COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Rabu, 05 Agustus 2009

AMAG: Indonesia Peringkat Tujuh

CINTA OLAHRAGA INDONESIA - JAKARTA - Komandan pelatnas Asian Martial Art Games (AMAG), Djoko Pramono mengatakan, cabang silat dan karate masih berpeluang menyuguhkan medali emas di kejuaraan bela diri se-Asia yang baru diadakan pertama kali itu. Hingga kini kontingen Indonesia baru mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Hasil itu menempatkan Indonesia berada di peringkat ketujuh di AMAG.
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -

- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Djoko berharap ketiga cabang yang belum dipertandingkan di final, wushu, karate dan silat dapat menyumbangkan emas bagi Indonesia.

"Dua atlet silat masuk final, dan empat diantaranya masih berlaga di semi final. Mudah-mudahan mereka mengikuti jejak Kresna Bhayu meraih medali emas untuk merah putih," ujar Djoko kepada Antara, Rabu (5/8) siang WIB.

Hasil terbaru dari Bangkok menyatakan seluruh atlet silat Indonesia berhasil masuk ke babak final. Dengan demikian Indonesia sangat berpeluang menambah medali dari nomor Silat

Sementara tim taekwondo Indonesia hari ini (5/8) mengakhiri perjuangannya di AMAG. Sayangnya hari terakhir Indonesia di cabang itu dibarengi dengan gagalnya Nurul, taekwondoin di kelas 54 kg asal Kalimantan Timur, menembus final. Sebelumnya, atlet putri taekwondo asal Kaltim, yakni Eka Sahara, berhasil meraih medali perunggu untuk kelas berbeda.

Di luar prestasi yang ditorehkan para atlet bela diri di ajang internasional itu, Djoko bersyukur seluruh kontingen Indonesia tidak ada satupun yang terkena pengaruh flu babi (H1N1), seperti yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan.

"Sampai saat ini seluruh anggota kontingen dalam keadaan sehat dan bugar. Tak ada satu pun yang teridentifikasi flu babi yang dikhawatirkan," ungkap Djoko ketika ia mendampingi tim judo Indonesia menghadap Ketua Umum KONI/KOI Pusat Rita Subowo.[*/nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap

Taekwondo Gagal Tambah Medali

Cabang olahraga taekwondo gagal mempersembahkan medali di laga terakhir pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet taekwondo putri Nurul Fadillah yang turun di kelas Feather dikalahkan taekwondoin asal Kazakhstan Zarina Shamshatkyzy dengan skor 3-2 di babak awal.

Manajer Taewondo Joseph Huangan mengatakan, secara teknis permainan Nurul sebenarnya tidak kalah. "Dia tersingkir setelah terkena hukuman penalti. Tentu saja kami kecewa. Apalagi kami sangat mengandalkan dia untuk menambah medali," ujar Joseph seusai pertandingan.

Dengan demikian dari delapan kelas yang diikuti taekwondoin Indonesia, menghasilkan satu perak dan tiga perunggu. Medali perak diraih Rizal Samsir, sedangkan tiga perunggu disumbang Basuki Nugroho, Eka Sahara dan Catur Riyaningsih.

Sementara itu, cabang olahraga karate baru akan bermain mulai Kamis ini. Pada cabang ini, Indonesia akan turun di tujuh kelas. Dony Dharmawan dan Ismail Anwar akan menjadi andalan untuk menyumbang medali. Dony akan turun di kelas 60 kilogram putra, sedangkan Ismail di kelas 67 kilogram putra.

Enam Pesilat Indonesia Tampil di Final

Indonesia berpeluang meraih medali emas dari cabang pencak silat yang memastikan atletnya meraih tempat di final untuk enam nomor pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand. Pujo Janoko dan Ni Nyoman Suparniti merupakan dua pesilat terakhir yang memastikan ke final, menyusul empat rekannya, Lutfan Budi Santosa, Pengky Simbar, Amelia Roring, dan I Komang Wahyu Purbasari.

Pujo yang turun di kelas C, Rabu (5/8) melaju ke final setelah mengalahkan pesilat Malaysia Mohammad Ismail dengan keunggulan telak 4-1. Sementara Ni Nyoman Suparniti melangkah ke final seusai menghentikan perlawanan pesilat Filipina, Marie Charilou Rabino dengan skor 5-0.

Manajer pencak silat Indonesia Ahmad Tafsil Rimsal mengatakan, dari enam final tersebut, pihaknya menargetkan minimal meraih tiga medali emas.

"Kami maunya dapat semua. Akan tetapi, target awal kami di ajang ini adalah mendapat tiga emas. Syukur-syukur bisa lebih," ujar Ahmad.

Aldy dan Johanes Sumbang Perak dari Wushu

Pasangan Aldy Lukman dan Johanes Bie menyumbang medali perak dari cabang olahraga wushu pada Asian Martial Arts Games I di Bangkok Thailand, Rabu (5/8). Atlet wushu Indonesia yang turun di kelas duillian apparatus combat itu, hanya kalah tipis dari pasangan China, Hongshuo Shao dan Chenghao Zhang, yang meraih emas.

"Dibanding China atlet kita memang sedikit kalah kelas. Penampilan mereka sangat sempurna dan pantas juara. Meski demikian, kami juga tidak terlalu kecewa dengan hasil ini. Setidaknya dengan hasil ini potensi kita meraih emas di SEA Games Laos bisa kami wujudkan," kata Manajer tim Wushu Indonesia Lambertus.

Pada partai final itu, Aldy dan Johanes mendapat nilai 9,52, sedangkan pasangan China meraih nilai 9,75. Pada cabang olahraga wushu, Indonesia akan turun di lima kelas. Selain kelas duillian at let Indonesia akan berlaga di kelas 56 kilogram atas nama Kubarul Fadillah Oy dan kelas 52 kilogram atas nama Junaidi Sukamto.

Dua atlet lainnya, yakni Moria Sukamto akan berlaga di kelas 56 kilogram, sedangkan Hotma Dearma Purba turun di kelas 48 kilogram. Moria dan Hotma merupakan atlet yang tergabung dalam Program Atlet Andalan atau PAL. (sihc/sic/skoc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA - ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI