Sony yang baru saja menjadi juara pada turnamen Indonesia Superseries akan menghadapi pemain andalan Thailand pada babak kedua. Sedangkan di pul lain, Taufik Hidayat akan menghadapi veteran Malaysia, Wong Chong Hann.
Sementara itu, pasangan Kido/Hendra di awal perjalanan pertandingan harus menghadapi ganda tuan rumah China, Xie Zhongbo/Gua Zhendong. Jika kemudian lolos ke babak berikutnya, mereka menghadapi pemenang antara pasangan Malaysia Koo Kien Keat/Tan Bon Heong dan Shuichi Sakamoto/ Shintaro Ikeda dari Jepang.
Jika masih bertahan sampai ke semifinal, Markis/Hendra, yang untuk pertama kalinya lolos ke Olimpiade, berpeluang bertemu peringkat dua dunia, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Itu tentu saja terjadi jika pasangan Korea tersebut berhasil mengatasi juara dunia 2003 Lars Paaske/Jonas Rasmussen dari Denmark serta pemenang antara Michal Logosz/Robert Mateusiak (Polandia) dan Glenn Warfe/Ross Smith (Australia).
Meskipun demikian, Direktur Pelatnas Christian Hadinata yang diminta komentarnya soal hasil undian itu mengatakan, tidak ada lawan yang mudah di ajang sekelas Olimpiade. Semua pemain tentu sudah bersiap dan konsentrasi untuk pertandingan nanti. "Jadi, jangan terbuai dengan hasil undian, semua lawan berat, tidak ada yang ringan," ujar Christian, Minggu (27/7).
Sedangkan pasangan Kido/ Hendra mengatakan, mereka akan berfokus pada satu pertandingan ke pertandingan berikut. "Saya akan berusaha sekuat tenaga, berfokus pada lawan per lawan," ujar Markis Kido seraya menambahkan bahwa ia tetap percaya diri kendati lawan yang dihadapi tidak ringan.
Ganda putra Indonesia lainnya, Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto, juga tidak ingin menganggap enteng siapa pun lawan yang mereka hadapi dalam Olimpiade kedua yang mereka ikuti.
Pasangan tersebut akan mengawali langkah melawan ganda Jepang, Keita Masuda/Tadashi Ohtsuka, untuk selanjutnya bertemu dengan pemenang antara Lee Jae Jin/Hwang Ji Man dari Korea dan Choong Tan Fook/Lee Wan Wah dari Malaysia jika lolos ke babak berikutnya.
Sementara itu, dua ganda campuran Indonesia di Olimpiade Beijing 2008, Nova Widianto/ Liliyana Natsir dan Flandy Limpele/Vita Marissa, membuka peluang untuk menggelar final sesama pasangan Indonesia saat keduanya berada dalam pul yang berbeda dalam undian pertandingan.
"Yang penting terpisah dalam undian dengan Flandy/Vita. Jadi bisa berfokus satu-satu ke lawan, mau fight untuk membuat all Indonesian final," tutur Liliyana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar