Sumber Asli -- C0I -
Kejuaraan seni
beladiri campuran kelas dunia, ONE Fighting Championship (ONE FC),
kembali hadir di Istora Senayan Jakarta dengan menghadirkan 22 petarung
dari berbagai negara yang akan memacu adrenalin penonton atas aksi
mereka pada Jumat, 13 September mendatang.
COI (Cinta Olahraga Indonesia) Pers memproklamirkan diri menjadi satu-satunya media online yang hanya menyajikan berita Olahraga Indonesia sejak tahun 2010
Pencarian
Tampilkan postingan dengan label MAG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAG. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Agustus 2013
Selasa, 11 Agustus 2009
AMAG: Bonus Atlet Membesar
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Teka-teki berapa besar jumlah bonus peraih medali Asian Martial Art Games (AMAG) 2009 terjawab. KONI/KOI mewakili pemerintah menjanjikan akan secepatnya memberikan bonus tersebut.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Menurut Ketua KONI/KOI Rita Subowo, pihaknya telah mempersiapkan dana tali asih tersebut. Bagi peraih medali emas, pihaknya akan mengganjarnya dengan guyuran Rp50 juta. Peraih perak akan mendapatkan Rp25 juta dan perunggu akan mendapatkan Rp15 juta.
"Kami tentunya akan memberikan tali asih itu, tapi besarnya memang harus disesuaikan dengan kemampuan kami," kata Rita kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Senayan, Senin (10/8/2009).
Yang penting, menurutnya, pencapaian Kontingen AMAG Indonesia menjadi tolak ukur untuk menghadapi multievent lainnya seperti SEA Games (SEAG) 2009, Laos. Dia pun berharap para atlet tak boleh lengah dan tetap kembali mempersiapkan diri untuk memberikan prestasi terbaik.
"Kami memang masih mempersiapkan diri menghadapi Asian Indoor Games dan SEAG di Laos yang menjadi prioritas utama kami untuk tampil maksimal," ujar mantan ketua umum PP PBVSI tersebut.
Selain bonus dari KONI/KOI, para atlet AMAG Indonesia sebelumnya juga telah dijanjikan akan diguyur bonus tambahan dari Chief de Mission (DdM) Kontingen Indonesia Awang Faroek.
Pria yang juga menjabat sebagai gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) itu akan memberikan bonus senilai USD1.500 kepada peraih emas. Perak akan mendapat USD1.000 dan perunggu akan mendapatkan USD500. (sihc/sozc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Menurut Ketua KONI/KOI Rita Subowo, pihaknya telah mempersiapkan dana tali asih tersebut. Bagi peraih medali emas, pihaknya akan mengganjarnya dengan guyuran Rp50 juta. Peraih perak akan mendapatkan Rp25 juta dan perunggu akan mendapatkan Rp15 juta.
"Kami tentunya akan memberikan tali asih itu, tapi besarnya memang harus disesuaikan dengan kemampuan kami," kata Rita kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Senayan, Senin (10/8/2009).
Yang penting, menurutnya, pencapaian Kontingen AMAG Indonesia menjadi tolak ukur untuk menghadapi multievent lainnya seperti SEA Games (SEAG) 2009, Laos. Dia pun berharap para atlet tak boleh lengah dan tetap kembali mempersiapkan diri untuk memberikan prestasi terbaik.
"Kami memang masih mempersiapkan diri menghadapi Asian Indoor Games dan SEAG di Laos yang menjadi prioritas utama kami untuk tampil maksimal," ujar mantan ketua umum PP PBVSI tersebut.
Selain bonus dari KONI/KOI, para atlet AMAG Indonesia sebelumnya juga telah dijanjikan akan diguyur bonus tambahan dari Chief de Mission (DdM) Kontingen Indonesia Awang Faroek.
Pria yang juga menjabat sebagai gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) itu akan memberikan bonus senilai USD1.500 kepada peraih emas. Perak akan mendapat USD1.000 dan perunggu akan mendapatkan USD500. (sihc/sozc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Minggu, 09 Agustus 2009
AMAG Sasaran Antara Sebelum SEA Games
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Asian Martial Art Games (AMAG) I telah selesai. Indonesia berhasil berada di posisi ketujuh dengan raihan lima emas, enam perak dan lima perunggu. Bagi Djoko Pramono, komandan pelatnas SEA Games XXV Laos, ini merupakan program antara menuju SEA Games.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Djoko berharap raihan medali Indonesia dapat dijadikan sebagai motivasi bagi atlet-atlet cabang beladiri yang nantinya akan diturunkan di kompetisi regional dua tahunan itu.
"Tujuan utama atlet Pelatnas maupun PAL tampil di AMAG di Thailand sebagai program antara menuju SEA Games XXV Laos, Desember mendatang," kata Djoko seperti dilansir Antara.
"Saya berharap atlet dari cabang lainnya mampu mengikuti lima cabang beladiri yang menyumbangkan medali di AMAG saat diturunkan di SEA Games XXV, Desember mendatang," tegas Djoko kemudian.
Persaingan di AMAG I memang tergolog cukup berat, khususnya di beberapa nomor yang diikuti oleh negara yang memang kuat tradisi olahraga beladirinya seperti Jepang dan Korea Selatan. Bagi Djoko jika mampu meraih medali di AMAG I maka atlet diharapkan mampu mempertahankan prestaasi yang diukir saat mengikuti SEA Games akhir tahun nanti. (sihc/sic)
Hasil Akhir PerolehanMedali di AMAG I:
No. Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1. Thailand 21 17 16 54
2. Kazakhstan 15 7 12 34
3. Korea Selatan10 6 3 19
4. China 9 5 5 19
5. Jepang 9 2 3 14
6. Vietnam 7 11 21 39
7. Indonesia 5 6 5 16
8. Uzbekistan 4 5 12 21
9. China Taipei 4 5 11 20
10. India 3 7 23 33
11. Pakistan 3 2 4 9
12. Filipina 2 6 9 17
13. Irak 2 3 5 10
14. Malaysia 2 3 3 8
15. Afghanistan 2 2 8 12
16. Jordania 2 2 8 12
17. Syria 2 1 3 6
18. Laos 1 4 10 15
19. Mongolia 1 3 3 7
20. Bahrain 1 1 3 5
21. Lebanon 1 1 2 4
22. Macau 1 1 2 4
23. Turkmenistan 1 1 2 4
24. Hong Kong 0 2 3 5
25. Singapura 0 2 3 5
26. Kuwait 0 1 4 5
27. Brunei 0 1 2 3
28. Myanmar 0 1 1 2
29. Sri Lanka 0 0 2 2
30. Bhutan 0 0 1 1
31. Nepal 0 0 1 1
32. Qatar 0 0 1 1
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Djoko berharap raihan medali Indonesia dapat dijadikan sebagai motivasi bagi atlet-atlet cabang beladiri yang nantinya akan diturunkan di kompetisi regional dua tahunan itu.
"Tujuan utama atlet Pelatnas maupun PAL tampil di AMAG di Thailand sebagai program antara menuju SEA Games XXV Laos, Desember mendatang," kata Djoko seperti dilansir Antara.
"Saya berharap atlet dari cabang lainnya mampu mengikuti lima cabang beladiri yang menyumbangkan medali di AMAG saat diturunkan di SEA Games XXV, Desember mendatang," tegas Djoko kemudian.
Persaingan di AMAG I memang tergolog cukup berat, khususnya di beberapa nomor yang diikuti oleh negara yang memang kuat tradisi olahraga beladirinya seperti Jepang dan Korea Selatan. Bagi Djoko jika mampu meraih medali di AMAG I maka atlet diharapkan mampu mempertahankan prestaasi yang diukir saat mengikuti SEA Games akhir tahun nanti. (sihc/sic)
Hasil Akhir PerolehanMedali di AMAG I:
No. Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1. Thailand 21 17 16 54
2. Kazakhstan 15 7 12 34
3. Korea Selatan10 6 3 19
4. China 9 5 5 19
5. Jepang 9 2 3 14
6. Vietnam 7 11 21 39
7. Indonesia 5 6 5 16
8. Uzbekistan 4 5 12 21
9. China Taipei 4 5 11 20
10. India 3 7 23 33
11. Pakistan 3 2 4 9
12. Filipina 2 6 9 17
13. Irak 2 3 5 10
14. Malaysia 2 3 3 8
15. Afghanistan 2 2 8 12
16. Jordania 2 2 8 12
17. Syria 2 1 3 6
18. Laos 1 4 10 15
19. Mongolia 1 3 3 7
20. Bahrain 1 1 3 5
21. Lebanon 1 1 2 4
22. Macau 1 1 2 4
23. Turkmenistan 1 1 2 4
24. Hong Kong 0 2 3 5
25. Singapura 0 2 3 5
26. Kuwait 0 1 4 5
27. Brunei 0 1 2 3
28. Myanmar 0 1 1 2
29. Sri Lanka 0 0 2 2
30. Bhutan 0 0 1 1
31. Nepal 0 0 1 1
32. Qatar 0 0 1 1
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
AMAG: Indonesia Peringkat Tujuh
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - BANGKOK - Indonesia mendapatkan satu perak dari cabang karate pada hari terakhir Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand. Karateka Hendro Salim meraih perak dari kelas 84 kilogram. Selain medali perak, pada hari terakhir Asian Martial Arts Games I, Indonesia juga mendapat satu perunggu dari cabang wushu. Medali disumbang Moria Manalu yang turun di kelas 48 kilogram.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Dengan tambahan satu perak dan perunggu, maka total koleksi medali Indonesia menjadi 16 keping, dengan rincian lima emas, enam perak dan lima perunggu. Pada klasemen akhir, Indonesia berada di peringkat ketujuh di bawah Vietnam yang meraih tujuh medali emas, 11 perak dan 21 perunggu. Posisi pertama ditempati Thailand dengan koleksi 21 emas, 17 perak dan 16 perunggu.
Asian Martial Arts Games I, yang dimulai tanggal 1 Agustus lalu, diikuti 45 negara di Asia. Sementara jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak sembilan cabang yang meliputi karate, judo, taekwondo, pencak silat, wushu, jujitsu, kickboxing, kurash dan Muay Thai.
Dari sembilan cabang itu, Indonesia hanya mengikuti lima cabang, di luar jujitsu, kickboxing, kurash dan Muay Thai. Sesuai jadwal, Asian Martial Arts Games I, akan ditutup hari Minggu ini.
Medali Terakhir
Cabang karate dan wushu menyumbangkan medali terakhir bagi kontingen Indonesia di "Asian Martial Arts Games I" (AMAG) di Bangkok, Thailand, Sabtu.
Karateka Hendro Salim menjadi penyumbang medali terakhir setelah dia di final dikalahkan Ryosuke Shimizu 1-4 dari Jepang pada pertandingan di kelas kumite putra -84 kg di Indoor Stadium Huamark Sport Authority, Bangkok.
Setelah wushu menyumbangkan medali perunggu, kontingen Indonesia yang mengikuti lima cabang olahraga pada event ini akhirnya mengantongi lima medali emas, enam perak dan lima perunggu.
Karateka Jepang menguasai hari terakhir karate dengan meraih dua medali emas, satu lainnya melalui Sayuri Maejima yang menjinakkan Chan Ka dari Hong Kong dengan skor 8-3 di final kelas 61 kg kumite putri.
China meraih sisa medali emas di 84 kg kumite putra setelah Li Peng menundukkan Khalid Khalidov dari Kazakhstan 3-1.
Hari terakhir karate menyediakan sisa tiga medali emas dari 10 emas keseluruhan yang diperebutkan.
Dari keseluruhan pertandingan yang berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan akan ditutup Minggu (9/8), tuan rumah Thailand tampil sebagai juara umum dengan meraih 54 keping medali terdiri atas 21 medali emas, 16 perak dan 17 perunggu.
Manajer Tim Karate Indonesia, Djafar Djantang melalui telefon internasional mengatakan, Hendro tidak bisa lepas dari tekanan saat bertanding di final melawan karateka Jepang yang pada hari terakhir meraih dua medali emas.
"Hendro memang terlihat takut berbuat salah. Saat bermain tadi dia lebih memilih menunggu menyerang. Seharusnya dia bermain all-out. Shimizu sebenarnya lebih suka menunggu dan baru menyerang saat posisi lawan melayang," ujarnya.
Hendro memulai perburuan medali dari babak perempatfinal karena mendapat wild card. Hendro kemudian menang telak 10-2 menghadapi karateka Kuwait Ahmad Aldousari, dan tiket final diraihnya setelah menundukkan Gang Qu dari China dengan skor 6-2.
Djafar mengatakan, pada pertandingan final Hendro memang terlihat kurang fokus. Kondisinya semakin kritis karena waktunya juga hampir habis.
"Tapi hasil ini sudah bagus karena persaingannya sangat ketat,? ujar Djafar Djantang.
Sementara wushu menambah medali perunggu melalui Moria Manalu setelah ditaklukkan Hua Zhang dari China 0-2 di kelas sanshou 56 kg.
Manajer Tim Wushu Lambertus mengatakan, dalam pertandingan itu atletnya sempat dicurangi ketika serangan yang berbuah angka tidak dihitung, namun ia tak melakukan protes.
"Kami sudah merekam semua pertandingan. Setelah sampai di Jakarta, kami akan putar ulang sambil diamati. Secara umum, teknik bertanding perlu variasi. Kami juga akan memperbaiki mental atlet untuk persiapan ke arena SEA Games nanti," ujarnya. (sihc/skoc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Dengan tambahan satu perak dan perunggu, maka total koleksi medali Indonesia menjadi 16 keping, dengan rincian lima emas, enam perak dan lima perunggu. Pada klasemen akhir, Indonesia berada di peringkat ketujuh di bawah Vietnam yang meraih tujuh medali emas, 11 perak dan 21 perunggu. Posisi pertama ditempati Thailand dengan koleksi 21 emas, 17 perak dan 16 perunggu.
Asian Martial Arts Games I, yang dimulai tanggal 1 Agustus lalu, diikuti 45 negara di Asia. Sementara jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak sembilan cabang yang meliputi karate, judo, taekwondo, pencak silat, wushu, jujitsu, kickboxing, kurash dan Muay Thai.
Dari sembilan cabang itu, Indonesia hanya mengikuti lima cabang, di luar jujitsu, kickboxing, kurash dan Muay Thai. Sesuai jadwal, Asian Martial Arts Games I, akan ditutup hari Minggu ini.
Medali Terakhir
Cabang karate dan wushu menyumbangkan medali terakhir bagi kontingen Indonesia di "Asian Martial Arts Games I" (AMAG) di Bangkok, Thailand, Sabtu.
Karateka Hendro Salim menjadi penyumbang medali terakhir setelah dia di final dikalahkan Ryosuke Shimizu 1-4 dari Jepang pada pertandingan di kelas kumite putra -84 kg di Indoor Stadium Huamark Sport Authority, Bangkok.
Setelah wushu menyumbangkan medali perunggu, kontingen Indonesia yang mengikuti lima cabang olahraga pada event ini akhirnya mengantongi lima medali emas, enam perak dan lima perunggu.
Karateka Jepang menguasai hari terakhir karate dengan meraih dua medali emas, satu lainnya melalui Sayuri Maejima yang menjinakkan Chan Ka dari Hong Kong dengan skor 8-3 di final kelas 61 kg kumite putri.
China meraih sisa medali emas di 84 kg kumite putra setelah Li Peng menundukkan Khalid Khalidov dari Kazakhstan 3-1.
Hari terakhir karate menyediakan sisa tiga medali emas dari 10 emas keseluruhan yang diperebutkan.
Dari keseluruhan pertandingan yang berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan akan ditutup Minggu (9/8), tuan rumah Thailand tampil sebagai juara umum dengan meraih 54 keping medali terdiri atas 21 medali emas, 16 perak dan 17 perunggu.
Manajer Tim Karate Indonesia, Djafar Djantang melalui telefon internasional mengatakan, Hendro tidak bisa lepas dari tekanan saat bertanding di final melawan karateka Jepang yang pada hari terakhir meraih dua medali emas.
"Hendro memang terlihat takut berbuat salah. Saat bermain tadi dia lebih memilih menunggu menyerang. Seharusnya dia bermain all-out. Shimizu sebenarnya lebih suka menunggu dan baru menyerang saat posisi lawan melayang," ujarnya.
Hendro memulai perburuan medali dari babak perempatfinal karena mendapat wild card. Hendro kemudian menang telak 10-2 menghadapi karateka Kuwait Ahmad Aldousari, dan tiket final diraihnya setelah menundukkan Gang Qu dari China dengan skor 6-2.
Djafar mengatakan, pada pertandingan final Hendro memang terlihat kurang fokus. Kondisinya semakin kritis karena waktunya juga hampir habis.
"Tapi hasil ini sudah bagus karena persaingannya sangat ketat,? ujar Djafar Djantang.
Sementara wushu menambah medali perunggu melalui Moria Manalu setelah ditaklukkan Hua Zhang dari China 0-2 di kelas sanshou 56 kg.
Manajer Tim Wushu Lambertus mengatakan, dalam pertandingan itu atletnya sempat dicurangi ketika serangan yang berbuah angka tidak dihitung, namun ia tak melakukan protes.
"Kami sudah merekam semua pertandingan. Setelah sampai di Jakarta, kami akan putar ulang sambil diamati. Secara umum, teknik bertanding perlu variasi. Kami juga akan memperbaiki mental atlet untuk persiapan ke arena SEA Games nanti," ujarnya. (sihc/skoc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Sabtu, 08 Agustus 2009
AMAG: Tambah Emas, Peringkat Indonesia Malah Turun
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Indonesia berakhir di urutan tujuh klasemen medali Asian Martial Art Games 2009. Di hari terakhir pertarungan pada cabang wushu dan karate, Sabtu (8/8), Indonesia menambah satu emas, satu perak, serta satu perunggu.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Dengan demikian, Indonesia membawa pulang enam emas, enam perak, empat perunggu. Hasil seperti itu membuat Indonesia turun satu peringkat dan berada tepat di bawah Vietnam yang mengoleksi tujuh emas, sepuluh perak, dan 21 perunggu.
Thailand, sang tuan rumah, sukses keluar sebagai juara umum. Thailand bertahan di puncak peringkat dengan perolehan 21 emas, 16 perak, dan 16 perunggu. Cabang Muay Thai yang memang menjadi olahraga khas negara ini mampu menyumbangkan 11 emas. Tempat kedua ditempati Kazakstan, sedangkan tempat ketiga menjadi milik Korea.
Emas terakhir dipersembahkan Moria Manalu nomor sanshou 56 kg cabang wushu. Hasil ini di luar prediksi sang palatih. "Yang pasti kami akan menyumbangkan medali, tetapi akan sulit mendapatkan emas karena harus berhadapan dengan Cina," katanya.
Moria justru memangkas prediksi itu setelah mengalahkan atlet Cina Hua Zhang. Junaidi Sukamto Rahmat menambahkan medali perunggu di nomor sanshou putra 60 kg.
Hendro Salim mempersembahkan medali perak dari cabang karate. Berlaga di nomor kumite putra 84 kg, Hendro sukses melangkah ke babak final setelah menyingkirkan Ahmad Aldousari (Kuwait) dan Gang Qu (Cina). Perak menjadi milik Hendro setelah dia tak mampu menundukkan atlet Jepang Ryosuke Shimizu dan kalah 1:4. (sihc/stic)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Dengan demikian, Indonesia membawa pulang enam emas, enam perak, empat perunggu. Hasil seperti itu membuat Indonesia turun satu peringkat dan berada tepat di bawah Vietnam yang mengoleksi tujuh emas, sepuluh perak, dan 21 perunggu.
Thailand, sang tuan rumah, sukses keluar sebagai juara umum. Thailand bertahan di puncak peringkat dengan perolehan 21 emas, 16 perak, dan 16 perunggu. Cabang Muay Thai yang memang menjadi olahraga khas negara ini mampu menyumbangkan 11 emas. Tempat kedua ditempati Kazakstan, sedangkan tempat ketiga menjadi milik Korea.
Emas terakhir dipersembahkan Moria Manalu nomor sanshou 56 kg cabang wushu. Hasil ini di luar prediksi sang palatih. "Yang pasti kami akan menyumbangkan medali, tetapi akan sulit mendapatkan emas karena harus berhadapan dengan Cina," katanya.
Moria justru memangkas prediksi itu setelah mengalahkan atlet Cina Hua Zhang. Junaidi Sukamto Rahmat menambahkan medali perunggu di nomor sanshou putra 60 kg.
Hendro Salim mempersembahkan medali perak dari cabang karate. Berlaga di nomor kumite putra 84 kg, Hendro sukses melangkah ke babak final setelah menyingkirkan Ahmad Aldousari (Kuwait) dan Gang Qu (Cina). Perak menjadi milik Hendro setelah dia tak mampu menundukkan atlet Jepang Ryosuke Shimizu dan kalah 1:4. (sihc/stic)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
SILAT: Bali Bangga, Komang dan Nyoman Sumbang Emas
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - DENPASAR - Masyarakat Bali tentu sangat gembira mendengar pesilat andalannya meraih prestasi terbaik dan menyabet emas di "Asian Martial Arts Games I" (AMAG) yang berlangsung di Chaofa Mahachakree Siritorn, Suphanburi, Thailand.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Masyarakat pasti senang mendengar pesilat Indonesia meraih empat emas di arena Internasional itu, dua diantaranya disabet pesilat andalan Bali, kata Ketua KONI Bali, Drs Made Nariana setelah mendengar kabar tersebut di Denpasar sabtu.
Sebagaimana dilaporkan pesilat Bali I Komang Wahyu mengawali peraihan emas dengan menundukkan Mohammad Norshifiq dari Singapura dengan skor 5-0 pada final kelas -70 kilogram atau kelas E dan Emas kedua diraih Ni Nyoman Suparniti yang di final mengalahkan pesilat Malaysia, Siti Rahmah Mohamed juga dengan skor telak 5-0 di kelas D.
Bali yang kini miskin dana pembinaan olahraga belum mampu menjanjikan apapun kepada atl;etnya yang bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional, walau pun demikian para atlet pulau Dewata akan tetap berjuang demi nama baik negara.
KONI Bali memang belum mampu memberikan penghargaan materi kepada atlet yang berprestasi, kata Nariana, namun atlet pulau Dewata umumnya tidak terlalu memikirkan hal itu dan mereka akan tetap bertanding demi kejayaan daerah maupun negaranya.
Atlet Bali yang berprestasi tentu akan lebih dimantapkan dalam latihan-latihan mendatang untuk dipersiapkan mengikuti pertarungan pada kegiatan di arena para PON maupun maju ke PON di Riau tahun 2012 mendatang, kata Nariana.
Disebutkan, usai mengikuti AMAG, silat Indonesia akan tampil di event Indoor Games yang akan berlangsung di Vietnam.
Khusus untuk pesilat Bali sudah cukup hafal dengan lawannya dari negeri itu karena sering melakukan latih tanding di Bali maupun di Vietnam. (sihc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Masyarakat pasti senang mendengar pesilat Indonesia meraih empat emas di arena Internasional itu, dua diantaranya disabet pesilat andalan Bali, kata Ketua KONI Bali, Drs Made Nariana setelah mendengar kabar tersebut di Denpasar sabtu.
Sebagaimana dilaporkan pesilat Bali I Komang Wahyu mengawali peraihan emas dengan menundukkan Mohammad Norshifiq dari Singapura dengan skor 5-0 pada final kelas -70 kilogram atau kelas E dan Emas kedua diraih Ni Nyoman Suparniti yang di final mengalahkan pesilat Malaysia, Siti Rahmah Mohamed juga dengan skor telak 5-0 di kelas D.
Bali yang kini miskin dana pembinaan olahraga belum mampu menjanjikan apapun kepada atl;etnya yang bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional, walau pun demikian para atlet pulau Dewata akan tetap berjuang demi nama baik negara.
KONI Bali memang belum mampu memberikan penghargaan materi kepada atlet yang berprestasi, kata Nariana, namun atlet pulau Dewata umumnya tidak terlalu memikirkan hal itu dan mereka akan tetap bertanding demi kejayaan daerah maupun negaranya.
Atlet Bali yang berprestasi tentu akan lebih dimantapkan dalam latihan-latihan mendatang untuk dipersiapkan mengikuti pertarungan pada kegiatan di arena para PON maupun maju ke PON di Riau tahun 2012 mendatang, kata Nariana.
Disebutkan, usai mengikuti AMAG, silat Indonesia akan tampil di event Indoor Games yang akan berlangsung di Vietnam.
Khusus untuk pesilat Bali sudah cukup hafal dengan lawannya dari negeri itu karena sering melakukan latih tanding di Bali maupun di Vietnam. (sihc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Jumat, 07 Agustus 2009
AMAG I: Silat Sumbang 4 Emas dan 2 Perak
* Karate Gagal Lagi, Wushu Raih Perunggu
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - SUPHANBURI - Empat atlet pencak silat menyabet medali emas pada Asian Martial Arts Games I sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya sebanyak empat kali di Stadion Chaofa Mahachankree Sirintorn, Jumat (7/8).
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Indonesia sebenarnya berpeluang merebut enam medali emas. Namun dua medali lepas setelah dua atlet pencak silat Pengky Simbar dan Endah Fitriani Puspa dikalahkan lawannya di partai final, sehingga hanya mendapat perak.
Emas pertama dipersembahkan I Komang Wahyu Purbasari dari kelas 65-70 kilogram. Anggota polisi Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat ini menang meyakinkan 5-0 atas lawannya dari Singapura, Mohammad Nor Shifiq.
Sukses I Komang diikuti tiga rekannya, yakni Lutfan Budi Santoso, Ni Nyoman Suparniti dan Pujo Janoko. Lutfan, yang turun di kelas 50-55 kilogram, menang mutlak 5-0 dari pesilat Filipina Jul Omar Abdul Hakim. Kemenangan meyakinkan 5-0 juga didapat Ni Nyoman Suparniti yang menghentikan perlawanan pesilat Malaysia Siti Rahmah.
Sementara Pujo Janoko meraih kemenangan melalui pertarungan ketat atas pesilat tuan rumah Prasit Warlam. Pujo mendapatkan kemengan dengan skor tipis 3-2.
Hasil empat emas dan dua perak ini membuat tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum.
Karate Gagal Lagi, Wushu Raih Perunggu
Karateka Indonesia kembali mengalami kegagalan setelah empat karateka yang turun kalah di babak penyisihan Asian Martial Arts Games I di Suphanburi Thailand, Jumat (7/8).
Juara SEA Games 2007, Ismail Aswar kalah di perdelapan final kelas kumite 67 kilogram dari karateka Vietnam Ngoc Thanh Nguyen 8-0. Nasib sama juga dialami karateka Wiwi Pertiwi yang turun di kelas kumite 61 kilogram. Wiwi menyerah dari karatek Malaysia Jamalliah Jamaludin di perempat final 2-1.
Sementara karateka Tantri Widyasari dikalahkan karateka Filipina Maria Marna 5-1. Repael Meirizky menjadi atlet terakhir Indonesia yang tersingkir. Dia menyerah dari karateka Thailand, Yuttana Klamprabud 1-0. Mereka sudah tampil maksimal. Has il ini tentu akan kami evaluasi, kata Manajer tim Indonesia Djafar E Djantang.
Dari cabang wushu, Indonesia meraih dua perunggu dari Junedi Sukamto. Indonesia berpeluang meraih perak dari Moria Manalu yang akan tampil hari Sabtu ini. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - SUPHANBURI - Empat atlet pencak silat menyabet medali emas pada Asian Martial Arts Games I sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya sebanyak empat kali di Stadion Chaofa Mahachankree Sirintorn, Jumat (7/8).
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Indonesia sebenarnya berpeluang merebut enam medali emas. Namun dua medali lepas setelah dua atlet pencak silat Pengky Simbar dan Endah Fitriani Puspa dikalahkan lawannya di partai final, sehingga hanya mendapat perak.
Emas pertama dipersembahkan I Komang Wahyu Purbasari dari kelas 65-70 kilogram. Anggota polisi Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat ini menang meyakinkan 5-0 atas lawannya dari Singapura, Mohammad Nor Shifiq.
Sukses I Komang diikuti tiga rekannya, yakni Lutfan Budi Santoso, Ni Nyoman Suparniti dan Pujo Janoko. Lutfan, yang turun di kelas 50-55 kilogram, menang mutlak 5-0 dari pesilat Filipina Jul Omar Abdul Hakim. Kemenangan meyakinkan 5-0 juga didapat Ni Nyoman Suparniti yang menghentikan perlawanan pesilat Malaysia Siti Rahmah.
Sementara Pujo Janoko meraih kemenangan melalui pertarungan ketat atas pesilat tuan rumah Prasit Warlam. Pujo mendapatkan kemengan dengan skor tipis 3-2.
Hasil empat emas dan dua perak ini membuat tim pencak silat Indonesia menjadi juara umum.
Karate Gagal Lagi, Wushu Raih Perunggu
Karateka Indonesia kembali mengalami kegagalan setelah empat karateka yang turun kalah di babak penyisihan Asian Martial Arts Games I di Suphanburi Thailand, Jumat (7/8).
Juara SEA Games 2007, Ismail Aswar kalah di perdelapan final kelas kumite 67 kilogram dari karateka Vietnam Ngoc Thanh Nguyen 8-0. Nasib sama juga dialami karateka Wiwi Pertiwi yang turun di kelas kumite 61 kilogram. Wiwi menyerah dari karatek Malaysia Jamalliah Jamaludin di perempat final 2-1.
Sementara karateka Tantri Widyasari dikalahkan karateka Filipina Maria Marna 5-1. Repael Meirizky menjadi atlet terakhir Indonesia yang tersingkir. Dia menyerah dari karateka Thailand, Yuttana Klamprabud 1-0. Mereka sudah tampil maksimal. Has il ini tentu akan kami evaluasi, kata Manajer tim Indonesia Djafar E Djantang.
Dari cabang wushu, Indonesia meraih dua perunggu dari Junedi Sukamto. Indonesia berpeluang meraih perak dari Moria Manalu yang akan tampil hari Sabtu ini. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Kamis, 06 Agustus 2009
AMAG: Karate Gagal Total
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - BANGKOK - Karateka Indonesia gagal meraih hasil maksimal pada laga pertama di Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, (6/8). Donny Darmawan yang turun di kelas 60 kilogram menyerah 1-2 (5-5) dari karateka asal Kuwait, Qasem Mohammad di babak perempatfinal.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Penampilan Donny melawan Qasem sebenarnya cukup baik dengan gaya oitsuki dan giautsuki. Perlahan namun pasti Donny mendulang angka satu per satu dan membuat keunggulan 5-3.
Petaka terjadi ketika pertandingan tinggal menyisakan 14 detik. Secara bersamaan Donny harus menerima pukulan lawan serta hukuman dari wasit karena dinilai sengaja menghindar dengan mundur.
Akibatnya Qasem diuntungkan dan diberi tambahan dua angka, sehingga kedudukan menjadi 5-5 yang bertahan sampai waktu normal selesai. Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di awal laga, Donny kembali kecolongan dan bahkan tertinggal 2-0.
Dia baru bisa bangkit dan membuat satu angka saat pertandingan tersisa satu menit. Harapan Donny melaju ke semifinal akhirnya kandas setelah sampai laga usai gagal menambah angka.
Pelatih Karateka Syamsudin merasa kecewa dengan keputusan juri. Menurutnya, Donny tidak layak diganjar pelanggaran karena dia mundur bukan karena menghindar tetapi karena kena pukulan. Saya sang at menyayangkan keputusan juri dan tidak seharusnya Donny kalah. Walau demikian kami tidak akan protes, ujar Syamsudin.
Hasil mengecewakan juga diraih karateka putri Indonesia Dyah Puspitasari. Turun di kelas 50 kilogram, Dyah langsung tersingkir di babak pertama oleh karateka tuan rumah Torrattana Wathana Yanisa dengan skor telak 8-1.
Di cabang karate Indonesia masih menyisakan lima kelas yang empat kelas di antaranya akan dimainkan hari Jumat ini. Juara SEA Games XXIV, Ismail Anwar akan menjadi andalan Indonesia di kelas 67 kilogram.
Wushu: Moria dan Junaidi ke Semifinal
Dua atlet wushu Indonesia, Moria Manalu dan Junaidi Sukamto memastikan tempat di semifinal Asian Martial Arts Games I di Bangkok, Thailand. Moria yang turun di kelas 48 kilogram melaju ke semifinal setelah mengalahkan atlet China Hua Zhang 2-0. Sementara Junaidi yang turun di kelas 52 kilogram sukses menghentikan perlawanan atlet India Bimoljit Singh Mayanglambam 2-0.
Sayangnya keberhasilan Moria dan Junaidi gagal diikuti rekannya Hotma Dearma Purba dan Kubarul Fadillah. Hotma yang turun di kelas 48 kilogram menyerah dari atlet Korea Ari Kim.
Nasib buruk menimpa Kubarul yang menyerah dari atlet tuan rumah Adisak Rongpichi. Kubarul yang terkena pukulan lawannya bahkan sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Pelatih wushu Salim Ayubah mengatakan, kondisi Kubarul sudah membaik setelah mendapatkan perawatan. "Dia sempat pingsan setelah rahangnya kena pukul," ujar Salim, Kamis (6/8). (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Penampilan Donny melawan Qasem sebenarnya cukup baik dengan gaya oitsuki dan giautsuki. Perlahan namun pasti Donny mendulang angka satu per satu dan membuat keunggulan 5-3.
Petaka terjadi ketika pertandingan tinggal menyisakan 14 detik. Secara bersamaan Donny harus menerima pukulan lawan serta hukuman dari wasit karena dinilai sengaja menghindar dengan mundur.
Akibatnya Qasem diuntungkan dan diberi tambahan dua angka, sehingga kedudukan menjadi 5-5 yang bertahan sampai waktu normal selesai. Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di awal laga, Donny kembali kecolongan dan bahkan tertinggal 2-0.
Dia baru bisa bangkit dan membuat satu angka saat pertandingan tersisa satu menit. Harapan Donny melaju ke semifinal akhirnya kandas setelah sampai laga usai gagal menambah angka.
Pelatih Karateka Syamsudin merasa kecewa dengan keputusan juri. Menurutnya, Donny tidak layak diganjar pelanggaran karena dia mundur bukan karena menghindar tetapi karena kena pukulan. Saya sang at menyayangkan keputusan juri dan tidak seharusnya Donny kalah. Walau demikian kami tidak akan protes, ujar Syamsudin.
Hasil mengecewakan juga diraih karateka putri Indonesia Dyah Puspitasari. Turun di kelas 50 kilogram, Dyah langsung tersingkir di babak pertama oleh karateka tuan rumah Torrattana Wathana Yanisa dengan skor telak 8-1.
Di cabang karate Indonesia masih menyisakan lima kelas yang empat kelas di antaranya akan dimainkan hari Jumat ini. Juara SEA Games XXIV, Ismail Anwar akan menjadi andalan Indonesia di kelas 67 kilogram.
Wushu: Moria dan Junaidi ke Semifinal
Dua atlet wushu Indonesia, Moria Manalu dan Junaidi Sukamto memastikan tempat di semifinal Asian Martial Arts Games I di Bangkok, Thailand. Moria yang turun di kelas 48 kilogram melaju ke semifinal setelah mengalahkan atlet China Hua Zhang 2-0. Sementara Junaidi yang turun di kelas 52 kilogram sukses menghentikan perlawanan atlet India Bimoljit Singh Mayanglambam 2-0.
Sayangnya keberhasilan Moria dan Junaidi gagal diikuti rekannya Hotma Dearma Purba dan Kubarul Fadillah. Hotma yang turun di kelas 48 kilogram menyerah dari atlet Korea Ari Kim.
Nasib buruk menimpa Kubarul yang menyerah dari atlet tuan rumah Adisak Rongpichi. Kubarul yang terkena pukulan lawannya bahkan sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Pelatih wushu Salim Ayubah mengatakan, kondisi Kubarul sudah membaik setelah mendapatkan perawatan. "Dia sempat pingsan setelah rahangnya kena pukul," ujar Salim, Kamis (6/8). (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Rabu, 05 Agustus 2009
AMAG: Indonesia Peringkat Tujuh
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Komandan pelatnas Asian Martial Art Games (AMAG), Djoko Pramono mengatakan, cabang silat dan karate masih berpeluang menyuguhkan medali emas di kejuaraan bela diri se-Asia yang baru diadakan pertama kali itu. Hingga kini kontingen Indonesia baru mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Hasil itu menempatkan Indonesia berada di peringkat ketujuh di AMAG.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Djoko berharap ketiga cabang yang belum dipertandingkan di final, wushu, karate dan silat dapat menyumbangkan emas bagi Indonesia.
"Dua atlet silat masuk final, dan empat diantaranya masih berlaga di semi final. Mudah-mudahan mereka mengikuti jejak Kresna Bhayu meraih medali emas untuk merah putih," ujar Djoko kepada Antara, Rabu (5/8) siang WIB.
Hasil terbaru dari Bangkok menyatakan seluruh atlet silat Indonesia berhasil masuk ke babak final. Dengan demikian Indonesia sangat berpeluang menambah medali dari nomor Silat
Sementara tim taekwondo Indonesia hari ini (5/8) mengakhiri perjuangannya di AMAG. Sayangnya hari terakhir Indonesia di cabang itu dibarengi dengan gagalnya Nurul, taekwondoin di kelas 54 kg asal Kalimantan Timur, menembus final. Sebelumnya, atlet putri taekwondo asal Kaltim, yakni Eka Sahara, berhasil meraih medali perunggu untuk kelas berbeda.
Di luar prestasi yang ditorehkan para atlet bela diri di ajang internasional itu, Djoko bersyukur seluruh kontingen Indonesia tidak ada satupun yang terkena pengaruh flu babi (H1N1), seperti yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan.
"Sampai saat ini seluruh anggota kontingen dalam keadaan sehat dan bugar. Tak ada satu pun yang teridentifikasi flu babi yang dikhawatirkan," ungkap Djoko ketika ia mendampingi tim judo Indonesia menghadap Ketua Umum KONI/KOI Pusat Rita Subowo.[*/nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap
Taekwondo Gagal Tambah Medali
Cabang olahraga taekwondo gagal mempersembahkan medali di laga terakhir pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet taekwondo putri Nurul Fadillah yang turun di kelas Feather dikalahkan taekwondoin asal Kazakhstan Zarina Shamshatkyzy dengan skor 3-2 di babak awal.
Manajer Taewondo Joseph Huangan mengatakan, secara teknis permainan Nurul sebenarnya tidak kalah. "Dia tersingkir setelah terkena hukuman penalti. Tentu saja kami kecewa. Apalagi kami sangat mengandalkan dia untuk menambah medali," ujar Joseph seusai pertandingan.
Dengan demikian dari delapan kelas yang diikuti taekwondoin Indonesia, menghasilkan satu perak dan tiga perunggu. Medali perak diraih Rizal Samsir, sedangkan tiga perunggu disumbang Basuki Nugroho, Eka Sahara dan Catur Riyaningsih.
Sementara itu, cabang olahraga karate baru akan bermain mulai Kamis ini. Pada cabang ini, Indonesia akan turun di tujuh kelas. Dony Dharmawan dan Ismail Anwar akan menjadi andalan untuk menyumbang medali. Dony akan turun di kelas 60 kilogram putra, sedangkan Ismail di kelas 67 kilogram putra.
Enam Pesilat Indonesia Tampil di Final
Indonesia berpeluang meraih medali emas dari cabang pencak silat yang memastikan atletnya meraih tempat di final untuk enam nomor pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand. Pujo Janoko dan Ni Nyoman Suparniti merupakan dua pesilat terakhir yang memastikan ke final, menyusul empat rekannya, Lutfan Budi Santosa, Pengky Simbar, Amelia Roring, dan I Komang Wahyu Purbasari.
Pujo yang turun di kelas C, Rabu (5/8) melaju ke final setelah mengalahkan pesilat Malaysia Mohammad Ismail dengan keunggulan telak 4-1. Sementara Ni Nyoman Suparniti melangkah ke final seusai menghentikan perlawanan pesilat Filipina, Marie Charilou Rabino dengan skor 5-0.
Manajer pencak silat Indonesia Ahmad Tafsil Rimsal mengatakan, dari enam final tersebut, pihaknya menargetkan minimal meraih tiga medali emas.
"Kami maunya dapat semua. Akan tetapi, target awal kami di ajang ini adalah mendapat tiga emas. Syukur-syukur bisa lebih," ujar Ahmad.
Aldy dan Johanes Sumbang Perak dari Wushu
Pasangan Aldy Lukman dan Johanes Bie menyumbang medali perak dari cabang olahraga wushu pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet wushu Indonesia yang turun di kelas duillian apparatus combat itu, hanya kalah tipis dari pasangan China, Hongshuo Shao dan Chenghao Zhang, yang meraih emas.
"Dibanding China atlet kita memang sedikit kalah kelas. Penampilan mereka sangat sempurna dan pantas juara. Meski demikian, kami juga tidak terlalu kecewa dengan hasil ini. Setidaknya dengan hasil ini potensi kita meraih emas di SEA Games Laos bisa kami wujudkan," kata Manajer tim Wushu Indonesia Lambertus.
Pada partai final itu, Aldy dan Johanes mendapat nilai 9,52, sedangkan pasangan China meraih nilai 9,75. Pada cabang olahraga wushu, Indonesia akan turun di lima kelas. Selain kelas duillian at let Indonesia akan berlaga di kelas 56 kilogram atas nama Kubarul Fadillah Oy dan kelas 52 kilogram atas nama Junaidi Sukamto.
Dua atlet lainnya, yakni Moria Sukamto akan berlaga di kelas 56 kilogram, sedangkan Hotma Dearma Purba turun di kelas 48 kilogram. Moria dan Hotma merupakan atlet yang tergabung dalam Program Atlet Andalan atau PAL. (sihc/sic/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Djoko berharap ketiga cabang yang belum dipertandingkan di final, wushu, karate dan silat dapat menyumbangkan emas bagi Indonesia.
"Dua atlet silat masuk final, dan empat diantaranya masih berlaga di semi final. Mudah-mudahan mereka mengikuti jejak Kresna Bhayu meraih medali emas untuk merah putih," ujar Djoko kepada Antara, Rabu (5/8) siang WIB.
Hasil terbaru dari Bangkok menyatakan seluruh atlet silat Indonesia berhasil masuk ke babak final. Dengan demikian Indonesia sangat berpeluang menambah medali dari nomor Silat
Sementara tim taekwondo Indonesia hari ini (5/8) mengakhiri perjuangannya di AMAG. Sayangnya hari terakhir Indonesia di cabang itu dibarengi dengan gagalnya Nurul, taekwondoin di kelas 54 kg asal Kalimantan Timur, menembus final. Sebelumnya, atlet putri taekwondo asal Kaltim, yakni Eka Sahara, berhasil meraih medali perunggu untuk kelas berbeda.
Di luar prestasi yang ditorehkan para atlet bela diri di ajang internasional itu, Djoko bersyukur seluruh kontingen Indonesia tidak ada satupun yang terkena pengaruh flu babi (H1N1), seperti yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan.
"Sampai saat ini seluruh anggota kontingen dalam keadaan sehat dan bugar. Tak ada satu pun yang teridentifikasi flu babi yang dikhawatirkan," ungkap Djoko ketika ia mendampingi tim judo Indonesia menghadap Ketua Umum KONI/KOI Pusat Rita Subowo.[*/nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap
Taekwondo Gagal Tambah Medali
Cabang olahraga taekwondo gagal mempersembahkan medali di laga terakhir pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet taekwondo putri Nurul Fadillah yang turun di kelas Feather dikalahkan taekwondoin asal Kazakhstan Zarina Shamshatkyzy dengan skor 3-2 di babak awal.
Manajer Taewondo Joseph Huangan mengatakan, secara teknis permainan Nurul sebenarnya tidak kalah. "Dia tersingkir setelah terkena hukuman penalti. Tentu saja kami kecewa. Apalagi kami sangat mengandalkan dia untuk menambah medali," ujar Joseph seusai pertandingan.
Dengan demikian dari delapan kelas yang diikuti taekwondoin Indonesia, menghasilkan satu perak dan tiga perunggu. Medali perak diraih Rizal Samsir, sedangkan tiga perunggu disumbang Basuki Nugroho, Eka Sahara dan Catur Riyaningsih.
Sementara itu, cabang olahraga karate baru akan bermain mulai Kamis ini. Pada cabang ini, Indonesia akan turun di tujuh kelas. Dony Dharmawan dan Ismail Anwar akan menjadi andalan untuk menyumbang medali. Dony akan turun di kelas 60 kilogram putra, sedangkan Ismail di kelas 67 kilogram putra.
Enam Pesilat Indonesia Tampil di Final
Indonesia berpeluang meraih medali emas dari cabang pencak silat yang memastikan atletnya meraih tempat di final untuk enam nomor pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand. Pujo Janoko dan Ni Nyoman Suparniti merupakan dua pesilat terakhir yang memastikan ke final, menyusul empat rekannya, Lutfan Budi Santosa, Pengky Simbar, Amelia Roring, dan I Komang Wahyu Purbasari.
Pujo yang turun di kelas C, Rabu (5/8) melaju ke final setelah mengalahkan pesilat Malaysia Mohammad Ismail dengan keunggulan telak 4-1. Sementara Ni Nyoman Suparniti melangkah ke final seusai menghentikan perlawanan pesilat Filipina, Marie Charilou Rabino dengan skor 5-0.
Manajer pencak silat Indonesia Ahmad Tafsil Rimsal mengatakan, dari enam final tersebut, pihaknya menargetkan minimal meraih tiga medali emas.
"Kami maunya dapat semua. Akan tetapi, target awal kami di ajang ini adalah mendapat tiga emas. Syukur-syukur bisa lebih," ujar Ahmad.
Aldy dan Johanes Sumbang Perak dari Wushu
Pasangan Aldy Lukman dan Johanes Bie menyumbang medali perak dari cabang olahraga wushu pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet wushu Indonesia yang turun di kelas duillian apparatus combat itu, hanya kalah tipis dari pasangan China, Hongshuo Shao dan Chenghao Zhang, yang meraih emas.
"Dibanding China atlet kita memang sedikit kalah kelas. Penampilan mereka sangat sempurna dan pantas juara. Meski demikian, kami juga tidak terlalu kecewa dengan hasil ini. Setidaknya dengan hasil ini potensi kita meraih emas di SEA Games Laos bisa kami wujudkan," kata Manajer tim Wushu Indonesia Lambertus.
Pada partai final itu, Aldy dan Johanes mendapat nilai 9,52, sedangkan pasangan China meraih nilai 9,75. Pada cabang olahraga wushu, Indonesia akan turun di lima kelas. Selain kelas duillian at let Indonesia akan berlaga di kelas 56 kilogram atas nama Kubarul Fadillah Oy dan kelas 52 kilogram atas nama Junaidi Sukamto.
Dua atlet lainnya, yakni Moria Sukamto akan berlaga di kelas 56 kilogram, sedangkan Hotma Dearma Purba turun di kelas 48 kilogram. Moria dan Hotma merupakan atlet yang tergabung dalam Program Atlet Andalan atau PAL. (sihc/sic/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Senin, 03 Agustus 2009
AMAG: Indonesia Sabet Dua Perak dan Satu Perunggu
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - BANGKOK - Indonesia meraih dua medali perak dan satu perunggu pada hari pertama Asian Martial Arts Games I di Bangkok, Thailand, Minggu (2/8). Medali masing-masing didapat dari cabang olahraga taekwondo dengan satu perak dan satu perunggu, sedangkan satu perak lainnya disumbang dari judo.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Medali dari Taekwondo disumbang Rizal Samsir yang turun di kelas 84 kilogram . Rizal meraih perak setelah dikalahkan peraih medali perunggu olimpiade Beijing China 2008 lalu, Arman Chilmanov dari Kazakhstan.
Sementara itu, taekwondoin putri, Eka Sahara yang turun di kelas heavy weight 72 kilogram hanya mampu menyumbang medali perunggu. Eka, yang baru memperkuat Indonesia di ajang Universiade di Serbia, menyerah dari taekwondoin Uzbekistan, Evgeniya Karimova 1-0 di babak semifinal.
Menurut Eka, dia tidak bisa tampil maksimal karena kakinya masih cedera seusai berlaga di Universiade. "Saya tidak bisa mengembangkan permainan karena cedera kaki saya kambuh," ujar Eka.
Sementara itu, medali perak dari judo disumbang Yuliati dari kelas 57 kg di gedung Metropolitan Youth Centre, Bangkok. Di final, Yuliati dikalahkan Mingazuva asal Kazkstan dengan nilai ippon.
Manajer Judo Zaedun mengatakan, raihan medali perak sudah melampaui target. Yuliati sebelumnya cuma dibebani urutan lima. Hari Senin, cabang olahraga taekwondo dan judo masih memperebutkan medali emas di empat nomor. Selain taekwondo dan judo, pada ajang ini atlet Indonesia juga berpartisipasi di cabang olahraga karate, pencak silat, wushu dan kungfu. Tiga cabang olahraga itu baru akan dimainkan mulai Kamis (6/8). (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Medali dari Taekwondo disumbang Rizal Samsir yang turun di kelas 84 kilogram . Rizal meraih perak setelah dikalahkan peraih medali perunggu olimpiade Beijing China 2008 lalu, Arman Chilmanov dari Kazakhstan.
Sementara itu, taekwondoin putri, Eka Sahara yang turun di kelas heavy weight 72 kilogram hanya mampu menyumbang medali perunggu. Eka, yang baru memperkuat Indonesia di ajang Universiade di Serbia, menyerah dari taekwondoin Uzbekistan, Evgeniya Karimova 1-0 di babak semifinal.
Menurut Eka, dia tidak bisa tampil maksimal karena kakinya masih cedera seusai berlaga di Universiade. "Saya tidak bisa mengembangkan permainan karena cedera kaki saya kambuh," ujar Eka.
Sementara itu, medali perak dari judo disumbang Yuliati dari kelas 57 kg di gedung Metropolitan Youth Centre, Bangkok. Di final, Yuliati dikalahkan Mingazuva asal Kazkstan dengan nilai ippon.
Manajer Judo Zaedun mengatakan, raihan medali perak sudah melampaui target. Yuliati sebelumnya cuma dibebani urutan lima. Hari Senin, cabang olahraga taekwondo dan judo masih memperebutkan medali emas di empat nomor. Selain taekwondo dan judo, pada ajang ini atlet Indonesia juga berpartisipasi di cabang olahraga karate, pencak silat, wushu dan kungfu. Tiga cabang olahraga itu baru akan dimainkan mulai Kamis (6/8). (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Sabtu, 01 Agustus 2009
AMAG: Indonesia Optimistis Raih Emas
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - BANGKOK - Deputy Chief Demision tim Indonesia Abdul Rauf optimistis atlet Indonesia akan meraih emas pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Menurut Abdul, peluang mendapatkan emas sangat terbuka dari pencak silat. "Selain dari pencak silat, atlet taekwondo juga punya peluang. Mudah-mudahan para atlet dalam kondisi bagus baik secara fisik maupun mental, sehingga bisa memberikan yang terbaik buat bangsa," ujar Abdul seusai tatap muka dengan para atlet di Hotel Twin Tower Bangkok Thailand, Jumat (31/7).
Pada pertemuan itu, Abdul didampingi Komandan Pelatnas SEA Games Djoko Pramono. Kepada para atlet, Abdul juga berpesan untuk tampil maksimal dan tidak gentar menghadapi atlet-atlet dari Jepang, Korea dan Khazakstan.
Asian Martial Arts Games (AMAG) I mempertandingkan sembilan cabang olahraga beladiri. Dari jumlah itu, Indonesia hanya mengikuti Karateka, Pencak Silat Taekwondo, Judo, Wushu dan Kungfu.
Dari lima cabang ini total atlet yang diturunkan sebanyak 35 orang. Sesuai jadwal, AMAG I akan dibuka hari Minggu dengan acara defile tim peserta.
Djoko Pramono meminta atlet tampil maksimal karena ajang ini menjadi salah satu agenda persiapan untuk SEA Games di Laos bulan Desember mendatang. "Saya harap para atlet bisa mengambil pelajaran dari ajang ini karena lawan yang mereka hadapi cukup berat. Ini tentu saja menjadi modal yang bagus untuk menghadapi SEA Games," ujar Djoko.
Dari komposisi atlet yang dikirim, sepuluh atlet di antaranya yang selama ini mengikuti program atlet andalan (PAL), 15 atlet pelatnas terpadu dan sisanya pelatnas dari Pengurus Besar cabang olahraga.
Judo dan Taekwondo
Atlet Judo dan Taekwondo Indonesia berpeluang besar untuk meraih medali pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok, Thailand. Berdasarkan hasil undian, Sabtu (1/8), atlet Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang relatif ringan di babak awal.
Asian Martial Arts Games (AMAG) I, yang resmi dibuka kemarin, mempertandingkan sebanyak sembilan cabang olahraga bela diri. Acara pembuka an berlangsung sederhana di Indoor Stadium Sport Complex. Setelah hiburan, acara dilanjutkan dengan parade peserta dan pidato Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Ahmad Fahad Al-Sabah.
Sebanyak 1.800 atlet dari 41 negara ambil bagian pada ajang ini. Indonesia turun dengan kekuatan sebanyak 35 atlet. Mereka berasal dari lima cabang olahraga, seperti judo, taekwondo, karate, pencak silat, wushu dan kungfu.
Judo dan Taekwondo merupakan cabang olahraga pertama yang dipertandingkan mulai hari Minggu ini. Pertandingan Judo akan digelar di Bangkok Metropolitan Youth Center, sedangkan Taekwondo dilangsungkan di Indoor Stadium Sport Complex. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Menurut Abdul, peluang mendapatkan emas sangat terbuka dari pencak silat. "Selain dari pencak silat, atlet taekwondo juga punya peluang. Mudah-mudahan para atlet dalam kondisi bagus baik secara fisik maupun mental, sehingga bisa memberikan yang terbaik buat bangsa," ujar Abdul seusai tatap muka dengan para atlet di Hotel Twin Tower Bangkok Thailand, Jumat (31/7).
Pada pertemuan itu, Abdul didampingi Komandan Pelatnas SEA Games Djoko Pramono. Kepada para atlet, Abdul juga berpesan untuk tampil maksimal dan tidak gentar menghadapi atlet-atlet dari Jepang, Korea dan Khazakstan.
Asian Martial Arts Games (AMAG) I mempertandingkan sembilan cabang olahraga beladiri. Dari jumlah itu, Indonesia hanya mengikuti Karateka, Pencak Silat Taekwondo, Judo, Wushu dan Kungfu.
Dari lima cabang ini total atlet yang diturunkan sebanyak 35 orang. Sesuai jadwal, AMAG I akan dibuka hari Minggu dengan acara defile tim peserta.
Djoko Pramono meminta atlet tampil maksimal karena ajang ini menjadi salah satu agenda persiapan untuk SEA Games di Laos bulan Desember mendatang. "Saya harap para atlet bisa mengambil pelajaran dari ajang ini karena lawan yang mereka hadapi cukup berat. Ini tentu saja menjadi modal yang bagus untuk menghadapi SEA Games," ujar Djoko.
Dari komposisi atlet yang dikirim, sepuluh atlet di antaranya yang selama ini mengikuti program atlet andalan (PAL), 15 atlet pelatnas terpadu dan sisanya pelatnas dari Pengurus Besar cabang olahraga.
Judo dan Taekwondo
Atlet Judo dan Taekwondo Indonesia berpeluang besar untuk meraih medali pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok, Thailand. Berdasarkan hasil undian, Sabtu (1/8), atlet Indonesia akan menghadapi lawan-lawan yang relatif ringan di babak awal.
Asian Martial Arts Games (AMAG) I, yang resmi dibuka kemarin, mempertandingkan sebanyak sembilan cabang olahraga bela diri. Acara pembuka an berlangsung sederhana di Indoor Stadium Sport Complex. Setelah hiburan, acara dilanjutkan dengan parade peserta dan pidato Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Ahmad Fahad Al-Sabah.
Sebanyak 1.800 atlet dari 41 negara ambil bagian pada ajang ini. Indonesia turun dengan kekuatan sebanyak 35 atlet. Mereka berasal dari lima cabang olahraga, seperti judo, taekwondo, karate, pencak silat, wushu dan kungfu.
Judo dan Taekwondo merupakan cabang olahraga pertama yang dipertandingkan mulai hari Minggu ini. Pertandingan Judo akan digelar di Bangkok Metropolitan Youth Center, sedangkan Taekwondo dilangsungkan di Indoor Stadium Sport Complex. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Rabu, 29 Juli 2009
MAG: PBWI Minta Atlet Jaga Kesehatan di Thailand
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Sekjen Demisioner Pengurus Besar Whusu Indonesia (PBWI), Ngatino, mengimbau kepada tujuh atlet wushu Indonesia agar menjaga kesehatannya selama mengikuti Asian Martial Arts di Thailand."Tampil di Thailand 1 sampai 9 Agustus mendatang waktunya cukup panjang. Dengan begitu perlu menjaga kesehatan setelah flu babi merebak dimana-mana," kata Ngatino di Jakarta, Rabu.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Guna menanggulangi semua itu, ia mengingatkan agar atlet tetap menjaga kebersihan terutama sehabis makan cuci tangan yang bersih.
Hindari interaksi dengan masyarakat setempat. Begitu juga harus memakai masker sebelum dan seusai tanding selama di Thailand.
Menjaga kesehatan yang baik, katanya, seorang atlet akan tampil optimal dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Strategi ini yang harus dilakukan diluar pertandingan.
Dengan harapan atlet nasional tampil eksis dalam menyuguhkan medali emas bagi merah putih.
Ngatino mengakui di Asian Martial Art nanti lawan kuat datang dari China, Korsel dan Thailand.
Semua itu pernah dialami atlet nasional saat turun dalam kejuaraan dunia di Bali, tahun lalu. Hal itu dapat dijadikan pelajaran bagi atlet nasional untuk meraih prestasi optimal.
Berharap Satu Kelas
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) hanya berharap dari satu kelas yakni welter putra untuk meraih medali di Asian Martial Arts Games (AMAG) di Bangkok 1 hingga 9 Agustus mendatang.
"Kami hanya bisa berharap di satu kelas, yaitu di kelas welter putra dimana kami akan menurunkan Basuki Nugroho," ujar Sekjen PBTI, Wahyu Hagono di Jakarta, Selasa.
Ke ajang AMAG ini, PB TI mengirimkan delapan atlet terdiri atas empat putra dan empat putri. Tiga atlet putra lainnya adalah Meri Wandra (kelas bantam), Rizal Syamsir (heavy/kelas berat) dan Yereth (fly).
Empat atlet putri adalah Selviana (middle), Eka Sahara (heavy), Catur Yuni (welter) dan Nurul Fadillah (feather).
Wahyu Hagono mengatakan, pihaknya agak kesulitan untuk memprediksi peraihan medali pada ajang khusus beladiri yang baru pertama kali digelar di Asia ini.
"Masalahnya event ini akan diikuti atlet-atlet dari Asia dan banyak atlet elit yang akan tampil disini. Meski begitu kita pasti berharap masih bisa mendapatkan medali," ujarnya.
Tim taekwondo Indonesia yang dimanajeri Yosef Hungan dan dilatih Fadli Potu serta Satriono sudah dipersiapkan sejak awal tahun lalu, berlatih di Indonesia Taekwondo Training Center di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara dan sempat berlatih di kawasan Senayan.
"Tim ini kita siapkan sejak Januari, karena tadinya AMAG akan digelar bulan April. Mudah-mudahan dengan digelarnya pada awal Agustus nanti para atlet bisa mencapai puncak penampilannya," ujar Wahyu.
Sejak tim dibentuk, tim taekwondo AMAG Indonesia sama sekali tak melakukan uji tanding. Kecuali itu, Eka dan Selvi sempat mengikuti Universiade XXV yang diikuti 132 negara peserta di Belgrade, Serbia pada 1-12 Juli lampau.
"Di ajang itu mereka berhasil masuk babak delapan besar. Sebenarnya, sekali kemenangan saja sudah mendapatkan perunggu," ujar Wahyu Hagono. (sihc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Guna menanggulangi semua itu, ia mengingatkan agar atlet tetap menjaga kebersihan terutama sehabis makan cuci tangan yang bersih.
Hindari interaksi dengan masyarakat setempat. Begitu juga harus memakai masker sebelum dan seusai tanding selama di Thailand.
Menjaga kesehatan yang baik, katanya, seorang atlet akan tampil optimal dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Strategi ini yang harus dilakukan diluar pertandingan.
Dengan harapan atlet nasional tampil eksis dalam menyuguhkan medali emas bagi merah putih.
Ngatino mengakui di Asian Martial Art nanti lawan kuat datang dari China, Korsel dan Thailand.
Semua itu pernah dialami atlet nasional saat turun dalam kejuaraan dunia di Bali, tahun lalu. Hal itu dapat dijadikan pelajaran bagi atlet nasional untuk meraih prestasi optimal.
Berharap Satu Kelas
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) hanya berharap dari satu kelas yakni welter putra untuk meraih medali di Asian Martial Arts Games (AMAG) di Bangkok 1 hingga 9 Agustus mendatang.
"Kami hanya bisa berharap di satu kelas, yaitu di kelas welter putra dimana kami akan menurunkan Basuki Nugroho," ujar Sekjen PBTI, Wahyu Hagono di Jakarta, Selasa.
Ke ajang AMAG ini, PB TI mengirimkan delapan atlet terdiri atas empat putra dan empat putri. Tiga atlet putra lainnya adalah Meri Wandra (kelas bantam), Rizal Syamsir (heavy/kelas berat) dan Yereth (fly).
Empat atlet putri adalah Selviana (middle), Eka Sahara (heavy), Catur Yuni (welter) dan Nurul Fadillah (feather).
Wahyu Hagono mengatakan, pihaknya agak kesulitan untuk memprediksi peraihan medali pada ajang khusus beladiri yang baru pertama kali digelar di Asia ini.
"Masalahnya event ini akan diikuti atlet-atlet dari Asia dan banyak atlet elit yang akan tampil disini. Meski begitu kita pasti berharap masih bisa mendapatkan medali," ujarnya.
Tim taekwondo Indonesia yang dimanajeri Yosef Hungan dan dilatih Fadli Potu serta Satriono sudah dipersiapkan sejak awal tahun lalu, berlatih di Indonesia Taekwondo Training Center di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara dan sempat berlatih di kawasan Senayan.
"Tim ini kita siapkan sejak Januari, karena tadinya AMAG akan digelar bulan April. Mudah-mudahan dengan digelarnya pada awal Agustus nanti para atlet bisa mencapai puncak penampilannya," ujar Wahyu.
Sejak tim dibentuk, tim taekwondo AMAG Indonesia sama sekali tak melakukan uji tanding. Kecuali itu, Eka dan Selvi sempat mengikuti Universiade XXV yang diikuti 132 negara peserta di Belgrade, Serbia pada 1-12 Juli lampau.
"Di ajang itu mereka berhasil masuk babak delapan besar. Sebenarnya, sekali kemenangan saja sudah mendapatkan perunggu," ujar Wahyu Hagono. (sihc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Senin, 27 Juli 2009
MAG: Ancaman Virus H1N1, Kontingen Indonesia Tetap Berangkat
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Kontingen Asian Martial Art Games (AMAG) Indonesia tak terpengaruhi soal mewabahnya virus H1N1 alias flu babi. Merah Putih tetap berangkat menjalani multievent beladiri perdana itu di Bangkok, Thailand, 1-9 Agustus mendatang.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan kontingen ini sejak lama di Kalimantan Timur (Kaltim). Jadi, sudah sepatutnya atlet yang menjalani pemusatan latihan tetap diberangkatkan.
Mantan ketua umum PP PBVSI itu pun telah memiliki strategi menangkal penyebaran virus mematikan tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Depatemen Kesehatan mengenai pencegahan virus itu. Kami berharap penanganan awal akan menekan tingkat penularan terhadap atlet Indonesia," ujarnya, Senin (27/7/2009).
Sementara Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Dr Tjandra Yoga menjelaskan, penyuluhan mengenai penyebaran virus H1NI memang diperlukan atlet dan tim medis Indonesia yang akan berjuang di negara asing.
"Disarankan selalu menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun. Lalu, hindari kontak langsung dengan penderita. Langkah itu paling tepat agar tidak tertular," jelasnya. (sihc/sozc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan kontingen ini sejak lama di Kalimantan Timur (Kaltim). Jadi, sudah sepatutnya atlet yang menjalani pemusatan latihan tetap diberangkatkan.
Mantan ketua umum PP PBVSI itu pun telah memiliki strategi menangkal penyebaran virus mematikan tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Depatemen Kesehatan mengenai pencegahan virus itu. Kami berharap penanganan awal akan menekan tingkat penularan terhadap atlet Indonesia," ujarnya, Senin (27/7/2009).
Sementara Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Dr Tjandra Yoga menjelaskan, penyuluhan mengenai penyebaran virus H1NI memang diperlukan atlet dan tim medis Indonesia yang akan berjuang di negara asing.
"Disarankan selalu menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun. Lalu, hindari kontak langsung dengan penderita. Langkah itu paling tepat agar tidak tertular," jelasnya. (sihc/sozc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Minggu, 26 Juli 2009
MAG I: Indonesia Tampil
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA – Indonesia dipastikan akan tampil di kejuaraan Asian Martial Arts Games I yang berlangsung di Bangkok,Thailand tanggal 1 hingga 9 Agustus mendatang. Kontingen merah putih tidak terganggu dengan masalah virus H1N1 yang semakin mewabah.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Pengiriman atlet-atlet Indonesia ke Thailand itu bukan tanpa persiapan dan koordinasi yang matang. Pihak ofisial yang tergabung dalam kontingen Indonesia di Asian Martial Arts Games , pada hari Minggu , (26/7), mengadakan pertemuan dengan Direktorat Jenderal pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.
Hal itu sesuai dengan pernyataan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengenai pencegahan agar kontingen Indonesia tidak terjangkit virus berbahaya yang sebelumnya tenar dengan nama flu babi.
“Kita tetap akan mengirim kontingen ke Asian Martial Arts Games mengingat kita sudah mempersiapkan atlit yang akan diterjunkan di event ini cukup lama. Upaya pencegahan juga kita lakukan agar atlit dan ofisial tidak terjangkit virus H 1 N 1 ,seperti berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan guna meminamilisir penularan virus,” ujar Rita.
Dalam pertemuan tersebut Dirjen pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen kesehatan , Dr Tjandra Yoga memberikan penyuluhan kepada tim Medis kontingen Indonesia guna mengantisipasi penularan virus H 1 N 1. Menurut Dr Tjandra salah satu pencegahan yang paling efektif adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Disarankan untuk selalu menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun dan hindari kontak dengan penderita ,” kata Dr.Tjandra di pertemuan yang juga dihadiri oleh tim medis dari Departemen Kesehatan yang mendampingi rombongan paduan suara Indonesia ketika terjangkit Virus H1N1 di Korea Selatan.
Indonesia akan mengirimkan 35 atlit dan akan berlaga di 5 cabang olahraga dari 9 cabang yang dipertandingkan di Asian Martial Arts Games I. Lima cabang olahraga yang diikuti Indonesia adalah Karate (7 atlet), Judo (8), Taekwondo (8),Pencak Silat (6) dan Wushu (4). Kontingen Indonesia akan bertolak pada 30 Juli mendatang.(sihc/sic)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Pengiriman atlet-atlet Indonesia ke Thailand itu bukan tanpa persiapan dan koordinasi yang matang. Pihak ofisial yang tergabung dalam kontingen Indonesia di Asian Martial Arts Games , pada hari Minggu , (26/7), mengadakan pertemuan dengan Direktorat Jenderal pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.
Hal itu sesuai dengan pernyataan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengenai pencegahan agar kontingen Indonesia tidak terjangkit virus berbahaya yang sebelumnya tenar dengan nama flu babi.
“Kita tetap akan mengirim kontingen ke Asian Martial Arts Games mengingat kita sudah mempersiapkan atlit yang akan diterjunkan di event ini cukup lama. Upaya pencegahan juga kita lakukan agar atlit dan ofisial tidak terjangkit virus H 1 N 1 ,seperti berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan guna meminamilisir penularan virus,” ujar Rita.
Dalam pertemuan tersebut Dirjen pengendalian penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen kesehatan , Dr Tjandra Yoga memberikan penyuluhan kepada tim Medis kontingen Indonesia guna mengantisipasi penularan virus H 1 N 1. Menurut Dr Tjandra salah satu pencegahan yang paling efektif adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Disarankan untuk selalu menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun dan hindari kontak dengan penderita ,” kata Dr.Tjandra di pertemuan yang juga dihadiri oleh tim medis dari Departemen Kesehatan yang mendampingi rombongan paduan suara Indonesia ketika terjangkit Virus H1N1 di Korea Selatan.
Indonesia akan mengirimkan 35 atlit dan akan berlaga di 5 cabang olahraga dari 9 cabang yang dipertandingkan di Asian Martial Arts Games I. Lima cabang olahraga yang diikuti Indonesia adalah Karate (7 atlet), Judo (8), Taekwondo (8),Pencak Silat (6) dan Wushu (4). Kontingen Indonesia akan bertolak pada 30 Juli mendatang.(sihc/sic)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Langganan:
Postingan (Atom)
KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com
TERPOPULER COI
-
Oleh Gungde Ariwangsa SH Sumber Asli -- C0I - Saat melepas Kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 Malaysia, Presiden Republik Indon...
-
Sumber Asli -- C0I - Cabang olahraga panahan menargetkan tiga emas dalam SEA Games 2013 mendatang.Manajer Tim Pemusatan Latihan Nasiona...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG – Tim perumus saat ini tengah menggodok rekomendasi dari tiga komisi yang baru saja dipaparkan dalam Sidan...
-
Sumber Asli -- C0I - Dua peselancar angin Sulawesi Selatan berhasil mempersembahkan medali perak bagi Kontingen Indonesia di Asian Sai...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG - Sejumlah peserta Kongres Sepakbola Nasional (KSN) menyatakan kekecewaannya terhadap hasil sidang komisi ...
-
C0I - JAKARTA: Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong berharap pemain Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam Bahar dapat tampil di laga Gr...
-
> --> Oleh: Yustedjo Tarik * Sumber Asli -- C0I - Kabar pahit dan menyedihkan terus menerus menimpa pertenisan Indo...