- Hal ini diungkapkan Ketua KOI Rita Subowo. "Tidak ada batasan untuk putra-putri di seluruh dunia untuk berpatisipasi di Olimpiade. Olahraga juga bisa menjadi rehablitasi bagi penyandang cacat," kata Rita di Bliz Megaplex.
"Memang jumlah atlet Paralimpiade kami masih sangat kecil hanya ada enam atlet saja yang sudah dipastikan berlaga di sana. Tetapi kami berharap bisa menjadi dorongan kepada atlet lain yangg kurang beruntung," jelas Rita.
Nama-nama atlet itu adalah Marthin Losuu, Ni Nengah Widiasih, Setio Budi Hartanto, Agus Ngaimin dan Suyono. Oleh sebab itu, Rita berjanji akan memperbaiki sistem Paralimpiade yang ada di Indonesia.
"Kami akan mengubah sistem Paralimpiade dan menyiapkan bagi atlet-atlet penyandang cacat untuk mengikuti kualifikasi paralimpiade. Meski hanya ada enam atlet, tapi kami akan berusaha meraih sukses di Inggris,” tambahnya.
Rita mengatakan, dengan masa persiapan yang kurang maksimal, KOI sama sekali tidak memberikan beban kepada enam atlet Indonesia untuk bertarung di Paralimpiade London mendatang.
“Kami tidak memberikan beban kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bisa membawa pulang medali dari London. Untuk bonus sudah kami pikirkan, tapi kami belum tahu berapa jumlahnya,” lanjut Rita. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
"Memang jumlah atlet Paralimpiade kami masih sangat kecil hanya ada enam atlet saja yang sudah dipastikan berlaga di sana. Tetapi kami berharap bisa menjadi dorongan kepada atlet lain yangg kurang beruntung," jelas Rita.
Nama-nama atlet itu adalah Marthin Losuu, Ni Nengah Widiasih, Setio Budi Hartanto, Agus Ngaimin dan Suyono. Oleh sebab itu, Rita berjanji akan memperbaiki sistem Paralimpiade yang ada di Indonesia.
"Kami akan mengubah sistem Paralimpiade dan menyiapkan bagi atlet-atlet penyandang cacat untuk mengikuti kualifikasi paralimpiade. Meski hanya ada enam atlet, tapi kami akan berusaha meraih sukses di Inggris,” tambahnya.
Rita mengatakan, dengan masa persiapan yang kurang maksimal, KOI sama sekali tidak memberikan beban kepada enam atlet Indonesia untuk bertarung di Paralimpiade London mendatang.
“Kami tidak memberikan beban kepada mereka. Mudah-mudahan mereka bisa membawa pulang medali dari London. Untuk bonus sudah kami pikirkan, tapi kami belum tahu berapa jumlahnya,” lanjut Rita. *** ================================================ * Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims. ================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar