Sumber Asli -- C0I - JAKARTA:
Mohammad Hasan meninggal dunia, Selasa (31/3/2020) pukul 11.00 WIB. Dunia
olahraga Indonesia
pun berduka dan kehilangan tokoh yang mengabdikan hidupnya hingga berpulang di olahraga,
khusunya atletik. Pria yang akrab dipanggil Bob Hasan itu sampai saat ini masih
menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB
PASI).
Selasa, sekitar pukul 11.48 WIB, melalui WhatsApp, Ketua
Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat,
Dodie Gambiro mengabarkan berita duka cita. “Innalillahi Wa Inna illaihi Rojiun.
Telah kembali ke rahmatullah Bapak. Bob Hasan pada jam 11.00 siang di RSPAD. Semoga
amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.
Aamiin...,” tulis Dodie.
Kepergian Bob Hasan tidak ada kaitannya dengan serangan
wabah virus Corona (Covid-19) yang kini melanda Indonesia dan
dunia. Dia berpulang setelah dalam tiga
bulan terakhir menjalani perawatan secara intensif di RSPAD Gatot Subroto akibat penyakit kanker . Menurut
rencanan, jenazah almarhum akan dibawa ke Semarang
pada Rabu dan dikebumikan di Makam Keluarga di Ungaran.
Sekretaris Menteri Pemuda Dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S
Dewa Broto memastikan Bob Hasan meninggal dunia bukan karena virus corona. "Betul,
baru saja saya call (telepon) Pak Tigor (Tanjung, Sekjen PB PASI). Menurut
rencana akan dimakamkan di Ungaran Jawa Tengah. Tidak ada kaitannya dengan Corona," kata Gatot
seperti dilansir CNN Indonesia.
Tak pelak lagi dunia olahraga Indonesia berduka. Pasalnya, Bob
Hasan bukan saja membina di atletik yang diantaranya berhasil melahirkan sprinter
muda tercepat nasional Lalu Muhammad Zohri. Pria kelahiran Semarang, 24
Februari 1931, sebelumnya juga pernah menjabat ketua umum induk organisasi
cabor senam (PB Persani), angkat besi (PB PABBSI) dan catur (PB Percasi). Selain
itu dia pernah menduduki posisi Wakil Ketum KONI Pusat pada era Ketua Umum Surono.
Bob Hasan juga berkibar di olahraga Asia
dan dunia. Dia dipercaya memimpin Asosiasi Atletik Asia (AAA). Kemudian menjadi
Anggota Kehormatan IOC (Komite Olimpiade
Internasional).
Memang kiprah Bob Hasan di atletik sangat menonjol. Dia memimpin cabor
ini dalam delapan periode. Suami dari Pertiwi Hasan ini bisa bertahan lama
memimpin atletik sehingga digelari sebagai ketua umum seumur hidup karena
memang belum ada figur lain yang berani dan bersedia berkorban membina atletik yang
membutuhkan dana tidak sedikit. Untuk menjadi Ketum PASI harus siap
mengeluarkan.dana operasional setahun minimal Rp 10 miliar.
Bob Hasan bukan hanya moncer di dunia olahraga. Anak dari pejuang
Gatot Soebroto ini terkenal sebagai pengusaha yang sukses di industri kayu.
Dirinya ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo). Dari situlah,
Bob Hasan kemudian menjadi salah satu pengusaha tajir yang dijuluki Raja Hutan Indonesia.
Walaupun pada akhirnya, asosiasi ini harus disetop karena krisis ekonomi yang
melanda Indonesia
pada 1997. Selanjutnya Apkindo resmi dibubarkan pada 1998.
Dari pengusaha karier Bob Hasan memasuki ranah pemerintahan.
Dia terkenal sangat dekat dengan Presiden Soeharto. Dia pun kemudian dipercaya
menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Soeharto (Maret-Mei 1998).
Dia adalah menteri pertama berdarah China di kabinet Soeharto.
Namun pada tahun 2001, Bob Hasan menjadi tersangka korupsi
penyalahgunaan kekuasaan, serta dianggap menjadi dalang pembakaran jutaan
hektar lahan di pulau Sumatera. Bob Hasan di penjara di LP Cipinang, dan
kemudian dipindahkan ke Nusa Kambangan. Kemudian dia dinyatakan bebas bersyarat
pada Februari 2004.
Selama dipenjara, Bob Hasan tidak surut membina olahraga.
Ayah dari Iki Hasan ini terus menjalan organisasi PASI. Sampai berpulang pun
dia tetap cinta olahraga dengan masih memimpin PASI.
Bob Hasan bukan hanya menjadi ketua umum simbol saja. Dia serius membangun olahraga. Bahkan di atletik
dia aktif mencari bakat di daerah untuk
dimasukkan ke pusat pelatihan nasional. Atlet asal Nusa Tenggara Barat Lalu
Muhammad Zohri menjadi salah satu yang didapat dari hasil pencarian bakat itu.
Selain itu Bob Hasan juga Bob Hasan mendatangkan pelatih asal AS, Harry Marra, salah
satu pelatih terbaik di dunia, untuk menangani
atlet-atlet Indonesia.
Bob Hasan berpendapat paling penting dari sebuah cabang
olahraga adalah pembinaan yang matang dengan struktur yang jelas. Sedangkan
hasil atau prestasi akan datang dengan sendirinya. “Itulah sebabnya olahraga Indonesia, termasuk atletik membutuhkan dukungan
dari pemerintah, media, dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Bob Hasan.
Namun ada yang membuat Bob Hasan kecewa. Dia kecewa karena atletik
yang sudah dibinanya selama hampir setengah abad dipandang sebelah mata oleh
pemerintah dan rakyat Indonesia.
Bob Hasan bahkan harus terus merogoh koceknya untuk membiayai keberlangsungan
cabang atletik di Tanah Air. Kritikan juga dilemparkan bagi media yang dinilai
kurang memberitakan cabang atletik. Tidak seperti bulutangkis atau sepakbola
yang selalu menjadi sorotan.
Bob Hasan adalah pribadi yang suka menolong. Pria ini aktif
di berbagai kegiatan sosial, seperti membantu Soeharto dalam mendirikan Yayasan
Damandiri (Dana Sejahtera Mandiri) pada tahun 1966. Kegiatan lainnya,
menciptakan program pembangunan untuk daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada
tahun 2016. Ada juga pelatihan komputer
kewirausahaan bagi para penyandang tunanetra oleh Persatuan Tunanetra Indonesia.
Selain itu, Bob Hasan juga menaruh minat di industri media.
Dia mulai mendirikan Gatra pada tahun 1994.
Bob Hasan kini telah kembali ke Sang Pencipta. Dia meninggalkan warisan atlet potensi dunia di
atletik diantaranya Lalu Muhammad Zohri. Pelari cepat 100 m ini menjadi harapan
olahraga Indonesia
di kancah dunia setelah sukses meraih juara dunia U-20 dalam olahraga lari 100
meter di Finlandia, dengan catatan waktu 10,18 detik.
Selamat jalan Pak Bob. Semoga warisan yang engkau tinggalkan
di atletik mampu mengangkat kejayaan olahraga Indonesia di kancah internasional. ***
***
İdeasoft N11 Entegrasyonu ile ürünlerinizi koaly ve pratik bir şekilde ürünlerinizi entegre edin.
BalasHapus