COIPers.com – Kontingen Indonesia menambah lagi medali emas cabang olahraga balap sepeda nomor Estafet Cross Country Relay (XCR) Campuran pada SEA Games XXXII Tahun 2023 Kamboja, Minggu (7/5/2023).
Tim
Indonesia yang menurunkan komposisi terbaik Feri Yudoyono dan Zaenal Fanani
untuk putra dan untuk putri Sayu Bella Sukma Dewi dan Dara Latifah di bagian
putri merebut emas setelah mengungguli Thailand. Perunggu diraih Filipina.
Ini
menjadi emas ketiga dari balap sepeda setelah sehari sebelumnya Sayu Bella
Sukma Dewi sukses menjadi yang terbaik pada nomor XCO putri dengan catatan
waktu 1 jam 13,48 menit. Kemudian Feri Yudoyono meraih medali emas dengan
cacatan waktu 1 jam 13,51 menit. Kemudian Zaenal Fanani dengan perak terpaut 18
detik. Diikuti Ihza Muhammad di posisi ketiga terpaut 1 menit 15 detik dari
pemenang lomba nomor XCO putra.
Dalam
lomba di Kulen Mountains, Siem Reap, Kamboja, Minggu, tim MTB Campuran
Indonesia finis tercepat dengan catatan waktu 50 menit 11 detik. Indonesia
mengalahkan Thailand yang menurunkan Keerati Sukprasart, Phunsiri Sirimongkhon,
Supuksorn Nuntana, dan Warinthorn Pheypraphan yang meraih perak dengan catatan
waktu 51 menit 44 detik.
Perunggu
menjadi milik Filipina dengan komposisi Edmhel John Rivera Flores, Shagne Paula
Hermosilla Yaoyao, Jerico Cruz Rivera, dan Ariana Thea Patrice Evangelista
dengan 52 menit 25 detik.
Dalam
pantauan media, antarnews.com melaporkan, Kepala Pelatih Timnas Balap Sepeda
Indonesia Dadang Haries Poernomo mengatakan kemenangan tersebut tidak terlepas
dari kerja keras atlet dan strategi yang diterapkan sebelum perlombaan.
Drama
sempat terjadi sehari sebelum lomba atau saat penyerahan nama-nama atlet yang
akan berlomba. Tim pelatih Indonesia, kata Dadang, terlebih dahulu menunggu
lawan menyerahkan nama pebalap yang akan diturunkan.
Semula,
Indonesia menurunkan pebalap putri untuk turun lebih dulu. Namun melihat
perkembangan situasi dan kondisi, tim Merah Putih memilih Feri untuk mengawali
lomba dilanjutkan dengan Fanani.
"Jujur
untuk balapan nomor XCR ini penuh dengan drama. Semua tim saling mengintip
atlet yang diturunkan dan posisinya. Sebab, itu akan menentukan keberhasilan
dan kesuksesan sebuah tim," kata Dadang kepada ANTARA usai lomba.
Selain
itu, strategi lain yang diterapkan adalah melihat situasi dan kondisi pebalap
Indonesia. Berbeda dengan tim lain yang memiliki jumlah atlet lebih banyak,
Indonesia harus memaksimalkan enam atlet yang turun di berbagai nomor
perlombaan.
"Dari
segi jumlah tim Indonesia terbatas. Kalau tim lain mempersiapkan secara khusus
pebalap mereka untuk Cross Country Olympic (XCO), XCR, dan Cross Country
Eliminator (XCE). Kalau kami harus memanfaatkan secara maksimal enam pebalap.
Maka kami harus berhitung dengan benar siapa yang turun dan posisinya seperti
apa," ujar Dadang.
Dengan
strategi jitu tersebut, tim balap sepeda berhasil meraih medali emas ketiga
pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara edisi ke-32 tersebut.
"Bersyukur,
anak-anak bisa memanfaatkan situasi dan kondisi yang terlihat kurang
menguntungkan untuk kita. Mereka menunjukkan performa bagus. Dara yang kemarin
cedera dan dehidrasi bisa pulih dengan cepat berkat tim pendukung yang luar
biasa dan beberapa asisten dan ofisial yang bekerja sama dengan baik hingga
menghasilkan emas ketiga untuk Indonesia," pungkas Dadang. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar