Novendra
Priasmoro merebut juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 hasil dari lima kali menang, lima
kali remis dan dua kali kalah dari sebelas babak yang diselesaikan. Sedangkan Ummi
berhasil merebut juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 dari sebelas
babak yang dipertandingkan.
Selain
sukses merebut juara, Novendra juga meraih norma IM. Norma ini merupakan norma
ketiga bagi pecatur 17 tahun tersebut karena sebelumnya sudah mengantongi dua
kali norma. Sesuai aturan FIDE, jika sudah mengoleksi tiga norma, maka berhak
menyandang gelar IM. Hanya saja, gelar tersebut belum bisa disandang sekarang
karena elo ratingnya masih 2.353 dan harus menjadi 2.400 an.
“Secara
gelar, saya sudah dapat gelar IM. Tapi sekarang masih terhalang elo rating.
Kira-kira butuh dua sampai tiga bulan lagi elo rating bisa mencapai 2.400
karena saya akan mengikuti sejumlah turnamen,” kata Novendra.
Keberhasilan
Novendra dan Ummi mendapat apresiasi dari Plt Ketua Umum PB Percasi GM. Utut
Adianto. Keberhasilan ini sudah dinantikan karena biasanya pecatur Indonesia hanya bisa berada di posisi empat atau
lima.
“Sudah lama
Indonesia
tidak juara kalau kita yang buat tunamen internasional. Tapi Novendra dan Ummi
sekarang membuktikannya. Mereka perlu dapat apresiasi karena keduanya juga
meraih norma master internasional (IM),” kata Utut dalam sambutan penutupan
kejuaraan itu.
Lebih
lanjut anggota DPRRI itu mengatakan, ke depan PB Percasi akan membuat
sentra-sentra pelatihan seperti sekolah catur di daerah-daerah. “Tidak hanya di
Jakarta, tapi juga di daerah-daerah agar olahraga
catur maju secara merata di Indonesia,”
ucapnya sambil berharap ke depan ada dua
turnamen internasional yang dibuat di Indonesia.
Novendra
Priasmoro merebut juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 hasil dari lima kali menang, lima
kali remis dan dua kali kalah dari sebelas babak yang diselesaikan. Berada di
tempat kedua, FM Jodi Azarya Setyaki (2303) dengan poin 6,5, hasil dari tiga
kali menang, tujuh kali remis, dan sekali kalah.
Sukses Jodi
dapat merebut juara kedua ditentukan pada kemenangan di babak terakhir
(sebelas). Jodi berhasil menumbangkan raja hitam milik rekannya Yoseph Taher yang
sejak babak kedelapan bersaing ketat dengan Novendra untuk berebut tempat
pertama.
Yoseph
malahan tergeser ke posisi keempat. Berada di posisi ketiga pecatur dari Vietnam, Duong
The Anh (2324).
Sementara
itu di bagian putri, pecatur asal DKI Jakarta Fisabililah Ummi berhasil merebut
juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 dari sebelas babak yang
dipertandingkan. Hasil 7,5 ini diperoleh elalui 5 x menang, dan 5 x remis
dengan hanya satu kali kalah. Terakhir di babak 11 yang dipertandingkan pada
Minggu (11/12/2016) petang Ummi ditahan remis oleh seniornya, WIM Chelsie
Monica Sihite (2198).
Ummi
ternyata tidak hanya meraih juara pertama saja. Ia juga sukses meraih Norma
Master Pertama. Ia meraihnya setelah sukses di babak terakhir (sebelas).
Berada di
tempat kedua, WIM Fronda Jan Jodilyn (2165) dari Philipina. Ia mencatat poin
tertinggi kedua dengan 7 poin. Sementara di tempat ketiga diraih oleh Le Kien
Thien Kim dari Vienam. (COI-1)
***
=========
Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui:
BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317
BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7
=========

Tidak ada komentar:
Posting Komentar