Sumber Asli -- C0I -
Kontingen Jawa Barat mencetak sejarah setelah menjadi Juara Umum Pekan
Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII/2016 sekaligus mengakhiri
persaingan ketat dengan DKI Jakarta, Jumat.
COI (Cinta Olahraga Indonesia) Pers memproklamirkan diri menjadi satu-satunya media online yang hanya menyajikan berita Olahraga Indonesia sejak tahun 2010
Pencarian
Tampilkan postingan dengan label Popnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Popnas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 September 2015
Kamis, 26 Februari 2015
Jabar usul tarung derajat masuk popnas 2015
Sumber Asli -- C0I -
Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia (Bapopsi) Jawa Barat akan
mengusulkan tarung derajat menjadi cabang olahraga eksibisi pada Pekan
Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII, September 2015.
Kamis, 09 Oktober 2014
Sulsel targetkan 10 besar Popnas 2015
Sumber Asli -- C0I -
Provinsi Sulawesi Selatan hanya menargetkan masuk 10 besar dalam Pekan
Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII di Jawa Barat pada 2015.
Sabtu, 21 September 2013
DKI Jakarta sabet juara umum Popnas XII
Sumber Asli -- C0I -
Kontingen tuan
rumah DKI Jakarta menyabet juara umum Pekan Olahraga Pelajar Nasional
(Popnas) XII dengan perolehan 154 medali, yakni 64 emas, 49 perak, dan
41 perunggu.
Jumat, 20 September 2013
Basuki Tutup Perhelatan Popnas XII
Sumber Asli -- C0I -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ternyata juga
menggemari olahraga. Satu cabang olahraga yang digemarinya sejak ia
duduk di bangku sekolah dasar adalah basket.
Senin, 16 September 2013
Perolehan medali sementara Popnas 2013 Hingga Senin Petang
Sumber Asli -- C0I -
Perolehan medali
sementara Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XII/2013 di DKI
Jakarta hingga Senin (15/9) petang sebagai berikut:
Sabtu, 14 September 2013
POPNAS > Panitia Mengecewakan, Jakarta Dinilai Belum Siap
Sumber Asli -- C0I -
Kontingen
Lampung menilai, DKI Jakarta di bawah pimpinan duet Gubernur Joko
Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
ternyata belum siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional
(Popnas) XII. Ini terlihat dari kerja panitia yang amburadul dan
mengecewakan.
POPNAS > Tim Renang DKI Didepak Dari Hotel Aston, Target Terancam
Sumber Asli -- C0I -
Padatnya jadwal lomba dan lalu lintas Jakarta pada jam kerja menjadi
ancaman terpenuhinya target tim renang DKI Jakarta di ajang Pekan Olah
Raga Pelajar Nasional (Popnas) XII/2013.
Senin, 09 September 2013
DKI Inginkan Gelar Juara Umum Popnas
Sumber Asli -- C0I -
Tuan rumah DKI jakarta bertekad menjadi juara umum dalam perhelatan
Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XII, akhir pekan ini.
330 pelajar DKI ikuti Popnas 2013
Sumber Asli -- C0I -
Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta menargetkan juara umum dalam Pekan Olahraga Pelajar
Nasional (Popnas) XII yang akan digelar mulai 14 hingga 20 September
2013 di Jakarta.
Minggu, 25 Agustus 2013
DKI Incar Juara Umum Popnas
Sumber Asli -- C0I -
Tuan rumah DKI Jakarta bertekad menjadi juara umum dalam ajang Pekan
Olah Raga pelajar Nasional (Popnas) ke XII/2013 yang akan digelar 14-20
September.
Rabu, 06 Maret 2013
Ahok berharap DKI rebut dominasi Popnas
Sumber Asli -- C0I -
Wakil Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jakarta, Rabu berharap agar
kontingen tuan rumah DKI Jakarta bisa merebut kembali dominasi olahraga
pelajar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang akan digelar
pada 15-25 September mendatang.
Senin, 03 Oktober 2011
POPNAS > Jawa Timur Sementara Memimpin Perolehan Medali
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - PEKANBARU - Kontingen Jawa Timur untuk sementara menduduki posisi teratas pada perolehan medali Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2011, yang berlangsung di Pekanbaru, Riau.
- Sampai dengan pelaksanaan hari ke-4, Senin (3/10/2011) siang, Jatim mendulang 22 medali emas, disusul tuan rumah Riau dengan 18 emas.
Jatim unggul pada cabang senam, dengan mengumpulkan enam medali emas, panahan (5), atletik (4), gulat (4), dayung, judo dan tenis meja masing-masing satu medali emas.
Tuan rumah Riau, secara mengejutkan menyodok di urutan kedua dengan 18 medali emas. Cabang dayung yang menjadi andalan Riau, mampu menyumbang enam medali emas. Cabang senam menambah empat medali emas, angkat besi (3), gulat (2), atletik, panahan dan sepak takraw masing-masing satu emas.
Ketua kontingen Tim Riau, Doni Aprialdi, mengungkapkan, posisi runner up pada posisi umum perolehan medali sementara, sangat menggembirakan. Paling tidak, target Riau untuk menduduki posisi tiga besar akan lebih memungkinkan.
"Kami mengakui, untuk meraih juara umum sangat sulit. Jawa Timur merupakan lawan yang sangat berat dalam setiap cabang pertandingan. Kami bertekad menjadi yang terbaik setelah Jatim. Besok masih ada final dayung dan senam. Kami sangat berharap dayung masih akan menyumbang banyak emas," ungkap Doni.
Pada pertandingan cabang angkat besi yang berlangsung Senin pagi, lifter putri Lampung Novita Sherly Kurniawati yang turun di kelas di atas 69 kilogram, meraih medali emas dengan total angkatan 198 kilogram. Novita mampu mengungguli lawannya Kiernanty Safutri dari Jambi yang hanya mampu mengangkat 178 kg. Kiernanty meraih perak, sementara Nurul Akmal dari Aceh meraih perunggu dengan angkatan 165 kg.
Putri tuan rumah Riau, Maharani, menambah satu emas pada cabang angkat besi. Putri kelahiran 16 Mei 1993 itu mengangkat beban total 190 kilogram. Dia meninggalkan lawannya Murni Simin yang meraih perak dengan selisih angkatan 19 kg. Medali perunggu diraih Yulia Khusnul dengan angkatan 166kg.
"Saya turun tanpa beban, dan Alhamdulillah saya mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya. Saya senang. Hasil ini tidak lepas dari peran pelatih, serta dukungan semua pihak terutama Pengrov PABBSIi Riau," kata Maharani seusai pertandingan.
Pada cabang angkat besi yang sudah menyelesaikan seluruh nomor pertandingan, Lampung menjadi juara umum dengan mengumpulkan enam medali emas. DKI Jakarta dan Riau membagi medali sama masing-masing tiga emas, Jabar (2) dan Jambi (1). ***
Jatim unggul pada cabang senam, dengan mengumpulkan enam medali emas, panahan (5), atletik (4), gulat (4), dayung, judo dan tenis meja masing-masing satu medali emas.
Tuan rumah Riau, secara mengejutkan menyodok di urutan kedua dengan 18 medali emas. Cabang dayung yang menjadi andalan Riau, mampu menyumbang enam medali emas. Cabang senam menambah empat medali emas, angkat besi (3), gulat (2), atletik, panahan dan sepak takraw masing-masing satu emas.
Ketua kontingen Tim Riau, Doni Aprialdi, mengungkapkan, posisi runner up pada posisi umum perolehan medali sementara, sangat menggembirakan. Paling tidak, target Riau untuk menduduki posisi tiga besar akan lebih memungkinkan.
"Kami mengakui, untuk meraih juara umum sangat sulit. Jawa Timur merupakan lawan yang sangat berat dalam setiap cabang pertandingan. Kami bertekad menjadi yang terbaik setelah Jatim. Besok masih ada final dayung dan senam. Kami sangat berharap dayung masih akan menyumbang banyak emas," ungkap Doni.
Pada pertandingan cabang angkat besi yang berlangsung Senin pagi, lifter putri Lampung Novita Sherly Kurniawati yang turun di kelas di atas 69 kilogram, meraih medali emas dengan total angkatan 198 kilogram. Novita mampu mengungguli lawannya Kiernanty Safutri dari Jambi yang hanya mampu mengangkat 178 kg. Kiernanty meraih perak, sementara Nurul Akmal dari Aceh meraih perunggu dengan angkatan 165 kg.
Putri tuan rumah Riau, Maharani, menambah satu emas pada cabang angkat besi. Putri kelahiran 16 Mei 1993 itu mengangkat beban total 190 kilogram. Dia meninggalkan lawannya Murni Simin yang meraih perak dengan selisih angkatan 19 kg. Medali perunggu diraih Yulia Khusnul dengan angkatan 166kg.
"Saya turun tanpa beban, dan Alhamdulillah saya mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya. Saya senang. Hasil ini tidak lepas dari peran pelatih, serta dukungan semua pihak terutama Pengrov PABBSIi Riau," kata Maharani seusai pertandingan.
Pada cabang angkat besi yang sudah menyelesaikan seluruh nomor pertandingan, Lampung menjadi juara umum dengan mengumpulkan enam medali emas. DKI Jakarta dan Riau membagi medali sama masing-masing tiga emas, Jabar (2) dan Jambi (1). ***
Sabtu, 01 Oktober 2011
Riau Berulah, Renang Popnas Dihantui Boikot
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Cabang renang Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) di Riau dinodai dengan insiden dilanggarnya kesepakatan penurunan atlet Pelatnas SEA Games XXVI.
- Tuan rumah Riau memaksa tetap menurunkan atlet renang Gde Siman Sudartawa dan Dennis Tiwa yang tergabung dalam Pelatnas menuju SEA~Games XXVI yang akan berlangsung November mendatang di Palembang dan Jakarta.
Karena ikutnya Siman dan Denis, daerah lain mengancam menarik para perenang mereka jika 2 atlet yang tergabung di pelatnas SEA Games itu tetap dipaksakan untuk ikut serta.
"Kami sepakat dengan rekan-rekan dari tim lain karena Riau sudah melanggar ketentuan khusus yang jelas-jelas menyatakan bahwa tim pelatnas tidak boleh ikut Popnas," kata manajer tim renang Popnas DKI Jakarta, Eko Purwandari saat dihubungi di Riau.
Menurut Eko, daerah lain sudah mengikuti ketentuan itu. DKI sendiri memiliki perenang pelajar yang kini bergabung di pelatnas seperti Putra M. Randa, sementara di Jabar terdapat nama Ricky Anggawijaya.
Menurut Eko, keganjilan sudah terasa sejak awal. "Saat technical meeting, hal ini belum dituntaskan. Hanya nomor yang ada nama perenang-perenang tersebut tidak dijalankan dulu. Sementara saat ini, hingga acara lomba renang dimulai, buku acara belum juga dibagikan, "ungkap Eko.
Lomba renang Popnas 2011 berlangsung di Aquatic Center Rumbai, Riau. Riau akan menjadi tuan rumah Pekan Olah raga Nasional 2012 mendatang. ***
Karena ikutnya Siman dan Denis, daerah lain mengancam menarik para perenang mereka jika 2 atlet yang tergabung di pelatnas SEA Games itu tetap dipaksakan untuk ikut serta.
"Kami sepakat dengan rekan-rekan dari tim lain karena Riau sudah melanggar ketentuan khusus yang jelas-jelas menyatakan bahwa tim pelatnas tidak boleh ikut Popnas," kata manajer tim renang Popnas DKI Jakarta, Eko Purwandari saat dihubungi di Riau.
Menurut Eko, daerah lain sudah mengikuti ketentuan itu. DKI sendiri memiliki perenang pelajar yang kini bergabung di pelatnas seperti Putra M. Randa, sementara di Jabar terdapat nama Ricky Anggawijaya.
Menurut Eko, keganjilan sudah terasa sejak awal. "Saat technical meeting, hal ini belum dituntaskan. Hanya nomor yang ada nama perenang-perenang tersebut tidak dijalankan dulu. Sementara saat ini, hingga acara lomba renang dimulai, buku acara belum juga dibagikan, "ungkap Eko.
Lomba renang Popnas 2011 berlangsung di Aquatic Center Rumbai, Riau. Riau akan menjadi tuan rumah Pekan Olah raga Nasional 2012 mendatang. ***
Selasa, 20 Juli 2010
Indonesia Juara 3 Pekan Olahraga Pelajar Asean 2010
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Kuala Lumpur - Indonesia mempertahankan peringkatnya sebagai juara ke-3 pada Pekan Olahraga Pelajar se-Asia Tenggara 2010 yang digelar di Malaysia. Posisi atlet Indonesia kali ini sama dengan prestasi yang diraih tahun lalu pada Asean Shcool Game pertama di Thailand.
-Dalam ajang ini Indonesia meraih 14 emas, 16 perak, dan 18 perunggu. Posisi pertama diraih Malaysia dan posisi kedua ditempati Thailand.
Atas prestasi ini, ketua kontingen Indonesia Akhyar Matra menyatakan kepuasannya. "Sejak awal digulirkannya tahun lalu, tujuannya adalah agar pelajar-pelajar se-Asean bisa saling mengenal dan memahami," katanya, Selasa (20/7).
Dalam Asean School Games kali ini, Indonesia banyak mendapat sumbangan medali dari cabang renang. Sedangkan tuan rumah Malaysia mendulang medali dari cabang senam dan atletik.
Asean School Games 2011 rencananya akan di Gelar di Singapura. Indonesia dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Asean untuk bawah usia 18 tahun ini dua tahun lagi.
***
Atas prestasi ini, ketua kontingen Indonesia Akhyar Matra menyatakan kepuasannya. "Sejak awal digulirkannya tahun lalu, tujuannya adalah agar pelajar-pelajar se-Asean bisa saling mengenal dan memahami," katanya, Selasa (20/7).
Dalam Asean School Games kali ini, Indonesia banyak mendapat sumbangan medali dari cabang renang. Sedangkan tuan rumah Malaysia mendulang medali dari cabang senam dan atletik.
Asean School Games 2011 rencananya akan di Gelar di Singapura. Indonesia dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Asean untuk bawah usia 18 tahun ini dua tahun lagi.
***
Pelajar Indonesia Kalah dari Malaysia dan Thailand
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Kuala Lumpur - Indonesia mempertahankan posisi di peringkat ketiga Pekan Olahraga Pelajar Asia Tenggara 2010 yang digelar di Malaysia. Posisi atlet Indonesia kali ini sama dengan prestasi yang diraih tahun lalu pada pergelaran pertama di Thailand.
-Raihan 14 medali emas, 16 perak, dan 18 perunggu memaksa Indonesia harus puas di bawah tuan rumah Malaysia dan Thailand yang masing-masing meraih posisi pertama dan kedua. Namun, Ketua Kontingen Indonesia, Akhyar Matra, menyatakan kepuasannya. “Tujuan awal diselenggarakannya ASEAN School Games ini kan bukan sekadar raihan medali ” kata Akhyar. “Sejak awal digulirkannya tahun lalu, tujuannya adalah agar pelajar-pelajar se-ASEAN bisa saling mengenal dan memahami”.
Walaupun begitu, kata Akhyar, karena menggunakan media olahraga, maka konsekuensinya adalah perolehan medali menjadi salah satu tujuan. Dalam kejuaraan kali ini, Indonesia banyak mendapat sumbangan medali dari cabang renang. Sedangkan tuan rumah Malaysia mendulang medali dari senam dan atletik.
Kejuaraan 2011 akan digelar di Singapura. Sedangkan Indonesia dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar ASEAN untuk usia di bawah 18 tahun ini dua tahun lagi. Akhyar tidak bersedia menyatakan target perolehan medali Indonesia saat menjadi tuan rumah nanti. “Target utamanya menjadi tuan rumah yang baik saja” kata Akhyar.***
Walaupun begitu, kata Akhyar, karena menggunakan media olahraga, maka konsekuensinya adalah perolehan medali menjadi salah satu tujuan. Dalam kejuaraan kali ini, Indonesia banyak mendapat sumbangan medali dari cabang renang. Sedangkan tuan rumah Malaysia mendulang medali dari senam dan atletik.
Kejuaraan 2011 akan digelar di Singapura. Sedangkan Indonesia dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar ASEAN untuk usia di bawah 18 tahun ini dua tahun lagi. Akhyar tidak bersedia menyatakan target perolehan medali Indonesia saat menjadi tuan rumah nanti. “Target utamanya menjadi tuan rumah yang baik saja” kata Akhyar.***
Jumat, 09 Juli 2010
Panpel Pospenas Akui Banyak Atlet Nonsantri Berlaga
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Surabaya - Panitia pelaksana pertandingan bulu tangkis Pekan Olahraga dan Seni Antar-Pesantren Nasional atau Pospenas 2010 di Surabaya, akhirnya mengakui banyaknya atlet nonsantri yang berlaga di ajang dua tahunan itu.
-Ketua Bidang Pertandingan Bulu Tangkis Pospenas Eddyanto Sabarudin kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan atlet bukan santri pesantren itu digunakan hampir semua kontingen daerah.
"Hampir semua daerah menggunakan atlet beneran karena saya tahu betul bahwa mereka adalah pemain-pemain klub," kata Eddyanto yang awalnya sempat bungkam terhadap masalah atlet nonsantri tersebut.
Eddyanto Sabarudin merupakan salah satu pengurus PBSI Pusat dan Jawa Timur yang mengurusi bidang pertandingan dan sering memimpin turnamen atau kejuaraan bulu tangkis nasional di berbagai daerah.
Namun, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, termasuk mencoret atlet nonsantri tersebut, karena tidak memiliki kewenangan.
"Kami tidak mengurusi masalah keabsahan atlet dan hanya sebagai pelaksana lapangan. Kami tahu kalau mereka bukan santri, tapi mau bagaimana lagi," tambahnya.
Sejak pertandingan nomor beregu pada Selasa (6/7) dan kini masuk nomor perorangan, tidak satu pun kontingen daerah yang melancarkan protes terhadap keberadaan atlet nonsantri tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Tim Keabsahan Pospenas Agus Prayitno juga mengakui banyaknya atlet nonsantri yang lolos berlaga di Pospenas, karena lemahnya proses verifikasi yang dilakukan.
Bukan Atlet
Sementara itu, panitia pertandingan cabang karate dan catur menegaskan tidak ada atlet nonsantri yang berlaga di kedua cabang olahraga tersebut.
Ketua Bidang Pertandingan Karate, Yoyok, mengatakan kendati PB Forki tidak dilibatkan dalam proses keabsahan atlet, pihaknya sejak awal sudah melakukan antisipasi terhadap masalah tersebut.
"Kami hanya memberitahukan kepada seluruh kontingen, jika ada atlet nonsantri yang ikut Pospenas, mereka akan diberi sanksi tidak boleh ikut Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan seleksi nasional," katanya.
Menurut dia, ancaman sanksi itu terbukti efektif karena dari seluruh peserta yang berlaga di cabang karate, panitia tidak menemukan atlet nonsantri.
"Mereka (atlet nonsantri) tidak mungkin berani ikut, karena kami punya data-data karateka," tambah mantan pelatih nasional yang juga wasit Pospenas, Willem Mantiri.
Panitia pertandingan catur juga mengeluarkan ancaman sanksi diskualifikasi kepada peserta Pospenas untuk menghindari lolosnya atlet nonsantri berlaga.
"Kami pastikan semua peserta murni dari pesantren, karena juga memiliki data lengkap dan mengenal atlet-atlet catur daerah," ujar Ketua Wasit Catur Pospenas, Japar Saragih.***
"Hampir semua daerah menggunakan atlet beneran karena saya tahu betul bahwa mereka adalah pemain-pemain klub," kata Eddyanto yang awalnya sempat bungkam terhadap masalah atlet nonsantri tersebut.
Eddyanto Sabarudin merupakan salah satu pengurus PBSI Pusat dan Jawa Timur yang mengurusi bidang pertandingan dan sering memimpin turnamen atau kejuaraan bulu tangkis nasional di berbagai daerah.
Namun, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, termasuk mencoret atlet nonsantri tersebut, karena tidak memiliki kewenangan.
"Kami tidak mengurusi masalah keabsahan atlet dan hanya sebagai pelaksana lapangan. Kami tahu kalau mereka bukan santri, tapi mau bagaimana lagi," tambahnya.
Sejak pertandingan nomor beregu pada Selasa (6/7) dan kini masuk nomor perorangan, tidak satu pun kontingen daerah yang melancarkan protes terhadap keberadaan atlet nonsantri tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Tim Keabsahan Pospenas Agus Prayitno juga mengakui banyaknya atlet nonsantri yang lolos berlaga di Pospenas, karena lemahnya proses verifikasi yang dilakukan.
Bukan Atlet
Sementara itu, panitia pertandingan cabang karate dan catur menegaskan tidak ada atlet nonsantri yang berlaga di kedua cabang olahraga tersebut.
Ketua Bidang Pertandingan Karate, Yoyok, mengatakan kendati PB Forki tidak dilibatkan dalam proses keabsahan atlet, pihaknya sejak awal sudah melakukan antisipasi terhadap masalah tersebut.
"Kami hanya memberitahukan kepada seluruh kontingen, jika ada atlet nonsantri yang ikut Pospenas, mereka akan diberi sanksi tidak boleh ikut Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) dan seleksi nasional," katanya.
Menurut dia, ancaman sanksi itu terbukti efektif karena dari seluruh peserta yang berlaga di cabang karate, panitia tidak menemukan atlet nonsantri.
"Mereka (atlet nonsantri) tidak mungkin berani ikut, karena kami punya data-data karateka," tambah mantan pelatih nasional yang juga wasit Pospenas, Willem Mantiri.
Panitia pertandingan catur juga mengeluarkan ancaman sanksi diskualifikasi kepada peserta Pospenas untuk menghindari lolosnya atlet nonsantri berlaga.
"Kami pastikan semua peserta murni dari pesantren, karena juga memiliki data lengkap dan mengenal atlet-atlet catur daerah," ujar Ketua Wasit Catur Pospenas, Japar Saragih.***
Selasa, 06 Juli 2010
Banyak Atlet Bukan Santri Disinyalir Ikut Pospenas
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Surabaya - Kontingen daerah yang berlaga di cabang bulu tangkis Pekan Olahraga dan Seni Antar-Pesantren Nasional (Pospenas) 2010 disinyalir menurunkan atlet bukan dari kalangan santri pondok pesantren.
-Informasi yang diperoleh ANTARA di Surabaya, Selasa, menyebutkan penggunaan atlet bukan santri pesantren, dilakukan hampir sebagian besar kontingen.
Tidak hanya kontingen dari Pulau Jawa yang selama menjadi sentra pembinaan bulu tangkis, tapi juga kontingen dari luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Sejumlah nama pebulu tangkis yang turun pada Pospenas ini, sering malang melintang di berbagai turnamen bulu tangkis nasional, bahkan pernah menjuarai sirkuit nasional kalender PB PBSI.
Penampilan mereka juga tidak mengesankan sebagai seorang santri pesantren, karena memiliki kualitas permainan seperti layaknya atlet-atlet klub.
"Kalau mereka benar-benar seorang santri, permainannya kami jamin tidak sebagus atlet beneran," kata salah satu ofisial daerah yang minta namanya tidak disebut.
Kontingen tuan rumah Jatim disinyalir juga memakai pemain sejumlah klub ternama di Surabaya dan Gresik, untuk berlaga di Pospenas ini.
Pada sektor putra, kontingen Jatim antara lain diperkuat Mohammad Miftah, Candra dan Rizki. Kemudian di kelompok putri terdapat Assifa Nur Farisa dan Yeni Rahmawati.
Sementara kontingen Jawa Barat menurunkan Ganjar Purnomo, Ade Iksan, Rian Ardiana, Dewi Rosfalianti, dan Izzatul Maulida.
Terkait banyaknya atlet bukan santri yang berlaga, Ketua Panitia Pertandingan Bulu Tangkis Pospenas Eddyanto Sabarudin mengatakan masalah keabsahan atlet menjadi kewenangan panitia pusat Pospenas.
"Kami hanya bertindak sebagai pelaksana di lapangan, sementara urusan keabsahan atlet bukan wewenang kami," ujarnya.
Ia mengatakan sejauh ini tidak ada keluhan dan protes dari kontingen soal adanya atlet bukan santri yang lolos mengikuti Pospenas.
Ketua III Panpel Pospenas, Ali Sa`roni, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya belum mendengar adanya dugaan atlet non-pesantren yang disusupkan ikut ajang dua tahunan ini.
Ia mengatakan proses verifikasi terhadap atlet Pospenas yang dilakukan panitia pusat, juga tidak menemukan adanya masalah tersebut.
"Semua berkas-berkas atlet sudah absah, termasuk kontingen Jatim juga bersih. Kami tidak tahu kalau di kontingen daerah lain melakukan itu," ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim ini, menambahkan bahwa sesuai aturan yang berlaku, jika ada daerah yang sengaja memasukkan atlet bukan dari pesantren atau santri, langsung didiskualifikasi.***
Tidak hanya kontingen dari Pulau Jawa yang selama menjadi sentra pembinaan bulu tangkis, tapi juga kontingen dari luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Sejumlah nama pebulu tangkis yang turun pada Pospenas ini, sering malang melintang di berbagai turnamen bulu tangkis nasional, bahkan pernah menjuarai sirkuit nasional kalender PB PBSI.
Penampilan mereka juga tidak mengesankan sebagai seorang santri pesantren, karena memiliki kualitas permainan seperti layaknya atlet-atlet klub.
"Kalau mereka benar-benar seorang santri, permainannya kami jamin tidak sebagus atlet beneran," kata salah satu ofisial daerah yang minta namanya tidak disebut.
Kontingen tuan rumah Jatim disinyalir juga memakai pemain sejumlah klub ternama di Surabaya dan Gresik, untuk berlaga di Pospenas ini.
Pada sektor putra, kontingen Jatim antara lain diperkuat Mohammad Miftah, Candra dan Rizki. Kemudian di kelompok putri terdapat Assifa Nur Farisa dan Yeni Rahmawati.
Sementara kontingen Jawa Barat menurunkan Ganjar Purnomo, Ade Iksan, Rian Ardiana, Dewi Rosfalianti, dan Izzatul Maulida.
Terkait banyaknya atlet bukan santri yang berlaga, Ketua Panitia Pertandingan Bulu Tangkis Pospenas Eddyanto Sabarudin mengatakan masalah keabsahan atlet menjadi kewenangan panitia pusat Pospenas.
"Kami hanya bertindak sebagai pelaksana di lapangan, sementara urusan keabsahan atlet bukan wewenang kami," ujarnya.
Ia mengatakan sejauh ini tidak ada keluhan dan protes dari kontingen soal adanya atlet bukan santri yang lolos mengikuti Pospenas.
Ketua III Panpel Pospenas, Ali Sa`roni, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya belum mendengar adanya dugaan atlet non-pesantren yang disusupkan ikut ajang dua tahunan ini.
Ia mengatakan proses verifikasi terhadap atlet Pospenas yang dilakukan panitia pusat, juga tidak menemukan adanya masalah tersebut.
"Semua berkas-berkas atlet sudah absah, termasuk kontingen Jatim juga bersih. Kami tidak tahu kalau di kontingen daerah lain melakukan itu," ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim ini, menambahkan bahwa sesuai aturan yang berlaku, jika ada daerah yang sengaja memasukkan atlet bukan dari pesantren atau santri, langsung didiskualifikasi.***
Sabtu, 03 Juli 2010
Wapres akan Buka Pospenas V di Sidoarjo
Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - SURABAYA: Wakil Presiden Boediono dijadwalkan membuka Pekan Olahraga dan Kesenian antar-Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) V di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (5/7).
-"Pekan olahraga dan kesenian dua tahunan ini biasanya dibuka oleh menteri. Ini merupakan suatu kebanggaaan dan kehormatan karena baru kali ini dibuka Wapres," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timut, Rasiyo, di Surabaya, Sabtu (3/7).
Ajang tersebut akan berlangsung pada 5-11 Juli 2010. Acara pembukaan nanti diperkirakan melibatkan sekitar 30 ribu santri dan mereka akan menyuguhkan atraksi dan konfigurasi seni. Wapres sendiri akan datang ke Sidoarjo dengan rombongan beranggotakan 44 orang.
Dalam rombongan itu terdapat lima menteri yang terlibat penyelenggaraan Pospenas, yakni Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
"Kami sebagai tuan rumah mencanangkan Tri Sukses dalam kegiatan ini seperti yang pernah dicanangkan oleh Bapak Imam Utomo (mantan Gubernur Jatim) pada penyelenggaraan PON. Selain sukses penyelenggaraan, juga sukses berprestasi dalam setiap lomba dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Didampingi Kadispora Jatim, Ali Sa'roni dan dan Kakanwil Kemenag Jatim, Imam Haromain Asyari, Rasiyo menyebutkan ada 12 cabang olah raga yang dipertandingkan, yakni atletik, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, karate, pencak silat, sepak bola, catur, sepak takraw, senam santri, renang, dan bola basket.
Selain itu, ada pula cabang seni yang dilombakan, di antaranya qasidah, kaligrafi, pidato, baca puisi, cipta puisi, fragmen Islami, dan kerajinan. Sebagai tuan rumah yang belum merasakan juara umum dalam lima kali penyelenggaraan Pospenas, Rasiyo berharap kesempatan sebagai tuan rumah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh atlet-atlet dari Jatim.
Kontingen Jatim berkekuatan 160 atlet yang tampil di 12 cabang olah raga dan 283 pelajar yang turun di nomor kesenian. ***
Ajang tersebut akan berlangsung pada 5-11 Juli 2010. Acara pembukaan nanti diperkirakan melibatkan sekitar 30 ribu santri dan mereka akan menyuguhkan atraksi dan konfigurasi seni. Wapres sendiri akan datang ke Sidoarjo dengan rombongan beranggotakan 44 orang.
Dalam rombongan itu terdapat lima menteri yang terlibat penyelenggaraan Pospenas, yakni Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.
"Kami sebagai tuan rumah mencanangkan Tri Sukses dalam kegiatan ini seperti yang pernah dicanangkan oleh Bapak Imam Utomo (mantan Gubernur Jatim) pada penyelenggaraan PON. Selain sukses penyelenggaraan, juga sukses berprestasi dalam setiap lomba dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Didampingi Kadispora Jatim, Ali Sa'roni dan dan Kakanwil Kemenag Jatim, Imam Haromain Asyari, Rasiyo menyebutkan ada 12 cabang olah raga yang dipertandingkan, yakni atletik, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, karate, pencak silat, sepak bola, catur, sepak takraw, senam santri, renang, dan bola basket.
Selain itu, ada pula cabang seni yang dilombakan, di antaranya qasidah, kaligrafi, pidato, baca puisi, cipta puisi, fragmen Islami, dan kerajinan. Sebagai tuan rumah yang belum merasakan juara umum dalam lima kali penyelenggaraan Pospenas, Rasiyo berharap kesempatan sebagai tuan rumah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh atlet-atlet dari Jatim.
Kontingen Jatim berkekuatan 160 atlet yang tampil di 12 cabang olah raga dan 283 pelajar yang turun di nomor kesenian. ***
Kamis, 12 November 2009
POPNAS: Atlet Peraih Medali Masuk Puslatda Jatim
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - SURABAYA - Atlet Jawa Timur peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional atau Popnas X di Yogyakarta diusulkan masuk pemusatan latihan daerah. Rencana itu sebagai pembinaan atlet pasca-Popnas X di Yogyakarta. Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim akan bekerja sama den gan masing-masing pengurus cabang.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim Ali Saroni mengatakan hal itu dalam sebuah konferensi pers, Kamis (12/11) di Surabaya. Menurut dia, peraih medali emas di Popnas X di Yogyakarta merupakan aset berharga Jatim di bidang olahraga. Usulan memasukkan ke pemusatan latihan daerah (puslatda) merupakan salah satu jalan untuk membina atlet-atlet berbakat tersebut.
"Sayang sekali jika atlet-atlet berprestasi itu dibiarkan saja tanpa pembinaan. Kami berencana memasukkan mereka ke puslatda sesuai cabang olahraga masing-masing. Nanti kami akan bicarakan hal itu dengan pengurus cabang olahraga di Jatim," ujar Ali.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Dudi Harjanto menambahkan, selain diusulkan masuk puslatda, para atlet berprestasi dimasukkan dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar. Program ini merupakan pembinaan pelajar berprestasi di bidang olahraga. Atlet pelajar yang memiliki prestasi bagus, selanjutnya diserahkan ke pengurus provinsi cabang olahraga yang sesuai. "Hasil dari program ini, kami akan menyerahkan atlet kepada pengurus provinsi untuk dibina lebih lanjut. Kami harap mereka bisa menjadi pengganti atlet senior di masa depan nanti," ucap Dudi.
Pada Popnas X di Yogyakarta, Jatim keluar sebagai juara umum untuk yang ketiga kali berturut-turut. Jatim sukses mengumpulkan 45 emas, 28 perak, dan 48 perunggu. Jawa Tengah dan Jawa Barat ada di peringkat dua dan tiga. Adapun tuan rumah DI Yogyakarta ada di peringkat 11. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim Ali Saroni mengatakan hal itu dalam sebuah konferensi pers, Kamis (12/11) di Surabaya. Menurut dia, peraih medali emas di Popnas X di Yogyakarta merupakan aset berharga Jatim di bidang olahraga. Usulan memasukkan ke pemusatan latihan daerah (puslatda) merupakan salah satu jalan untuk membina atlet-atlet berbakat tersebut.
"Sayang sekali jika atlet-atlet berprestasi itu dibiarkan saja tanpa pembinaan. Kami berencana memasukkan mereka ke puslatda sesuai cabang olahraga masing-masing. Nanti kami akan bicarakan hal itu dengan pengurus cabang olahraga di Jatim," ujar Ali.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Dudi Harjanto menambahkan, selain diusulkan masuk puslatda, para atlet berprestasi dimasukkan dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar. Program ini merupakan pembinaan pelajar berprestasi di bidang olahraga. Atlet pelajar yang memiliki prestasi bagus, selanjutnya diserahkan ke pengurus provinsi cabang olahraga yang sesuai. "Hasil dari program ini, kami akan menyerahkan atlet kepada pengurus provinsi untuk dibina lebih lanjut. Kami harap mereka bisa menjadi pengganti atlet senior di masa depan nanti," ucap Dudi.
Pada Popnas X di Yogyakarta, Jatim keluar sebagai juara umum untuk yang ketiga kali berturut-turut. Jatim sukses mengumpulkan 45 emas, 28 perak, dan 48 perunggu. Jawa Tengah dan Jawa Barat ada di peringkat dua dan tiga. Adapun tuan rumah DI Yogyakarta ada di peringkat 11. (sihc/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***
Langganan:
Postingan (Atom)
KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com
TERPOPULER COI
-
Oleh Gungde Ariwangsa SH Sumber Asli -- C0I - Saat melepas Kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 Malaysia, Presiden Republik Indon...
-
Sumber Asli -- C0I - Cabang olahraga panahan menargetkan tiga emas dalam SEA Games 2013 mendatang.Manajer Tim Pemusatan Latihan Nasiona...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG – Tim perumus saat ini tengah menggodok rekomendasi dari tiga komisi yang baru saja dipaparkan dalam Sidan...
-
Sumber Asli -- C0I - Dua peselancar angin Sulawesi Selatan berhasil mempersembahkan medali perak bagi Kontingen Indonesia di Asian Sai...
-
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MALANG - Sejumlah peserta Kongres Sepakbola Nasional (KSN) menyatakan kekecewaannya terhadap hasil sidang komisi ...
-
C0I - JAKARTA: Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong berharap pemain Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam Bahar dapat tampil di laga Gr...
-
> --> Oleh: Yustedjo Tarik * Sumber Asli -- C0I - Kabar pahit dan menyedihkan terus menerus menimpa pertenisan Indo...