![]() |
| M Husein, Diana Wuisan dan Ficky Supit |
Sumber Asli -- C0I - Jawa Timur memborong lima
dari tujuh medali emas yang diperebutkan untuk mengukuhkan diri menjadi juara
umum Kajuaraan Nasional Tenis Meja Pra-PON di GOR Trilomba Juang, Bandung, Jawa Barat.
Dominasi Jatim hanya bisa diusik oleh DKI Jakarta yang mendapat dua emas dalam
kejuarnas versi Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Ketua
Umum Marzuki Alie itu.
Kepastian
Jatim menjadi juara umum ditentukan oleh sukses pemainnya mengawinkan gelar
nomor bergengsi tunggal putra dan putri melalui Ficky Supit dan Christine
Ferliana. Dalam pertarungan final Minggu (25/10), Ficky mengalahkan pemain
kejutan dari Kalimantan Timur, M Zahru 4-1 (11-5, 7-11, 11-6, 11-9, 11-7).
Christine di partai puncak menundukkan Mira Fitria juga dengan skor 4-1 (11-13,
12-10, 11-7, 11-8, 11-7).
“Dengan
mengawinkan gelar tunggal putra-putri ini Jatim sukses menjadi juara umum.
Sebelumnya Jatim merebut emas beregu putri, ganda campuran, dan ganda putra.
Dua gelar lainnya direbut DKI pada nomor beregu putra dan ganda putri,” ujar
Panitia Bidang Pertandingan, Asep Heru.
Emas
pertama Jatim lahir dari beregu putri. Dengan materi Christine, Silir Rovani,
Noor Azizah, Widya W dan Yudha Ngesti, Jatim di final menundukkan Jakarta.
Setelah itu duet, Christine/M Husein menyabet emas ganda campuran lewat final
sesame Jatim melawan Ficky/Silir. Kemudian pasangan Ficky/Husein meraih emas
ganda putra.
Regu putra
DKI yang diperkuat David Jacobs, Rocky Christopher Eman, Bagus Aji Saputra,
Ronald Kadeira dan Taufiq Dzikri mendulang emas setelah di final mengalahkan
Jatim. Pasangan Rina Sintya/Mira Fitria menyumbang emas kedua DKI dari ganda
putri setelah menundukkan Christine/Silir (Jatim) di final.
Sukses
Ficky dan Christine disaksikan langsung oleh pembina tenis meja Jatim, Diana
Wuisan bersama suaminya, Empie Wuisan. Diana yang mantan pemain nasional,
pelatih PTM Surya Kediri dan Ketua Pengurus Provinsi PTMSI Jatim menyatakan,
keberhasilan merebut lima emas itu baru merupakan langkah awal menuju
pertandingan sesungguhnya pada PON XIX di Jabar Tahun 2016. Untuk itu dia
meminta para pemain tidak berpuas diri dulu.
“Hasil ini
harus menjadi tantangan untuk bersiap lebih baik dan meningkatkan kemampuan
lagi. Daerah lain tentu sudah tahu kekuatan Jatim sehingga akan bersiap lebih
baik lagi. Pokoknya ini baru awal untuk meraih target di PON,” ujar Diana.
Dia menyatakan, Jatim
selain menurunkan tim di Bandung
juga mengirim tim ke Kejurnas Pro-PON di Bali yang dilaksanakan Pengurus Pusat
PTMSI kubu Oegroseno. “Ya kekuatan kita terpaksa dibelah. Satu ke Bandung dan satu ke Bali.
Sebenarnya bingung juga ada dua Pra-PON karena nanti mana yang akan diakui
Panitia Besar PON. Tapi kami sih mengikuti saja dengan tetap fokus membina,”
ucap Diana yang kini lebih banyak aktif sebagai pengurus Perwosi (Persatuan Wanita
Olahraga Seluruh Indonesia)
Pusat itu.
-
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar