- “Dengan kekalahan itu tertutup sudah peluang Alex untuk berlaga di Olimpiade London. Harapan satu-satunya kini tinggal pada petinju Julio Bria yang turun di kelas 62 kg. Di babak pertama Julio menang. Namun untuk lolos ia harus minimal masuk semifinal,” kata Sekjen PB Pertina Junusul Hairy di Jakarta, Senin (9/4), sebelum seleksi petinju putri untuk Olimpiade.
Semula Junusul berharap petinju asal Sulawesi Selatan Alex Tatontos dapat menjadi wakil Indonesia di Olimpiade London setelah melihat persiapannya yang sudah cukup matang sebelum berangkat ke Kazakstan. Namun apa boleh buat lawan ternyata lebih baik sehingga ia harus mengubur impiannya ke Olimpiade London.
Menurut Junusul, kalau Julio Bria berhasil masuk semifinal berarti Indonesia bisa mengirim maksimal dua petinju ke Olimpiade London. Pasalnya, masih ada satu peluang untuk petinju putri yang kemarin menjalani seleksi maju ke Olimpiade London.
“Untuk putri akan ditentukan pada kejuaraan dunia yang berlangsung di Qin Huangdao, China bulan depan. Event tersebut sekaligus menjadi kualifikasi terakhir sebelum Olimpiade London,” lanjut Junusul.
Seharusnya ada enam petinju yang hadir dalam seleksi, tiga di kelas 60 kg dan tiga di kelas 51 kg. Di kelas 60 kg Dwi Purnamasari dari Jawa Barat, Ima Kulata Loda dari NTT, dan Magdalena Kumbayong. Sementara petinu kelas 51 kg yang adalah Ferniate Lase Jawa Tengah, Warni Hawala (Riau), dan Novianti Sinandia (Sulut). Ketiganya tidak datang memenuhi panggilan seleksi.
Dari tiga petinju yang ikut seleksi kemarin, pemanang antara Dwi Purnasari dan Magdalena Kumbayong akan berhadapan dengan Ima Kulata Loda yang menjuarai Pialad Wapres bulan Maret lalu. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Semula Junusul berharap petinju asal Sulawesi Selatan Alex Tatontos dapat menjadi wakil Indonesia di Olimpiade London setelah melihat persiapannya yang sudah cukup matang sebelum berangkat ke Kazakstan. Namun apa boleh buat lawan ternyata lebih baik sehingga ia harus mengubur impiannya ke Olimpiade London.
Menurut Junusul, kalau Julio Bria berhasil masuk semifinal berarti Indonesia bisa mengirim maksimal dua petinju ke Olimpiade London. Pasalnya, masih ada satu peluang untuk petinju putri yang kemarin menjalani seleksi maju ke Olimpiade London.
“Untuk putri akan ditentukan pada kejuaraan dunia yang berlangsung di Qin Huangdao, China bulan depan. Event tersebut sekaligus menjadi kualifikasi terakhir sebelum Olimpiade London,” lanjut Junusul.
Seharusnya ada enam petinju yang hadir dalam seleksi, tiga di kelas 60 kg dan tiga di kelas 51 kg. Di kelas 60 kg Dwi Purnamasari dari Jawa Barat, Ima Kulata Loda dari NTT, dan Magdalena Kumbayong. Sementara petinu kelas 51 kg yang adalah Ferniate Lase Jawa Tengah, Warni Hawala (Riau), dan Novianti Sinandia (Sulut). Ketiganya tidak datang memenuhi panggilan seleksi.
Dari tiga petinju yang ikut seleksi kemarin, pemanang antara Dwi Purnasari dan Magdalena Kumbayong akan berhadapan dengan Ima Kulata Loda yang menjuarai Pialad Wapres bulan Maret lalu. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar