COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Rabu, 29 Juli 2009

MAG: PBWI Minta Atlet Jaga Kesehatan di Thailand

CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Sekjen Demisioner Pengurus Besar Whusu Indonesia (PBWI), Ngatino, mengimbau kepada tujuh atlet wushu Indonesia agar menjaga kesehatannya selama mengikuti Asian Martial Arts di Thailand."Tampil di Thailand 1 sampai 9 Agustus mendatang waktunya cukup panjang. Dengan begitu perlu menjaga kesehatan setelah flu babi merebak dimana-mana," kata Ngatino di Jakarta, Rabu.

- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -

- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Guna menanggulangi semua itu, ia mengingatkan agar atlet tetap menjaga kebersihan terutama sehabis makan cuci tangan yang bersih.

Hindari interaksi dengan masyarakat setempat. Begitu juga harus memakai masker sebelum dan seusai tanding selama di Thailand.

Menjaga kesehatan yang baik, katanya, seorang atlet akan tampil optimal dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Strategi ini yang harus dilakukan diluar pertandingan.

Dengan harapan atlet nasional tampil eksis dalam menyuguhkan medali emas bagi merah putih.

Ngatino mengakui di Asian Martial Art nanti lawan kuat datang dari China, Korsel dan Thailand.

Semua itu pernah dialami atlet nasional saat turun dalam kejuaraan dunia di Bali, tahun lalu. Hal itu dapat dijadikan pelajaran bagi atlet nasional untuk meraih prestasi optimal.

Berharap Satu Kelas

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) hanya berharap dari satu kelas yakni welter putra untuk meraih medali di Asian Martial Arts Games (AMAG) di Bangkok 1 hingga 9 Agustus mendatang.

"Kami hanya bisa berharap di satu kelas, yaitu di kelas welter putra dimana kami akan menurunkan Basuki Nugroho," ujar Sekjen PBTI, Wahyu Hagono di Jakarta, Selasa.

Ke ajang AMAG ini, PB TI mengirimkan delapan atlet terdiri atas empat putra dan empat putri. Tiga atlet putra lainnya adalah Meri Wandra (kelas bantam), Rizal Syamsir (heavy/kelas berat) dan Yereth (fly).

Empat atlet putri adalah Selviana (middle), Eka Sahara (heavy), Catur Yuni (welter) dan Nurul Fadillah (feather).

Wahyu Hagono mengatakan, pihaknya agak kesulitan untuk memprediksi peraihan medali pada ajang khusus beladiri yang baru pertama kali digelar di Asia ini.

"Masalahnya event ini akan diikuti atlet-atlet dari Asia dan banyak atlet elit yang akan tampil disini. Meski begitu kita pasti berharap masih bisa mendapatkan medali," ujarnya.

Tim taekwondo Indonesia yang dimanajeri Yosef Hungan dan dilatih Fadli Potu serta Satriono sudah dipersiapkan sejak awal tahun lalu, berlatih di Indonesia Taekwondo Training Center di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara dan sempat berlatih di kawasan Senayan.

"Tim ini kita siapkan sejak Januari, karena tadinya AMAG akan digelar bulan April. Mudah-mudahan dengan digelarnya pada awal Agustus nanti para atlet bisa mencapai puncak penampilannya," ujar Wahyu.

Sejak tim dibentuk, tim taekwondo AMAG Indonesia sama sekali tak melakukan uji tanding. Kecuali itu, Eka dan Selvi sempat mengikuti Universiade XXV yang diikuti 132 negara peserta di Belgrade, Serbia pada 1-12 Juli lampau.

"Di ajang itu mereka berhasil masuk babak delapan besar. Sebenarnya, sekali kemenangan saja sudah mendapatkan perunggu," ujar Wahyu Hagono. (sihc/saci)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI