Oleh : Bert Toar Polii
COIPers.com: Salah satu kunci keberhasilan dalam permainan bridge adalah keterampilan card reading atau membaca kartu lawan.
Keterampilan ini tidak akan datang sendiri tapi harus dipelajari serta dilatih terus menerus.
Membaca
kartu lawan dalam permainan bridge berarti mencoba untuk mengidentifikasi kartu
apa yang dimiliki oleh lawan dan menggunakan informasi ini untuk membuat
keputusan yang lebih baik saat bermain.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
saat mencoba membaca kartu lawan, seperti:
1.
Perhatikan
jalannya penawaran : Saat penawaran berlangsung, lawan akan memberikan petunjuk
tentang tangan mereka dengan cara mereka mengajukan tawaran. Misalnya, jika
seorang lawan membuka penawaran dengan
Weak Two 2H, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki minimal enam kartu heart di tangan mereka dan sekitar 6-10 HCP
2.
Perhatikan
cara lawan memainkan kartu: Saat bermain, lawan dapat memberikan petunjuk
tentang tangan mereka dari cara mereka
bermain. Misalnya, jika seorang lawan memainkan kartu Ace atau King dari satu
warna, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki kartu tinggi lainnya dalam warna
itu.
3.
Perhatikan
apa yang tidak mereka mainkan: Kadang-kadang, informasi yang lebih berguna
dapat diperoleh dari kartu yang tidak dimainkan oleh lawan. Misalnya, jika Anda
melihat bahwa lawan tidak memainkan warna tertentu, itu mungkin menunjukkan
bahwa mereka lemah di warna tersebut.
4.
Perhatikan
apa yang dibuang: Saat Anda atau lawan Anda membuang kartu, itu juga dapat
memberikan petunjuk tentang tangan Anda atau lawan Anda. Misalnya, jika seorang
lawan membuang di warna tertentu , itu mungkin menunjukkan bahwa mereka tidak
memiliki banyak kartu warna tersebut di
tangan mereka. Atau bisa juga karena justru panjang di warna tersebut
Dengan
memperhatikan semua petunjuk ini, Anda dapat mencoba membaca kartu lawan dan
menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan yang lebih baik saat bermain
kartu Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa membaca kartu lawan bukanlah
ilmu pasti dan Anda harus tetap memperhatikan kemungkinan variabel yang muncul
selama permainan.
Sebagai
contoh, penulis ambilkan dari latihan Djarum Bridge Club tadi pagi, Rabu 3/5.
4/Semua/B Utara
S
xxx
H
x
D
AJ98
C
KQJ10x
Barat Timur
S
AQxx S
KJ10xx
H
Qxxxx H
Jx
D
10x D
Qxx
C
Ax C
9xx
Selatan
S
x
H
AKxxx
D
K7xx
C
xxx
Barat Utara Timur Selatan
1H 2C Dbl 2H
2S Pass 4S 5C
Semua
Pass.
Lawan
lead HJ yang dimenangkan dengan HA kemudian main spade. Barat ambil dengan SA
serang heart lagi. Declarer buang spade dan menang dengan HK. Declarer kemudian
lanjutkan dengan main trump dimana Barat langsung ambil dengan CA dan serang
heart lagi. Declarer ruff dengan C10 kemudian cabut trump. Selanjutnya declarer
main D8 ke King dan potong DQ dan kontrak mati 1.
Sepertinya
tidak ada yang salah dengan cara main ini. Tapi kalau declarer memanfaatkan
cara yang telah ditulis diatas untuk sebelumnya membuat rencana permainan dan
menghitung kemungkinan pembagian distribusi dari biding seharusnya problem ini
bisa diatasi dengan mudah.
Pertama
dari bidding kita tahu barat pegang minimal 5 kartu heart dan 4 kartu spade,
sedangkan timur pegang 5 kartu spade. Karena timur melakukan negative double
berarti ia memegang minimal 7 HCP.
Sampai
dengan trik ketika mencabut trump terakhir baik kartu timur dan barat sudah
jelas. Timur pegangan 5 kartu heart, 4 kartu spade dan 2 kartu club. Otomatis
ia pegang 2 kartu D. Otomatis kartu timur juga sudah terbaca 5 kartu S
doubleton H, 3 kartu C dan 3 kartu D.
Setelah
ini jelas tinggal kemungkinan HCP yang dipegang timur dan barat. Di barat sudah
terlihat SA, HQ, CA sedangkan timur baru ketahuan HJ.
Apa
informasi lain yang kita dapat. Ketika barat menang dengan SA berarti ia tidak
mungkin pegang SK, walaupun belum tentu benar karena bisa saja barat menipu.
Tapi dari kartu ini sepertinya tidak perlu. Berdasar data ini maka kemungkinan
pegangan Barat bisa S A(Q atau J) xxx H Qxxxxx D ?? C Ax. Timur kemungkinan
pegangan S K (QatauJ)xxxx H Jx D??? C xxx.
Dari
analisa bidding dan kartu yang dimainkan bisa disimpulkan bahwa DQ seharusnya
ada di Timur karena negative double seharusnya memiliki minimal 7 atau 8 HCP.
Dengan hanya SKQ dan HJ berarti tidak mungkin melakukan negative double apalagi
bid 4S.
Berdasarkan
analisa diatas satu-satunya cara untuk bikin hanya kalau barat pegang D10x.
Dengan demikian seorang declarer play yang mumpuni akan memainkan backward
finesse dengan main DJ. Timur tidak bisa berbuat apa-apa karena jika ia timpuk
dengan DQ, declarer akan potong D10 dari barat.***


Tidak ada komentar:
Posting Komentar