![]() |
| Menpora Zainudin Amali memberikan paparan dalam sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) kepada para perwakilan Siwo PWI dari 35 daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/2/2022) |
Silih
berganti, nama lama dihapus diganti nama baru. Namun nasibnya sama saja seperti
prestasi olahraga Indonesia yang menyurut secara perlahan.
Sebelum kondisi bertambah parah dan porak poranda maka lahirlah program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Akankah ini juga mengalami nasib yang sama dengan para pendahulunya? Layu sebelum berkembang?
Menteri
Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali saat
mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Kendari, Sulawesi
Tenggara, Selasa (8/2/2022), menegaskan, sebuah program yang diusung pemerintah
tidak akan terimplementasikan dengan baik pada masyarakat jika tidak mendapat
dukungan maksimal dari media massa.
Dalam
kunjungan kerja ke Kendari kali ini, selain akan menghadiri serangkaian
kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Menpora juga bertatap muka
langsung dengan perwakilan Seksi
Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO) Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) dari seluruh Indonesia.
“Kami
berharap pada PWI dan SIWO untuk memberi dukungan. Sebab, sebagus apapun DBON,
sebagus apapun peraturan-peraturan dalam Perpres, namun tanpa diketahui oleh
masyarakat, maka tidak akan bisa terimpelentasi di lapangan,” kata Menpora
Amali.
Menurutnya,
peran media, PWI, SIWO sangat menentukan sukses tidaknya DBON. “Kami sangat
berharap dukungan dari anggota PWI, khususnya anggota SIWO. Untuk itu kita akan
mengadakan Mou dan perjanjian kerja sama,” lanjut Menpora.
Bukan
tanpa alasan Menpora memintan SIWO mengawal perjalanan DBON. Ia tidak ingin
DBON mengalami nasib yang sama dengan program-program sebelumnya. “Kita harus
jaga agar DBON jangan sampai seperti program-program lalu, di mana desainnya
bagus dan aturan hukumnya kuat, tapi saat impelementasi lemah dan akhirnya
hilang. Saya tidak ingin DBON seperti itu,” jelasnya.
Menpora
juga menyampaikan apresiasinya pada PWI dan SIWO yang telah memberikan
penghargaan kepada sejumlah Kepala Daerah atas perhatiannya pada dunia olahraga
nasional. “Ini adalah tanda perhatian dari teman-teman jurnalis yang tergabung
dalam PWI dan SIWO khususnya terhadap perkembangan olahraga nasional,”
tambahnya.
Dalam
kesempatan ini, SIWO memberikan penghargaan Inisiator Olahraga SIWO kepada
sejumlah kepala daerah. Mereka adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur
Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Gubernur Sulawesi
Tenggara Ali Mazi, Gubernur Riau Syamsuar, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A.
Paliwang, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Penghargaan kepada para
Gubernur disampaikan langsung oleh Menpora Amali.
Selain
itu, turut juga mendapat penghargaan Inisiator Olahraga SIWO 2022 dua Walikota
dan empat Bupati. Mereka adalah Walikota Medan Bobby Nasution, Walikota
Gorontalo Marten Taha, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Bupati Maluku
Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Bupati
Mimika Eltinus Omaleng. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar