- Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Tutuk Kurniawan di Semarang, Senin (9/5/11), mengatakan sebenarnya target Indonesia adalah empat emas, tetapi, dua nomor yaitu carom dan english biliard sangat sulit bersaing dengan Vietnam dan Thailand.
Dua medali emas yang diharapkan, menurut Tutuk yang juga Wakil Ketua Umum III (bidang perencanaan dan anggaran) KONI Jateng, bisa diraih Ricky Yang, Yoni Rahmanto, dan M Zulfikri (putra), Angel Magdalena Tecualu, serta Nur Sukmawati (putri).
"Kita akan ambil dua emas tersebut dari nomor bola delapan dan sembilan tunggal karena di SEA Games mendatang tidak mempertandingkan nomor dobel dan beregu," katanya.
Ia menambahkan, pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara mendatang hanya mempertandingkat 10 nomor.
"Dari 10 nomor tersebut kita akan menurunkan 20 atlet baik putra maupun putri," kata Tutuk, yang mantan Ketua Umum Pengprov POBSI Jawa Tengah tersebut.
Menurut dia, saat ini pebiliar yang masuk pelatnas sebanyak 32 atlet atau masih 150 persen. Tetapi pada saatnya, akan ada 12 atlet yang terkena degradasi karena memang kuota Indonesia hanya 20 atlet.
Pada SEA Games XXV/2009 di Laos, cabang olahraga biliar gagal mengulang sukses seperti pada SEA Games XXIV/2007 di Thailand. Di Laos, tim biliar Indonesia hanya mampu meraih tiga medali perak dan dua perunggu.
Tiga perak direbut Angel Magdalena Ticoalu (bola delapan), Ricky Yang (bola sembilan), dan pasangan Ricky Yang/Muhammad Bewi (bola delapan berpasangan). Kemudian dua perunggu direbut Ricky Yang (bola delapan) dan Tan Kiong An dari nomor carom.
Pada SEA Games 2007 di Thailand, cabang biliar mampu menunjukkan prestasinya dengan meraih dua medali emas dari nomor bola sembilan perorangan dan Angel Magdalena Ticoalu (bola delapan perorangan). ***
Dua medali emas yang diharapkan, menurut Tutuk yang juga Wakil Ketua Umum III (bidang perencanaan dan anggaran) KONI Jateng, bisa diraih Ricky Yang, Yoni Rahmanto, dan M Zulfikri (putra), Angel Magdalena Tecualu, serta Nur Sukmawati (putri).
"Kita akan ambil dua emas tersebut dari nomor bola delapan dan sembilan tunggal karena di SEA Games mendatang tidak mempertandingkan nomor dobel dan beregu," katanya.
Ia menambahkan, pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara mendatang hanya mempertandingkat 10 nomor.
"Dari 10 nomor tersebut kita akan menurunkan 20 atlet baik putra maupun putri," kata Tutuk, yang mantan Ketua Umum Pengprov POBSI Jawa Tengah tersebut.
Menurut dia, saat ini pebiliar yang masuk pelatnas sebanyak 32 atlet atau masih 150 persen. Tetapi pada saatnya, akan ada 12 atlet yang terkena degradasi karena memang kuota Indonesia hanya 20 atlet.
Pada SEA Games XXV/2009 di Laos, cabang olahraga biliar gagal mengulang sukses seperti pada SEA Games XXIV/2007 di Thailand. Di Laos, tim biliar Indonesia hanya mampu meraih tiga medali perak dan dua perunggu.
Tiga perak direbut Angel Magdalena Ticoalu (bola delapan), Ricky Yang (bola sembilan), dan pasangan Ricky Yang/Muhammad Bewi (bola delapan berpasangan). Kemudian dua perunggu direbut Ricky Yang (bola delapan) dan Tan Kiong An dari nomor carom.
Pada SEA Games 2007 di Thailand, cabang biliar mampu menunjukkan prestasinya dengan meraih dua medali emas dari nomor bola sembilan perorangan dan Angel Magdalena Ticoalu (bola delapan perorangan). ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar