- "Jika tidak maka tidak akan dipertandingkan karena dana kami tidak cukup," kata Syamsurizal, Rabu, 4 April 2012.
Sampai saat ini, panitia masih menunggu provinsi yang akan mendaftarkan diri pada cabang drum band dan hoki. Sejauh ini baru dua provinsi yang mendaftar pada cabang hoki dan dua provinsi pada cabang drum band. Batas akhir pendaftaran adalah hari ini pukul 24.00.
Menurut kesepakatan antara Kemenpora, KONI dan PB PON, sebanyak lima provinsi yang sudah lolos kualifikasi PON harus mendaftar untuk kedua cabang itu. Mereka harus mendaftar melalui KONIDA setempat.
Walaupun lima provinsi yang lolos kualifikasi mendaftar untuk bertanding, jika KONI tidak bersedia menanggung seluruh pembiayaan yang menyangkut penambahan tiga cabang tersebut, maka panitia tidak akan melombakan. "KONI melanggar janjinya sendiri. Saat pertemuan dengan Menpora mereka berjanji untuk menanggung. Tapi dalam pelaksanaanya semua dibebankan pada panitia," tuturnya.
Syamsurizal mengaku panitia PON XVIII tak lagi sanggup menanggung seluruh biaya atas penambahan cabang baru pada PON. Seluruh teknis persiapan pelaksanaan diperuntukkan bagi 39 cabang dan sekarang ditambah tiga cabang baru. Persiapan tidak hanya menyangkut akomodasi tapi juga buku panduan teknis dan beberapa jenis technical guidance. Dengan adanya penambahan cabor baru maka persiapan harus dimulai lagi dari awal.
"Kalau KONI bersedia menanggung seluruh biaya tersebut kami siap memperlombakan. Jika tidak maka tidak akan dilombakan," katanya. Mengenai cabang dansa, Syamsurizal menegaskan bahwa cabang itu tidak akan dilombakan karena adanya penolakan dari masyarakat adat setempat serta organisasi masyarakat setempat.
Masyarakat Riau menganggap dansa sebagai olahraga yang tabu dan tidak sesuai dengan budaya setempat. "Walaupun ada lima atau enam provinsi yang mendaftar, dansa dianggap tabu dan bukan merupakan olahraga daerah Riau. Jadi tidak bisa dilombakan," tuturnya. Untuk cabang dansa sampai sore ini sudah empat propinsi yang mendaftar.
Mengenai tudingan bahwa KONI menolak menyediakan pembiayaan bagi panitia PON, Ketua Umum KONI Tono Suratman enggan berkomentar. "Siapa bilang? Tidak benar itu," tuturnya singkat di gedung KONI hari ini. Ia juga menolak berkomentar lebih jauh mengenai ancaman panitia yang tidak akan melombakan hoki dan drum band jika tidak ada pendanaan. "Saya hanya berpegang pada kesepakatan rapat dengan Menpora waktu itu. Kita lihat saja dulu besok berapa yang mendaftar," kata dia sambil bergegas.
*** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Sampai saat ini, panitia masih menunggu provinsi yang akan mendaftarkan diri pada cabang drum band dan hoki. Sejauh ini baru dua provinsi yang mendaftar pada cabang hoki dan dua provinsi pada cabang drum band. Batas akhir pendaftaran adalah hari ini pukul 24.00.
Menurut kesepakatan antara Kemenpora, KONI dan PB PON, sebanyak lima provinsi yang sudah lolos kualifikasi PON harus mendaftar untuk kedua cabang itu. Mereka harus mendaftar melalui KONIDA setempat.
Walaupun lima provinsi yang lolos kualifikasi mendaftar untuk bertanding, jika KONI tidak bersedia menanggung seluruh pembiayaan yang menyangkut penambahan tiga cabang tersebut, maka panitia tidak akan melombakan. "KONI melanggar janjinya sendiri. Saat pertemuan dengan Menpora mereka berjanji untuk menanggung. Tapi dalam pelaksanaanya semua dibebankan pada panitia," tuturnya.
Syamsurizal mengaku panitia PON XVIII tak lagi sanggup menanggung seluruh biaya atas penambahan cabang baru pada PON. Seluruh teknis persiapan pelaksanaan diperuntukkan bagi 39 cabang dan sekarang ditambah tiga cabang baru. Persiapan tidak hanya menyangkut akomodasi tapi juga buku panduan teknis dan beberapa jenis technical guidance. Dengan adanya penambahan cabor baru maka persiapan harus dimulai lagi dari awal.
"Kalau KONI bersedia menanggung seluruh biaya tersebut kami siap memperlombakan. Jika tidak maka tidak akan dilombakan," katanya. Mengenai cabang dansa, Syamsurizal menegaskan bahwa cabang itu tidak akan dilombakan karena adanya penolakan dari masyarakat adat setempat serta organisasi masyarakat setempat.
Masyarakat Riau menganggap dansa sebagai olahraga yang tabu dan tidak sesuai dengan budaya setempat. "Walaupun ada lima atau enam provinsi yang mendaftar, dansa dianggap tabu dan bukan merupakan olahraga daerah Riau. Jadi tidak bisa dilombakan," tuturnya. Untuk cabang dansa sampai sore ini sudah empat propinsi yang mendaftar.
Mengenai tudingan bahwa KONI menolak menyediakan pembiayaan bagi panitia PON, Ketua Umum KONI Tono Suratman enggan berkomentar. "Siapa bilang? Tidak benar itu," tuturnya singkat di gedung KONI hari ini. Ia juga menolak berkomentar lebih jauh mengenai ancaman panitia yang tidak akan melombakan hoki dan drum band jika tidak ada pendanaan. "Saya hanya berpegang pada kesepakatan rapat dengan Menpora waktu itu. Kita lihat saja dulu besok berapa yang mendaftar," kata dia sambil bergegas.
*** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar