COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Wadokai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wadokai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Kota Bandung Jadi Arena Pertarungan Gaya Bebas

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Sebuah turnamen pertarungan bebas "Battle at the Arena" untuk pertama kalinya digelar di Bandung pada 27 Juni mendatang. Pergelaran ini bakal mempertemukan setidaknya 40 petarung dari berbagai cabang bela diri untuk mencari siapakah petarung yang paling mumpuni.
- Menurut ketua pelaksana acara ini, Ibong, masyarakat tidak perlu khawatir bahwa turnamen ini berakhir seperti dalam film aksi yang dipenuhi darah dan kekerasan. "Kami akan mengemasnya menjadi suguhan yang atraktif sekaligus menghibur," katanya, Minggu (6/5/2012).

Beberapa cabang bela diri yang dipastikan bergabung antara lain adalah karate, wushu, judo, dan silat.

Edwin Senjaya, Ketua Pengurus Provinsi Wushu Jawa Barat, menjelaskan, 40 petarung yang mendaftar pertama kali terdiri dari 34 putra dan 6 putri. Tim Pelatda PON Wushu sengaja diturunkan dalam turnamen ini sebagai pemanasan sebelum PON bulan September di Riau.

"Battle at the Arena" disponsori oleh Bandung Fighting Club dan tempat wisata Kampoeng Gajah. Edwin menjelaskan, makin membeludaknya anggota komunitas penggemar olahraga kickboxing ataupun mix martial art di Indonesia dianggap sebagai salah satu tanda bahwa pergelaran ini bakal banyak diminati peserta. Nantinya, pembawa acara dalam turnamen ini adalah Joe P-Project. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================

Minggu, 22 Mei 2011

Karateka yang Tewas Dimakamkan di Palu

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - PALU — Karateka yang meninggal dunia saat bertanding dalam Kejuaraan Nasional Wadokai memperebutkan Piala Kapolri di Gedung Olahraga Andi Matalatta, Makassar, Mohammad Muslim (16), dimakamkan hari Minggu (22/5/2011) sekitar pukul 13.15 wita di Palu, Sulawesi Tengah.
- Siswa SMA Negeri 1 Palu itu dikebumikan di pekuburan keluarga Kampung Baru, Besusu, Palu Barat. Atlet yang mewakili Sulteng dalam kejurnas itu meninggal Sabtu (21/5/2011) sore saat bertanding di babak final kelas 50 kilogram. Ketika itu, Muslim berhadapan dengan atlet Kalimantan Tengah.

Saat diantar ke pemakaman, jenazah Muslim melintasi SMA Negeri 1 Palu, Jalan Gatot Subroto, tempat ia bersekolah. Saat ini Muslim duduk di kelas I.

Keluarga korban dan rekan-rekannya tidak kuasa menahan tangis sebab Muslim saat berangkat ke Makassar masih dalam kondisi sehat, namun pulang sudah meninggal. Bahkan, ibu korban pingsan saat jenazah anaknya dimasukkan ke liang lahat.

Muslim adalah putra kedua dari empat bersaudara pasangan Buyung Berlian dan Andi Mutmainnah, warga Jalan Tanjung Balantak, Lolu Selatan, Palu Utara.

Muslim diduga meninggal saat istirahat perpanjangan waktu pertandingan. Dia diduga kelelahan karena dalam sehari mengikuti empat pertandingan.

Kedua orangtua korban menyesalkan lambatnya informasi ke pihak keluarga. Bahkan, lima nomor telepon genggam yang dihubungi di Makassar tidak satu pun aktif. Sementara telepon Muslim yang dihubungi tidak ada yang mengangkat. "Kami tahu setelah menonton berita di televisi. Jelas sekali nama yang meninggal itu anak kami," kata Andi Mutmainnah.

Pihak keluarga menerima jasad korban di Bandara Mutiara Palu, Sabtu sekitar pukul 22.30 wita. Jenazah diterbangkan dari Makassar menggunakan pesawat reguler Lion Air. ***

Sabtu, 21 Mei 2011

Atlet Wadokai Sulteng Meninggal Saat Bertarung

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Makassar -- Muh. Taslim, 15 tahun, meninggal saat sedang menjalani pertandingan kejuaraan nasional Wadokai Karate-do, di Gedung Olahraga Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu sore 21 Mei 2011.
- Karateka asal Sulawesi Tengah tersebut tumbang setelah kena pukulan pada ronda keenam dari lawannya. Taslim mengembuskan nafas terakhir di tengah jalan sebelum sampai di rumah sakit.

Seluruh jajaran Pengurus Besar Wadokai Karate-do Indonesia melalui juru bicaranya, Mukhlis Hasyim, menyampaikan ucapan belasungkawa. "Yang pastinya kami seluruh jajaran PB Wadokai turut berduka cita atas musibah yang menimpah atlet tersebut," kata Mukhlis melalui sambungan telepon di Jakarta. Mukhlis menduga meninggalnya Taslim karena kelelahan dan dehidrasi.

Staf Humas Panitia, A. Kumala, mengatakan selain faktor kelelahan juga karena diduga menderita riwayat penyakit. Akibat kejadian itu kejurnas karate dihentikan. Rencananya malam ini jenazah korban langsung akan dikirim ke kampung halamannya di Sulawesi Tengah.***

Jumat, 20 Mei 2011

Kejurnas Wadokai Karate Do di Makassar

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - MAKASSAR - Pengurus Besar PB Wadokai Karate-Do Indonesia menggelar Kejuaraan Nasional 2011 yang menjadi cermin kebangkitan Wadokai Indonesia. Kejurnas digelar di GOR Andi Mattalatta, Makassar 20 – 22 Mei 2011 dan diikuti sekitar400 atlet dari 14 pengurus provinsi Wadokai di seluruh Indonesia.
- Kejurnas dibuka Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Waenal Usman. Dalam sambutannya, Johny mengatakan kejurnas ini momentum yang sangat strategis guna membangkitkan tanding karateka.

“Saya meyakini kejurnas ini akan melahirkan talenta-talenta pilihan yang bisa menjadi atlet nasional dan mampu tampil pada setiap event serta mengibarkan Sang Merah Putihdi ajang-ajang internasional. Saya juga bangga karena Wadokai sudah menjadi perguruan yang banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan karate diIndonesia,” kata Johny, Jumat (20/05) di Makassar.

Sementara itu, Ketua Umum PB Wadokai Karate-Do Indonesia yang juga Kapolda Kalimantan Tengah BrigjenPol Syafruddin mengatakan, bahwa penyelenggaraan kejurnas ini memiliki dua misi penting. Pertama, melahirkan karatekayang andal untuk menjadi tim karate nasional, sekaligus mempersiapkan karateka Wadokai menghadapi Kejuaraan Dunia Wadokai yang akan digelar di Bali, Oktober2011. Kedua, mengirim karateka junior mengikuti Kejuaraan Nasional Karateka Piala Mendagri dan Mendiknas 2011 diBanjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Penyelenggaraankejurnas ini menjadi sangat strategis bagi Perguruan Wadokai sebagai upayamempersiapkan karateka menghadapi event yang lebih besar. Apalagi, karatekaselama ini merupakan cabang andalan Indonesia di ajang-ajang multievent sepertiSEA Games dan Asian Games,” tutur Syafruddin.

Selain kejurnas, PBWadokai juga menyelenggarakan penataran wasit dan juri yang telah dilakukan diAula Kodim 143 Makassar. Penataran bagi wasit dan juri ini sangat penting untukmemberikan pemahaman dan penambahan pengetahuan agar dalam pengambilan keputusan, tidak ada keraguan. Penataran juga dimaksudkan agar wasit dan juri dapatbekerjasama dalam menjaga keselamatan atlet.

Selain itu, PBWadokai juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional Olahraga Tahun 2011 diMakassar Golden Hotel pada 21 Mei. Hadir sebagai pembicara Menteri NegaraPemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo,Ketua Umum PB Forki Mayjen TNI (purn) Hendarman Supandji, Ketua Satkorlak SeaGames 2011 Mayjen TNI (purn) Tono Suratman, Tokoh olah raga Osman Sapta Odangdan Pimpinan ESQ Ari Ginandjar.

Selain itu, akandilangsungkan pula ujian DAN Nasional di Sekolah Polisi Negara Batua di JalanUrip Sumoharjo, Makassar, pada 23-24 Mei.

Pada pertandingan dikejurnas ini, terdapat enam kategori pertandingan. Mulai dari kelompok usiadini, para pemula, pemula, cadet, junior dan senior. Peserta akan memperebutkanmedali, tr ofi dan uang tunai.

Perkembangan Wadokaimengalami peningkatan saat ini. Dari segi kualitas, saat ini sudah terbentuk 30Pengprov yang memiliki kepengurusan aktif. Dari segi kualitas, Wadokai tidakpernah alpa mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional.

Melalui Kejurnas inidiharapkan karate Indonesia mendapatkan medali emas terbanyak dalam SEA Games mendatang. ***

Minggu, 16 Januari 2011

Konsolidasi Wadokai Hasilkan Program Kebangkitan Wadokai Indonesia

Sumber Asli -- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Jakarta – Konsolidasi menyeluruh yang dilakukan Wadokai Karate-do Indonesia menghasilkan sejumlah program. Salah satunya, tahun ini mereka bakal menggelar kejuaraan bertaraf internasional.
- “Kejuaraan internasional itu harus. Apapun bentuk dan sifatnya, yang penting tahun ini kita harus menyelenggarakannya. Ini akan menjadi penanda semangat kebangkitan Wadokai Indonesia,” ujar Ketua Umum Wadokai Karate-do Indonesia, Syafrudin dalam rapat pleno di Jakarta, kemarin.

Semula, muncul wacana Wadokai menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2011. Rencana venuenya pun sudah mencuat: Bali atau Banjarmasin. Tetapi, kemungkinan itu menjadi tipis karena tuan rumah kejuaraan dunia sudah ditentukan.

“Okelah, kita tak jadi tuan rumah kejuaraan dunia tahun ini. Tapi, kita akan gelar kejuaraan bertaraf internasional tahun ini. Apakah itu kejuaraan terbuka dunia, se-Asia, atau se-ASEAN,” katanya.

Syafrudin yang juga Kapolda Kalimantan Selatan itu menyebutkan, kecuali menggelar kejuaraan internasional, Wadokai juga akan menggelar Kejurnas Wadokai pertengahan tahun ini. Kejurnas tersebut kemungkinan bakal dilangsungkan pada April mendatang, sekaligus sebagai persiapan menghadapi Kejurnas Piala Mendagri.

“Kejurnas ini akan menjadi salah satu momen penting kita tahun ini. Dari sinilah kita harapkan muncul karateka-karateka yang bias mewakili kita di event-event internasional,” katanya lagi.

Rapat pleno sendiri membahas berbagai persoalan menyangkut Wadokai Karate-do Indonesia, termasuk program Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Banjarmasin, 31 Januari mendatang. Rakernas sekaligus jadi ajang pengukuhan kepengurusan baru Wadokai Karate-do Indonesia yang dipimpin Syafrudin. ***
KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI