- "Sejak PON pertama, kita telah mencatat atlet-atlet kita dapat mengukir prestasi. Tapi kalau kita mau jujur, maka kita harus mengatakan bahwa kita belumlah puas. Kita harus akui bahwa dalam membangun olah raga masih banyak yang jauh dari harapan kita. Bahkan dalam beberapa cabang dan segi olah raga kita mengalami kemunduran dari prestasi di masa lalu. Belum lagi kalau dibandingkan dengan gerak maju prestasi bangsa-bangsa lain," katanya dalam puncak peringatan Hari Olahraga Nasional ke-28 di Tennis Indoor Senayan, Jumat (9/9/2011).
Boediono memang tak menyebutkan cabang olah raga apa saja yang tercatat mengalami penurunan prestasi yang dimaksudnya. Namun, dia meminta semua cabang olahraga melakukan introspeksi diri, apalagi telah mengalami penurunan prestasi. Menurutnya, introspeksi diri harus dilakukan dengan obyektif dan jujur.
"Introspeksi yang obyektif dan jujur bukan untuk memperlemah semangat dan tekad kita, tapi untuk mencari langkah-langkah yang tepat ke depan. Introspeksi harus menjadi pemicu semangat dan tekad kita untuk melakukan perbaikan," tandasnya.
Boediono pun menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada para olahragawan berprestasi, mantan olahragawan berprestasi, guru olahraga berprestasi, pelatih berprestasi serta wasit berprestasi.
Pemerintah mendorong seluruh atlet untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depannya. Apalagi, dua perhelatan olahraga akbar ke depan diselenggarakan di Indonesia, yaitu Sea Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan, dan Pesta Olahraga Penyandang Cacat Antar Negara Asean atau Asean Para Games 2011 di Surakarta, Solo, Jawa Tengah. ***
Boediono memang tak menyebutkan cabang olah raga apa saja yang tercatat mengalami penurunan prestasi yang dimaksudnya. Namun, dia meminta semua cabang olahraga melakukan introspeksi diri, apalagi telah mengalami penurunan prestasi. Menurutnya, introspeksi diri harus dilakukan dengan obyektif dan jujur.
"Introspeksi yang obyektif dan jujur bukan untuk memperlemah semangat dan tekad kita, tapi untuk mencari langkah-langkah yang tepat ke depan. Introspeksi harus menjadi pemicu semangat dan tekad kita untuk melakukan perbaikan," tandasnya.
Boediono pun menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada para olahragawan berprestasi, mantan olahragawan berprestasi, guru olahraga berprestasi, pelatih berprestasi serta wasit berprestasi.
Pemerintah mendorong seluruh atlet untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depannya. Apalagi, dua perhelatan olahraga akbar ke depan diselenggarakan di Indonesia, yaitu Sea Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan, dan Pesta Olahraga Penyandang Cacat Antar Negara Asean atau Asean Para Games 2011 di Surakarta, Solo, Jawa Tengah. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar