-Kejurnas Aeromodelling Musi Rawas 2010 kali ini memperlombakan beberapa nomor Free Flight (F1A, F1H), Control Line (F2C, F2A, F2B, F2D) dan Radio Control (F3A, F3C, F3J).
Hasil pertandingan sementara, duo Jatim Benny Limanhadi dan Erick Limanhadi tim aeromodelling Jawa Timur berhasil menduduki posisi pertama dan kedua untuk mata lomba Aeorobatik Control Line (F2B).
Benny sukses mengumpulkan nilai 2.000 dari tiga ronde pertandingan yang sudah berlangsung sejak Rabu (27/10/2010). Sementara Erick mengumpulkan nilai 1947,9, disusul wakil DKI Jakarta Eko Nuralam Putra di posisi ketiga dengan nilai 1752,1.
Manuver berbagai jenis pesawat model dari tiga provinsi dan atraksi para penerjun payung profesional memeriahkan pembukaan kejuaraan miniatur pesawat terbang ini. Pembukaan sendiri berlangsung di Alun-alun Agropolitan Musi Rawas.
Atlet aeromodelling asal Riau, Dimas, menampilkan atraksi pesawat jenis Yak 54 berbobot 20 kg, engine 150 cc berbahan bakar etanol, memukau penonton dengan manuver low power hingga tegak lurus dan berputar. Sementara 15 atlet penerjun payung yang berasal dari Sumatera Selatan, berhasil mendarat tepat pada sasaran di lokasi acara.
Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti dalam sambutannya mengatakan, event ini menjadi spektrum awal pencitraan untuk memperkenalkan sumber daya yang dimiliki Musi Rawas di kancah nasional maupun internasional.
Efek yang sangat dirasakan salah satunya mengenalkan Bandara Silampari sebagai salah satu pintu gerbang investasi sektor Barat Sumsel. Selain membuka rute penerbangan, Musi Rawas juga akan membagun rel kereta api dan Terminal Peti Kemas di Durian Remuk sampai ke Pelabuhan Siapi-api.
Kejuaraan aeromodelling ini memakan biaya sebesar Rp900 juta, dan dana itu ditanggung langsung Pemkab Musi Rawas *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Hasil pertandingan sementara, duo Jatim Benny Limanhadi dan Erick Limanhadi tim aeromodelling Jawa Timur berhasil menduduki posisi pertama dan kedua untuk mata lomba Aeorobatik Control Line (F2B).
Benny sukses mengumpulkan nilai 2.000 dari tiga ronde pertandingan yang sudah berlangsung sejak Rabu (27/10/2010). Sementara Erick mengumpulkan nilai 1947,9, disusul wakil DKI Jakarta Eko Nuralam Putra di posisi ketiga dengan nilai 1752,1.
Manuver berbagai jenis pesawat model dari tiga provinsi dan atraksi para penerjun payung profesional memeriahkan pembukaan kejuaraan miniatur pesawat terbang ini. Pembukaan sendiri berlangsung di Alun-alun Agropolitan Musi Rawas.
Atlet aeromodelling asal Riau, Dimas, menampilkan atraksi pesawat jenis Yak 54 berbobot 20 kg, engine 150 cc berbahan bakar etanol, memukau penonton dengan manuver low power hingga tegak lurus dan berputar. Sementara 15 atlet penerjun payung yang berasal dari Sumatera Selatan, berhasil mendarat tepat pada sasaran di lokasi acara.
Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti dalam sambutannya mengatakan, event ini menjadi spektrum awal pencitraan untuk memperkenalkan sumber daya yang dimiliki Musi Rawas di kancah nasional maupun internasional.
Efek yang sangat dirasakan salah satunya mengenalkan Bandara Silampari sebagai salah satu pintu gerbang investasi sektor Barat Sumsel. Selain membuka rute penerbangan, Musi Rawas juga akan membagun rel kereta api dan Terminal Peti Kemas di Durian Remuk sampai ke Pelabuhan Siapi-api.
Kejuaraan aeromodelling ini memakan biaya sebesar Rp900 juta, dan dana itu ditanggung langsung Pemkab Musi Rawas *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar