COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Aeromodeling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aeromodeling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

20 paramotor terbang bersamaan pecahkan rekor MURI

Sumber Asli -- C0I - Penampilan dan manuver di udara 20 pilot paramotor secara bersamaan membuka rangkaian kegiatan Bali Aero Show Festifal 2014, di Pantai Legian, Bali, Sabtu. Aktivitas para pilot itu dalam mempersiapkan payung dan motor penggeraknya juga menarik perhatian pengunjung.

Jumat, 21 Februari 2014

Indonesia pertama kali tuan rumah konferensi Gantolle-Paralayang Dunia

Sumber Asli -- C0I - Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) mengadakan Konferensi Gantolle-Paralayang Dunia untuk pertama kalinya di Indonesia.

Bali Aero Sport dimulai besok

Sumber Asli -- C0I - Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) menggelar pesta olahraga udara Bali Aero Sport Festival (BASF) pada 22 dan 23 Februari 2014 di Kuta, Bali, dan diikuti 100 peserta.

Senin, 17 Februari 2014

Pesta olahraga udara di Bali Aero Sport Festival

Sumber Asli -- C0I - Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) menyelenggarakan Bali Aero Sport Festival (BASF) yang akan diikuti oleh 100 peserta pada 21-23 Februari 2014 mendatang, di Pantai Kuta, Bali

Selasa, 05 November 2013

Aeromodeling tulang punggung Jawa Barat

Sumber Asli -- C0I - Jawa barat akan juga mengandalkan alias menjadikan aeromodelling sebagai tulang punggung pada  PON XIX/2016 yang akan digelar di Bandung.

Minggu, 10 Februari 2013

Ratusan atlet dirgantara meriahkan Jogja Air Show

Sumber Asli -- C0I - Ratusan atlet olahraga kedirgantaraan memeriahkan even pelangi nusantara bertajuk Jogja Air Show 2013 yang digelar di Pantai Parangtritis, Depok, dan Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 8-10 Februari.

Selasa, 20 November 2012

Aeromodeling DIY Fokus Jelang Kejurnas

Sumber Asli -- C0I - Atlet aeromodeling DIY mulai menatap kesiapan menjelang kejuaraan nasional (Kejurnas) di Jember Jawa Timur 2013 mendatang. Tidak dipertandingkannya dalam SEA Games 2013 di Myanmar membuat atlet Aeromodeling DIY bisa lebih fokus menggapai medali di Kejurnas.

Rabu, 08 Februari 2012

Aeromodeling Bakal Pecahkan Muri

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - FEDERASI Aero Sport Indonesi (FASI) Yogyakarta bakal mengadakan kejuaraan olahraga Dirgantara Nusantara di pesisir Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Depok, Bantul Yogyakarta.
- Acara bertajuk Jogja Air Show itu berlangsung selama tiga hari, Jum'at hingga Minggu (10-12) Februari 2012. Cabang olahraga yang dilombakan, di antaranya paralayang, gantole, paramotor, aero modeling, microlight, dan terjung payung.

"Di cabang Aero Modeling pada hari Minggu, 12 Februari nanti akan memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) dengan jumlah penerbang terbanyak," kata Arif Effendi, panitia event tersebut saat menyampaikan keterangan pers di kantor Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (8/2/2012).

Jogja Air Show juga merupakan seleksi tahap II bagi atlet untuk kompetisi Asian Beach Games di China pada September 2012 mendatang. Festival ini diikuti lebih dari 200 atlet nasional maupun internasional. Selain kompetisi ini, panitia juga mengadakan bakti sosial dengan memberikan pengobatan gratis terhadap penduduk sekitar Watu Gupit dan sekitarnya. ***
* Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan email ke- akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims.

Aeromodeling > 279 Atlet Ramaikan Jogja Air Show

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Sebanyak 279 atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) akan memeriahkan Jogja Air Show ke-VII yang akan dilaksanakan di kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, Kabupaten Bantul, pada 10-12 Februari 2012.
- Angin di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai Desember hingga Maret sangat bagus untuk olahraga kedirgantaraan. Selain itu, lokasinya sangat strategis karena terdapat daerah perbukitan yang bisa digunakan untuk start. "Peserta semakin bertambah. Pada 2011 lalu hanya ada 150-an peserta," kata Ketua Harian FASI Daerah Istimewa Yogyakarta Marsekal Pertama Minggit Tribowo, Rabu, 8 Februari 2012.

Selain diikuti oleh atlet dari 13 kepengurusan FASI yang ada di Indonesia, juga ada atlet dari luar negeri, seperti Malaysia, Taiwan, Jerman, dan Filipina, yang akan ikut kegiatan tersebut. Seperti mengikuti lomba pada kelas gantole dan paralayang.

Cabang-cabang olahraga dirgantara yang akan digelar dalam Jogja Air Show itu adalah microlight, paramotor, gantolle airtow, paralayang airtow, aero modeling, dan terjun payung. Selain perlombaan, para wisatawan juga ditawari untuk mencoba tantangan terbang yang biasa disebut joint flight.

Khusus yang dilombakan pada acara itu adalah kejuaraan tepat mendarat pada paralayang kelas putra, putri, dan kelas junior. Juga ketepatan mendarat pada gantole, sambar pita pada gantole, ketepatan mendarat paramotor, dan kejuaraan slalom cabang paramotor.

Lokasi Pantai Parangtritis dan Pantai Depok di Bantul itu dipilih untuk keempat kalinya sebagai lokasi pergelaran Air Show karena faktor angin yang bagus dan berbukit di sisi timur Pantai Parangtritis, yaitu bukit Watugupit. Di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok ada Pantai Parangkusumo yang dapat digunakan untuk paramotor.

Di Pantai Depok terdapat landasan pesawat sepanjang 300 meter yang bisa untuk pendaratan microlight. Namun, untuk menerbangkan pesawat microlight harus dari landasan udara Adisutjipto. "Angin dari barat membuat posisi take off paralayang dan gantole yang menghadap ke barat dapat digunakan kembali untuk melakukan penerbangan," kata dia.

Selain untuk lomba, olahraga kedirgantaraan ini bisa dikenalkan kepada masyarakat secara luas dan juga bertujuan untuk lebih menggairahkan pariwisata.

Menurut Sinang Sukamto, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, adanya pergelaran olahraga kedirgantaraan ini menambah khazanah pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan, acara selama tiga hari itu bisa disaksikan oleh puluhan ribu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Kami berupaya menambah event-event pariwisata yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta," kata dia.

Menurut Kapten Lek Supriyanto Salim, staf pelaksana FASI Daerah Istimewa Yogyakarta, penyelenggaraan airshow di Parangtritis akan menjadi titik tolak menjadikan pantai itu sebagai lokasi wisata aeromodeling di Indonesia. "Lokasi di pantai itu memang sangat cocok untuk olahraga kedirgantaraan," kata dia. ***
* Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan email ke- akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims.

Jumat, 05 November 2010

Tiga Pesawat Aeromodeling Milik Atlet Kalbar Hilang Sebelum Dilombakan

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - PONTIANAK - Nasib sial menimpa atlet aeromodeling asal Kalimantan Barat (Kalbar). Tiga pesawat yang rencananya akan dipakai dalam Kejuaraan Nasional di Musi Rawas Palembang Sumatra Selatan hilang sebelum dilombakan.
- "Dari tiga pesawat itu, satu di antaranya jenis jenis F1A, sedangkan yang dua jenis F1H. Harga ketiga pesawat tersebut berkisar Rp30 juta," kata Sekum Pengprov Fasida Kalbar Iwan Dirgantara, Jumat (5/11). "Sampai saat ini, ketiga pesawat itu masih belum ditemukan," tukasnya.

Iwan menambahkan, bahwa harga pesawat jenis F1H berkisar Rp8,5 juta, sedangkan jenis F1A mencapai Rp12 juta. "Pesawat-pesawat yang dipakai Tim Aeromodeling Kalbar itu buatan lokal dan hal inilah menjadi salah kendala kita untuk merebut medali emas," katanya.

Diakui Iwan, memang kehilangan pesawat adalah resiko dalam sebuah kejuaraan karena sudah pasti menderita kerugian yang cukup lumayan besar. Namun pesawat-pesawat itu merupakan "senjata" untuk meraih medali.

"Untuk itu, kami mengharapkan bagi masyarakat yang menemukan pesawat-pesawat itu kiranya dapat mengembalikan dan segera memberitahukan ke panitia," pintanya.

Kehilangan pesawat, tambah Iwan, kerap menimpa tim-tim yang sedang berlaga di berbagai kejuaraan aeromodeling. Seperti yang terjadi pada kejuaraan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kalbar X lalu. Saat itu, sebuah pesawat nyasar ke luar arena yang mengambil lokasi di Jalan Ampera. Hingga masuk ke dalam hutan di sekitar arena perlombaan. Kendati telah disosialisasikan melalui media massa, namun hingga kini belum ada pihak-pihak yang tergerak hatinya untuk mengembalikan.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Rabu, 03 November 2010

Jawa Timur Pertahankan Tradisi Juara Umum

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Kontingen Provinsi Jawa Timur mempertahankan tradisi meraih medali terbanyak, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Aeromodeling 2010, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, 27 Oktober - 3 November.
- Penutupan Kejurnas dan Kejuaraan Terbuka Aeromodeling Musi Rawas, yang berlangsung sejak 27 Oktober, dan diikuti 154 atlet dari 16 provinsi, yang bertanding pada 13 nomor lomba, ditutup secara resmi oleh Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti, di Alun-Alun Kecamatan Muara Deliti, Rabu (3/11/2010) sore.

Ridwan Mukti kembali menegaskan komitmennya untuk terus memacu prestasi olahraga di daerahnya dan Sumatera Selatan, termasuk menyukseskan SEA Games 2011 yang akan berlangsung di provinsi ini.

"Kejuaraan Aeromodeling telah berlangsung sukses. Kami pun akan segera mempersiapkan diri menjadi tuan rumah SEA Games 2011, agar berlangsung lebih sukses lagi," katanya, seperti dilaporkan Humas Panitia Pelaksana.

Jawa Timur menyabet 11 medali mengungguli 15 provinsi lainnya, terdiri enam emas, empat perak dan satu perunggu. Tempat kedua, tuan rumah Sumsel dengan sembilan medali terdiri dua emas, tiga perak dan empat perunggu. Tempat ketiga Jawa Tengah dengan dua emas, satu perunggu. Posisi keempat Riau dengan dua emas.

Posisi berikutnya masing-masing DI Yogyakarta, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Papua, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Jawa Timur keluar sebagai juara umum Kejurnas aeromodeling 2010, yang diselenggarakan di Kabupaten Musi Rawas menggungguli 15 provinsi lainnya," kata Ketua Bidang Aeromodeling Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Bambang Agus, di sela-sela acara penutupan.

Kontingen Provinsi Jawa Timur, menurutnya, selama ini selalu menjadi langganan juara pada kejuaraan serupa, dan beberapa atletnya tercatat menjadi atlet nasional yang sudah sering bertandingan di event naional maupun internasional.

Sementara itu pada kejuaraan terbuka aeromodeling, kontingen DI Yogyakarta keluar sebagai juara umum dengan perolehan lima medali, dua emas, dua perak dan satu perunggu. Tempat kedua di duduki Kalimantan Selatan dengan dua emas, dua perunggu. Tempat ketiga Sumsel dengan satu emas, dua perak dan perunggu.

Posisi berikutnya masing-masing ditempati Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kep. Riau, Kalimantan Barat, NTB dan Papua.


Perolehan Medali Kejurnas
1. Jatim 6 4 1 11
2. Sumsel 2 3 4 9
3. Jateng 2 - 13
4. Riau 2 - - 2
5. DIY 1 – 3 4
6. Sulteng - 2 1 3
7. DKI – 1 1 2
8. Kalbar – 1 - 1
9. Papua – 1 - 1
10. Jabar – 1 - 1
11. Kaltim - - 1 1
12. NTB - - 1 1*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Jawa Timur Juara Umum Aeromodeling

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Musi Rawas - Jawa Timur tampil sebagai juara umum pada Kejuaraan Nasional Aeromodeling 2010 di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, yang berakhir Rabu.
- Jawa Timur mengungguli 15 provinsi peserta lainnya dengan meraih enam emas, empat perak dan satu perunggu, diikuti tuan rumah Sumsel yang memperoleh dua emas, tiga perak dan empat perunggu.

Jawa Tengah menyusul di posisi ketiga mengumpulkan dua emas dan satu perunggu, selanjutnya Riau dengan dua emas.

Peringkat kelima Daerah Istimewa Yogyakarta dengan satu emas dan tiga perunggu, disusul Sulawesi Tengah pada posisi keenam dengan dua perak, satu perunggu.

Kemudian tempat ketujuh DKI Jakarta dengan satu perak dan satu perunggu, berikutnya Kalimantan Barat, Papua dan Jawa Barat dengan perolehan masing-masing satu perak, sertaKalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat masing-masing meraih satu perunggu.

Jawa Timur selama ini selalu menjadi langganan juara pada kejurnas dan beberapa atletnya tercatat menjadi atlet nasional yang sudah sering bertanding di event nasional maupun internasional.

Sementara itu pada kejuaraan terbuka aeromodeling, Daerah Istimewa Yogyakarta keluar sebagai juara umum dengan dua emas, dua perak dan satu perunggu. Tempat kedua diduduki Kalimantan Selatan dengan dua emas, dua perunggu.

Selanjutnya Sumsel dengan satu emas, dua perak, Riau dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu, DKI Jakarta dengan satu emas dan satu perak, Jawa Tengah satu emas, dua perunggu.

Kemudian Riau dengan satu emas, satu perunggu, Kalimantan Barat menduduki tempat kedelapan dengan satu perak dan satu perunggu. NTB dan Papua masing-masing meraih satu perunggu.

Penutupan Kejurnas dan kejuaraan terbuka aeromodeling Musi Rawas 2010, yang diikuti 154 atlet dari 15 provinsi yang bertanding pada 13 mata lomba di Kuejurnas dan sembilan mata lomba di kejuaraan terbuka, dilakukan oleh Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti di Alun-Alun Kecamatan Muara Beliti.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Senin, 01 November 2010

KEJURNAS AEROMODELING: Riau Geser Sumsel Rebutan Runner-up

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Kontingen Provinsi Riau, menggeser posisi Sumatera Selatan, di posisi kedua setelah berhasil meraih dua emas, pada Kejuaraan Nasional Aeromodeling 2010 yang dilaksanakan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, Senin (1/11/2010).
- Namun kedua provinsi belum mampu menandingi ketangguhan Jawa Timur yang hingga kemarin masih mendominasi perolehan medali dengan delapan emas yakni tiga emas, empat perak dan satu perunggu. Sumsel yang berada di posisi ketiga baru meraih satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Posisi keempat diduduki Jawa Barat dengan satu perak, kemudian posisi kelima DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta masing-masing memperoleh satu perunggu.

"Hingga hari ke enam dari enam nomor lomba yang sudah selesai, Jawa Timur masih meminpin perolehan medali," kata Ketua Bidang Aeromodeling Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Bambang Agus, Senin (1/11/2010).

Medali Jatim tersebut disumbangkan Benny Limanhadi dan Erik Limanhadi. Dua atlet yang tercatat sebagai bapak-anak tersebut berhasil menyumbangkan enam medali dari delapan medali yang direbut daerah itu antara lain dari nomo F2A CL speed, F2B CL aerobatic, F2CL race, F2D CL combat dan F3A aerobatic.

Dua medali emas yang direbut kontingen Riau diraih Dimas Satrio Wibowo pada F3A RC aerobatic aeroplane dan F3C RC helikopter. Sedangkan tuan rumah Sumsel berhasil menambah medali dari Tjakra Kumala yang merebut perunggu F3C RC helikopter.

Kejurnas dan kejuaraan terbuka aeromodeling Musi Rawas, 27 Oktober-2 November, diikuti 154 atlet dari 16 provinsi, berlangsung di tiga tempat yakni Alun-alun dan kawasan Agropolitan Center, Kecamatan Muara Beliti, stadion Bumi Silampari dan Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau.

Ketua Pordirga Aeromodelling FASI Purnomo Sidhi mengatakan kaget dengan antusiasme masyarakat Musi Rawas. "Ini baru pertama kali terjadi dari kejuaraan sejenis yang pernah kita adakan," katanya.

Pada kejuaraan terbuka, dari lima nomor lomba yang sudah dipertandingkan kontingen Kalimantan Selatan masih memimpin perolehan medali dengan dua emas, dua perunggu. Tempat kedua Daerah Istimewa Yogyakarta dengan satu emas, dua perak.

Kemudian tempat ketiga Riau memperoleh satu emas, satu perak dan satu perunggu. Posisi keempat Kepulauan Riau dengan satu emas dan satu perunggu. Peringkat lima Sumsel dengan satu perak, satu perunggu, dan peringkat enam DKI Jakarta dengan satu perunggu.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Minggu, 31 Oktober 2010

Jatim Sabet Tiga Emas

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Kontingen Jawa Timur kembali menunjukan dominasinya pada kejuaraan nasional aeromodeling di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Pada hari kelima pelaksanaan, Jatim melaju dalam perolehan medali mengungguli 15 provinsi lainnya.
- Jawa Timur untuk sementara memimpin perolehan medali dengan tiga emas dan empat perak dan satu perunggu. Tempat kedua masih diduduki tuan rumah Sumsel dengan satu emas, satu perak dan dua perunggu, tempat ketiga Riau dengan satu emas menggeser posisi DKI yang baru meraih satu perunggu, Posisi kelima ditempati Daerah Istimewa Yogyakarta dengan satu perunggu.

"Tambahan medali Kejurnas aeromodeling kontingen Jawa Timur direbut tiga atletnya Erik Limanhadi, Taufiq Nur Rahman dan Benny Limanhadi pada kelas F2D CL combat dan F3A aerobatic," kata Ketua Bidang Aeromodeling Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), Bambang Agus, Minggu (31/10/2010).

Sementara itu tuan rumah Sumatera Selatan masih bertengger di posisi kedua dengan perolehan satu emas, satu perak dan dua perunggu. Medali tambahan tuan rumah ini disumbangkan Nanang Hidayat yang merebut perak pada kelas F2D CL combat.

Tempat ketiga ditempati Riau dengan satu emas, yang direbut Dimas Sastro Wibowo pada kelas F3A aerobatic. Dan posisi keempat dan lima ditempati DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan satu perunggu atas nama Paulus Nikolas Trihatmojo pada kelas F3A aerobatic.

Dua atlet Jawa Timur pada Kejurnas kali ini yaitu Benny Limanhadi dan Erik Limanhadi, menjadi pundi-pundi medali bagi daerah itu. Hingga hari kelima pelaksanaan atlet yang tercatat bapak-anak ini nerhail menyumbangkan enam medali dari delapan medali yang direbut Jawa Timur saat ini, masing-masing dari kelas F2A CL speed, F2B CL aerobatic, F2CL race, F2D CL combat dan F3A aerobatic.

Sedangkan pada kejuaraan terbuka aeromodeling, hasil sementara perolehan medali dari tiga kelas yang selesai dipertandingkan RC aeroplane pylon racing, RC helikopter 3D, F2D CL combat, Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau memimpin dengan satu emas dan satu perunggu.

Kemudian posisi kedua Provinsi Riau dengan satu emas, posisi ketiga di duduki kontingen Sumsel, Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta masing-masing satu perak dan peringkat ke empat diduduki kontingen Banten dengan satu perunggu.

Kejurnas dan kejuaraan terbuka aeromodeling Musi Rawas 2010, dilaksanakan 27 Oktober - 3 November, di ikuti oleh 154 atlet dari 16 provinsi, terdiri dari 90 atlet bertanding di kejurnas dan 64 atlet bertanding pada kejuaraan terbuka.

Lokasi pertandingan dilaksanakan pada tiga tempat berbeda, yakni Alun-alun dan kawasan Agropolitan Center, Kecamatan Muara Beliti, stadion Bumi Silampari dan Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Sabtu, 30 Oktober 2010

KEJURNAS AEROMODELING 2010: Jatim Pimpin Perolehan Medali

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Kontingen provinsi Jawa Timur, sukses menjadi pengumpul medali terbanyak pada kejuaraan nasional Aeromodeling di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Hingga hari keempat pelaksanaan, Jatim masih memimpin perolehan medali mengungguli 15 provinsi lainnya.
- Jawa Timur untuk sementara memimpin perolehan medali dengan dua emas dan tiga perak. Tempat kedua diduduki tuan rumah Sumsel dengan satu emas dan dua perunggu, serta tempat ketiga ditempati DKI Jakarta dengan perolehan satu perunggu.

Menurut Ketua Bidang Aeromodeling Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) yang juga panitia pelaksana kejuaraan, Bambang Agus, Sabtu (30/10/2010), Jawa Timur berjaya pada kelas F2A control Line Speed, dimana dua atletnya Erik Limanhadi dan Benny Limanhadi merebut medali emas dan perak dengan point 196,7 serta 186,3. Sedangkan medali perunggu direbut atlet tuan ruma Yuyus B Koming dengan point 168,7.

Pada kelas F2B CL aerobatic kontingen Jawa Timur kembali merajai kelas ini, dua atlet yang tercatat bapak dan anak tersebut yakni Benny Limanhadi dan Erik Limanhadi berhasil meraih medali emas dan perak, sedangkan medali perunggu diraih atlet DKI Jakarta atas nama Eko Nur Alam Putra.

Benny Limanhadi meraih nilai tertinggi dari 3 ronde yang dilakukan yakni 2.000 point, sedangan anaknya Erik Limanhadi hanya kalah 3 point yaitu 1.947 dan Ekor Nur Alam Putra dari DKI yang menempati posisi ketiga dengan perolehan 1.752,1 point.

Untuk kelas F2C CL Race kontingen tuan rumah Sumatra Selatan berhasil merebut medali emas, yang diraih oleh Yuyus B Koming dibantu mekanik Nanang Hidayat dengan waktu 04,59 mengungguli Erik Limanhadi dibantu mekanik Benny Limanhadi dari Jawa Timur dengan waktu 05,19 serta Adi Prasetyo dibantu mekanik Panji Dibyantoro dari Sumsel berhasil merebut medali perunggu dengan waktu 09,00.

Sedangkan pada kejuaraan terbuka aeromodeling, hasil sementara perolehan medali dari dua kelas yang selesai dipertandingkan RC Aeroplane Pylon Racing dan kelas RC Helikopter 3D, Kalimantan Selatan memimpin dengan satu emas dan satu perunggu.

Tempat kedua ditempati Riau dengan satu emas, posisi ketiga di duduki kontingen Sumsel dan Daerah Istimewa Yogyakarta masing-masing satu perak dan peringkat ke empat kontingen Kepulauan Riau dengan satu perunggu.

Kejurnas dan kejuaraan terbuka aeromodeling Musi Rawas 2010, dilaksanakan 27 Oktober - 3 November, di ikuti oleh 16 provinsi dengan jumlah atlet sebanyak 154 atlet, terdiri dari 90 atlet bertanding di kejurnas dan 64 atlet bertanding pada kejuaraan terbuka. Mereka bertanding pada 22 kelas guna memperebutkan 14 medali.

Lokasi pertandingan dilakukan di tiga tempat, yakni Alun-alun dan kawasan Agropolitan Center, Kecamatan Muara Beliti, stadion Bumi Silampari dan Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Jumat, 29 Oktober 2010

KEJURNAS AEROMODELLING 2010: Tuan Rumah Rebut Emas F2C

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Tuan rumah Sumatera Selatan (Sumsel) merebut medali emas pada nomor lomba F2C kejuaraan nasional Aeromodeling 2010 di Musi Rawas Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (29/10/2010).
- Aeromodeller andalan Sumsel, Yuyus B Koming memastikan gelar juara setelah mengumpulkan poin tertinggi. Dia mengalahkan Aeromodeller asal Jawa Timur (Jatim) Eri, serta Aeromodeller Sumsel lainnya, Adi Prasetyo yang berhasil memperaih perunggu.

"Semoga keberhasilan saya menjuarai nomor F2C sebagai awal bagi Sumsel untuk merebut juara pada nomor lainnya,” kata Yuyus.

Manajer tim Sumsel Ade Indra Chaniago menargetkan Sumsel meraih juara umum. "Kami targetkan merebut enam medali emas dari sepuluh yang diperebutkan. Andalan kita lainnya adalah nomor F2D, F3A, F3C, terbang bebas, dan RC,” kata Ade saat ditemui wartawan.

Selain Yuyus, andalan Sumsel lainnya adalah Nanang yang turun pada nomor lomba F3D. Nanang pernah mempersembahkan emas PON bagi Sumsel dan menjuarai Liga Kombat di Jogjakarta.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Kamis, 28 Oktober 2010

Musi Rawas Open International Aeromodelling Tournament 2010: Jatim & DKI Buktikan Kualitas

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Kontingan DKI Jakarta dan Jawa Timur membuktikan kualitas sebagai unggulan di Kejuaraan Nasional Aeromodelling dan International Musi Rawas Open 2010, di Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2010).
-Kejurnas Aeromodelling Musi Rawas 2010 kali ini memperlombakan beberapa nomor Free Flight (F1A, F1H), Control Line (F2C, F2A, F2B, F2D) dan Radio Control (F3A, F3C, F3J).

Hasil pertandingan sementara, duo Jatim Benny Limanhadi dan Erick Limanhadi tim aeromodelling Jawa Timur berhasil menduduki posisi pertama dan kedua untuk mata lomba Aeorobatik Control Line (F2B).

Benny sukses mengumpulkan nilai 2.000 dari tiga ronde pertandingan yang sudah berlangsung sejak Rabu (27/10/2010). Sementara Erick mengumpulkan nilai 1947,9, disusul wakil DKI Jakarta Eko Nuralam Putra di posisi ketiga dengan nilai 1752,1.

Manuver berbagai jenis pesawat model dari tiga provinsi dan atraksi para penerjun payung profesional memeriahkan pembukaan kejuaraan miniatur pesawat terbang ini. Pembukaan sendiri berlangsung di Alun-alun Agropolitan Musi Rawas.

Atlet aeromodelling asal Riau, Dimas, menampilkan atraksi pesawat jenis Yak 54 berbobot 20 kg, engine 150 cc berbahan bakar etanol, memukau penonton dengan manuver low power hingga tegak lurus dan berputar. Sementara 15 atlet penerjun payung yang berasal dari Sumatera Selatan, berhasil mendarat tepat pada sasaran di lokasi acara.

Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti dalam sambutannya mengatakan, event ini menjadi spektrum awal pencitraan untuk memperkenalkan sumber daya yang dimiliki Musi Rawas di kancah nasional maupun internasional.

Efek yang sangat dirasakan salah satunya mengenalkan Bandara Silampari sebagai salah satu pintu gerbang investasi sektor Barat Sumsel. Selain membuka rute penerbangan, Musi Rawas juga akan membagun rel kereta api dan Terminal Peti Kemas di Durian Remuk sampai ke Pelabuhan Siapi-api.

Kejuaraan aeromodelling ini memakan biaya sebesar Rp900 juta, dan dana itu ditanggung langsung Pemkab Musi Rawas *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Aeromodelling Batal Eksebisi di SEA Games 2011

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Rencana untuk memasukan Aeromodelling menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di SEA Games 2011 dengan status eksebisi, harus kandas.
- Ini dikarenakan belum lengkapnya persyaratan Aeromodelling untuk bisa menjadi salah satu cabang yang bisa dipertandingkan. Pasalnya, dari beberapa negara peserta SEAG 2011, hanya lima negara yang memiliki induk organisasi Aeromodelling.

"Syarat utama untuk sebuah cabang olahraga dipertandingkan di SEAG adalah, minimal ada enam negara yang meminta. Tapi, sampai saat ini baru ada lima negara yang mengajukan dan memiliki federasi aeromodelling," ujar Ketua PB Federasi Aeromodelling Seluruh Indonesia, Poernomo Sidhi di sela acara pembukaan Kejurnas dan Tournament Open Internasional Aeromodelling 2010, di Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2010).

Lima negara yang baru memiliki federasi dan meminta dipertandingkan di SEAG adalah Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Poernomo cukup menyesalkan batalnya rencana besar ini, mengingat olahraga dirgantara ini sudah memiliki agenda turnamen tahunan di Indonesia. Terlebih, animo masyarakat dengan olahraga miniatur pesawat terbang ini juga tinggi.

"Harapan saya, aeromodelling bisa merambah negara-negara Asia Tenggara lainnya, dan bisa dimainkan di SEAG 2013, Myanmar," tutup purnawirawan Mayjen TNI Angkatan Laut ini.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Musi Rawas Open International Aeromodelling Tournament 2010: DKI & Jatim Favorit, Tuan Rumah Siap Sabotase

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MUSI RAWAS - Dua kontingen DKI Jakarta dan Jawa Timur menjadi favorit kuat pada Kejurnas Aeromodeling yang akan berlangsung di Musi Rawas, Sumatera Selatan, 28 Oktober hingga 3 November nanti.
- Kedua daerah yang selama ini menjadi musuh bebuyutan dalam olahraga nasional itu diperkirakan akan bersaing keras untuk mendominasi Kejurnas kali ini. Tapi, tuan rumah Sumatera Selatan, siap meladeni DKI dan Jatim.

"Ya DKI dan Jatim merupakan unggulan dalam Kejurnas ini. Mereka memiliki atlet yang berpengalaman dan juga unggul," ujar Ketua Aeromodeling PB FASI, Poernomo Sidhi di Musi Rawas, Rabu (27/10/2010).

Meskipun demikian, dia melihat persaingan akan bertambah ketat karena daerah-daerah lain juga makin menunjukkan kemajuan. Ajang ini bisa jadi akan memunculkan kejutan-kejutan dari berbagai lomba pertandingan.

Optimisme diperlihatkan oleh tuan rumah Sumsel yang menargetkan juara umum. "Target kami juara umum. Kami optimis karena dalam beberapa even sebelumnya berhasil juara. DKI dan Jatim memang akan jadi saingan berat," ujar Manajer Tim Sumsel, Ade Indra Chaniago.

Sementara itu sebanyak 13 dari 15 provinsi menujukan kebolehan pada pertandingan hari pertama. Pada babak penyisihan Kejurnas Aeromodeling mempertandingkan dua cabang yakni F2A CL speed diikuti empat provinsi dan cabang F2B CL aerobatic 12 provinsi.

Kejuaraan nasional dan Kejuaraan Terbuka Aeromodeling Musi Rawas yang akan berlangsung pada 27 Oktober hingga 3 November 2010 diikuti 15 provinsi dengan jumlah atlet sebanyak 154 orang terdiri atas 90 atlet akan bertanding di kejurnas dan 64 atlet bertanding pada kejuaraan terbuka.

Selain peserta dari dalam negeri even ini juga diikuti peserta dari Singapura yang turun atas nama perorangan, dan Timor Leste. Pada babak penyisihan cabang F2A CL speed, empat provinsi yang turun yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Untuk penyisihan cabang F2B CL aerobatic diikuti 12 provinsi antara lain Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Riau, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Sedangkan untuk hari kedua kejurnas dan kejuaraan terbuka pada babak penyisihan hari kedua dijadwalkan akan mempertandingkan kelas RC heli 3D Open, selanjutnya cabang F2 CL team race.

Untuk kejurnas, mereka bertanding di kelas RC Heli 3DX, RC Aeroplane Pylon Race, tempur udara kendali tali (F2D), aerobatik kendali radio (F3A), dan kelas tempur udara kendali tali (F3C).

Sedangkan untuk kejuaraan terbuka peserta akan bertanding di kelas pylon race dan tempur kendali tali (F3C). Lokasi pertandingan dilakukan di tiga tempat, yakni Alun-alun dan kawasan Agropolitan Center, Kecamatan Muara Beliti, stadion Bumi Silampari dan Bandara Silampari Kota Lubuklinggau.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Rabu, 27 Oktober 2010

Musi Rawas Open International Aeromodelling Tournament 2010: 4 Negara Absen di Turnamen Aeromodelling 2010

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - LUBUK LINGGAU - Sedianya enam negara tetangga akan turut mengikuti Musi Rawas Open International Aeromodelling Tournament di Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Event yang digelar bersamaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Aeromodelling 2010 itu berlangsung 28 Oktober-2 November 2010.
- Namun di saat terakhir menjelang upacara pembukaan besok, empat negara memastikan absen. Filipina, Malaysia, Thailand, dan Myanmar yang diundang ternyata membatalkan keikutsertaan mereka. Kejuaraan itu masih berkategori internasional lantaran tertolong dengan partisipasi kontingen asal negara Timor Leste dan Singapura.

“Absennya empat negara tersebut dengan alasan akses mencapai lokasi pertandingan relatif membutuhkan waktu yang panjang dan terbatasnya sarana transportasi,” Marsekal Muda Purnomo Sidhi, ketua Pordiga (Persatuan Olahraga Dirgantara Aeromodelling) Indonesia, mengungkapkan kepada wartawan, Rabu (27/10/2010).

Purnomo menjelaskan, rute Manila-Lubuk Linggau menempuh waktu terbang 19 jam. Selain itu, angkutan penerbangan keberatan membawa paket dalam boks ukuran besar ke Bandara Silampari, Lubuk Linggau. Sedangkan Thailand memberi alasan di negara itu sedang diselenggarakan kejuaraan yang sama.

Di venue pertandingan, okezone memantau para peserta se-Indonesia telah melakukan registrasi sesuai spesifikasi lomba yang diikuti kepada sekretariat panitia. Sejauh ini, sudah terdaftar 112 peserta, masing-masing 78 peserta Kejurnas dan 34 peserta Musi Rawas Open.

Terakhir, kontingen Timor Leste mengonfirmasikan kedatangan ke lokasi saat hari-H perlombaan, besok. Dari dalam negeri sendiri, 11 propinsi telah mengirimkan kontingen.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI