- "Kami akan mencoba memberikan santunan, setidaknya dapurnya bisa terus aktif setiap bulannya," kata Andjas saat ditemui di kantor baru YOI di gedung Pertama Kuningan, Jumat (15/4).
Santunan itu akan diberikan setelah kerjasama dalam bentuk penjualan voucher pulsa untuk pengguna telepon genggam yang memakai operator Telkomsel dimulai. "Rencananya voucher itu akan diluncurkan pada 26 Mei mendatang," katanya. Bagian dari keuntungan hasil penjualan voucher itu kemudian akan menjadi modal bagi YOI untuk bisa memberikan santunan kepada mantan atlet yang kini hidup berkekurangan.
Petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical, akan menjadi salah satu nominator utama yang akan mendapatkan santunan dari YOI ini. Atlet yang menjadi petinju Indonesia pertama yang menyandang gelar juara dunia itu kini tidak mendapatkan penghidupan yang layak. Sumber pendapatan utamanya berasal dari pekerjaaanya sebagai penjaga keamanan di sebuah tempat hiburan malam. "Sebagai seorang yang pernah mengharumkan nama bangsa, Pical seharusnya bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak," kata Andjas.
Selain Ellyas Pical, Andjas juga telah mengantongi beberapa nama lain salah satunya seperti rekan seprofesi Pical, Nicholas Thomas atau yang lebih dikenal dengan nama Nico Thomas. Ada juga mantan pebulutangkis era tahun 1970-an. Andjas berharap nantinya YOI juga mendapatkan dukungan sponsor dari pihak lain agar modal yang dapat digunakan bisa semakin banyak.
Selain memberikan santunan, YOI juga diarahkan untuk bisa mengontrol sistem pembinaan cabang-cabang olahraga mendunia. "Seperti sepakbola, tinju, taekwondo,bulutangkis, dan cabang-cabang olahraga lainnya," katanya. Andjas berharap sistem pembinaan yang tepat bisa diterapkan pada para atlet muda agar nantinya bisa diciptakan juara-juara masa depan.
Andjas mencontohkan seperti sepakbola. "SSB (sekolah sepakbola) yang ada saat ini tidak menerapkan metode pelatihan skill individu yang tepat. Itu yang harus dibenahi," kata Andjas. Untuk proyek yang satu ini, Andjas menyatakan masih berjuang untuk mencari dukungan sponsor.
***
Santunan itu akan diberikan setelah kerjasama dalam bentuk penjualan voucher pulsa untuk pengguna telepon genggam yang memakai operator Telkomsel dimulai. "Rencananya voucher itu akan diluncurkan pada 26 Mei mendatang," katanya. Bagian dari keuntungan hasil penjualan voucher itu kemudian akan menjadi modal bagi YOI untuk bisa memberikan santunan kepada mantan atlet yang kini hidup berkekurangan.
Petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical, akan menjadi salah satu nominator utama yang akan mendapatkan santunan dari YOI ini. Atlet yang menjadi petinju Indonesia pertama yang menyandang gelar juara dunia itu kini tidak mendapatkan penghidupan yang layak. Sumber pendapatan utamanya berasal dari pekerjaaanya sebagai penjaga keamanan di sebuah tempat hiburan malam. "Sebagai seorang yang pernah mengharumkan nama bangsa, Pical seharusnya bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak," kata Andjas.
Selain Ellyas Pical, Andjas juga telah mengantongi beberapa nama lain salah satunya seperti rekan seprofesi Pical, Nicholas Thomas atau yang lebih dikenal dengan nama Nico Thomas. Ada juga mantan pebulutangkis era tahun 1970-an. Andjas berharap nantinya YOI juga mendapatkan dukungan sponsor dari pihak lain agar modal yang dapat digunakan bisa semakin banyak.
Selain memberikan santunan, YOI juga diarahkan untuk bisa mengontrol sistem pembinaan cabang-cabang olahraga mendunia. "Seperti sepakbola, tinju, taekwondo,bulutangkis, dan cabang-cabang olahraga lainnya," katanya. Andjas berharap sistem pembinaan yang tepat bisa diterapkan pada para atlet muda agar nantinya bisa diciptakan juara-juara masa depan.
Andjas mencontohkan seperti sepakbola. "SSB (sekolah sepakbola) yang ada saat ini tidak menerapkan metode pelatihan skill individu yang tepat. Itu yang harus dibenahi," kata Andjas. Untuk proyek yang satu ini, Andjas menyatakan masih berjuang untuk mencari dukungan sponsor.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar