>
"Sudah
ada beberapa temuan oleh Panja PAG. Salah satunya dana sosialisasi Asian Games,
Desember lalu. Kami ingin Kemenpora memberi laporan secara jelas, berapa dana
yang dikeluarkan, berapa dana yang terpakai dan kalau ada dana tidak terpakai,
tolong dikembalikan ke negara," kata mantan ratu tenis Asia,
Yayuk Basuki, anggota Komisi X yang menjadi anggota Panja PAG.
Dalam
keterangannya kepada wartawan di Jakarta,
Senin (1/2), Yayuk menyebut pihaknya menduga ada anggaran yang diselewengkan
pada program sosialisasi Asian Games 2018. Pihaknya sudah meminta laporan
pertanggungjawaban kepada Kemenpora terkait dana sosialisasi tersebut. Namun
sampai saat ini, Komisi X yang membidangi olahraga, kebudayaan dan pendidikan
tersebut belum menerima laporan.
Mantan petenis berperingkat 19
dunia tersebut menilai, acara sosialisasi Asian Games yang dilakukan di
sejumlah kota
tersebut diprediksi tak sampai memakan anggaran begitu banyak. Sebab, kegiatan
begitu sederhana dan bahkan ada beberapa acara yang dipangkas.
Tercatat
pelaksanaansosialisasi dilakukan di
berbagai kota seperti Jakarta,
Palembang, Medan,
Balikpapan, Makassar dan Surabaya. "Saat sosialisasi di Jakarta, itu hanya
dipersiapkan dalam waktu empat hari. Banyak atlet yang juga teman-teman saya,
bilang kalau susunan acara ada yang di-cancel gara-gara hujan. Bahkan,
pejabatnya langsung pulang. Ini acara mau buang-buang uang apa mau
serius," ujar anggota Dewan asal Dapil Jateng tersebut.
Pada pengesahan APBN-P 2015, Komisi
X menyetujui dana sosialisasi AG 2018 sebesar Rp 102 miliar. Selain
sosialisasi, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk menjalin hubungan
antarlembaga, dalam hal ini dengan induk cabang olahraga (PB/PP).
Informasi yang diterima Yayuk, dari
sekian dana tersebut, yang dipakai sosialisasi AG Rp 61 miliar dan hanya Rp 27
miliar yang digunakan. Namun pihaknya juga belum percaya begitu saja karena tak
ada laporan secara resmi.
"Katanya setiap kota itu menghabiskan dana
antara Rp 2,5 M - Rp 4 M. Tapi kenapa bikin acara tidak layak. Lebih baik jumpa
pers kalau tujuannya agar diketahui masyarakat luas," ungkapnya.
Pihaknya
akan meminta laporan pertanggungjawaban pada rapat kerja (Raker) dengan
Kemenpora pada Rabu (3/2).
Tugas
Komisi X dan Panja PAG akan bertambah besar dan berat untuk mengawasi uang
negara yang dipakai untuk persiapan Asian Games 2018 yang akan digelar di
Indonesia. Pasalnya, Komisi X DPR RI juga telah menyetujui pengajuan anggaran
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sebesar Rp574 miliar tahun
anggaran 2016.
"Kita memang telah menyetujui pengajuan anggaran Satlak Prima Rp574
miliar pada tahun 2016, tapi kita tetap saja meminta pertanggungjawaban
penggunaan anggaran yang dipakai termasuk untuk Satlak Prima pada tahun 2015.
Kalau sampai tidak jelas bisa saja Komisi X DPR RI
menghentikan bantuan dana Kemenpora," kata Yayuk.
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========
-->
Tidak ada komentar:
Posting Komentar