Oleh: Gungde Ariwangsa
Sumber Asli -- C0I - Langkah tim
nasional U-23 Indonesia pada
pertandingan sepakbola SEA Games XXX/2019 di Filipina masih mulus. Dua laga
pembuka penyisihan Grup B dilakoni dengan sempurna lewat kemenangan 2-0
masing-masing atas Thailand dan Singapura. Di depan masih menunggu pertarungan
melawan Vietnam (Minggu, 1/12/2019), Brunei Darussalam (Selasa, 3/12/2019) dan
Laos (Kamis, 5/12/2019).
Dengan meraih
nilai penuh dalam dua pertandingan, Indonesia belum mampu menempati posisi
teratas klasemen grup. Masih tetap berada di bawah Vietnam yang juga mampu memetik dua kemenangan
atas Brunei dan Laos
masing-masing dengan 5-0 dan 6-1. Vietnam
memimpin dengan nilai enam, sama dengan Indonesia, namun unggul dalam
produktivitas gol.
Kita berharap perjalan Timnas Garuda Muda tetap dan terus
mulus sehingga bukan saja mampu lolos dari penyisihan grup namun juga melaju ke
final dan juara. Bila mampu merebut medali emas maka ini akan menghapus dahaga
panjang sepakbola Indonesia
di ajang SEA Games. Terakhir
Indonesia berjaya di SEA Games 1991 yang kebetulan juga berlangsung di
Filipina.
Untuk mewujudkan harapan itu Indonesia
harus melalui lima
langkah lagi. Tiga pertarungan sisa di penyisihan grup, semifinal dan final.
Masih panjang dan berat tugas Evan Dimas dan kawan-kawan. Marilah kita terus
memberikan dukungan dan berdoa agar para pemain bisa terus menjaga kondisi dan
konsentrasi sehingga siap tempur dan menang.
Pertemuan melawan Vietnam
menjadi krusial bagi Indonesia.
Kemenangan akan memuluskan Indonesia
menuju semifinal dengan catatan setelah itu tidak kalah dari Brinei dan Laos. Siapa
yang akan mendamping Indonesia
akan diperebutkan oleh Vietnam
dan Thailand.
Rekor pertemuan Indonesia
dan Vietnam di ajang SEA
Games sejak 1991 memberikan catatan yang mengungulkan Indonesia. Dalam enam lagi, Indonesia
menang tiga kali, imbang sekali dan kalah dua kali. Dari skor menang dan kalah
selalu tipis sehingga Vietnam
merupakan lawan alot bagi Indonesia.
Pada SEA Games 1991, Indonesia
menang 1-0 Dua tahun kemudian di SEA
Games 1993, Indonesia
juga menang dengan skor sama. Namun di SEA Games 2015, Indonesia kalah
0-1. Kekalahan ini belum mampu dibalas karena pada SEA Games 1997, kedua negara
main imbang 2-2. Bahkan kekalah kembali menimpa Indonesia setelah takluk 0-1 pada
SEA Games 1999. Baru pada SEA
Games 2001, Indonesia mampu kembali
mengalahkan Vietnam
dengan skor 1-0.
Kini Vietnam
tampil dengan kekuatan yang menggiriskan. Kemenangan telak atas Brunei dan Laos,
meskipun kedua tim ini merupakan yang terlemah di grup, menunjukkan Vietnam
memiliki para pembobol gawang yang haus gol. Bisa disebutkan juga Vietnam yang ditukangi pelatih asal Korea Selatan
Park Hang-seo memiliki gaya permainan agresif. Tetapi
kemampuan Laos membobol Vietnam juga bisa menjadi indikasi ada celah
yang bisa dimanfaatkan pemain Indonesia.
Pelatih Indra Sjafrie yang sudah teruji mampu menerapkan
taktik dan strategi jitu ketika meredam Thailand
dan Singapura diharapkan kembali mengeluarkan ramuan andalannya untuk meredam
dan menaklukkan Vietnam.
Menghadapi agresifitas Vietnam,
pasukan Garuda tidak harus bertahan total, apalagi parkir bus di daerah
pertahanan. Di sinilah dituntut kedisiplinan pemain bertahan.
Dari sini
lapangan tengah diharapkan mampu menerapkan terobosan dan variasi serangan
cepat. Kekuatan sayap harus dimaksimalkan. Kemudian perlu ada penyerang pelapis
Osvaldo Haay yang nanti pasti akan mendapat perhatian khusus dari barisan
pertahanan Vietnam.
* Gungde Ariwangsa - Ketua Siwo PWI Pusat, WA: 087783358784

Tidak ada komentar:
Posting Komentar