C0I - JAKARTA:
Nama Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak tiba-tiba muncul dan langsung
mencuat dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia
(PB Pertina) 2020 – 2024. Tak kurang dari 22 pengurus provinsi (Pengprov) Pertina, Sabtu (18/7/2020), mendeklarasikan
dukunganya kepada Jenderal Komar untuk menduduki posisi orang nomor satu di
kancah tinju amatir nasional.
“Empat
pengurus provinsi lainnya menyusul. Saya dengar ada satu pengurus yang belum
menyampaikan dukungan, yakni NTT. Maklumlah, saya memang belum pernah bertegur
sapa. Nanti setelah bertegur sapa, semoga solid,” ujar Komar, di Jakarta,
Minggu (19/7/2020).
Ditanya
kesiapannya memimpin PB Pertina, secara diplomatis Komaruddin Simanjuntak
menjawab, “Tidak ada istilah tidak siap, jika itu merupakan kehendak mayoritas
pengurus daerah. Terlebih ini untuk kemajuan tinju amatir di Indonesia,”
ujarnya.
Dari
penelusuran rekam jejaknya, Jenderal Komar adalah “Manusia Tinju” sejati.
Ia memiliki gagasan yang luar biasa
ketika menggelar pertandingan tinju pro di atas kapal tongkang di Siring
Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Oktober 2011.
“Tinju
di atas kapal tongkang adalah tinju pro. Waktu itu terbuka di atas sungai.
Petinju Jakarta datang dan main,” katanya.
Itu
merupakan kejuaraan Indonesia kelas terbang di atas kapal tongkang yang pertama
dan satu-satunya di dunia. Belum pernah ada pertandingan tinju di atas kapal
tongkang.
Boxing
in the Martapura Riverside ditangani oleh Non-M Promotion yang berkantor di
Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta. Penata tanding Syaripudin Lado. Juara
Indonesia Espnus Sabu (R.E. Boxing Minahasa Utara) mempertahankan gelar melalui
pertarungan 12 ronde melawan penantang Ruben Manakane (Nelson Nainggolan
Jakarta). Wasit dan hakimnya adalah anggota Marinir dari Cilandak, Jakarta.
Bagi
Komaruddin Simanjuntak, tinju pro dan tinju amatir sama menyenangkan. Mantan
Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) II/Sriwijaya ini sangat mengenal
sejumlah mantan petinju top amatir seperti Ferry Moniaga, Frans van
Bronskhorst.
Komaruddin
Simanjuntak dikenal dengan ciri “pukul dulu urusan belakang” atau PDU, dalam
kata arti positif. Urusan dukungan (finansial) dipikirkan kemudian.
Jenderal
bintang dua purnawirawan ini selama pengabdiannya selalu siap melaksanakan
perintah pimpinan dan tidak pernah menolak atau membantah.
Komaruddin
Simanjuntak dengan tegas mengatakan ”tidak boleh mati berkali-kali”. “Artinya,
dalam melaksanakan pengadian ini tidak pernah mengatakan ”aduh mati aku, aduh
dari mana dananya, aduh mati aku”. Saya tidak pernah mengeluh, tapi mencari
solusi bagaimana melakukan yang terbaik.”
Komaruddin
Simanjuntak adalah mantan Ketua Pengprov Pertina Kalimantan Selatan. Komaruddin
pernah Komandan Korem 101/Antasari dan terakhir Panglima Komando Daerah Militer
IX/Udayana.
Jenderal
bintang dua purnawirawan ini telah didorong oleh sejumlah provinsi untuk maju
dalam pemilihan Ketua Umum PP Pertina 2020-2024. “Lantaran sudah diminta aku
siap maju,” kata pria rendah hati ini.
Komaruddin
Simanjuntak adalah kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 10 Januari 1960.
Sejak kecil sudah suka dengan olahraga tinju. “Aku bukan petinju tapi pengemar
tinju,” kata Komaruddin Simanjuntak di Cijantung, Jakarta, dihubungi melalui
ponselnya, Minggu (19/7/2020) siang.
Berita Anda ingin dimuat di COI*Press atau Media Nasional dan Daerah di Indonesia? Silakan hubungi kami di 087783358784 atau e-mail: aagwaa@yahoo.com. Kami memiliki jaringan kuat dengan media terakreditasi baik cetak, online, radio maupun televisi. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar