Di tengah kesibukannya termasuk usai
mengikuti sidang kabinet, Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali
memberikan pengarahan dalam diskusi yang pesertanya mulai dari wartawan anggota
Siwo PWI, pemerhati olahraga dan terbuka untuk umum melalui zoom, facebook dan
instagram itu. Selain Menpora, tampil sebagai pembicara Ketua Umum KONI Pusat
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan
Efendi, Kapusdiklat BNPB Berton Panjaitan, Kepala Bidang Kerjasama Baintelkam Polri Kombes Pol Budi Sajidin, Direktur Utama IBL
Junas Miradiarsyah dan Kabid Kompetisi
PBVSI/Direktur Kompetisi Proliga Hanny Surkatty. Acara diskusi dipandu oleh
moderator Erlangga Wisnuaji.
“Pemerintah tidak tinggal diam dalam
mengupayakan bisa digelarnya kompetisi saat pandemi Covid-19. Kita tidak
membiarkan cabang olahraga susah. Susahnya cabor juga susahnya Kemenpora dan
pemerintah. Jadi kita terus mengimbau kegiatan
olahraga menerapkan protokol kesehatan
yang ketat. Bahkan untuk training centre baru diizinkan dengan proket sangat
ketat,” ujar Menpora Zainudin Amali.
Dalam kondisi pandemi yang belum tahu
kapan akan berakhirnya, Kemenpora terus melakukan korodinasi dan mendapat
masukan dari para mitra seperti KONI
Pusat, DPR RI, Gugus Tugas dan Kepolisian RI. Upaya ini dilakukan mengingat
pentingnya arti kompetisi bagi atlet. Berlatih saja tidak akan teruji dan juga
kompetisi untuk pembentukan tim nasional dalam menghadapi kejuaraan atau multi
event internasional.
Zainudin Amali menegaskan,
pemerintah juga menyadari masyarakat membutuhkan hiburan. Tanpa kegiatan akan
membuat jenuh yang bisa mempengaruhi imun. Melihat kompetisi sudah dilaksanakan
di berbagai negara terutama di Eropa, Indonesia juga bermaksud melakukan hal
itu. Namun belum bisa dilaksanakan karena kondisi disiplin masyarakat berbeda.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas.
Beberapa cabor seperti basket dan voli sudah menyusun tahapan kompetisi dengan
prokes ketat. Tapi semuanya tetap tergantung dari izin pihak kepolisian. Kita
juga menyadari tugas berat kepolisian.
“Tadi saya sudah bertemu dengan
Kapolri untuk melakukan koordinasi tentang pelaksanaan kompetisi olahraga.
Kapolri sambut baik dengan catatan tidak menimbulkan claster baru. Dalam
beberapa hari ini kami akan bertemu,” ucap Menpora sambil menambahkan, bila
sudah bertemu Kapolri maka Kemenpora akan mengundang cabor yang menggelar
kompetisi professional.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano
Norman menghargai kerja keras pemerintah dalam menerapkan aturan prokes yang
ketat dan melaksanakan vaksinasi untuk mengangani Covid-19. Olahraga Indonesia perlu mencari jalan ke luar
bagaimana kompetisi bisa digelar saat pandemi karena di beberapa negara sudah
bisa dilaksanakan dengan prokes super ketat. Untuk itulah semua pemangku kebijakan perlu
duduk bersama untuk menyatukan pendapat dalam masalah kompetisi olahraga ini.
“Berhenti bukan solusi. Kita harus
jalan dengan prinsip memprioritaskan keselamatan atlet. KONI Pusat mengajak
semua pemangku kebijakan mulai dari Kemenpora, DPR RI, Satgas, Kepolisian dan
induk organisasi cabor serta para
wartawan olahraga untuk menyatukan pendapat dan langkah agar kompetisi bisa
digelar dengan aman saat pandemi ini,” kata Marciano.
Dalam hal kompetisi digelar tanpa
penonton maka untuk cabor yang memiliki pendukung yang besar seperti sepakbola
maka perlu ada komunikasi dengan para kelompok supoter. Diharapkan mereka tetap
bisa menyaksikan pertandingan di rumah saja melalui siaran televisi dan tidak
membuat kerumunan di jalan maupun tempat lainnya.
“Kita tida pasrah apalagi menyerah.
Karena itu KONI Pusat berharap besar kepada Kapolri baru Pak Listyo Sigit Prabowo. Standar apa
yang harus kita penuhi sehingga bisa menggelar kompetisi saat ini,” ucap mantan
Kepala BIN itu.
Kapusdiklat BNPB Berton Panjaitan
menekankan tentang pentingnya Kemenpora mengeluarkan protap pelaksanaan kompetisi
di saat pandemi. Sama seperti ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang
mengeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan Pilkada saat Covid-19. Protap digodok
oleh para pemangku kebijakan mulai dari Kemenpora, KONI Pusat, Satgas, Departemen
Kesehatan, Kepolisian dan cabor.
“Ini akan sangat powerfull. Pasti
ada jalan ke luar yang win-win. Pemerintah khan dapat menerapkan ekonomi dapat
jalan tapi jangan lupa prokes ketat. Nah di olahraga khan bisa, olahraga bisa
tapi jalan lupa prokes ketat,” tutur Berton.
Kepala Bidang Kerjasama Baintelkam
Polri Kombes Pol Budi Sajidin
menegaskan, pihak kepolisian memahami kondisi dan keinginan masyarakat olahraga
untuk melaksanakan kompetisi saat pandemi Covid-19. Namun karena ada telegram
Kapolri bulan November 2020 yang melarang mengeluarkan izin keramaian maka
pihak kepolisian tidak bisa mengeluarkan izin keramainan olahraga. Aturan ini
sampai sekarang belum dicabut sehingga berdampak pada urusan izin keramaian
olahraga.
“Sangat bagus Menpora sudah
melakukan pendekatan kepada Kapolri. Apalagi sudah ada lampu hijau bahwa
kompetisi liga 1 Indonesia bisa dipertandingkan tanpa penonton. Semoga ini akan
bisa diikuti cabor lainnya. Jadi kalau ingin menggelar kompetisi tolong
bersurat ke Mabes dengan lampirkan surat dari Kemenpora, KONI Pusat, dan Satgas,”
ucap Budi Sajidin.
Melihat dinamika dalam diskusi itu Wakil
Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi menilai, ada titik terang
kegiatan olahraga terutama kompetisi bisa dilaksanakan saat pandemi Covid-19
dengan prokes ketat. Apalagi olahraga sangat penting untuk meningkatkan imun
tubuh.
“Tolong olahraga jangan dihilangkan.
DPR akan meminta kepada pemerintah untuk terus mendorong olahraga. Termasuk
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua harus tetap digelar,” kata Dede.
Mantan atlet taekwondo itu
menyarakan, perlu merancang sistem baru kegiatan atau kompetisi olahraga. Para
stakeholder olahraga perlu membuat skema baru. Hal ini bisa dengan mencontoh
pelaksanaan kegiatan olahraga di negara lain saat pandemi.
“Kita harus move on. Tidak bisa
seperti saat ini. Ayo duduk bersama untuk membuat skema baru olahraga dengan
cara baru dan kehidupan normal baru,” tegasnya.
Sementara itu Direktur Utama IBL
Junas Miradiarsyah dan Kabid Kompetisi
PBVSI/Direktur Kompetisi Proliga Hanny Surkatty senada mengemukakan, cabor
basket dan bola voli sudah menyiapkan aturan kompetisi dengan protokol
kesehatan yang ketat. Untuk kompetisi IBL selain menerapkan tes PCR juga ada
lokalisir tim. Bahkan untuk Proliga disarankan untuk menerapkan vaksinisasi.
Namun selain penerapan prokes yang ketat jangan dilapukan kompetisi olahraga
bisa digelar bila ada dukungan sponsor. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar