- Toni menjelaskan bahwa setelah Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo, pengurus PSSI yang terpilih telah banyak melanggar aturan. Di hadapan Tim Kecil, Toni mengaku bahwa pihaknya telah berulangkali mengingatkan pengurus PSSI akan pelanggaran-pelanggaran tersebut.
"Dan titik krusialnya adalah kompetisi," ujarnya usai pertemuan.
Menurut Toni, penyelenggaraan kompetisi di bawah kendali PT Liga Prima Sportindo Indonesia (PT LPIS) tidak sesuai statuta. Begitu juga dengan pencabutan operator liga sebelumnya PT Liga Indonesia yang dilakukan hanya lewat rapat komite eksekutif (Exco) PSSI.
"Pada intinya itu semua dipaksakan oleh PSSI. Termasuk pencabutan pengelolaan liga oleh PT Liga Indonesia oleh PSSI," ujar Toni.
Usai mendengar keterangan KPSI, Tim Kecil yang diwakili oleh sekretarisnya, Sudirman menawarkan jalan rekonsiliasi sebelum KLB. Namun tawaran ini menurut Toni tidak ideal dijalankan.
"Namun saya pikir, rekonsiliasi baru bisa dilakukan pasca KLB karena PSSI terus memaksakan kehendaknya," kata Toni.
Toni menambahkan, KONI saat ini semakin paham dengan situasi yang terjadi. Selanjutnya Tim Kecil akan membuat sebuah formulasi.
"Jika KLB berlangsung hanya ada satu agenda, yakni memilih 11 Komite Eksekutif, ketua umum, wakil ketua umum, dan didasari atas permintaan 2/3 anggota PSSI," beber Toni.
"Mereka juga mensupport digelarnya KLB dan dilaksanakan oleh anggota resmi PSSI. Dan langkah terakhirnya, KONI, KOI juga akan membantu mengawal KLB ini ke FIFA," Toni menambahkan. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
"Dan titik krusialnya adalah kompetisi," ujarnya usai pertemuan.
Menurut Toni, penyelenggaraan kompetisi di bawah kendali PT Liga Prima Sportindo Indonesia (PT LPIS) tidak sesuai statuta. Begitu juga dengan pencabutan operator liga sebelumnya PT Liga Indonesia yang dilakukan hanya lewat rapat komite eksekutif (Exco) PSSI.
"Pada intinya itu semua dipaksakan oleh PSSI. Termasuk pencabutan pengelolaan liga oleh PT Liga Indonesia oleh PSSI," ujar Toni.
Usai mendengar keterangan KPSI, Tim Kecil yang diwakili oleh sekretarisnya, Sudirman menawarkan jalan rekonsiliasi sebelum KLB. Namun tawaran ini menurut Toni tidak ideal dijalankan.
"Namun saya pikir, rekonsiliasi baru bisa dilakukan pasca KLB karena PSSI terus memaksakan kehendaknya," kata Toni.
Toni menambahkan, KONI saat ini semakin paham dengan situasi yang terjadi. Selanjutnya Tim Kecil akan membuat sebuah formulasi.
"Jika KLB berlangsung hanya ada satu agenda, yakni memilih 11 Komite Eksekutif, ketua umum, wakil ketua umum, dan didasari atas permintaan 2/3 anggota PSSI," beber Toni.
"Mereka juga mensupport digelarnya KLB dan dilaksanakan oleh anggota resmi PSSI. Dan langkah terakhirnya, KONI, KOI juga akan membantu mengawal KLB ini ke FIFA," Toni menambahkan. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar