Sumber Asli -- C0I -
Peraih emas gulat SEA Games Myanmar
2013, Kusno Hadi, tengah gundah. Fokusnya menghadapi Asian Games 2014
terpecah oleh ancaman dari kampus tempatnya menimba ilmu.
Pihak Universitas Mulawarman, Samarinda, mengancam akan mengeluarkan Kusno karena terlalu sering meminta dispensasi, alias izin untuk mengikuti kejuaraan.
“Saya heran sekali dengan sikap fakultas. Padahal izin dispensasi itu resmi dari lembaga formal karena ia membela nama daerah maupun nama negara,” kata pelatih gulat nasional, Bunyamin, yang juga ayah Kusno.
Bunyamin mengakui bahwa putranya harus meminta izin cukup panjang, yakni sejak 2012 ketika Kaltim harus menghadapi PON XVIII-2012 di Riau sehingga harus mengikuti TC (training center) Puslatda selama enam bulan.
Setelah itu, Kusno kembali meminta izin untuk persiapan dan SEA Games 2013 di Myanmar. Dispensasi yang dikeluarkan pihak universitas berbuah manis, Kusno berhasil mengharumkan nama bangsa dengan merebut emas pada nomor Greco-Roman putra kelas 74 kilogram.
Namun saat meminta dispensasi untuk persiapan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Universitas ia mendapat ancaman drop out, atau dikeluarkan dari universitas.
“Jelas sikap fakultas ini merugikan Kusno, padahal ia izin untuk membela nama negara. Yang kami herankan, teman-teman atlet lain dari luar Kaltim tidak mengalami perlakuan seperti itu,” keluh Bunyamin.
Bunyamin berharap ada bantuan dari pihak-pihak terkait jika ingin Kusno tetap memperkuat Kalimantan Timur pada PON XIX-2016 di Jawa Barat.
“Beberapa daerah sudah melakukan pendekatan dengan iming-iming akan menyediakan universitas terbaik di daerahnya serta berbagai fasilitas lain, asal Kusno Hadi mau memperkuat daerah mereka pada PON 2016,” ia mengakhiri.
-->
Pihak Universitas Mulawarman, Samarinda, mengancam akan mengeluarkan Kusno karena terlalu sering meminta dispensasi, alias izin untuk mengikuti kejuaraan.
“Saya heran sekali dengan sikap fakultas. Padahal izin dispensasi itu resmi dari lembaga formal karena ia membela nama daerah maupun nama negara,” kata pelatih gulat nasional, Bunyamin, yang juga ayah Kusno.
Bunyamin mengakui bahwa putranya harus meminta izin cukup panjang, yakni sejak 2012 ketika Kaltim harus menghadapi PON XVIII-2012 di Riau sehingga harus mengikuti TC (training center) Puslatda selama enam bulan.
Setelah itu, Kusno kembali meminta izin untuk persiapan dan SEA Games 2013 di Myanmar. Dispensasi yang dikeluarkan pihak universitas berbuah manis, Kusno berhasil mengharumkan nama bangsa dengan merebut emas pada nomor Greco-Roman putra kelas 74 kilogram.
Namun saat meminta dispensasi untuk persiapan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Universitas ia mendapat ancaman drop out, atau dikeluarkan dari universitas.
“Jelas sikap fakultas ini merugikan Kusno, padahal ia izin untuk membela nama negara. Yang kami herankan, teman-teman atlet lain dari luar Kaltim tidak mengalami perlakuan seperti itu,” keluh Bunyamin.
Bunyamin berharap ada bantuan dari pihak-pihak terkait jika ingin Kusno tetap memperkuat Kalimantan Timur pada PON XIX-2016 di Jawa Barat.
“Beberapa daerah sudah melakukan pendekatan dengan iming-iming akan menyediakan universitas terbaik di daerahnya serta berbagai fasilitas lain, asal Kusno Hadi mau memperkuat daerah mereka pada PON 2016,” ia mengakhiri.
-
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========
Tidak ada komentar:
Posting Komentar