Sumber Asli -- C0I -
Hanya karateka senior Umar Syarief yang mampu menandingi lawannya
saat tim kumite (pertarungan) beregu Indonesia melawan tim Turki pada
babak pertama penyisihan, Kejuaraan Dunia Karate Senior ke-21, di Paris,
Perancis, Jumat (23/11/2012) pagi waktu setempat.
Pada laga itu, Indonesia menurunkan Jintar Simanjuntak, Umar Syarief, Donny Dharmawan, Caesar Hutagalung, dan Christo Mondolu untuk melawan lima karateka Turki.
Umar yang sudah kaya pengalaman bertanding tampil dominan melawan Gundogdu, karateka asal Turki. Dia berhasil meraih poin maksimal, yaitu tiga, setelah menyapu dan memukul Gundogdu.
Hingga pertandingan usai, poin itu menjadi satu-satunya poin, sehingga skor 3-0 untuk Umar. Wartawan Kompas Antonius Ponco Anggoro melaporkan dari Paris, kemenangan Umar menjadi satu-satunya pada laga kumite beregu tersebut.
Jintar yang melawan karateka Turki lainnya, Sahintekin dikalahkan dengan skor 3-0. Sementara Donny dengan mudahnya dikalahkan lawannya, Erkan, dengan angka telak 8-0. Begitu pula Charles yang kalah dengan skor 3-0 dari lawannya, Usda.
Kekalahan karateka Indonesia terutama karena badan karateka lawan lebih besar. Mereka memiliki jangkauan pukulan dan tendangan lebih jauh, dan tentunya tenaga lebih besar. Ini begitu terlihat pada laga Jintar dan Donny.
Dengan kekalahan Indonesia di nomor tersebut berarti peluang Indonesia meraih medali di kejuaraan tertinggi di cabang olahraga karate itu sudah tertutup. Sebelumnya, Indonesia juga dikalahkan oleh lawan-lawannya di tujuh nomor di kejuaraan yang diikuti oleh karateka Indonesia ketika masih di babak penyisihan.

Pada laga itu, Indonesia menurunkan Jintar Simanjuntak, Umar Syarief, Donny Dharmawan, Caesar Hutagalung, dan Christo Mondolu untuk melawan lima karateka Turki.
Umar yang sudah kaya pengalaman bertanding tampil dominan melawan Gundogdu, karateka asal Turki. Dia berhasil meraih poin maksimal, yaitu tiga, setelah menyapu dan memukul Gundogdu.
Hingga pertandingan usai, poin itu menjadi satu-satunya poin, sehingga skor 3-0 untuk Umar. Wartawan Kompas Antonius Ponco Anggoro melaporkan dari Paris, kemenangan Umar menjadi satu-satunya pada laga kumite beregu tersebut.
Jintar yang melawan karateka Turki lainnya, Sahintekin dikalahkan dengan skor 3-0. Sementara Donny dengan mudahnya dikalahkan lawannya, Erkan, dengan angka telak 8-0. Begitu pula Charles yang kalah dengan skor 3-0 dari lawannya, Usda.
Kekalahan karateka Indonesia terutama karena badan karateka lawan lebih besar. Mereka memiliki jangkauan pukulan dan tendangan lebih jauh, dan tentunya tenaga lebih besar. Ini begitu terlihat pada laga Jintar dan Donny.
Dengan kekalahan Indonesia di nomor tersebut berarti peluang Indonesia meraih medali di kejuaraan tertinggi di cabang olahraga karate itu sudah tertutup. Sebelumnya, Indonesia juga dikalahkan oleh lawan-lawannya di tujuh nomor di kejuaraan yang diikuti oleh karateka Indonesia ketika masih di babak penyisihan.
-
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar