadi pelajaran berharga untuk pelaksanaan PON berikutnya. Yang potif dari PON saat ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan yang kurang dan memprihatikan perlu segera dievaluasi. Setelah itu dicarikan formula untuk memperbaikinya.
            Selain keprihatinan menyangkut dinamika pelaksanaan PON XIX maka Selasa malam lalu hadir keprihatinan menyangkut kepedulian terhadap nasib sesama anak bangsa. Bencana alam menerpa Jabar. Tanah longsor di Kampung Cimareme, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam, dan mengakibatkan dua orang tewas.
            Ketua Umum PB Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan longsor yang terjadi di Kampung Cimareme, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam tidak mengganggu pelaksanaan PON XIX/2016.
            Lokasi longsor di Kabupaten Sumedang tersebut bukanlah tempat pelaksanaan sejumlah cabang olahraga PON XIX.
            Kabupaten Sumedang sendiri menjadi tempat dilaksanakannya lima cabang olahraga PON XIX/2016 yakni di Graha Laga Satria ITB Jatinangor (Cabang Olahraga Pencak Silat), Lapang Futsal ITB Jatinangor (Cabang Olahraga Futsal), GOR 3 ITB Jatinangor (Cabang Olahraga Tenis Meja), Gatudua Gunung Lingga (Cabang Olahraga Paralayang dan Gantole), Kampung toga (Cabang Olahraga Paralayang).
            Apapun, bencana dampaknya maka bencana itu menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk itu maka akan bijaksana bila semua yang terlibat dalam pelaksanaan PON XIX/2016 bisa menjaga diri dalam keprihatinan yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Sumedang tersebut. ***
 

  • Penulis adalah Wartawan HU Suara Karya, Ketua Harian SIWO PWI Pusat. E-mail: aagwaa@yahoo.com


***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA TOP

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 082110068127 atau email ke akumemangcoi@yahoo.com

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA

Pengelola: CV FORTIN MAKMUR SEJAHTERA