![]() |
| Anggota IBWI ketika melayat ke Rumah Duka Ibu Dora Sumitro sempat foto dengan YMP Prabowo Subianto |
Waktu itu penulis bergabung dengan Wanea Aces Bridge
Club. Saat itu di Manado ada cukup banyak klub bridge yang aktif. Selain Wanea
Aces ada Quens Club Club yang anggotanya khusus wanita, ada Maesa, Prasetya,
Volta dan lain-lain. Selanjutnya tahun
1977 penulis pindah ke Jakarta dan bergabung dengan Garuda Bridge Club kemudian
Santay Bridge Club.
Saat itu juga klub bridge di Jakarta cukup banyak. Ada Pattimura, Buana, Palupi, RPA, Maesa, Kris, Bhinneka dan lain-lain. Bahkan kompetisi antar klub cukup marak.
Sayang, hampir semua klub di atas sudah tidak tentu
rimbanya. Memang ada Bhinneka dan Garuda yang bertahan tapi itupun tinggal
namanya saja.
Salah satu klub bridge yang bertahan justru adalah IBWI
atau Ikatan Bridge Wanita Indonesia. Klub yang beranggotakan pemain bridge
wanita tahun ini memasuki usia 60 tahun dan punya anggota yang terdaftar serta
membayar iuran dan yang lebih penting lagi punya latihan rutin.
Mereka punya jadwal latihan setiap hari Selasa pagi di
Bridge Centre Bulungan dan sering dilanjutkan pada sore hari dimana peserta
umum bisa ikut berlatih.
Saat pandemi covid-19 tempat berlatih Bridge Centre
Bulungan sedang di renovasi dan latihan pindah ke rumah Ketuanya Ibu Caroline
Hidayat Japadermawan. Namun saat PSBB latihan dihentikan untuk sementara.
Kemudian pada
tanggal 5 Juli 2022 setelah covid-19 melandai dan pemerintah mengijinkan
kegiatan olahraga, latihan dimulai lagi di Bridge Centre Bulungan malah terbuka
untuk umum. Latihan rutin IBWI setiap Selasa jam 09.30 berlangsung sampai sekarang.
IBWI berdiri tahun 1965 atau 12 tahun setelah Gabsi
berdiri tahun 1953 atas prakarsa Almarhumah Ibu Soebandrio yaitu Isteri Menlu
RI pada waktu itu bersama Ibu Tilly Koeshardjono, Ibu Rose Rambitan dan Ibu
Netty Karnadi. Ibu Soebandrio pernah menjadi Ketum PB Gabsi.
Jadi PB Gabsi pernah dipimpin dua orang wanita, satu lagi
Ibu Miranda S Goeltom.
Para Ketua IBWI dari tahun ketahun:
1.
Ibu Rose Rambitan
2.
Ibu Yo Muthalieb
3.
Ibu Indah Susatio
4.
Ibu Eus Gontha
5.
Ibu Dora Sumitro
6.
Ibu Doly
Soeryosoemrno
7.
Ibu Supeni
8.
Ibu Suko Sabandi
9.
Ibu Nani Wisnu
Djadjengminardo (Ketua terlama beberapa periode)
10.
Ibu Endang Sri
Redjeki Wardijasa
11.
Ibu Henny Tamala
12.
Ibu Caroline
Hidayat Japadermawan.
13.
Ibu Lies Mardjas
Saat ini anggota IBWI rata-rata sudah lansia dan tempat berlatih di Bridge Centre Bulungan ada di lantai 2 sehingga menyulitkan Ibu-ibu ini karena mereka harus naik turun tangga untuk mencapai tempat latihan.
Tahun 2014 tepatnya bulan Maret, Ibu Caroline, sebagai
Ketua IBWI mengambil inisiatif untuk
menulis surat kepada Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok agar di Bridge Centre
Bulungan diberikan tangga landai untuk memudahkan para ibu-ibu anggota IBWI
yang umumya sudah lansia dipermudah.
Ternyata gayung bersambut hanya selang beberapa minggu
kemudian sudah ada petugas yang datang survei dan melakukan pengukuran dan pada
bulan Desember 2014 tangga sudah bisa digunakan.
Menurut Ibu Caroline, peristiwa yang menurutnya hampir
tidak masuk akal ini sangat membekas dihatinya. Secara jujur ia mengatakan, walaupun
sudah menulis surat ia masih tidak percaya akan berhasil.
Kata hatinya, paling dibuang ke kotak sampah. Ternyata
yang terjadi sangat berlawanan. Terima kasih Jokowi dan Ahok katanya. Semoga
tangga yang landai ini tetap dipertahankan sehingga setelah renovasi, IBWI bisa
berlatih kembali di Bridge Centre Bulungan seperti biasanya.
Harapannya terkabul karena setelah renovasi tangga
tersebut tetap dipertahankan malah dipercantik.
Selamat ulang tahun ke 60 buat satu-satunya klub bridge
wanita di Indonesia dan mampu bertahan sampai 60 tahun.
Momen langka seperti ini sebaiknya dirayakan misalnya
dengan mengadakan Turnamen Bridge Dora Sumitro Memorial Trophy yang diadakan
sekaligus merayakan HUT Gabsi & Hari Bridge Nasional yang jatuh pada
tanggal 12 Desember. PB Gabsi tahun ini akan berusia 72 tahun. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar