-Andalah Merah Putih tidak berhasil meladeni surfer Australia pada final Oakley ASP World Pro Junior 2010 di Pantai Keramas, Gianyar, Bali, dua pekan silam atau 8 Oktober 2010. Dua pilar Negeri Kanguru ini Jack Freestone (putra) dan Tyler Wright (putri) memenangi event terbesar ASP World Junior Tour (WJT) dalam sesi heat yang menegangkan dengan kondisi ombak setinggi 4-6ft (1.5-2m) di Bali.
Meskipun diiringi hujan dan onshore wind saat pertandingan dimulai, Keramas telah menjadi saksi aksi terbaik para surfer muda saat perempat final, semifinal hingga final kedua divisi diadakan.
Pada final itu benar-benar terasa berbeda dari perhelatan sebelumnya, di mana kali ini para finalis benar-benar menyajikan performa terbaik. Mereka mencurahkan seluruh energi dan menyuguhkan serangkaian manuver demi satu tujuan, yaitu memenangkan tropi Oakley ASP World Pro Junior 2010.
Freestone, yang masih belia menjadi pemenang pertama dengan mengalahkan Dale Staples (ZAF) 19 tahun di babak final divisi pria melalui pertarungan ketat dan menegangkan.
Diwarnai perpanjangan waktu selama 35 menit, Freestone benar-benar menggunakan set ombak yang ada untuk menghabiskan energi terakhir menembus barrel. Dia juga mengkombinasi pertarungan ini dengan aksi manuver yang mengagumkan. Kerja kerasnya pun menghasilkan poin tertinggi 9.57 poin (mendekati poin 10).
Di penghujung set, Freestone akhirnya mendominasi keseluruhan babak final pria dengan menambah poin tinggi 4.27 melalui total dua wave. Tapi tidak mudah bagi Freestone untuk merebut mahkota juara. Dia nyaris dikalahkan Staples saat babak penentuan, di momen paling kritis yang cukup mendebarkan para juri termasuk yang hadir saat itu.
Melalui sisa waktu 15 detik, Staples yang mendapat giliran setelah Freestone hampir saja menguburkan impian surfer muda Australia itu untuk menjadi juara kontes kali ini, saat Staples mendapatkan sesi ombak terbaiknya, naik keatas barel untuk melakukan manuver akhir. Sayang, ia gagal menuntaskan aksi pamungkasnya.
“Saya benar-benar bahagia, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan” ujar Freestone bahagia.
“Momen tadi sungguh mendebarkan. Sungguh gila. Saya kira dia (Staples) akan berhasil menembus barrel itu. Saya benar-benar tegang. Tapi sekarang saya lega,” paparnya.
Freestone menyelesaikan pertarungan mendebarkan itu dengan 13.84 poin dengan total two-wave (mendekati poin 20) untuk mengantungi grand prize sebesar US$10,000 dan mengumpulkan 10,000 poin atas kemenangannya ini.
Dan ketika babak final berakhir, Freestone-pun diusung oleh keluarganya keluar dari spot bersama yang hadir saat itu untuk merayakan kemenangannya.
“Ini adalah kemenangan yang paling berharga untukku. Saya melewati heat demi heat dengan susah payah, tapi akhirnya semuanya telah selesai. Saya tidak bisa mengungkapkan perasaanku,” bebernya.
Dengan prestasi ini, Freestone juga berhasil mencuri perhatian publik akan kemunculan signifikan surfer-surfer muda berbakat dari Australia yang patut diperhitungkan.
Surfer muda yang berasal dari Gold Coast ini mengasah keahliannya menjajal ombak saat ia di Snapper Rocks, Gold Coast. Tidak mudah ia mendapatkan gelar ini. Ia harus menjalani pertarungan sengit dengan Nat Young (USA) di perempat final, dengan Caio Ibelli (BRA) di semifinal, sebelum akhirnya berhasil masuk final dan menaklukan Stapples (ZAF).
Staples, yang hanya mampu mengumpulkan total 8.44 poin yaitu 5.67 dan 2.27 poin di heat terakhirnya, cukup senang dengan hasil ini.
“Saya benar-benar merasa tegang saat ingin mencetak poin tinggi, ujar Staples,” yang mendapatkan posisi kedua dan mengantungi US$5,000.
“Juara kedua sudah cukup bagiku. Aku cukup puas bisa mengalahkan beberapa surfer muda terbaik di dunia untuk bisa masuk ke babak final. Dan aku pantas mendapatkannya.” lanjutnya. Staples mengakui kecemasannya saat memasuki babak final.
“Saya benar-benar tegang. “Saya menunggu set ombak yang bagus sepanjang babak final ini. Tapi tidak kunjung datang. Akhirnya saya cuman berharap akan ada set ombak yang sempurna pada saat-saat akhir, tapi tidak juga kunjung datang,” ceritanya.
Staples, yang berdomisili di St Francis Bay, Afrika Selatan memperoleh tiket untuk perhelatan kedua ASP WJT, dan mendapatkan ranking kedua dengan total 8,000 poin.
Di pembukaan babak semi final, Freestone menaklukan Caio Ibelli (BRA) yang harus puas mengantungi 11.83 poin, dengan total ombak 12.84 poin.
Sesaat setelah kedua surfer tersebut mencetak 7 poin diawal putaran, Freestone tampaknya cukup sabar untuk mendapatkan sesi ombak yang baik untuk mencetak 5.67 poin (mendekati poin 10), saat Ibelli mengganti papan nya yang patah ketika ia mencoba melakukan sebuah manuver.
Ibelli sendiri membutuhkan poin 5.34 untuk bisa masuk ke putaran final yang didominasi oleh Freestone selama 30-menit babak semifinal. Ibelli sebenarnya mendapatkan spot ombak yang cukup bagus setelahnya, tapi tidak cukup untuk mengalahkan Freestone. Surfer muda berbakat asal Brazil ini mendapatkan posisi ketiga, dengan 6.500 poin dan uang sejumlah US$3,000.
Sebelumnya, babak semi final kedua menghadirkan dua surfer muda berbakat, Staples melawan Mitch Crews (AUS). Di 5 menit awal, Crews sendiri sebetulnya sudah terlihat akan mendominasi babak ini, mencetak 6.83 dan 8.50 poin.
Tapi Staples bangkit mengejar ketinggalannya. Dengan waktu tersisa 7 menit, Stapples berusaha mencari spot terbaik untuk membuktikan eksistensinya lewat aksi menembus barrel yang cukup panjang dengan sempurna dan langsung mencetak kemenangan melalui poin 9.33 (mendekati 10 poin)!
Dengan begitu, Crews memperoleh posisi ke 3 dan mengantungi 6,600 poin dan membawa pulang total uang US$3,000.
Menempati urutan ke 5 yaitu Nat Young (USA), Conner Coffin (USA), Kiron Jabour (HAW) dan Evan Thompson (USA) yang semuanya tereliminasi di babak perempat final.
Di bagian divisi putri, Wright berhasil mendapatkan mahkota ASP Women World Junior, mengantungi 13.40 poin dengan mengalahkan Alizee Arnaud yang hanya mengantungi 12.67 poin.
“Benar-benar pertarungan yang luar biasa,” ujar Wright, sesaat setelah mengantungi hadiah sebesar US$ dan meraup 10,000 poin yang mengantarkannya ke posisi puncak ranking ASP Women World Junior.
“Alizee (Arnaud) mencuri poin terlebih dahulu. Aku tahu jika ingin menang, aku harus mendapatkan poin lebih saat ombak berikutnya. Dan aku berhasil, aku bangga sekali.”
Wright berhasil melakukannya di 5 menit terakhir dengan mencetak 7.50 poin yang menghantarkannya menjadi juara dunia.
Bintang surfer muda asal Lennox Head, Northern NSW Australia ini memang mendominasi setiap heat sejak babak awal sampai putaran final, dan selalu mencetak poin tertinggi setiap babaknya.
Di peringkat ketiga yaitu Sage Erickson (USA) dan Airini Mason (NZL) yang sama-sama tersingkir di babak semi final.
Pada awal putaran final, juara ASP Women World Junior Laura Enever (AUS) dikalahkan oleh Arnaud (FRA) di babak perempat final.
Perhelatan kedua turnamen ASP World Junior Tour akan kembali tahun depan, tanggal 8 Januari 2011 di Narrabean, Australia *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>
Meskipun diiringi hujan dan onshore wind saat pertandingan dimulai, Keramas telah menjadi saksi aksi terbaik para surfer muda saat perempat final, semifinal hingga final kedua divisi diadakan.
Pada final itu benar-benar terasa berbeda dari perhelatan sebelumnya, di mana kali ini para finalis benar-benar menyajikan performa terbaik. Mereka mencurahkan seluruh energi dan menyuguhkan serangkaian manuver demi satu tujuan, yaitu memenangkan tropi Oakley ASP World Pro Junior 2010.
Freestone, yang masih belia menjadi pemenang pertama dengan mengalahkan Dale Staples (ZAF) 19 tahun di babak final divisi pria melalui pertarungan ketat dan menegangkan.
Diwarnai perpanjangan waktu selama 35 menit, Freestone benar-benar menggunakan set ombak yang ada untuk menghabiskan energi terakhir menembus barrel. Dia juga mengkombinasi pertarungan ini dengan aksi manuver yang mengagumkan. Kerja kerasnya pun menghasilkan poin tertinggi 9.57 poin (mendekati poin 10).
Di penghujung set, Freestone akhirnya mendominasi keseluruhan babak final pria dengan menambah poin tinggi 4.27 melalui total dua wave. Tapi tidak mudah bagi Freestone untuk merebut mahkota juara. Dia nyaris dikalahkan Staples saat babak penentuan, di momen paling kritis yang cukup mendebarkan para juri termasuk yang hadir saat itu.
Melalui sisa waktu 15 detik, Staples yang mendapat giliran setelah Freestone hampir saja menguburkan impian surfer muda Australia itu untuk menjadi juara kontes kali ini, saat Staples mendapatkan sesi ombak terbaiknya, naik keatas barel untuk melakukan manuver akhir. Sayang, ia gagal menuntaskan aksi pamungkasnya.
“Saya benar-benar bahagia, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan” ujar Freestone bahagia.
“Momen tadi sungguh mendebarkan. Sungguh gila. Saya kira dia (Staples) akan berhasil menembus barrel itu. Saya benar-benar tegang. Tapi sekarang saya lega,” paparnya.
Freestone menyelesaikan pertarungan mendebarkan itu dengan 13.84 poin dengan total two-wave (mendekati poin 20) untuk mengantungi grand prize sebesar US$10,000 dan mengumpulkan 10,000 poin atas kemenangannya ini.
Dan ketika babak final berakhir, Freestone-pun diusung oleh keluarganya keluar dari spot bersama yang hadir saat itu untuk merayakan kemenangannya.
“Ini adalah kemenangan yang paling berharga untukku. Saya melewati heat demi heat dengan susah payah, tapi akhirnya semuanya telah selesai. Saya tidak bisa mengungkapkan perasaanku,” bebernya.
Dengan prestasi ini, Freestone juga berhasil mencuri perhatian publik akan kemunculan signifikan surfer-surfer muda berbakat dari Australia yang patut diperhitungkan.
Surfer muda yang berasal dari Gold Coast ini mengasah keahliannya menjajal ombak saat ia di Snapper Rocks, Gold Coast. Tidak mudah ia mendapatkan gelar ini. Ia harus menjalani pertarungan sengit dengan Nat Young (USA) di perempat final, dengan Caio Ibelli (BRA) di semifinal, sebelum akhirnya berhasil masuk final dan menaklukan Stapples (ZAF).
Staples, yang hanya mampu mengumpulkan total 8.44 poin yaitu 5.67 dan 2.27 poin di heat terakhirnya, cukup senang dengan hasil ini.
“Saya benar-benar merasa tegang saat ingin mencetak poin tinggi, ujar Staples,” yang mendapatkan posisi kedua dan mengantungi US$5,000.
“Juara kedua sudah cukup bagiku. Aku cukup puas bisa mengalahkan beberapa surfer muda terbaik di dunia untuk bisa masuk ke babak final. Dan aku pantas mendapatkannya.” lanjutnya. Staples mengakui kecemasannya saat memasuki babak final.
“Saya benar-benar tegang. “Saya menunggu set ombak yang bagus sepanjang babak final ini. Tapi tidak kunjung datang. Akhirnya saya cuman berharap akan ada set ombak yang sempurna pada saat-saat akhir, tapi tidak juga kunjung datang,” ceritanya.
Staples, yang berdomisili di St Francis Bay, Afrika Selatan memperoleh tiket untuk perhelatan kedua ASP WJT, dan mendapatkan ranking kedua dengan total 8,000 poin.
Di pembukaan babak semi final, Freestone menaklukan Caio Ibelli (BRA) yang harus puas mengantungi 11.83 poin, dengan total ombak 12.84 poin.
Sesaat setelah kedua surfer tersebut mencetak 7 poin diawal putaran, Freestone tampaknya cukup sabar untuk mendapatkan sesi ombak yang baik untuk mencetak 5.67 poin (mendekati poin 10), saat Ibelli mengganti papan nya yang patah ketika ia mencoba melakukan sebuah manuver.
Ibelli sendiri membutuhkan poin 5.34 untuk bisa masuk ke putaran final yang didominasi oleh Freestone selama 30-menit babak semifinal. Ibelli sebenarnya mendapatkan spot ombak yang cukup bagus setelahnya, tapi tidak cukup untuk mengalahkan Freestone. Surfer muda berbakat asal Brazil ini mendapatkan posisi ketiga, dengan 6.500 poin dan uang sejumlah US$3,000.
Sebelumnya, babak semi final kedua menghadirkan dua surfer muda berbakat, Staples melawan Mitch Crews (AUS). Di 5 menit awal, Crews sendiri sebetulnya sudah terlihat akan mendominasi babak ini, mencetak 6.83 dan 8.50 poin.
Tapi Staples bangkit mengejar ketinggalannya. Dengan waktu tersisa 7 menit, Stapples berusaha mencari spot terbaik untuk membuktikan eksistensinya lewat aksi menembus barrel yang cukup panjang dengan sempurna dan langsung mencetak kemenangan melalui poin 9.33 (mendekati 10 poin)!
Dengan begitu, Crews memperoleh posisi ke 3 dan mengantungi 6,600 poin dan membawa pulang total uang US$3,000.
Menempati urutan ke 5 yaitu Nat Young (USA), Conner Coffin (USA), Kiron Jabour (HAW) dan Evan Thompson (USA) yang semuanya tereliminasi di babak perempat final.
Di bagian divisi putri, Wright berhasil mendapatkan mahkota ASP Women World Junior, mengantungi 13.40 poin dengan mengalahkan Alizee Arnaud yang hanya mengantungi 12.67 poin.
“Benar-benar pertarungan yang luar biasa,” ujar Wright, sesaat setelah mengantungi hadiah sebesar US$ dan meraup 10,000 poin yang mengantarkannya ke posisi puncak ranking ASP Women World Junior.
“Alizee (Arnaud) mencuri poin terlebih dahulu. Aku tahu jika ingin menang, aku harus mendapatkan poin lebih saat ombak berikutnya. Dan aku berhasil, aku bangga sekali.”
Wright berhasil melakukannya di 5 menit terakhir dengan mencetak 7.50 poin yang menghantarkannya menjadi juara dunia.
Bintang surfer muda asal Lennox Head, Northern NSW Australia ini memang mendominasi setiap heat sejak babak awal sampai putaran final, dan selalu mencetak poin tertinggi setiap babaknya.
Di peringkat ketiga yaitu Sage Erickson (USA) dan Airini Mason (NZL) yang sama-sama tersingkir di babak semi final.
Pada awal putaran final, juara ASP Women World Junior Laura Enever (AUS) dikalahkan oleh Arnaud (FRA) di babak perempat final.
Perhelatan kedua turnamen ASP World Junior Tour akan kembali tahun depan, tanggal 8 Januari 2011 di Narrabean, Australia *** >>>>>>>>>IKUT....?RE10.000>>>>>>>>>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar