- Kedua peselancar juga mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi air show pertama di Asia ini karena selain Indonesia juga diikuti peselancar ternama dari Australia dan Amerika Serikat. "Yang paling membanggakan adalah dapat mengalahkan surfer mancanegara," kata I Wayan Betet usai menerima trofi.
Pria 30 tahun ini merasa tingkat tantangan kompetisi ini sangat berbeda dibanding kompetisi selancar yang sering ia ikuti. "Sulit memang bermain surfing tow at di malam hari yang hanya disinari lampu sorot saja. Harus pintar memprediksikan arah ombak agar mampu melakukan atraksi di udara dan pendaratan yang sempurna," tandasnya.
"Selain kemampuan menguasai papan selancar, faktor lucky saya rasakan karena pengemudi jet ski mampu membaca ombak-ombak seperti yang saya inginkan dan tentunya perfect time," imbuh peselancar yang sering mengikuti kompetisi di Australia, California, Hawaii dan Jepang ini.
Atas kemenangan ini Wayan Betet dan Made Garut berhak memperoleh trofi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta dan Rp 3 juta. Sementara peringkat ketiga diraih oleh peselancar asal Australia, Beau Walker dan memperoleh tofi dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta.
"Ini menjadi pengalaman berharga saya. Bermain disini tantangannya berbeda karena atmosfir sangat mendukung dimana pantainya sangat indah dan aman, berbeda dengan pantai di Australia yang dipenuhi hiu. Sangat berbahaya untuk bermain surfing dengan kondisi alam tersebut," ungkap Beau. ***
Pria 30 tahun ini merasa tingkat tantangan kompetisi ini sangat berbeda dibanding kompetisi selancar yang sering ia ikuti. "Sulit memang bermain surfing tow at di malam hari yang hanya disinari lampu sorot saja. Harus pintar memprediksikan arah ombak agar mampu melakukan atraksi di udara dan pendaratan yang sempurna," tandasnya.
"Selain kemampuan menguasai papan selancar, faktor lucky saya rasakan karena pengemudi jet ski mampu membaca ombak-ombak seperti yang saya inginkan dan tentunya perfect time," imbuh peselancar yang sering mengikuti kompetisi di Australia, California, Hawaii dan Jepang ini.
Atas kemenangan ini Wayan Betet dan Made Garut berhak memperoleh trofi dan hadiah uang tunai sebesar Rp 5 juta dan Rp 3 juta. Sementara peringkat ketiga diraih oleh peselancar asal Australia, Beau Walker dan memperoleh tofi dan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta.
"Ini menjadi pengalaman berharga saya. Bermain disini tantangannya berbeda karena atmosfir sangat mendukung dimana pantainya sangat indah dan aman, berbeda dengan pantai di Australia yang dipenuhi hiu. Sangat berbahaya untuk bermain surfing dengan kondisi alam tersebut," ungkap Beau. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar