Sumber Asli -- C0I -
Dita Ananda (16), atlet judo asal DKI Jakarta terancam tidak bisa
mengikuti SEA Games 2013, karena cedera ligamen saat mengikuti pelatnas.
Saat ditemui Kompas di Padepokan Judo Indonesia Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/2/2013), Dita mengatakan, sejak cedera bulan lalu belum ada fasilitas medis yang disediakan oleh pihak Satlak Prima.
"Saya sempat disarankan oleh pelatih untuk melakukan Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) guna mengetahui cidera itu, di salah satu rumah sakit yang biasanya menjadi rujukan Satlak Prima. Sesampainya di sana, pihak rumah sakit menyatakan bahwa belum ada perjanjian kerjasama dengan Satlak Prima," kata atlet judo peraih perak di PON Riau 2012 itu.
Belum adanya kerjasama membuat Dita harus merogoh kocek pribadi, untuk biaya pemeriksaan MRI dan membeli obat pereda nyeri di lututnya. Tak hanya menahan rasa sakit, atlet muda potensial itu pun harus mengubur mimpi mengikuti SEA Games pertamanya.
"Mungkin ini takdir dan belum rejeki saya. Dalam waktu dekat saya akan meninggalkan pelatnas, dan fokus pada penyembuhan cedera," tutur atlet yang berambisi dapat kembali ikut pelatnas.
Pelatih kepala pelatnas judo, Raymond Rochilli, mengungkapkan, umumnya penyembuhan cedera ligamen berlangsung lama. Melalui proses operasi, pemulihan memakan waktu kurang lebih tujuh bulan, sedangkan melalui proses terapi waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama.
"Dita masih muda dan memiliki jenjang karir yang masih panjang. Oleh karena itu kami menyarankan ia untuk konsentrasi pada penyembuhan cederanya," ujar pelatih yang pernah meraih emas judo di SEA Games 1977 dan 1979 itu

Saat ditemui Kompas di Padepokan Judo Indonesia Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/2/2013), Dita mengatakan, sejak cedera bulan lalu belum ada fasilitas medis yang disediakan oleh pihak Satlak Prima.
"Saya sempat disarankan oleh pelatih untuk melakukan Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) guna mengetahui cidera itu, di salah satu rumah sakit yang biasanya menjadi rujukan Satlak Prima. Sesampainya di sana, pihak rumah sakit menyatakan bahwa belum ada perjanjian kerjasama dengan Satlak Prima," kata atlet judo peraih perak di PON Riau 2012 itu.
Belum adanya kerjasama membuat Dita harus merogoh kocek pribadi, untuk biaya pemeriksaan MRI dan membeli obat pereda nyeri di lututnya. Tak hanya menahan rasa sakit, atlet muda potensial itu pun harus mengubur mimpi mengikuti SEA Games pertamanya.
"Mungkin ini takdir dan belum rejeki saya. Dalam waktu dekat saya akan meninggalkan pelatnas, dan fokus pada penyembuhan cedera," tutur atlet yang berambisi dapat kembali ikut pelatnas.
Pelatih kepala pelatnas judo, Raymond Rochilli, mengungkapkan, umumnya penyembuhan cedera ligamen berlangsung lama. Melalui proses operasi, pemulihan memakan waktu kurang lebih tujuh bulan, sedangkan melalui proses terapi waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama.
"Dita masih muda dan memiliki jenjang karir yang masih panjang. Oleh karena itu kami menyarankan ia untuk konsentrasi pada penyembuhan cederanya," ujar pelatih yang pernah meraih emas judo di SEA Games 1977 dan 1979 itu
-
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar