Sumber Asli -- C0I -
Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) yang
baru akan mengembangkan pemusatan latihan nasional (pelatnas)
terdesentralisasi. Kepala Subbidang Pengembangan Jaringan Daerah,
Fasilitas, dan Kaum Muda, Yohannes I.W., menargetkan akan membangun satu
fasilitas pemusatan latihan nasional (pelatnas) terdesentralisasi di
daerah dalam satu tahun mendatang.
“Pelatnas desentralisasi ini perlu karena atlet berbakat itu banyak dari daerah,” kata Yohannes saat ditemui Tempo seusai pengumuman pengurus baru PB PBSI, Senin, 22 Oktober 2012, di Jakarta. Selama ini, menurut Yohannes, atlet-atlet yang berbakat itu tak tertampung di daerah.
Lantaran tak tertampung, kata Yohannes, atlet-atlet itu kemudian pindah ke pusat. Hal ini berakibat pada menurunnya animo bulu tangkis di daerah. Dengan adanya pelatnas terdesentralisasi ini, penanggung jawab pelatnas akan menyeleksi atlet-atlet di wilayahnya.
Menurut Yohannes, hal ini akan merangsang bergeliatnya kompetisi bulutangkis di daerah. “Atlet-atlet (berprestasi) akan bangkit,” kata dia.
Ia mengatakan, dalam jangka panjang, pihaknya berencana membangun pelatnas desentralisasi di tiga wilayah di Indonesia. Selain pembangunan fasilitas pelatnas desentralisasi, ia juga bertugas memeratakan pembinaan bulu tangkis serta membangun komunikasi dengan klub-klub di daerah.
Penanggung jawab pelatnas akan membawahi tiga koordinator wilayah pengembangan. Pembagian wilayah ini, kata dia, sesuai dengan pembagian waktu di Indonesia, yaitu barat, tengah, dan timur.
Sekretaris Jenderal PB PBSI yang baru, Fabianus Koesdarto Pramono, mengatakan fasilitas pelatnas desentralisasi itu diharapkan menyamai fasilitas yang sudah ada di Cipayung, Jakarta.
Konsep pembinaan dan pemerataan ini, kata dia, sudah dipikirkan sejak lama oleh pengurus demisioner. “Harus ada komunikasi yang harmonis antara pengurus besar dengan daerah-daerah,” ujarnya.
Dengan adanya koordinator wilayah, kata Koesdarto, diharapkan tugas pemerataan menjadi semakin ringan.
“Pelatnas desentralisasi ini perlu karena atlet berbakat itu banyak dari daerah,” kata Yohannes saat ditemui Tempo seusai pengumuman pengurus baru PB PBSI, Senin, 22 Oktober 2012, di Jakarta. Selama ini, menurut Yohannes, atlet-atlet yang berbakat itu tak tertampung di daerah.
Lantaran tak tertampung, kata Yohannes, atlet-atlet itu kemudian pindah ke pusat. Hal ini berakibat pada menurunnya animo bulu tangkis di daerah. Dengan adanya pelatnas terdesentralisasi ini, penanggung jawab pelatnas akan menyeleksi atlet-atlet di wilayahnya.
Menurut Yohannes, hal ini akan merangsang bergeliatnya kompetisi bulutangkis di daerah. “Atlet-atlet (berprestasi) akan bangkit,” kata dia.
Ia mengatakan, dalam jangka panjang, pihaknya berencana membangun pelatnas desentralisasi di tiga wilayah di Indonesia. Selain pembangunan fasilitas pelatnas desentralisasi, ia juga bertugas memeratakan pembinaan bulu tangkis serta membangun komunikasi dengan klub-klub di daerah.
Penanggung jawab pelatnas akan membawahi tiga koordinator wilayah pengembangan. Pembagian wilayah ini, kata dia, sesuai dengan pembagian waktu di Indonesia, yaitu barat, tengah, dan timur.
Sekretaris Jenderal PB PBSI yang baru, Fabianus Koesdarto Pramono, mengatakan fasilitas pelatnas desentralisasi itu diharapkan menyamai fasilitas yang sudah ada di Cipayung, Jakarta.
Konsep pembinaan dan pemerataan ini, kata dia, sudah dipikirkan sejak lama oleh pengurus demisioner. “Harus ada komunikasi yang harmonis antara pengurus besar dengan daerah-daerah,” ujarnya.
Dengan adanya koordinator wilayah, kata Koesdarto, diharapkan tugas pemerataan menjadi semakin ringan.
-
***
================================================
* Bila ada saran, masukan, kritik atau informasi dan kasus yang ingin diangkat dan ditulis jangan segan-segan layangan pemikiran dan informasi Anda ke email: akumemangcoi@yahoo.com. Jangan lupa sertakan no hp. Trims.
================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar