Sumber Asli -- C0I - Jika mendengar olahraga selancar angin
Indonesia pastinya tak lepas dengan nama Oka Sulaksana. Putra asli Bali
yang telah lama malang melintang di olahraga ‘langka’ ini telah menjadi legenda hidup dengan berbagai prestasi mengagumkan yang diraihnya hingga kini.
COI (Cinta Olahraga Indonesia) Pers memproklamirkan diri menjadi satu-satunya media online yang hanya menyajikan berita Olahraga Indonesia sejak tahun 2010
Pencarian
Tampilkan postingan dengan label Selancar Angin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selancar Angin. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Mei 2013
Rabu, 10 April 2013
Dua peselancar Sulsel rebut perak di Myanmar
Sumber Asli -- C0I -
Dua peselancar
angin Sulawesi Selatan berhasil mempersembahkan medali perak bagi
Kontingen Indonesia di Asian Sailing Championship di Myanmar, 4-9 April
2013.
Selasa, 19 Maret 2013
Pelatnas selancar angin SEA Games di Makassar
Sumber Asli -- C0I -
Pengurus Besar
Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) memutuskan
menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) selancar angin SEA Games
Myanmar di Makassar, Sulsel.
Sabtu, 25 Agustus 2012
PON XVIII RIAU: Atlet Selancar Sulbar Lebih Awal ke Riau
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Pengurus KONI Sulawesi Barat menyampaikan bahwa atlet selancar angin lebih awal berangkat untuk mengikuti pesta olahraga PON XVIII-2012 di Riau.
- "Salah satu atlet Selancar Angin Sulbar Reza Prasetya yang akan tampil membela Sulbar lebih awal berangkat ke Riau bersama dengan atlet selancar asal Provinsi Sulawesi Selatan, awal Agustus," kata Pelaksanaka Tugas Ketua Harian KONI Sulbar Thamrin Syakur di Mamuju, Jumat (25/8).
Menurutnya bahwa keberangkatan atlet Selancar ini sekaligus pengenalan lapangan sebelum PON Riau resmi dibuka pada 9 September 2012.
"Saat ini Reza sudah melakukan pengenalan lapangan atau berlatih bersama atlet asal Sulsel di Riau semenjak awal Agustus," katanya.
Thamrin Syakur mengemukakan bahwa Reza Prasetya melakukan latihan bersama dengan atlet Sulsel, sebagai lawan sparing karena memang di daerah ini belum ada peralatan yang memadai.
"Ini tentu memprihatinkan karena daerah kita belum memiliki sarana peralatan yang memadai sehingga atlet kita terpaksa bergabung dengan atlet Sulsel,"ungkapnya.
Dirinya masih sangat memahami kondisi Sulbar selaku provinsi baru yang masih mengedepankan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, dibandingkan perhatian terhadap pembinaan prestasi olahraga.
"Perhatian terhadap pembinaan olahraga masih dikesampingkan. karena pemerintahan kita masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur. Namun begitu, kita akan mengaraha agar pembinaan prestasi olahraga juga mendapat perlakukan yang sama,"jelas Thamrin yang juga mantan kepala Dishubkominfo Sulbar ini.
Pihaknya berharap agar dari cabang olahraga air itu, Sulbar bisa mendulang mendali.
"Harapan masyarakat Sulbar tentu ingin mengukir prestasi gemilang di arena PON. Apalagi, semenjak keikutsertaan Sulbar ke PON belum mendapatkan prestasi membanggakan," ujarnya. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Menurutnya bahwa keberangkatan atlet Selancar ini sekaligus pengenalan lapangan sebelum PON Riau resmi dibuka pada 9 September 2012.
"Saat ini Reza sudah melakukan pengenalan lapangan atau berlatih bersama atlet asal Sulsel di Riau semenjak awal Agustus," katanya.
Thamrin Syakur mengemukakan bahwa Reza Prasetya melakukan latihan bersama dengan atlet Sulsel, sebagai lawan sparing karena memang di daerah ini belum ada peralatan yang memadai.
"Ini tentu memprihatinkan karena daerah kita belum memiliki sarana peralatan yang memadai sehingga atlet kita terpaksa bergabung dengan atlet Sulsel,"ungkapnya.
Dirinya masih sangat memahami kondisi Sulbar selaku provinsi baru yang masih mengedepankan pelaksanaan pembangunan infrastruktur, dibandingkan perhatian terhadap pembinaan prestasi olahraga.
"Perhatian terhadap pembinaan olahraga masih dikesampingkan. karena pemerintahan kita masih fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur. Namun begitu, kita akan mengaraha agar pembinaan prestasi olahraga juga mendapat perlakukan yang sama,"jelas Thamrin yang juga mantan kepala Dishubkominfo Sulbar ini.
Pihaknya berharap agar dari cabang olahraga air itu, Sulbar bisa mendulang mendali.
"Harapan masyarakat Sulbar tentu ingin mengukir prestasi gemilang di arena PON. Apalagi, semenjak keikutsertaan Sulbar ke PON belum mendapatkan prestasi membanggakan," ujarnya. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Kamis, 26 Januari 2012
SELANCAR - Atlet Selancar Dianiaya dan Dirampok
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Muh. Ardika Sabara, atlet selancar angin nasional asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan warga Jalan Onta Lama, baru-baru ini harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, setelah terluka parah. Korban dirampok dan dianiaya hingga nyaris tewas oleh dua pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian.
- Peristiwa itu bermula ketika korban melintas dengan sepeda motor di Jalan Landak Baru, tiba-tiba dicegat kedua pelaku yang meminta telepon seluler dan sepeda motor.
Korban yang sempat melawan langsung dianiaya dan ditemukan warga di selokan dengan kondisi nyaris tewas. Petugas kepolisian resor pelabuhan setempat kini masih mengusut kasus itu ***
* Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan email ke- akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims.
Korban yang sempat melawan langsung dianiaya dan ditemukan warga di selokan dengan kondisi nyaris tewas. Petugas kepolisian resor pelabuhan setempat kini masih mengusut kasus itu ***
Jumat, 01 Juli 2011
Peselancar Bali Raih Juara "Air Show"
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - KUTA - Dua peselancar Bali menduduki peringkat pertama dan kedua dalam kompetisi air show di pantai Kuta, Bali, Rabu (29/6/2011) malam. I Wayan Betet Merta dan Made Garut berhasil menampilkan atraksi terbaik dalam kompetisi yang menggunakan sistem tow at atau ditarik jet ski untuk mendapat lompatan terbaik ini.
- Kedua peselancar juga mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi air show pertama di Asia ini karena selain Indonesia juga diikuti peselancar ternama dari Australia dan Amerika Serikat. "Yang paling membanggakan adalah dapat mengalahkan surfer mancanegara," kata I Wayan Betet usai menerima trofi.
Pria 30 tahun ini merasa tingkat tantangan kompetisi ini sangat berbeda dibanding kompetisi selancar yang sering ia ikuti. "Sulit memang bermain surfing tow at di malam hari yang hanya disinari lampu sorot saja. Harus pintar memprediksikan arah ombak agar mampu melakukan atraksi di udara dan pendaratan yang sempurna," tandasnya.
"Selain kemampuan menguasai papan selancar, faktor lucky saya rasakan karena pengemudi jet ski mampu membaca ombak-ombak seperti yang saya inginkan dan tentunya perfect time," imbuh peselancar yang sering mengikuti kompetisi di Australia, California, Hawaii dan Jepang ini.
Atas kemenangan ini Wayan Betet dan Made Garut berhak memperoleh trofi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta dan Rp 3 juta. Sementara peringkat ketiga diraih oleh peselancar asal Australia, Beau Walker dan memperoleh tofi dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta.
"Ini menjadi pengalaman berharga saya. Bermain disini tantangannya berbeda karena atmosfir sangat mendukung dimana pantainya sangat indah dan aman, berbeda dengan pantai di Australia yang dipenuhi hiu. Sangat berbahaya untuk bermain surfing dengan kondisi alam tersebut," ungkap Beau. ***
Pria 30 tahun ini merasa tingkat tantangan kompetisi ini sangat berbeda dibanding kompetisi selancar yang sering ia ikuti. "Sulit memang bermain surfing tow at di malam hari yang hanya disinari lampu sorot saja. Harus pintar memprediksikan arah ombak agar mampu melakukan atraksi di udara dan pendaratan yang sempurna," tandasnya.
"Selain kemampuan menguasai papan selancar, faktor lucky saya rasakan karena pengemudi jet ski mampu membaca ombak-ombak seperti yang saya inginkan dan tentunya perfect time," imbuh peselancar yang sering mengikuti kompetisi di Australia, California, Hawaii dan Jepang ini.
Atas kemenangan ini Wayan Betet dan Made Garut berhak memperoleh trofi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta dan Rp 3 juta. Sementara peringkat ketiga diraih oleh peselancar asal Australia, Beau Walker dan memperoleh tofi dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta.
"Ini menjadi pengalaman berharga saya. Bermain disini tantangannya berbeda karena atmosfir sangat mendukung dimana pantainya sangat indah dan aman, berbeda dengan pantai di Australia yang dipenuhi hiu. Sangat berbahaya untuk bermain surfing dengan kondisi alam tersebut," ungkap Beau. ***
Sabtu, 25 Juni 2011
Peselancar Bali Juara di Mentawai
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MENTAWAI — Peselancar Bali Agus Frimanto keluar sebagai juara I pada Mentawai Surf Competition 2011 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dari tanggal 21-24 Juni 2011.
- Agus mendapatkan uang tunai sebesar Rp 15 juta serta 3.000 nilai poin peringkat dari Coca-Cola ISC Championship Point. "Saya senang bisa menang di sini hari ini dan terutama senang berada di final dengan saudara Lembongan saya," kata Frimanto di Mentawai, Jumat.
Agus Firmanto putra Lembongan Bali berhasil menjuarai event selancar tingkat nasional yang untuk kali pertama digelar di Mentawai itu setelah pada final menyingkirkan rivalnya, juga dari Bali, Putra Hermawan, yang pada 2010 menjuarai Coca-Cola ISC Tour Open 2010.
Sebelum mencapai babak final, Agus juga mengalahkan surfer Jawa Barat, Dede Suryana, pada putaran 4 babak semifinal dengan perolehan 9 poin gelombang di dua menit terakhir.
Penyelenggaraan kompetisi surfing tahunan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) itu merupakan event kedua dari kegiatan serupa yang pernah digelar pada 2010, tetapi pada tahun ini pihak Disbudparpora menggandeng International Pro Surfing Tour (ISC) sebagai pelaksana teknis dalam kegiatan.
Penutupan kompetisi di kawasan Pantai Katiet, Desa Bosua Sipora Selatan, Mentawai, pada hari Jumat diisi dengan kegiatan bersih lingkungan pantai yang dipimpin langsung Tipi Jabrik dari Tim Coca-Cola ISC.
Tipi Jabrik yang juga kakak kandung artis Luna Maya itu secara simpatik mengajak penduduk setempat untuk bersama membersihkan pantai di kawasan Pantai Katiet, dan juga memberikan suvenir berupa stiker dan t-shirt produk Coca-Cola ISC.
"Kompetisi ini digelar tidak hanya untuk pengembangan olahraga surfing, tetapi yang lebih penting menimbulkan kesadaran terhadap lingkungan, salah satunya tentu dengan menjaga pantai agar tetap bersih," ujarnya.
Kepala Disbudparpora Mentawai Desti Seminora menyatakan terima kasih kepada pihak ISC yang telah menyelesaikan tugasnya selaku penyelenggara teknis kompetisi secara baik, dan dia menjanjikan akan menggelar ivent serupa pada tahun depan di Siberut.
"Saya puas dan senang melihat kesuksesan pihak ISC sebagai EO (penyelenggara acara) kita dalam kompetisi surfing tahun ini, bahkan ISC pada penutupan ini juga mengajak masyarakat untuk bersama membersihkan pantai. Mudah-mudahan kita akan gelar lagi ivent ini secara lebih profesional di Siberut tahun depan," kata Desti.
Kompetisi surfing yang sepenuhnya menggunakan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mentawai sebesar Rp 688 juta lebih itu diikuti 60 atlet surfing. Terdiri 29 atlet yang mendaftar via ISC, 21 atlet dari Bali, 15 atlet dari Jawa Barat, 12 atlet dari Padang, 4 atlet finalis kompetisi surfing tahun 2010, dan 7 atlet dari Mentawai untuk kelas open.
Panitia menyediakan hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta untuk juara I, Rp12,5 juta untuk juara II, dan juara III mendapat uang tunai sebesar Rp 10 juta.
Adapun juara harapan masing-masing mendapat Rp 7,5 juta untuk juara harapan I, Rp 5 juta untuk harapan II, dan juara harapan II mendapat Rp 2,5 juta. Acara penutupan secara resmi dan penyerahan hadiah akan dilakukan di Tuapejat oleh Wakil Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet Sabtu (25/6/2011).
Urutan Pemenang Mentawai Surf Competition 2011
Class Pro:
1. Agus Frimanto (Bali) dengan poin 13,25
2. Putra Hermawan (Bali) dengan poin 8.40
Class master division:
1. Juara I Ketut Wirtawan (Bali) dengan poin 10.00
2. Juara II Wayan Wirtama (Bali) dengan poin 9.60
3. Ketut Juliarta (Bali) dengan point 7,15
***
Agus Firmanto putra Lembongan Bali berhasil menjuarai event selancar tingkat nasional yang untuk kali pertama digelar di Mentawai itu setelah pada final menyingkirkan rivalnya, juga dari Bali, Putra Hermawan, yang pada 2010 menjuarai Coca-Cola ISC Tour Open 2010.
Sebelum mencapai babak final, Agus juga mengalahkan surfer Jawa Barat, Dede Suryana, pada putaran 4 babak semifinal dengan perolehan 9 poin gelombang di dua menit terakhir.
Penyelenggaraan kompetisi surfing tahunan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) itu merupakan event kedua dari kegiatan serupa yang pernah digelar pada 2010, tetapi pada tahun ini pihak Disbudparpora menggandeng International Pro Surfing Tour (ISC) sebagai pelaksana teknis dalam kegiatan.
Penutupan kompetisi di kawasan Pantai Katiet, Desa Bosua Sipora Selatan, Mentawai, pada hari Jumat diisi dengan kegiatan bersih lingkungan pantai yang dipimpin langsung Tipi Jabrik dari Tim Coca-Cola ISC.
Tipi Jabrik yang juga kakak kandung artis Luna Maya itu secara simpatik mengajak penduduk setempat untuk bersama membersihkan pantai di kawasan Pantai Katiet, dan juga memberikan suvenir berupa stiker dan t-shirt produk Coca-Cola ISC.
"Kompetisi ini digelar tidak hanya untuk pengembangan olahraga surfing, tetapi yang lebih penting menimbulkan kesadaran terhadap lingkungan, salah satunya tentu dengan menjaga pantai agar tetap bersih," ujarnya.
Kepala Disbudparpora Mentawai Desti Seminora menyatakan terima kasih kepada pihak ISC yang telah menyelesaikan tugasnya selaku penyelenggara teknis kompetisi secara baik, dan dia menjanjikan akan menggelar ivent serupa pada tahun depan di Siberut.
"Saya puas dan senang melihat kesuksesan pihak ISC sebagai EO (penyelenggara acara) kita dalam kompetisi surfing tahun ini, bahkan ISC pada penutupan ini juga mengajak masyarakat untuk bersama membersihkan pantai. Mudah-mudahan kita akan gelar lagi ivent ini secara lebih profesional di Siberut tahun depan," kata Desti.
Kompetisi surfing yang sepenuhnya menggunakan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mentawai sebesar Rp 688 juta lebih itu diikuti 60 atlet surfing. Terdiri 29 atlet yang mendaftar via ISC, 21 atlet dari Bali, 15 atlet dari Jawa Barat, 12 atlet dari Padang, 4 atlet finalis kompetisi surfing tahun 2010, dan 7 atlet dari Mentawai untuk kelas open.
Panitia menyediakan hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta untuk juara I, Rp12,5 juta untuk juara II, dan juara III mendapat uang tunai sebesar Rp 10 juta.
Adapun juara harapan masing-masing mendapat Rp 7,5 juta untuk juara harapan I, Rp 5 juta untuk harapan II, dan juara harapan II mendapat Rp 2,5 juta. Acara penutupan secara resmi dan penyerahan hadiah akan dilakukan di Tuapejat oleh Wakil Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet Sabtu (25/6/2011).
Urutan Pemenang Mentawai Surf Competition 2011
Class Pro:
1. Agus Frimanto (Bali) dengan poin 13,25
2. Putra Hermawan (Bali) dengan poin 8.40
Class master division:
1. Juara I Ketut Wirtawan (Bali) dengan poin 10.00
2. Juara II Wayan Wirtama (Bali) dengan poin 9.60
3. Ketut Juliarta (Bali) dengan point 7,15
***
Minggu, 12 Desember 2010
35 Peselancar Ikuti Kontes "Surfing" Nasional
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Cilacap - Sebanyak 35 peselancar dari tujuh klub mengikuti Kontes "Surfing" Nasional Tahun 2010 di Pantai Indah Widarapayung, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.
- "Tujuh klub ini berasal dari Pangandaran, Batukaras, Cimaja, Bali, Lumajang, Pantai Carita, dan tuan rumah Widarapayung," kata Ketua Panitia Kontes "Surfing" Nasional Tahun 2010, Iqbalulmurid, di Pantai Indah Widarapayung.
Menurut dia, kontes itu terbagi dalam tiga kelas, yakni "grommet" dengan peserta di bawah usia 14 tahun, "open", dan atraksi dengan penilaian keindahan bermain di antara deburan ombak.
Ia mengatakan, total hadiah yang diperebutkan dalam kontes ini senilai Rp15 juta.
"Kontes ini merupakan yang pertama kali digelar di Pantai Indah Widarapayung maupun di Jawa Tengah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dalam rangka promosi wisata Kabupaten Cilacap, khususnya Pantai Indah Widarapayung," katanya.
Dalam hal ini, dia mengatakan, pihaknya berharap keindahan Pantai Indah Widarapayung akan semakin dikenal oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara khususnya penggemar "surfing" melalui kontes tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, kontes tersebut juga dihadiri oleh empat peninjau dari Australia dan Spanyol.
"Hanya saja para pelaku wisata di Widarapayung masih terkendala dalam penguasaan bahasa Inggris. Untuk itu kami terus berupaya membekali mereka dengan memberi kursus bahasa Inggris sebagai persiapan menyambut wisatawan mancanegara pascakegiatan ini," katanya.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Menurut dia, kontes itu terbagi dalam tiga kelas, yakni "grommet" dengan peserta di bawah usia 14 tahun, "open", dan atraksi dengan penilaian keindahan bermain di antara deburan ombak.
Ia mengatakan, total hadiah yang diperebutkan dalam kontes ini senilai Rp15 juta.
"Kontes ini merupakan yang pertama kali digelar di Pantai Indah Widarapayung maupun di Jawa Tengah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dalam rangka promosi wisata Kabupaten Cilacap, khususnya Pantai Indah Widarapayung," katanya.
Dalam hal ini, dia mengatakan, pihaknya berharap keindahan Pantai Indah Widarapayung akan semakin dikenal oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara khususnya penggemar "surfing" melalui kontes tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, kontes tersebut juga dihadiri oleh empat peninjau dari Australia dan Spanyol.
"Hanya saja para pelaku wisata di Widarapayung masih terkendala dalam penguasaan bahasa Inggris. Untuk itu kami terus berupaya membekali mereka dengan memberi kursus bahasa Inggris sebagai persiapan menyambut wisatawan mancanegara pascakegiatan ini," katanya.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Selasa, 09 November 2010
Asian Games XVI Angin Kencang Bisa Untungkan Oka
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Angin kencang yang berembus di perairan Guangzhou saat ini akan sangat menguntungkan atlet layar Indonesia Oka Sulaksana pada Asian Games Ke-16 Di Guangzhou, China. Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) Djoko Pramono.
- Menurutnya, Oka bukan mustahil pula dapat menyumbangkan medali emas bagi Indonesia bila angin terus bertiup kencang seperti ini pada saat pertandingan nanti.
"Oka justru tampil bagus di cuaca seperti itu. Apalagi dia pernah merebut emas pada dua kali Asian Games, tahun 1998 dan 2000," tutur Djoko yang juga Ketua Bidang Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Oka, yang kini berusia 34 tahun, belum ada saingannya di Indonesia. Karena itulah dia masih menjadi andalan Indonesia pada cabang olahraga ini, tambah Djoko.
Untuk layar, atlet berusia 34 tahun masih bisa berprestasi. Bahkan menurut Djoko, juara olimpiade di Beijing 2008 usianya 39 tahun. Jadi, pada usia di atas 39 tahun atlet layar malah dapat mencapai tingkat kematangannya.
Tentang potensi atlet layar lainnya, Djoko menyebut nama Ario Dipo Subagio pada nomor hobby yang diawaki dua orang. Sayangnya pada kejuaraan Asia Pasifik belum lama ini hasil yang dia capai kurang menggembirakan.
"Saya kemudian memanggil pelatih, tim manajer, dan semua yang terkait. Dari pertemuan dan diskusi itulah saya mendapatkan kesimpulan bahwa latihannya kurang memadai. Hal ini juga kesalahan saya selaku Ketua Umum PB Porlasi yang kurang memberikan perhatian. Hal ini disebabkan kesibukan saya," tutur Djoko dengan terus-terang.
Setelah itu, Djoko mengaku mengambilalih penanganan Dipo. "Kru saya ganti mendadak. Demikian pula Manajer Tim. Dipo kemudian dipasangkan dengan Sujatmiko yang selama ini menjadi saingan utama Dipo.
Djoko mengaku sadar bahwa pemasangan dua saingan ini berisiko, karena dapat saja keduanya tidak mau mengalah tentang siapa yang berhak menjadi nakhoda. Sempat terlintas di benak Djoko bahwa kedua atlet tersebut bisa saja berantem di laut, namun setelah program latihan dijalani ternyata tidak ada masalah.
Selain kedua atlet itu dipasangkan, jadwal latihan ditambah dari seminggu dua kali menjadi seminggu lima kali.
Selain tiga atlet tersebut, Indonesia juga akan mengikutsertakan Ratiah dan Hoiriyah di Guangzhou nanti. Indonesia menargetkan memperbaiki peringkat dari posisi ke-22 pada Asian Games Ke-15 di Doha, Qatar, 2006.
Ada tujuh cabang olahraga yang diprediksi dapat merebut medali emas bagi Kontingen Indonesia, yakni angkat besi, bulu tangkis, boling, dayung perahu naga, karate, wushu, dan voli pantai. Pada Asian Games ke-15 empat tahun lalu, Indonesia merebut dua medali emas (boling dan bulu tangkis), 4 perak, dan 4 perunggu.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
"Oka justru tampil bagus di cuaca seperti itu. Apalagi dia pernah merebut emas pada dua kali Asian Games, tahun 1998 dan 2000," tutur Djoko yang juga Ketua Bidang Sport Development Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Oka, yang kini berusia 34 tahun, belum ada saingannya di Indonesia. Karena itulah dia masih menjadi andalan Indonesia pada cabang olahraga ini, tambah Djoko.
Untuk layar, atlet berusia 34 tahun masih bisa berprestasi. Bahkan menurut Djoko, juara olimpiade di Beijing 2008 usianya 39 tahun. Jadi, pada usia di atas 39 tahun atlet layar malah dapat mencapai tingkat kematangannya.
Tentang potensi atlet layar lainnya, Djoko menyebut nama Ario Dipo Subagio pada nomor hobby yang diawaki dua orang. Sayangnya pada kejuaraan Asia Pasifik belum lama ini hasil yang dia capai kurang menggembirakan.
"Saya kemudian memanggil pelatih, tim manajer, dan semua yang terkait. Dari pertemuan dan diskusi itulah saya mendapatkan kesimpulan bahwa latihannya kurang memadai. Hal ini juga kesalahan saya selaku Ketua Umum PB Porlasi yang kurang memberikan perhatian. Hal ini disebabkan kesibukan saya," tutur Djoko dengan terus-terang.
Setelah itu, Djoko mengaku mengambilalih penanganan Dipo. "Kru saya ganti mendadak. Demikian pula Manajer Tim. Dipo kemudian dipasangkan dengan Sujatmiko yang selama ini menjadi saingan utama Dipo.
Djoko mengaku sadar bahwa pemasangan dua saingan ini berisiko, karena dapat saja keduanya tidak mau mengalah tentang siapa yang berhak menjadi nakhoda. Sempat terlintas di benak Djoko bahwa kedua atlet tersebut bisa saja berantem di laut, namun setelah program latihan dijalani ternyata tidak ada masalah.
Selain kedua atlet itu dipasangkan, jadwal latihan ditambah dari seminggu dua kali menjadi seminggu lima kali.
Selain tiga atlet tersebut, Indonesia juga akan mengikutsertakan Ratiah dan Hoiriyah di Guangzhou nanti. Indonesia menargetkan memperbaiki peringkat dari posisi ke-22 pada Asian Games Ke-15 di Doha, Qatar, 2006.
Ada tujuh cabang olahraga yang diprediksi dapat merebut medali emas bagi Kontingen Indonesia, yakni angkat besi, bulu tangkis, boling, dayung perahu naga, karate, wushu, dan voli pantai. Pada Asian Games ke-15 empat tahun lalu, Indonesia merebut dua medali emas (boling dan bulu tangkis), 4 perak, dan 4 perunggu.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Senin, 25 Oktober 2010
Surfer Australia & Ombak Bali Sehati di Oakley ASP WPJ 2010
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - KERAMAS - Kendati memiliki pantai indah dengan ombak yang menawan, Indonesia belum mampu mencetak surfer muda yang berprestasi dunia. Buktinya, para duta olahraga Indonesia masih kalah piawai dengan wakil Australia dalam urusan menari di atas papan luncur.
-Andalah Merah Putih tidak berhasil meladeni surfer Australia pada final Oakley ASP World Pro Junior 2010 di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, dua pekan silam atau 8 Oktober 2010. Dua pilar Negeri Kanguru ini Jack Freestone (putra) dan Tyler Wright (putri) memenangi event terbesar ASP World Junior Tour (WJT) dalam sesi heat yang menegangkan dengan kondisi ombak setinggi 4-6ft (1.5-2m) di Bali.
Meskipun diiringi hujan dan onshore wind saat pertandingan dimulai, Keramas telah menjadi saksi aksi terbaik para surfer muda saat perempat final, semifinal hingga final kedua divisi diadakan.
Pada final itu benar-benar terasa berbeda dari perhelatan sebelumnya, di mana kali ini para finalis benar-benar menyajikan performa terbaik. Mereka mencurahkan seluruh energi dan menyuguhkan serangkaian manuver demi satu tujuan, yaitu memenangkan tropi Oakley ASP World Pro Junior 2010.
Freestone, yang masih belia menjadi pemenang pertama dengan mengalahkan Dale Staples (ZAF) 19 tahun di babak final divisi pria melalui pertarungan ketat dan menegangkan.
Diwarnai perpanjangan waktu selama 35 menit, Freestone benar-benar menggunakan set ombak yang ada untuk menghabiskan energi terakhir menembus barrel. Dia juga mengkombinasi pertarungan ini dengan aksi manuver yang mengagumkan. Kerja kerasnya pun menghasilkan poin tertinggi 9.57 poin (mendekati poin 10).
Di penghujung set, Freestone akhirnya mendominasi keseluruhan babak final pria dengan menambah poin tinggi 4.27 melalui total dua wave. Tapi tidak mudah bagi Freestone untuk merebut mahkota juara. Dia nyaris dikalahkan Staples saat babak penentuan, di momen paling kritis yang cukup mendebarkan para juri termasuk yang hadir saat itu.
Melalui sisa waktu 15 detik, Staples yang mendapat giliran setelah Freestone hampir saja menguburkan impian surfer muda Australia itu untuk menjadi juara kontes kali ini, saat Staples mendapatkan sesi ombak terbaiknya, naik keatas barel untuk melakukan manuver akhir. Sayang, ia gagal menuntaskan aksi pamungkasnya.
“Saya benar-benar bahagia, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan” ujar Freestone bahagia.
“Momen tadi sungguh mendebarkan. Sungguh gila. Saya kira dia (Staples) akan berhasil menembus barrel itu. Saya benar-benar tegang. Tapi sekarang saya lega,” paparnya.
Freestone menyelesaikan pertarungan mendebarkan itu dengan 13.84 poin dengan total two-wave (mendekati poin 20) untuk mengantungi grand prize sebesar US$10,000 dan mengumpulkan 10,000 poin atas kemenangannya ini.
Dan ketika babak final berakhir, Freestone-pun diusung oleh keluarganya keluar dari spot bersama yang hadir saat itu untuk merayakan kemenangannya.
“Ini adalah kemenangan yang paling berharga untukku. Saya melewati heat demi heat dengan susah payah, tapi akhirnya semuanya telah selesai. Saya tidak bisa mengungkapkan perasaanku,” bebernya.
Dengan prestasi ini, Freestone juga berhasil mencuri perhatian publik akan kemunculan signifikan surfer-surfer muda berbakat dari Australia yang patut diperhitungkan.
Surfer muda yang berasal dari Gold Coast ini mengasah keahliannya menjajal ombak saat ia di Snapper Rocks, Gold Coast. Tidak mudah ia mendapatkan gelar ini. Ia harus menjalani pertarungan sengit dengan Nat Young (USA) di perempat final, dengan Caio Ibelli (BRA) di semifinal, sebelum akhirnya berhasil masuk final dan menaklukan Stapples (ZAF).
Staples, yang hanya mampu mengumpulkan total 8.44 poin yaitu 5.67 dan 2.27 poin di heat terakhirnya, cukup senang dengan hasil ini.
“Saya benar-benar merasa tegang saat ingin mencetak poin tinggi, ujar Staples,” yang mendapatkan posisi kedua dan mengantungi US$5,000.
“Juara kedua sudah cukup bagiku. Aku cukup puas bisa mengalahkan beberapa surfer muda terbaik di dunia untuk bisa masuk ke babak final. Dan aku pantas mendapatkannya.” lanjutnya. Staples mengakui kecemasannya saat memasuki babak final.
“Saya benar-benar tegang. “Saya menunggu set ombak yang bagus sepanjang babak final ini. Tapi tidak kunjung datang. Akhirnya saya cuman berharap akan ada set ombak yang sempurna pada saat-saat akhir, tapi tidak juga kunjung datang,” ceritanya.
Staples, yang berdomisili di St Francis Bay, Afrika Selatan memperoleh tiket untuk perhelatan kedua ASP WJT, dan mendapatkan ranking kedua dengan total 8,000 poin.
Di pembukaan babak semi final, Freestone menaklukan Caio Ibelli (BRA) yang harus puas mengantungi 11.83 poin, dengan total ombak 12.84 poin.
Sesaat setelah kedua surfer tersebut mencetak 7 poin diawal putaran, Freestone tampaknya cukup sabar untuk mendapatkan sesi ombak yang baik untuk mencetak 5.67 poin (mendekati poin 10), saat Ibelli mengganti papan nya yang patah ketika ia mencoba melakukan sebuah manuver.
Ibelli sendiri membutuhkan poin 5.34 untuk bisa masuk ke putaran final yang didominasi oleh Freestone selama 30-menit babak semifinal. Ibelli sebenarnya mendapatkan spot ombak yang cukup bagus setelahnya, tapi tidak cukup untuk mengalahkan Freestone. Surfer muda berbakat asal Brazil ini mendapatkan posisi ketiga, dengan 6.500 poin dan uang sejumlah US$3,000.
Sebelumnya, babak semi final kedua menghadirkan dua surfer muda berbakat, Staples melawan Mitch Crews (AUS). Di 5 menit awal, Crews sendiri sebetulnya sudah terlihat akan mendominasi babak ini, mencetak 6.83 dan 8.50 poin.
Tapi Staples bangkit mengejar ketinggalannya. Dengan waktu tersisa 7 menit, Stapples berusaha mencari spot terbaik untuk membuktikan eksistensinya lewat aksi menembus barrel yang cukup panjang dengan sempurna dan langsung mencetak kemenangan melalui poin 9.33 (mendekati 10 poin)!
Dengan begitu, Crews memperoleh posisi ke 3 dan mengantungi 6,600 poin dan membawa pulang total uang US$3,000.
Menempati urutan ke 5 yaitu Nat Young (USA), Conner Coffin (USA), Kiron Jabour (HAW) dan Evan Thompson (USA) yang semuanya tereliminasi di babak perempat final.
Di bagian divisi putri, Wright berhasil mendapatkan mahkota ASP Women World Junior, mengantungi 13.40 poin dengan mengalahkan Alizee Arnaud yang hanya mengantungi 12.67 poin.
“Benar-benar pertarungan yang luar biasa,” ujar Wright, sesaat setelah mengantungi hadiah sebesar US$ dan meraup 10,000 poin yang mengantarkannya ke posisi puncak ranking ASP Women World Junior.
“Alizee (Arnaud) mencuri poin terlebih dahulu. Aku tahu jika ingin menang, aku harus mendapatkan poin lebih saat ombak berikutnya. Dan aku berhasil, aku bangga sekali.”
Wright berhasil melakukannya di 5 menit terakhir dengan mencetak 7.50 poin yang menghantarkannya menjadi juara dunia.
Bintang surfer muda asal Lennox Head, Northern NSW Australia ini memang mendominasi setiap heat sejak babak awal sampai putaran final, dan selalu mencetak poin tertinggi setiap babaknya.
Di peringkat ketiga yaitu Sage Erickson (USA) dan Airini Mason (NZL) yang sama-sama tersingkir di babak semi final.
Pada awal putaran final, juara ASP Women World Junior Laura Enever (AUS) dikalahkan oleh Arnaud (FRA) di babak perempat final.
Perhelatan kedua turnamen ASP World Junior Tour akan kembali tahun depan, tanggal 8 Januari 2011 di Narrabean, Australia *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Meskipun diiringi hujan dan onshore wind saat pertandingan dimulai, Keramas telah menjadi saksi aksi terbaik para surfer muda saat perempat final, semifinal hingga final kedua divisi diadakan.
Pada final itu benar-benar terasa berbeda dari perhelatan sebelumnya, di mana kali ini para finalis benar-benar menyajikan performa terbaik. Mereka mencurahkan seluruh energi dan menyuguhkan serangkaian manuver demi satu tujuan, yaitu memenangkan tropi Oakley ASP World Pro Junior 2010.
Freestone, yang masih belia menjadi pemenang pertama dengan mengalahkan Dale Staples (ZAF) 19 tahun di babak final divisi pria melalui pertarungan ketat dan menegangkan.
Diwarnai perpanjangan waktu selama 35 menit, Freestone benar-benar menggunakan set ombak yang ada untuk menghabiskan energi terakhir menembus barrel. Dia juga mengkombinasi pertarungan ini dengan aksi manuver yang mengagumkan. Kerja kerasnya pun menghasilkan poin tertinggi 9.57 poin (mendekati poin 10).
Di penghujung set, Freestone akhirnya mendominasi keseluruhan babak final pria dengan menambah poin tinggi 4.27 melalui total dua wave. Tapi tidak mudah bagi Freestone untuk merebut mahkota juara. Dia nyaris dikalahkan Staples saat babak penentuan, di momen paling kritis yang cukup mendebarkan para juri termasuk yang hadir saat itu.
Melalui sisa waktu 15 detik, Staples yang mendapat giliran setelah Freestone hampir saja menguburkan impian surfer muda Australia itu untuk menjadi juara kontes kali ini, saat Staples mendapatkan sesi ombak terbaiknya, naik keatas barel untuk melakukan manuver akhir. Sayang, ia gagal menuntaskan aksi pamungkasnya.
“Saya benar-benar bahagia, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan” ujar Freestone bahagia.
“Momen tadi sungguh mendebarkan. Sungguh gila. Saya kira dia (Staples) akan berhasil menembus barrel itu. Saya benar-benar tegang. Tapi sekarang saya lega,” paparnya.
Freestone menyelesaikan pertarungan mendebarkan itu dengan 13.84 poin dengan total two-wave (mendekati poin 20) untuk mengantungi grand prize sebesar US$10,000 dan mengumpulkan 10,000 poin atas kemenangannya ini.
Dan ketika babak final berakhir, Freestone-pun diusung oleh keluarganya keluar dari spot bersama yang hadir saat itu untuk merayakan kemenangannya.
“Ini adalah kemenangan yang paling berharga untukku. Saya melewati heat demi heat dengan susah payah, tapi akhirnya semuanya telah selesai. Saya tidak bisa mengungkapkan perasaanku,” bebernya.
Dengan prestasi ini, Freestone juga berhasil mencuri perhatian publik akan kemunculan signifikan surfer-surfer muda berbakat dari Australia yang patut diperhitungkan.
Surfer muda yang berasal dari Gold Coast ini mengasah keahliannya menjajal ombak saat ia di Snapper Rocks, Gold Coast. Tidak mudah ia mendapatkan gelar ini. Ia harus menjalani pertarungan sengit dengan Nat Young (USA) di perempat final, dengan Caio Ibelli (BRA) di semifinal, sebelum akhirnya berhasil masuk final dan menaklukan Stapples (ZAF).
Staples, yang hanya mampu mengumpulkan total 8.44 poin yaitu 5.67 dan 2.27 poin di heat terakhirnya, cukup senang dengan hasil ini.
“Saya benar-benar merasa tegang saat ingin mencetak poin tinggi, ujar Staples,” yang mendapatkan posisi kedua dan mengantungi US$5,000.
“Juara kedua sudah cukup bagiku. Aku cukup puas bisa mengalahkan beberapa surfer muda terbaik di dunia untuk bisa masuk ke babak final. Dan aku pantas mendapatkannya.” lanjutnya. Staples mengakui kecemasannya saat memasuki babak final.
“Saya benar-benar tegang. “Saya menunggu set ombak yang bagus sepanjang babak final ini. Tapi tidak kunjung datang. Akhirnya saya cuman berharap akan ada set ombak yang sempurna pada saat-saat akhir, tapi tidak juga kunjung datang,” ceritanya.
Staples, yang berdomisili di St Francis Bay, Afrika Selatan memperoleh tiket untuk perhelatan kedua ASP WJT, dan mendapatkan ranking kedua dengan total 8,000 poin.
Di pembukaan babak semi final, Freestone menaklukan Caio Ibelli (BRA) yang harus puas mengantungi 11.83 poin, dengan total ombak 12.84 poin.
Sesaat setelah kedua surfer tersebut mencetak 7 poin diawal putaran, Freestone tampaknya cukup sabar untuk mendapatkan sesi ombak yang baik untuk mencetak 5.67 poin (mendekati poin 10), saat Ibelli mengganti papan nya yang patah ketika ia mencoba melakukan sebuah manuver.
Ibelli sendiri membutuhkan poin 5.34 untuk bisa masuk ke putaran final yang didominasi oleh Freestone selama 30-menit babak semifinal. Ibelli sebenarnya mendapatkan spot ombak yang cukup bagus setelahnya, tapi tidak cukup untuk mengalahkan Freestone. Surfer muda berbakat asal Brazil ini mendapatkan posisi ketiga, dengan 6.500 poin dan uang sejumlah US$3,000.
Sebelumnya, babak semi final kedua menghadirkan dua surfer muda berbakat, Staples melawan Mitch Crews (AUS). Di 5 menit awal, Crews sendiri sebetulnya sudah terlihat akan mendominasi babak ini, mencetak 6.83 dan 8.50 poin.
Tapi Staples bangkit mengejar ketinggalannya. Dengan waktu tersisa 7 menit, Stapples berusaha mencari spot terbaik untuk membuktikan eksistensinya lewat aksi menembus barrel yang cukup panjang dengan sempurna dan langsung mencetak kemenangan melalui poin 9.33 (mendekati 10 poin)!
Dengan begitu, Crews memperoleh posisi ke 3 dan mengantungi 6,600 poin dan membawa pulang total uang US$3,000.
Menempati urutan ke 5 yaitu Nat Young (USA), Conner Coffin (USA), Kiron Jabour (HAW) dan Evan Thompson (USA) yang semuanya tereliminasi di babak perempat final.
Di bagian divisi putri, Wright berhasil mendapatkan mahkota ASP Women World Junior, mengantungi 13.40 poin dengan mengalahkan Alizee Arnaud yang hanya mengantungi 12.67 poin.
“Benar-benar pertarungan yang luar biasa,” ujar Wright, sesaat setelah mengantungi hadiah sebesar US$ dan meraup 10,000 poin yang mengantarkannya ke posisi puncak ranking ASP Women World Junior.
“Alizee (Arnaud) mencuri poin terlebih dahulu. Aku tahu jika ingin menang, aku harus mendapatkan poin lebih saat ombak berikutnya. Dan aku berhasil, aku bangga sekali.”
Wright berhasil melakukannya di 5 menit terakhir dengan mencetak 7.50 poin yang menghantarkannya menjadi juara dunia.
Bintang surfer muda asal Lennox Head, Northern NSW Australia ini memang mendominasi setiap heat sejak babak awal sampai putaran final, dan selalu mencetak poin tertinggi setiap babaknya.
Di peringkat ketiga yaitu Sage Erickson (USA) dan Airini Mason (NZL) yang sama-sama tersingkir di babak semi final.
Pada awal putaran final, juara ASP Women World Junior Laura Enever (AUS) dikalahkan oleh Arnaud (FRA) di babak perempat final.
Perhelatan kedua turnamen ASP World Junior Tour akan kembali tahun depan, tanggal 8 Januari 2011 di Narrabean, Australia *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Jumat, 08 Oktober 2010
Kejuaraan Selancar Dunia Yunior Oakley: Australia Rajai Selancar di Bali
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - GIANYAR — Dua peselancar putra dan putri Australia, Jack Freestone (18) dan Tyler Wright (16), menjuarai Kejuaraan Selancar Dunia Yunior Oakley yang digelar di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, Jumat (8/10/2010).
- Di tengah gulungan ombak besar dan cuaca yang didominasi mendung dan angin cukup kencang, Freestone dan Wright mampu mengungguli para peselancar lainnya pada lomba tahunan yang digelar Asosiasi Selancar Profesional (ASP) itu.
"Menakjubkan, hari ini sangat fantastis. Saya sulit untuk menggambarkan kemenangan ini," kata Freestone.
Para juri menyatakan, dua remaja asal "Negeri Kanguru" itu pantas mempunyai masa depan yang lebih cemerlang di dunia selancar dunia. Atas prestasi mereka, Freestone berhak menggondol hadiah berupa uang senilai 10.000 dollar AS, sementara Wright senilai 5.000 dollar AS.
Lomba ini menjadi perhelatan pertama ASP World Junior Tour (WJT), tempat para peselancar bersaing dan beraksi di tengah dahsyatnya ombak Pantai Keramas. Inagurasi WJT kali ini diramaikan oleh perwakilan dari ASP Australasia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan ASP Eropa; lima wakil ASP Afrika; ASP Hawaii; ASP Jepang; ditambah beberapa perwakilan untuk melengkapi 48 peserta pria yang ada.
Acara bergengsi ini juga menampilkan 18 peserta wanita. Sang juaranya berhak dimahkotai ASP Women s World Junior Champion.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
"Menakjubkan, hari ini sangat fantastis. Saya sulit untuk menggambarkan kemenangan ini," kata Freestone.
Para juri menyatakan, dua remaja asal "Negeri Kanguru" itu pantas mempunyai masa depan yang lebih cemerlang di dunia selancar dunia. Atas prestasi mereka, Freestone berhak menggondol hadiah berupa uang senilai 10.000 dollar AS, sementara Wright senilai 5.000 dollar AS.
Lomba ini menjadi perhelatan pertama ASP World Junior Tour (WJT), tempat para peselancar bersaing dan beraksi di tengah dahsyatnya ombak Pantai Keramas. Inagurasi WJT kali ini diramaikan oleh perwakilan dari ASP Australasia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan ASP Eropa; lima wakil ASP Afrika; ASP Hawaii; ASP Jepang; ditambah beberapa perwakilan untuk melengkapi 48 peserta pria yang ada.
Acara bergengsi ini juga menampilkan 18 peserta wanita. Sang juaranya berhak dimahkotai ASP Women s World Junior Champion.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Selasa, 28 September 2010
Kakak Kandung Luna Maya, Tipi Jabrik, Juara Selancar Thailand
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Surabaya - Peselancar nasional, Tipi Jabrik, berhasil menjuarai kategori "Men`s Open" dalam kompetisi selancar "Quicksilver Thailand 2010".
- Kakak kandung aktris Luna Maya yang keberangkatannya ke Thailand disponsori Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) itu berhak atas uang tunai 1.500 dolar AS dari panitia.
"Saya beruntung karena mendapatkan ombak terakhir. Saya bisa bertahan di ombak terakhir itu," kata Tipi dalam siaran pers yang dikirimkan Media Komunikasi PT CCAI kepada ANTARA di Surabaya, Selasa malam.
Di ajang tersebut dia berhasil mematahkan perlawanan dua kompetitornya, yakni peselancar Australia Michael Anthony dan peselancar tuan rumah Jakapan Thongnak.
"Saya berharap `event` itu menjadi langkah awal saya untuk mengembangkan olahraga selancar di Thailand," kata Duta CSR PT CCAI itu.
Hadiah yang diperolehnya di Phuket itu kemudian di sumbangkan pada organisasi selancar di Thailand.
"Selanjutnya saya akan mendorong peselancar Thailand untuk bertanding di Indonesia," katanya.
Selain berkarier di bidang selancar secara profesional, Tipi juga dikenal memiliki komitmen membesarkan olahraga selancar di Indonesia.
Dia juga memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. Bentuk kepedulian itu ditunjukkannya dalam program kegiatan "Bali Beach Clean Up" dan "Eco-Education Mobile".
Pada 2004, Tipi dan rekan-rekan sesama peselancar profesional mendirikan Indonesian Surfing Championship (ISC) sebagai upaya untuk mengembangkan olahraga selancar di Indonesia dengan menyediakan arena pertandingan yang memiliki kredibilitas tinggi bagi para peselancar lokal.
ISC juga diproyeksikan sebagai ajang kejuaraan selancar di Indonesia yang mendapat pengakuan dunia internasional.
Atas keberhasilan Tipi, Direktur Pelayanan Bisnis PT CCAI memberikan ucapan selamat. "Dia atlet asal Indonesia yang sangat membanggakan karena berhasil masuk dalam World Qualifying Series (WQS)," katanya.
Menuru dia, para atlet muda berbakat itu dapat memberikan inspirasi bagi kalangan muda Indonesia dalam menatap masa depan. *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
"Saya beruntung karena mendapatkan ombak terakhir. Saya bisa bertahan di ombak terakhir itu," kata Tipi dalam siaran pers yang dikirimkan Media Komunikasi PT CCAI kepada ANTARA di Surabaya, Selasa malam.
Di ajang tersebut dia berhasil mematahkan perlawanan dua kompetitornya, yakni peselancar Australia Michael Anthony dan peselancar tuan rumah Jakapan Thongnak.
"Saya berharap `event` itu menjadi langkah awal saya untuk mengembangkan olahraga selancar di Thailand," kata Duta CSR PT CCAI itu.
Hadiah yang diperolehnya di Phuket itu kemudian di sumbangkan pada organisasi selancar di Thailand.
"Selanjutnya saya akan mendorong peselancar Thailand untuk bertanding di Indonesia," katanya.
Selain berkarier di bidang selancar secara profesional, Tipi juga dikenal memiliki komitmen membesarkan olahraga selancar di Indonesia.
Dia juga memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar. Bentuk kepedulian itu ditunjukkannya dalam program kegiatan "Bali Beach Clean Up" dan "Eco-Education Mobile".
Pada 2004, Tipi dan rekan-rekan sesama peselancar profesional mendirikan Indonesian Surfing Championship (ISC) sebagai upaya untuk mengembangkan olahraga selancar di Indonesia dengan menyediakan arena pertandingan yang memiliki kredibilitas tinggi bagi para peselancar lokal.
ISC juga diproyeksikan sebagai ajang kejuaraan selancar di Indonesia yang mendapat pengakuan dunia internasional.
Atas keberhasilan Tipi, Direktur Pelayanan Bisnis PT CCAI memberikan ucapan selamat. "Dia atlet asal Indonesia yang sangat membanggakan karena berhasil masuk dalam World Qualifying Series (WQS)," katanya.
Menuru dia, para atlet muda berbakat itu dapat memberikan inspirasi bagi kalangan muda Indonesia dalam menatap masa depan. *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Kamis, 23 September 2010
Dua Atlet Nasional Selancar Angin Sulsel Memperkuat Pra Pon
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Makassar:Dua atlet nasional akan memperkuat tim Sulawesi Selatan pada Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra Pon) yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada Juni tahun depan di cabang olahraga selancar angin.
- Atlet tersebut adalah Fadli Faisal yang turun di kelas RSX Man dan Rivanti Natalia yang turun di kelas RSX Women. Hal ini dikemukakan pelatih selancar angin Sulawesi Selatan Yusuf Pratama Putra.
Dua atlet itu merupakan atlet unggulan Sulawesi Selatan pada cabang olahraga ini dari 12 atlet, jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung di Riau dua bulan setelah Pra PON di gelar. "Target kami meraih emas putra dan putri pada Pra PON ini," kata Yusuf.
Ia berharap mampu mendulang prestasi tersebut, paling tidak bisa lebih dari tahun lalu. Untuk mempersiapkan atletnya pada Pra PON ini ia sering melakukan latihan fisik selam seminggu berupa Jogging di Lapangan Hasanuddin, push-up dan sit up.
latihan selancar teknik race di laut juga dilakukan Putra. Adapun kelas yang dipertandingkan pada cabang ini yaitu RSX Man, RSX Women, RSX Light, Mistral Onedesain dan RSX women dan Big Techno (kelas Yunior).
"Setelah PON, target kami bisa lolos Seagames yang di gelar di Jakarta pada tahun 2011." ucap Yusuf.
Kemampuan atletnya tidak perlu diragukan karena baru-baru mengikuti kejuaraan selancar angin disabang Aceh bulan Juli. Tiga emas satu perak dan di Ambon kejuaraan Sail Banda bulan Agustus.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Dua atlet itu merupakan atlet unggulan Sulawesi Selatan pada cabang olahraga ini dari 12 atlet, jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung di Riau dua bulan setelah Pra PON di gelar. "Target kami meraih emas putra dan putri pada Pra PON ini," kata Yusuf.
Ia berharap mampu mendulang prestasi tersebut, paling tidak bisa lebih dari tahun lalu. Untuk mempersiapkan atletnya pada Pra PON ini ia sering melakukan latihan fisik selam seminggu berupa Jogging di Lapangan Hasanuddin, push-up dan sit up.
latihan selancar teknik race di laut juga dilakukan Putra. Adapun kelas yang dipertandingkan pada cabang ini yaitu RSX Man, RSX Women, RSX Light, Mistral Onedesain dan RSX women dan Big Techno (kelas Yunior).
"Setelah PON, target kami bisa lolos Seagames yang di gelar di Jakarta pada tahun 2011." ucap Yusuf.
Kemampuan atletnya tidak perlu diragukan karena baru-baru mengikuti kejuaraan selancar angin disabang Aceh bulan Juli. Tiga emas satu perak dan di Ambon kejuaraan Sail Banda bulan Agustus.*** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Selasa, 14 September 2010
67 Peselancar Dunia Ikuti Nembrala-Bo'a Surfing Competition 2010
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - KUPANG - Sebanyak 67 peselancar mancanegara, tampil di Nembrala-Bo'a Surfing Competition 2010 di Pantai Wisata Nemberala dan Boa di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung hari ini (Selasa) hingga Sabtu (18/9).
-Mereka di antaranya berasal dari Australia, Amerika, dan Jerman, dan peselancar senior dari Bali. Sejumlah peselancar yunior asal Rote juga sudah mendaftar untuk tampil bersama pelancar lainnya. Kompetisi digelar di Pantai Wisata Nemberala dan Boa di ujung selatan Pulau Rote ini disebut-sebut memiliki ombak terbaik di Indonesia setelah Kuta di Bali. Panitia menyiapkan hadiah ratusan juta rupiah dan tropi dari pemerintah daerah setempat.
Lokasi ini hanya berjarak sekitar lima mill dari Pulau Ndana yang merupakan pulau terluar di selatan Indonesia. Akan tetapi situs globalbalsurfer menyebut ombak di Nemberala dan Boa terbaik di dunia.
Kompetisi tahunan itu bertujuan memperkenalkan dua lokasi itu ke seluruh dunia. Hampir setiap bulan, wisatawan mancanegara berkunjung ke daerah itu untuk berselancar sekaligus menikmati panorama pantai berpasir putih.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Jersey Messakh mengatakan, seluruh persiapan menjelang kompetisi sudah rampung termasuk penginapan dan makanan. Hotel dan homestay di Nemberala cukup menampung peserta.
"Wisatawan asing dan domestik tidak perlu ragu datang ke Rote karena semua fasilitas tersedia cukup," katanya, Selasa (14/9).
Dari Kupang peserta akan bertolak menuju Rote dengan kapal cepat selama 2 jam Pelayaran ke Rote sejauh 40 mill menuju Ba'a, ibu kota Rote Ndao, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke selatan pulau tersebut selama satu jam.
Dia mengatakan, pada 2009, kompetisi tersebut menggelar tiga divisi yakni Divisi Open, Divisi Master, dan Divisi Women. Ketika itu, Indonesia meraih peringkat pertama untuk devisi open oleh peselancar Made Widiartha dari Bali. Made Awan juga dari Bali meraih peringkat empat. Peringkat kedua diraih Marlon Gerber asal Swiss dan peringkat ketiga Lee Wilson asal Australia. Made hanya terpaut satu poin dari Gerber yang meraih 6,7. Sedangkan Made berhasil mengumpukan 6,8 poin karena berhasil menaklukan tujuh gulungan ombak.
Adapun divisi master menyisakan peringkat keempat kepada peselancar asal Argentina, Diego. Sedangkan peringkat pertama sampai ketiga diraih Indonesia yakni Made Lapur peringkat pertama, Wayan Widiartha peringkat kedua, dan Made Lana peringkat ketiga.
Begitu pula divisi women, Indonesia meraih tiga juara yakni Nicky Herlani peringkat pertama, Stela dan Cika masing-masing peringkat dua dan empat. Peringkat ketiga diraih Jenifer Mikhota asal Kanada.***
Lokasi ini hanya berjarak sekitar lima mill dari Pulau Ndana yang merupakan pulau terluar di selatan Indonesia. Akan tetapi situs globalbalsurfer menyebut ombak di Nemberala dan Boa terbaik di dunia.
Kompetisi tahunan itu bertujuan memperkenalkan dua lokasi itu ke seluruh dunia. Hampir setiap bulan, wisatawan mancanegara berkunjung ke daerah itu untuk berselancar sekaligus menikmati panorama pantai berpasir putih.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao Jersey Messakh mengatakan, seluruh persiapan menjelang kompetisi sudah rampung termasuk penginapan dan makanan. Hotel dan homestay di Nemberala cukup menampung peserta.
"Wisatawan asing dan domestik tidak perlu ragu datang ke Rote karena semua fasilitas tersedia cukup," katanya, Selasa (14/9).
Dari Kupang peserta akan bertolak menuju Rote dengan kapal cepat selama 2 jam Pelayaran ke Rote sejauh 40 mill menuju Ba'a, ibu kota Rote Ndao, kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke selatan pulau tersebut selama satu jam.
Dia mengatakan, pada 2009, kompetisi tersebut menggelar tiga divisi yakni Divisi Open, Divisi Master, dan Divisi Women. Ketika itu, Indonesia meraih peringkat pertama untuk devisi open oleh peselancar Made Widiartha dari Bali. Made Awan juga dari Bali meraih peringkat empat. Peringkat kedua diraih Marlon Gerber asal Swiss dan peringkat ketiga Lee Wilson asal Australia. Made hanya terpaut satu poin dari Gerber yang meraih 6,7. Sedangkan Made berhasil mengumpukan 6,8 poin karena berhasil menaklukan tujuh gulungan ombak.
Adapun divisi master menyisakan peringkat keempat kepada peselancar asal Argentina, Diego. Sedangkan peringkat pertama sampai ketiga diraih Indonesia yakni Made Lapur peringkat pertama, Wayan Widiartha peringkat kedua, dan Made Lana peringkat ketiga.
Begitu pula divisi women, Indonesia meraih tiga juara yakni Nicky Herlani peringkat pertama, Stela dan Cika masing-masing peringkat dua dan empat. Peringkat ketiga diraih Jenifer Mikhota asal Kanada.***
Minggu, 08 Agustus 2010
Dua Peselancar Aceh Ikut Kejuaraan Internasional
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Banda Aceh: Dua peselancar Aceh, Derry dan Yudi akan mewakili Provinsi Aceh untuk mengikuti kejuaran surfing internasional yang berlangsung di Phuket, Thailand pada 22-26 September 2010 mendatang.
-"Kami sedang melakukan persiapan untuk kejuaraan surfing tingkat internasional itu. Semoga kami dapat mengharumkan bangsa dan mempromosikan wisata pantai Aceh ke mancanegara," kata Ketua Asosiasi Aceh Board, Derry di Banda Aceh, Ahad(8/8).
Menurutnya, potensi laut Samudera Hindia di pesisir barat Aceh sangat berpeluang untuk dikembangkan sebagaia lokasi wisata pantai dan surfing. Banyak tempat bagus, seperti Lampuuk, Lhoknga, Sawang Bunga Samadua dan Pantai Bakongan. "Ombak di tempat-tempat itu sangat baik sebagai arena surfing," ungkapnya.
Kejuaraan surfing di Thailand itu bernama "Quicksilver Surfing Contest". Diselenggarakan oleh sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk sejak 2002. Bertujuan untuk menjaring bakat peselancar lokal, dan mempromosikan pariwisata Thailand***
Menurutnya, potensi laut Samudera Hindia di pesisir barat Aceh sangat berpeluang untuk dikembangkan sebagaia lokasi wisata pantai dan surfing. Banyak tempat bagus, seperti Lampuuk, Lhoknga, Sawang Bunga Samadua dan Pantai Bakongan. "Ombak di tempat-tempat itu sangat baik sebagai arena surfing," ungkapnya.
Kejuaraan surfing di Thailand itu bernama "Quicksilver Surfing Contest". Diselenggarakan oleh sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk sejak 2002. Bertujuan untuk menjaring bakat peselancar lokal, dan mempromosikan pariwisata Thailand***
Jumat, 04 Juni 2010
Perairan Sabang Lokasi Ideal Olahraga Selancar
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - BANDA ACEH: Perairan pantai Kota Sabang, Provinsi Aceh dinilai sangat ideal bagi para pecinta olahraga windsurfing karena di kepulauan tersebut memiliki angin yang berhembus kencang.
-"Potensi yang dimiliki di perairan laut kawasan Sabang berbatasan langsung dengan kawasan perairan internasional, maka sangat ideal untuk olahraga layar seperti windsurfing," kata Wakil Gubernur Muhammad Nazar di Banda Aceh, Jumat (4/6).
Hal itu juga diungkapnya saat membuka Kejurnas Windsurfing yang diikuti 10 provinsi di Indonesia yang digelar di perairan laut pesisir pantai Paradisso, Kota Sabang, Kamis (3/6). Angin yang bertiup di perairan pantai Kota Sabang atau yang berjarak sekitar 14 mil laut dari Kota Banda Aceh itu berhembus tanpa hambatan.
"Karenanya saya menilai ketika Porlasi Pusat memutuskan Sabang sebagai tuan rumah kejuaraan windsurfing Indonesia Open II, maka itu adalah pilihan yang tepat," katanya menambahkan.
Wakil Gubernur Muhammad Nazar berharap agar event-event olahraga itu bisa menjadi kegiatan tahunan kalender Porlasi, dan pelaksanaan kejuaraan tersebut bisa di Sabang. "Kita ingin memperkenalkan kepada dunia internasional, bahwa Indonesia juga memiliki kepulauan sangat indah dengan berbagai potensi olahraga air mengagumkan bisa digelar di Sabang," ujar dia.
Tidak hanya windsurfing, Wagub juga berharap cabang olahraga bahari lainnya bisa digelar di kota berpenduduk sekitar 30 ribu jiwa tersebut, seperti kejuaraan diving, layar, voli pantai dan sepakbola pantai. "Wilayah ini punya potensi yang lebih dari cukup untuk melaksanakan
event seperti itu, baik di tingkat nasional maupun internasional."
Jika Pemerintah Aceh dan Pemko Sabang diberi kepercayaan sebagai tuan rumah, kami akan menjadi tuan rumah yang baik," katanya.
Sementara itu Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal menyatakan wilayahnya selama ini banyak dikenal masyarakat nasional dan internasional baru sebatas dalam kamus. "Tidak banyak orang tahu tentang potensi Sabang dan hanya hasil membaca buku atau peta. Karenanya saya mengajak orang luar Aceh bisa mengenal Sabang dengan cara datang langsung," katanya.***
Hal itu juga diungkapnya saat membuka Kejurnas Windsurfing yang diikuti 10 provinsi di Indonesia yang digelar di perairan laut pesisir pantai Paradisso, Kota Sabang, Kamis (3/6). Angin yang bertiup di perairan pantai Kota Sabang atau yang berjarak sekitar 14 mil laut dari Kota Banda Aceh itu berhembus tanpa hambatan.
"Karenanya saya menilai ketika Porlasi Pusat memutuskan Sabang sebagai tuan rumah kejuaraan windsurfing Indonesia Open II, maka itu adalah pilihan yang tepat," katanya menambahkan.
Wakil Gubernur Muhammad Nazar berharap agar event-event olahraga itu bisa menjadi kegiatan tahunan kalender Porlasi, dan pelaksanaan kejuaraan tersebut bisa di Sabang. "Kita ingin memperkenalkan kepada dunia internasional, bahwa Indonesia juga memiliki kepulauan sangat indah dengan berbagai potensi olahraga air mengagumkan bisa digelar di Sabang," ujar dia.
Tidak hanya windsurfing, Wagub juga berharap cabang olahraga bahari lainnya bisa digelar di kota berpenduduk sekitar 30 ribu jiwa tersebut, seperti kejuaraan diving, layar, voli pantai dan sepakbola pantai. "Wilayah ini punya potensi yang lebih dari cukup untuk melaksanakan
event seperti itu, baik di tingkat nasional maupun internasional."
Jika Pemerintah Aceh dan Pemko Sabang diberi kepercayaan sebagai tuan rumah, kami akan menjadi tuan rumah yang baik," katanya.
Sementara itu Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal menyatakan wilayahnya selama ini banyak dikenal masyarakat nasional dan internasional baru sebatas dalam kamus. "Tidak banyak orang tahu tentang potensi Sabang dan hanya hasil membaca buku atau peta. Karenanya saya mengajak orang luar Aceh bisa mengenal Sabang dengan cara datang langsung," katanya.***
Langganan:
Postingan (Atom)
KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com
TERPOPULER COI
-
Oleh Gungde Ariwangsa SH Sumber Asli -- C0I - Saat melepas Kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 Malaysia, Presiden Republik Indon...
-
Sumber Asli -- C0I - Cabang olahraga panahan menargetkan tiga emas dalam SEA Games 2013 mendatang.Manajer Tim Pemusatan Latihan Nasiona...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG – Tim perumus saat ini tengah menggodok rekomendasi dari tiga komisi yang baru saja dipaparkan dalam Sidan...
-
Sumber Asli -- C0I - Dua peselancar angin Sulawesi Selatan berhasil mempersembahkan medali perak bagi Kontingen Indonesia di Asian Sai...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG - Sejumlah peserta Kongres Sepakbola Nasional (KSN) menyatakan kekecewaannya terhadap hasil sidang komisi ...
-
C0I - JAKARTA: Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong berharap pemain Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam Bahar dapat tampil di laga Gr...
-
> --> Oleh: Yustedjo Tarik * Sumber Asli -- C0I - Kabar pahit dan menyedihkan terus menerus menimpa pertenisan Indo...