COIGA BARU

Menu1

Pencarian

Rabu, 29 Oktober 2014

ASIAN PARAGAMES 2014 > Atlet Berprestasi Diusulkan Dapat Bonus


Sumber Asli -- C0I -Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mengupayakan atlet berprestasi pada  Asian Paragames Incheon, Korea Selatan 2014 akan mendapatkan bonus.

    "Saya sudah mengusulkan pada pak Sesmenpora Alfitra Salamm agar mereka yang meraih prestasi pada Asian Paragames Incheon 2014. Mudah-mudahan bonusnya bisa cepat diberikan," kata Asisten Deputi Bidang Prestasi Bosar Napitupulu saat mendampingi kontingen Asian Paragames Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air di Bandara Internasional Incheon, pekan lalu.
    Menurut Bosar, prestasi yang diciptakan atlet difable Indonesia cukup membanggakan dengan merebut 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu. Padahal, pada Asian Paragames Guangzhou, China, Indonesia hanya meraih 1 emas, 4 perak dan 1 perunggu.
    "Ini prestasi luar biasa. Tadinya, kita hanya menargetkan 6 emas tetapi target itu terlampaui. Prestasi mereka patut dihargai," tegasnya.
    Menghadapi Asian Paragames 2014, Kemenpora memberikan dukungan dana penuh untuk menjalani persiapan selama tiga bulan penuh bagi atlet difable di Solo, Jawa Tengah. Ke depan, katanya, waktu persiapan akan ditambah.
    "Mempertahankan gelar juara umum yang direbut pada ASEAN Paragames Myanmar 2013 akan lebih sulit pada ASEAN Paragames Singapura 2015. Makanya, mereka harus dipersiapkan lebih lama. Kalau perlu Februari 2015, mereka sudah masuk dalam pelatnas," tandasnya.
    Untuk meningkatkan prestasi atlet difable, kata Bosar, Kemenpora akan mengupayakan peralatan pendukung dan uji coba ke event internasional. "Rata-rata atlet difable dari negara Asia yang tampil punya pengalaman bertanding internasional lebih banyak dan didukung peralatan yang baik. Masalah ini akan kita perhatikan," tandasnya.
    Sebelumnya, peraih emas tenis meja kursi roda Asian Paragames 2014, Agus Sutanto mengeluhkan masalah kursi roda yang digunakannya sudah ketinggalan jaman. "Bagaimana kita bisa bersaing kalau yang kita hadapi atlet difable China dan Korea Selatan yang menggunakan kursi roda keluaran terbaru. Mereka bisa cepat bergerak dengan sekali ayunan sedangkan kita dengan kursi roda lama harus menggunakan tenaga penuh untuk menggerakkan kursi roda. Itu pun gerakan sangat lamban," keluh Agus.
    Mantan atlet PON Jawa Barat ini mengalami kecelakaan sehingga kaki kanannya tidak bisa digerakkan. Dia muncul pertama kali pada Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau 2012. Kemudian, dia mampu meraih tiga medali emas pada ASEAN Paragames Myanmar 2013.
    "Dulu, saya hidup dari tenis meja sebelum mengalami kecelakaan. Kini, saya bisa mengangkat nama bangsa dan negara melalui tenis meja. Target saya ingin meraih prestasi pada Paralympic Rio de Jenairo, Brasil 2016," ujarnya lagi.

- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KAMI dari COI melayani pembuatan PRESS RELEASE atau TULISAN OLAHRAGA dan siap membantu menggelar JUMPA PERS dengan mengundang wartawan media cetak dan televisi sesuai pilihan Anda. CP: 087783358784 atau email ke aagwaa@yahoo.com

TERPOPULER COI