![]() |
| Shin Tae-yong |
Sumber Asli -- C0I - Berbagai gaya
telah dicoba sepakbola Indonesia untuk meraih prestasi yang membanggakan di
tingkat Asia Tenggara, Asia dan tentunya juga dunia. Ada gaya Eropa dan Amerika
Selatan yang diadopsi. Karena prestasi membanggakan tak kunjung datang maka
kini sepakbola Indonesia mencoba banting stir menerapkan daya K-Pop dari Korea
Selatan.
Tanda-tanda ke
arah itu terlihat setelah Persatuan
Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberhentikan Simon McMenemy sebagai
pelatih tim nasional Indonesia. Pemberhentian McMenemy yang diperkuat pernyataan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia
(PSSI) yang baru terpilih Mochamad
Iriawan dalam twitter PSSI, segera ditindaklanjuti dengan langkah mencari penggantinya. PSSI
disebut telah menyiapkan dua nama bakal pengganti McMenemy.
Dari dua nama itu
ada Luis Milla yang sudah akrab dengan telinga insan sepakbola di Tanah Air. Pelatih
asal Spanyol ini pernah menangani tim nasional SEA Games 2017 dan Asian Games
2018. Pada SEA Games lalu Milla
mempersembahkan medali perunggu bersama timnas U-22.
Satu nama lagi yang difavoritkan adalah Shin Tae-yong. Pelatih
asal Korsel ini menjadi calon kuat karena memiliki keunggulan lebih memahami
karakter pemain-pemain Asia, khususnya Asia
Tenggara karena tidak jauh beda dari sisi budaya. Dari bayaran, pelatih Korsel itu juga lebih murah
dari Milla.
Faktor lain yang
mendukung pilihan kepada Shin Tae-yong tentunya trend yang kini melanda
sepakbola di Asia Tenggara. Hampir semua negara di kawasan ini rame-rame
memakai pelatih asal Korsel dan Jepang. Enam dari 11 negara di Asia Tenggara
sudah mempercayakan jabatan pelatih kepala di tangan pelatih Asia.
Thailand menunjuk
mantan pelatih Jepang di Piala Dunia 2018, Akira Nishino. Legenda hidup Jepang,
Keisuke Honda kini menangani timnas Kamboja. Vietnam masih berjaya di tangan
Park Hang-seo asal Korsel. Singapura
kini dibesut oleh Tatsuya Yoshida asal Jepang. Laos malah memakai pelatih asal
Singapura Varadaraju Sundramoorthy. Hanya u, Malaysia masih memakai pelatih bangsa sendiri, Tan Cheng Hoe.
Sosok Shin Tae-yong tidaklah sembarangan. Pada Piala Dunia 2018, dia mampu membawa Timnas
Korsel menekuk juara bertahan Jerman 2-0
di fase grup. Pelatih berusia 50 tahun ini tercatat pernah menukangi Seongnam
FC, Timnas Korea U-23, dan Timnas Korea Selatan. Dari tiga tim tersebut, Shin
berhasil mencatatkan 55 kemenangan, 30 hasil seri, dan 55 kekalahan dari 140
pertandingan.
Shin juga
berhasil menghantarkan Seongnam FC menjuarai Liga Champiosn Asia pada 2010.
Kala menukangi Timnas Korea Selatan U-23, prestasinya jauh lebih baik lagi.
Shin menjadi pelatih yang mempersembahkan juara EAFF E-1
Football Championship 2017.
Jika benar PSSI memilih Shin Tae-yong maka ini akan menjadi
sejarah baru. Diharapkan Shin akan mampu menyuntikan kekuatan ginseng ke
stamina pemain Indonesia.
Kemudian memberikan semangat tempur dan kedisiplinan yang kuat untuk timnas
Garuda. Dia juga diharapkan mampu menerapkan gaya
sepakbola negeri K-Pop yang sudah mengguncang dunia untuk Indonesia. Mari
kita nantikan. ***
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar