![]() |
| Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Siamnjuntak |
Komarudin terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas)
Pertina secara virtual dari Gedung KONI
Pusat, 30-31 Desember 2020 lalu. Lewat
pemungutan suara dia mengungguli Ketua Umum PP Pertina petahana Johni Asadoma.
Saat persiapan dan berlangsungnya Munas yang diikuti 34 Pengurus Provinsi
Pertina itulah pria berkumis tebal itu mendapat pengalaman yang mengejutkan
dirinya.
Ketika memberikan sambutan pada acara pelantikan dan pengukuhan PP Pertina, Komarudin curhat mengungkapkan pengalaman tersebut. Kepada Ketua Umum KONI Pusat dia menjelaskan, kalau dilihat dari pengalaman selama diminta mencalonkan sebagai Ketua Umum PP Pertina, sesungguhnya ada banyak hal-hal yang sebelumnya diluar dugaan dirinya.
“Dalam benak pikiran saya, ini adalah masalah tinju konteknya olahraga jadi problemnya pasti seputar tentang budaya kejujuran / sportifitas, terpanggil, ketulusan hati dan bagaimana meningkatkan prestasi cabang olah raga tinju Tanah Air. Ternyata jauh di luar perkiraan karena upaya tim sukses mempengaruhi pendukung sudah hampir mirip dengan pelaksanaan PILKADA. Tetapi Alhamdulilah / Puji Tuhan semua dilalui dengan baik dan mudah-mudahan sesuai dengan harapan Ketua Umum KONI (Pusat) dan segenap bapak-bapak/ibu-ibu Pengurus KONI Pusat,” kata Komarudin.
Pada kesempatan itu Komarudin atas nama pengurus menghaturkan terimakasih kepada Ketua Umum, para Wakil Ketua Umum dan Sekjen serta staf KONI Pusat. Dia sangat merasakan dukungan yang luar biasa. “Sehingga kami setiap saat selalu optimis karena kami semua mendapat dukungan dari para senior dan tentu para pengurus yang sangat hebat dan bekerja total,” ucap mantan Ketua Pengprov Pertina Kalsel itu.
Dalam bagian lain sambutannya, Komarudin melaporkan, dia telah melaksanakan petunjuk Ketua Umum KONI Pusat untuk memilih yang duduk dalam kepengurusan Pertina periode 2020 – 2024 merupakan fihak yang memang punya kemampuan / kemauan dan layal untuk memajukan prestasi tinju Indonesia secara bersama-sama. “Mudah-mudahan pengurus terpilih sudah sesuai dengan petunjuk Bapak, dan ijinkan petunjuk Bapak ini akan kami tuliskan di kantor Pertina Pusat dan daerah sehingga kami tetap ingat dalam menjabarkan Petunjuk KONI Pusat, KOI dan Kemenpora,” ujar Komarudin yang mantan Pangdam Udayana itu.
Pria berkumis tebal itu mohon doa restu, arahan dan bimbingan agar bisa dan mampu bekerja dengan baik sehingga progjam kerja yang sudah banyak menunggu baik tahun ini dan empat tahun kedepan dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. “Kami Pengurus Pusat dan para ketua daerah 34 provinsi akan melaksanakan konsolidasi memulai entry brifing sore ini dengan tema ‘Dengan kerja keras , kerja cepat, kerja pintar dan terukur serta gotong royong saling mengisi bisa mengembalikan marwahnya dan bangkit untuk meraih prestasi.’ Mohon doa restunya,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dalam awal sambutannya mengapresiasi Munas Pertina yang berlangsung lancar walau dilaksanakan secara virtual. Selain itu Marciano juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya. “Saya beserta jajaran Pengurus KONI Pusat mengucapkan selamat dan sampaikan terima kasih kepada Irjen Pol Drs Johni Asadoma beserta jajaran pengurus sebelumnya,” kata Marciano.
Selain itu, Marciano berharap program kepengurusan sebelumnya yang berdampak baik dapat dilanjutkan. “Wajib melanjutkan program baik yang sudah dijalankan pengurus sebelumnya,” pesannya.
Mantan Kepala BIN itu juga meminta PP Pertina merangkul masyarakat Indonesia yang mencintai tinju agar kelak akan lahir petinju amatir kelas dunia. Pasca menjadi petinju amatir yang handal, mereka diharapkan jadi petinju profesional yang berprestasi. “Saya berharap lahir juga petinju profesional seperti Ellyas Pical, Chris John, dan Daud Jordan yang berasal dari amatir,” tandasnya.
Marciano juga mengingatkan agar PP Pertina memperhatikan 3 tema besar Haornas yakni Sport Science, Sport Industry dan Sport Tourism. Tata kelola organisasi juga tidak boleh dikesampingkan. “Akuntabilitas menjadi yang utama karena terkait sportivitas dan kehormatan yang sudah disebutkan dalam janji Prasetya,” tambahnya. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar